Mar 102017
 

JAKARTA – Pemerintah Indonesia pada tahun ini akan menambah alat utama sistem persenjataan (alutsista) dengan membeli 8 unit Helikopter AH-64E Apache, 12 unit Helikopter Chinook, dan 5 unit pesawat angkut militer Airbus A400M Atlas.

Helikopter AH-64E Apache. (© Wikipedia)

Pada Senin, 6 Maret 2017, pesawat A400M sudah melakukan promosi dengan singgah di Bandara Halim Perdanakusuma untuk diperkenalkan kepada calon pembeli di Indonesia, yaitu TNI Angkatan Udara (AU).

Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengatakan, pembelian alutsista tersebut bagian dari pemenuhan kekuatan pokok minimum pertahanan (minimum essential force/MEF).

Adapun pembelian A400M untuk menggantikan pesawat Hercules karena pesawat itu mempunyai daya angkut dua kali lipat dari Hercules dan untuk menunjang mobilitas militer Indonesia.

“A400M ini mempunyai kapasitas dua kali dari Hercules dan daya jelajah lebih tinggi. Selain itu irit bahan bakar. Begitu pula dengan Chinook,” kata Ryamizard di Jakarta, Kamis (9/3/2017).

Kendati demikian, sambung Ryamizard, pembelian ini tetap harus sesuai dengan standar operasional dan prosedur (SOP).

“Kementerian Pertahanan tidak memaksakan. Pembelian harus sesuai SOP dan tergantung penggunanya, yaitu TNI,” tuturnya.

Dia mengatakan, Kementerian Pertahanan hanya menampung apa yang diminta oleh setiap angkatan, yakni TNI AD, TNI AL, dan TNI AU. Bila alutsista tersebut ada yang tidak cocok, Menhan mengaku siap untuk berdiskusi dengan setiap angkatan.

Sindonews

Bagikan Artikel:

  88 Responses to “AH-64E Apache dan CH-47 Chinook Akan Jaga Langit NKRI”

  1. masih mble…kalo di adu sama papa bear…

    • wah ada udin sedunia

    • ak setuju bngt dg heli sku indian ini n chinook,cmn yg ak khwtirkan di kmudian hari adanya embargo jilid 2 dr us,
      masalahnya kita beli alutsista dr mrka jg yg mengendalikanya,ambil contoh kasus Gam n timor leste,pdahal senjata yg kta beli dari mereka untuk menjaga integritas dan kedaulatan bangsa guna menghancurkan separatis yg sll berlindung atas nama ham,itulah asu+asutralia…mereka mengembargo tni dgn tuduhan pelanggaran ham,alhasil sampai tahun 2004 skitar hampir 70% alutsista tni jd besi tua.

      • Kita ini di embargo sepihak oleh USA sudah … 3X…
        1. Terkait dengan kasus Timor Timur 1991.
        2. Lepas nya Timor Timur 1999 .. Gara2 kelakuan nya Australia ..
        3. Karena Ada karyawan freeport Dari USA yang dibunuh OPM . Tapi yang Disuruh tanggung jawab….tentu saja..TNI ..
        Masih mau Beli Alutsista made in USA? Bodoh permanent kuadrat 13..itu nama nya…

    • Pening gua baca koment para alay disini..
      Memangnya knapa dengan kata AKAN ??
      Banyak bacot lo semua..
      Beli Alusista bukan kyak beli sempak bro,hari ini pengen,langsung dapat..

    • BORONG

  2. bagusa ka 52 klo ga mi 28 ne sama mi 26…

  3. .
    Pertamaxx Plus ”

    LANJUTKAN BELI YG BANYAK JGN KETENGAN

  4. masih ada kata kuncinya….

    “AKAN” …

    xixixi….

  5. Hahahahaha….capek bacanya..semua hanya sebuah dagelan saja..ga ada buktinya….

    • Tolong yaa, sudara-sudara sekalian,.

