Aug 292016
 

Ratusan anggota polisi dijajaran Polres Tulungagung Jawa Timur, menjalani tes uji kelayakan memegang senjata api oleh biro SDM Polda Jatim. Tes psikologi senpi dimaksudkan untuk persyaratan pinjam pakai senjata api yang akan digunakan selama bertugas.

Ratusan anggota polisi Jajaran Polres Tulungagung mengikuti tes psikologi senpi.

Ratusan anggota polisi Jajaran Polres Tulungagung mengikuti tes psikologi senpi. (foto:jakartagreater/marksman)

Menurut Kasubag psikologi dan kepribadiaan biro SDM Polda Jatim, AKP Muhammad Mujib Ridwan, Selain untuk memperpanjang masa berlaku surat izin pinjam pakai senpi. Mujib menambahkan, Psikotes itu juga digunakan untuk menilai kualifikasi seorang anggota perwira dalam melanjutkan sekolah maupun untuk jabatan.

“Ujian psikotes ini perlu dan wajib bagi polisi atau anggota yang hendak membawa senpi,” tegasnya.

Secara berkala, minimal satu tahun sekali, biro sumber daya manusia Polda Jawa Timur menggelar tes psikologi senjata api dan tes mapping psikologi untuk anggota bintara dan perwira polisi di seluruh polres yang ada di jawa timur.

Sementara dijajaran Polres Tulungagung, tes psikologi yang di gelar di kampus STKIP PGRI, minggu (28/08) mulai pukul 08.00 WIB hingga 11.00 WIB . Dari total pendaftar sebanyak 494 anggota polisi yang hadir saat tes justru hanya 387 anggota, karena bersamaan dengan giliran piket di mapolres dan mapolsek.

Kasubag psikologi dan kepribadiaan biro SDM Polda Jatim, AKP Muhammad Mujib Ridwan, menekankan pentingnya psikotes senpi untuk anggota polisi yang bertugas dilapangan. (foto:jakartagreater/makrsman).

Kasubag psikologi dan kepribadiaan biro SDM Polda Jatim, AKP Muhammad Mujib Ridwan, menekankan pentingnya psikotes senpi untuk anggota polisi yang bertugas dilapangan. (foto:jakartagreater/makrsman).

Meski bersifat tes, namun para peserta duduk saling berhimpitan dan berdesakan. Bahkan antar peserta tes psikologi, ada yang terlihat dengan bebas bercengkarama, sedangkan tes ini sangat penting dilakukan oleh anggota polisi, karena untuk memantau kondisi psikologis dilapangan sehingga saat bertugas dilapangan tidak akan menimbulkan masalah dengan warga.

Dari total 387 peserta tes, diperoleh hasil sebanyak 20 persen dari mereka tidak lulus tes atau sekitar 77 anggota polisi dijajaran polres tulungagung terancam dinyatakan tidak layak pegang senjata api saat bertugas.

Namun demikian bagi anggota polisi yang dinyatakan lulus tes psikologi senpi, tidak serta merta diperbolehkan memegang senjata api. “bagi anggota polisi yang lulus tes psikologi senpi, masih harus melalui seleksi ketat dari kepala satuan kerja atau kapolres yang bersangkutan ujar

Dalam tes psikologi ini, materi tes psikologi senpi yang diujikan meliputi kepribadian, kecerdasan dan sikap kerja.

Dari ratusan peserta tes, 77 polisi terancam tidak diijinkan membawa pistol saat bertugas karena tidak lulus psikotes senpi. (foto:jakartagreater/marksman)

Dari ratusan peserta tes, 77 polisi terancam tidak diijinkan membawa pistol saat bertugas karena tidak lulus psikotes senpi. (foto:jakartagreater/marksman)

Mujib menjelaskan, senjata api yang dipinjamkan kepada anggota hanya boleh digunakan saat bertugas dan ketika posisi terdesak oleh pelaku tindak kriminal.

“Tes ini instruksi langsung Polda Jatim, dan ini sangat perlu untuk mengetahui kondisi pesikis anggota yang nantinya akan membawa senpi,” katanya.

Bagi anggota yang mengantongi izin, wajib regristrasi ulang enam bulam sekali.

Untuk jenis senjata yang dipinjamkan bagi para anggota relatif sama yaitu jenis revolver. Selain psikotes, ada persyaratan lain yang wajib dipenuhi personel jika ingin membawa senpi, di antaranya disiplin bertugas, sehat jasmani rohani, surat izin dari sang istri dan berprestasi.

“Setiap personel ber-senpi mendapat pengawasan langsung dari pimpinan di tingkat kesatuannya masing-masing. Mendapatkan izin senpi juga bergantung dari kinerja dan pimpinan,” terangnya.

Khusus bagi peserta psikotes para perwira dan bintara tinggi, kata Mujib, selain tes untuk mendapatkan surat izin pinjam pakai senjata api, juga ada tes “mapping” atau pemetaan.

“Tes mapping ditunjukan bagi perwira dan bintara tinggi, tentang kelayakan mereka untuk menjabat sebagai kapolsek, kasat, kabag, KBO dan kanit,” jelasnya mengakhiri perbincangan dengan jakartagreater. (marksman)

Artikel Terkait :

  12 Responses to “20 % Anggota Polisi di Jajaran Polres Tulungagung Jatim, Tidak Lulus Tes Psikologi Senpi”

  1. Tulungagung aman lan tentram, gk butuh polisi

  2. kok ilang mulu

  3. Buka jkgr kok nemu tulisan “your PHP instalation appears to be missing the MySQL dst..
    Artinya apaan yaa.. ada yg tau kan??

    Susah nih bukanya

  4. diganti softgun saja biar gk arogan.

  5. tulungagung itu kota kecil bung, wajar saja 20 % gak lulus.

  6. Harus disleksi dgn ketat… skrg Dikasi senjata terkadang banyak yang disalah gunakan… bahkan sering mendengar berita Seorang polisi menodongkan pistol kewarga, seolah olah dengan seperti itu iya merasa terhebat dan harus ditakuti… yang baru2 terjadi skrg di kab meranti prov riau polisi menembak warga yang sedang berdemo menuntut keadilan polisi atas tewasnya pelaku pembunuhan polisi berpangkat brigadir. Mereka menuntut knapa pembunuh yang sudah ditangkap sesampai dikantor polisi malah iya meninggal dunia, bahkan tdk tau apa yang terjadi setelah ditangkap smpai tersangka meninggal.

  7. wah dikampus saya itu tes nya

  8. he he bagus kan ketat seleksinya