Indonesia Tegaskan Akan Ambil Alih FIR Natuna Dari Singapura

42
138

pespur singapura

Presiden Joko Widodo menerima kunjungan kehormatan Wakil PM Singapura Teo Chee Hean di Istana Merdeka. Dalam pertemuan tersebut, Jokowi menegaskan Indonesia siap mengambilalih pengelolaan navigasi udara atau Flight Information Region (FIR) di atas Kepulauan Natuna dari Singapura.

“Presiden menyampaikan akan mengambil FIR yang sekarang masih dikendalikan Singapura. Ditegaskan bahwa FIR tidak ada kaitan dengan kedaulatan,” ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta, Selasa (24/11/2015).

Retno menjelaskan, saat ini Kementerian Perhubungan dan TNI AU tengah mempersiapkan peralatan dan personel terbaik untuk mengelola wilayah udara di Kepulauan Riau tersebut. Menurutnya, FIR adalah masalah keamanan penerbangan sehingga Indonesia harus membuat roadmap yang lebih baik dari negeri jiran itu.

“Persiapannya terus dilakukan karena enggak bisa dilakukan dalam sebulan atau setahun. Ini soal kapasitas kita menjaga keamanan penerbangan. Maka, kita buat roadmap terkait persiapan kita,” tuturnya.
Ruang udara Indonesia di atas Kepulauan Riau dikenal dengan sektor A, B, dan C. Wilayah udara Indonesia ini dikelola oleh Singapura sejak 1946.

Beberapa usaha pengambil-alihan pernah dilakukan, namun tak membuahkan hasil. Pengambilalihan dilakukan agar pengelolaan wilayah udara Indonesia 100 persen dikontrol otoritas Indonesia sendiri.
Saat ini, pesawat Indonesia yang terbang di area tersebut harus meminta izin kepada Singapura meskipun terbang di atas wilayah sendiri.

metrotv

42 COMMENTS

    • Mohon dikoreksi jika salah Bung Sancan

      Take off dan landing di Changi terutama utk ke Pasific, Timur Jauh dan Ausie pasti harus melewati wilayah Natuna. Bisa dibayangkan berapa ribu flight per hari yg melewati wilayah kita itu.
      FIR ini adalah “kontrol penerbangan civil” yg diatur oleh Organisasi di bawah PBB/ICAO dari tahun 50an telah menyerahkan wilayah udara Natuna ke Spore.

      Kesempatan utk mengoreksi FIR Natuna ini sebenarnya terbuka setiap dilakukan sidang ICAO , tetapi baru tahun 2014 akhir kemarin diajukan resmi oleh kita dengan syarat bahwa kita siap dengan SDM dan teknologinya.

      Secara ekonomi sendiri, setiap flight yg melintas akan dikenakan Fee dari maskapai ke bandara pemegang FIR.
      Bahkan untuk pindah ketinggian penerbangan pun , perlu mengeluarkan biaya Fee.
      Bisa dibayangkan berapa devisa yg bisa diambil dari situ, … dan itu sejak tahun 50an.

      Ingat insiden Airasia di Surabaya kemarin, dari penerbangan 7000feet naik ke 10000feet itu juga membutuhkan “ijin”khusus.

  1. Presiden menyampaikan akan mengambil FIR yang sekarang masih dikendalikan Singapura. Ditegaskan bahwa FIR tidak ada kaitan dengan kedaulatan,” ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta, Selasa (24/11/2015). ???

  2. …Ayo kita kawal perebutan FIR Riau-Natuna dari singapura.

    Awasi…jagai…kawali setiap proses pengadaan alat2 navigasi udara termasuk radar dan komunikasinya serta pelatihan dan pengembangan SDM kita (koridor kementrian perhubungan)

    Perkuat pula 3 matra TNI dgn alutsista yg mumpuni yg bisa berfungsi taktis dan strategis unt menjaga, mengawal batas wilayah darat, laut, udara dan angkasa RI.

    Salam NKRI!!!

  3. Presiden menyampaikan akan mengambil FIR yang sekarang masih dikendalikan Singapura. Ditegaskan bahwa FIR tidak ada kaitan dengan kedaulatan,” ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta, Selasa (24/11/2015). ???

    Hanya masalah pengelolaan FIR saja yang di ambil alih, tetapi perjanjian spore untuk meminjam sedikit wilayah udara untuk AU nya spore tidak di rubah atau malah di ganti wilayah baru ckckckk

    • Natuna milik Malaysia? … Saya akui iya sebenarnya dalam konteks sejarah dan geografi.
      Natuna adalah tumbal yg paling mahal bagi Malaysia untuk memuluskan kemerdekaan Semenanjung dari tekanan Indonesia saat itu. Langkah melepaskan Natuna ke Indonesia waktu itu, menjadi penyesalan yang sangat dalam bagi Malaysia sampai sekarang.

      Ada baiknya dan ambil hikmahnya Pulau Kecil pembiakan Penyu Sipadan Ligitan terlepas ke Malaysia, sehingga kita menjadi tahu sifat dan kelicikannya dan menyiapkan diri kita untuk mempertahankan Natuna dan Ambalat.

      Silakan Malaysia ambil secara langsung head to head ke Indonesia, kami tunggu.

  4. Eh pm pulau kecamatan kunjungan ke RI 1
    Pasti nego FIR…ama nego ijin nambah luas reklamasi pulau kecamatan…ternyata hasilnya Mr.RI1 tetap sesuai UUD45…bahwa pulau kecamatan ya kodratnya tetep pulau kecamatan
    Hehehe

  5. amin ya rabbalalamin. semoga ridho illahi bersama negara kita bung. rebut secara total kedaulatan FIR dari syngapura. kita sudah sekian lama di bohongi terus oleh negara2 tetangga.

    pak jokowi cemungut eaaah..

  6. @astros, kasian banget hidup anda om tersiksa seumur hidup gara” pilpres jagoannya kalah, udah tua move on om,,,, daripada hidup anda yg nguap sia” om mendingan banyakin istighfar deh,,,! dan banyak istirahat ya om,,,!

  7. Menurut sy “tidak ada kaitannya dgn kedaulatan” itu maksudnya FIR ini hanya masalah pengelolaan ruang udara saja, sebab sejak dulu ruang udara ini milik Indonesia dan ada dalam kedaulatan NKRI. Tak pernah diserahkan pada Singapura. Yg diserahkan hanya pengelolaannya saja.
    Pemerintah jg tentunya sadar bahwa si Upil ini akan berupaya mencegah dan menghambat pengambil alihan ini meski di depan tampak tak keberatan.

  8. Yg kyak beginian saya harus absen.
    Ayo pak jokowi. Harapan besar rakyat semesta nkri ada di tangan mu. Kalau pengambilan fir ini berhasil, engkau pasti terpilih untuk kedua x ny jd presiden. Jgn kecewa kan Kami, percaya padamu.

LEAVE A REPLY