      Kata “AKAN” alangkah baiknya kalo disensor saja jadi “A***N”, karena berbau PHP..

      Sekian, Terimakasih.. 😀

  6. yg pastinya bukan barang rongsok. kaaan…to.mugo2 ae ora dari hibah

  7. Akhirnya A400 kebeli juga.. pilihan bijak

  8. Untung rugi ketengan vs banyak

    Beli banyak :
    Dapat lebih murah per unitnya
    Jika kena embargo bisa dikanibal.
    Lebih besar kemungkinan dapat TOT.
    Jika masa pakai habis maka harus diganti secara bersamaan

    Beli ngeteng :
    Bisa coba dulu merek mana yang cocok, kalo nggak cocok buang
    Bisa gantinya bertahap
    TOT peluangnya dikit
    Jika kena embargo nggak bisa dioperasikan.

    • Makanya jng punya istri banyak, nanti kalo habis masa pakainya biaya ganti barunya gede banget….xixixixi

    • Emang mau niru cina apa ? Beli SU35 tambah sukucadang mesin pesawat 15 unit setiap pesawatnya. . . jaga2 kalo di embargo xixixi . .

      Lagian yang sgt urgent sekarang kan beli pesawat tempur pengganti F5. Bukan pesawat transportasi

  9. Pemerintah Indonesia pada tahun ini akan menambah alat utama sistem persenjataan (alutsista) dengan membeli 8 unit Helikopter AH-64E Apache, 12 unit Helikopter Chinook,

    Loh bukan udah beli/ teken kontrak dari dr th 2013 kemaren ?

    Apa mau nambah lagi ?

  10. Mending an70 lebih besar payload lebih murah

  11. berarti pembelian apache sebelumnya memang belum bayar ya?!!! mangkrak dong ha ha ha..
    pernah saya dulu berusaha mencari tahu,,, apache saat hut TNI 69 status apachenya,, apa benar sewaan dengan pilot disewa juga.. paling tidak sekarang bisa sedikit tercerahkan lewat benang merahnya…

    yg kedua, bisa saja pembelian itu memang dibayar multiyear… sehingga sampai sekarang masih bayar pertahunnya…

    untuk kualitas,, menurut saya teknologi barat paling baik,,, cuma kalah sangar..

      • diartikel tersebut juga dicantumkan ini bung…

        Menteri Pertahanan AS Chuck Hagel mengumumkan penjualan delapan Apache ke Indonesia pada bulan Agustus 2013. Pengumuman itu satu tahun setelah pemberitahuan kepada Kongres dari rencana penjualan yang diusulkan.

    • Pemerintah RI telah belajar dari pengalaman pahit pengadaan pesawat HAWK yg ditahan oleh Inggris akibat kasus HAM di Timor Timur dan dan bahkan unitnya ditinggal di Thailand, gak diantar sampai ke Indonesia, padahal sdh dibayar lunas.
      Mulai saat itu pembayarannya bersifat realisasi fisik, disamakan dng pengadaan barang dalam negeri. Jd disaat kontrak ditanda tangani dibayarkan DP s/d 20%. Lalu sisanya berdasarkan kedatangan barang, dan itupun masih ada dana yg ditahan sampai dengan masa ujicoba alat dilaksanakan baru dilunasi.
      Itu sistem yg dilakukan oleh pemerintah kita jika anggarannya tersedia. Jika melaui kredit ekspor, pembayaran dilakukan oleh bank penyandang dana dng persetujuan dari pemerintah RI.

      • nah jika pembicaraan difokuskan pada apache ini gimana bung rus?
        apakah itu sudah diterapkan dari sebelumnya atau baru sekarang?

        • Sudah bung Bhis, Dpnya dibayar pemerintah sebelumnya sedangkan pelunasannya oleh pemerintah saat ini setelah tahapan2 proses dilaksanakan sampai dng pengujian lapangan.

          Intinya semua Alutsista yg datang saat ini sdh dipanjar sebelumnya. dari Astros sampai ke Mlrs Vampire. Tp bukan berarti dananya membengkat dibayar oleh pemerintah saat ini jika semua datang, akan tetapi melalui pembiayaan multi years. Jd dananya sdh disiapkan setiap tahunnya sampai dengan kedatangan alatnya.
          Kalo dibayarkan semua saat alat datang tanpa skema multi years kasihan pemerintah sekarang donk bung, akan hbs dananya terserap utk pelunasan saja.

          • berarti 2 blok zaman pembelian tidak etis lagi ya bung,, xixixixi
            bubar bubar ha aha ha ha

    • Untk ms damai blh pk buatan brt.
      Kl utk ms pErang produk rusia rajanya.

    • kalah sangar gimana bung?

      yg penting logistik dan sucad tersebut aman

  12. klo dgn spesifikasi full tanpa downgrade, apache guardian ini paling baik, paling irit, dan lebih efisien di kelas nya,, dgn data link 16 yg bisa support ke drone secara real time , upgrade rotor dan mesin, serta navigasi, sehingga bisa di gunakan utk helikopter maritim..

  13. Iya buktikan??

    Jangan basa basi

  14. Apakah pt DI bisa handle maintenance A400, ??

    • Hahahaha, paling-paling mangkrak dihanggar. Pesanan pesawat dari thailand dan Tni au aja telat kenal pinalti ratusan milyar.

      • Setuju saya dgn mas.. BUMN kaya pt.di dan Len gembar gembor untung.. padahal untungnya banyaknya dari pembelian pemerintah yg harganya dinaikan 2x bahkan 3x dr mereka import 🙁 .

    • paket pelatihan ada ya pasti bisa..

  15. mudah2 cepet terealisasi , salam kenal

  16. mudah2an cepet terealisai , salam kenal para warjager

  17. AH-64E Apache dan CH-47 Chinook Akan Jaga Langit NKRI…judul sudah bisa di tebak…”AKAN” moga-moga beli ketengan aja satu…kena embargo militer ngak rugi2 amat jatuhnya….beli made in Rusia aja…Night Hunter Mi 28N….di jamin ndak bakal ada embargo2 an….

    • Cocok mas bro.se7

    • gimana klo suatu saat pemimpin kita merubah kebijakan negara entah karena faktor LCS yg bentrok dgn china (sekutu dekat rusia) atau faktor tekanan ekonomi, atau faktor paham Komunis,, sehingga terjadi seperti thn 67,, dimana KRI irian jaya tdk bisa di gunakan lagi..

      yg saya tau tdk ada teman abadi yg ada semua nya punya kepentingan pribadi,atau negara.. satu contoh pakistan tdk boleh beli Su 35 oleh india,, akhir nya di kabulkan,,

  18. masih “AKAN”

  19. Tahun ini beli LAGI, apachenya dengan jumlah yg SAMA seperti periode lalu.

    Chinook beli 12 unit, syukurlah.

    Renstra sampai 2004 -2020 bilang AD bentuk 8 skadron heli terdiri dari 6 skuadron heli serbu dan 2 skuadron heli serbaguna.

    RI sebenarnya butuh 256 unit heli serbaguna baik yg heavy lift seperti Chinook atau yg medium lift seperti Cougar, Hawk family (Black Hawk, Sea Hawk).

    Mau itu dioperasikan oleh AU / AL / AD / POLRI / Kemenkeu / Kemenhub / SAR / pemda, dll, terserah, yang penting bisa dimobilisasi saat keadaan darurat bencana / perang.

    Bayangkan jika 256 unit itu sebanyak 75% nya bisa operasional bisa angkut 5760 personil sekali angkut.

    5760 personil itu sama dengan kekuatan 1 brigade infanteri.

    • dan 1 infanteri hanya butuh penyerapan dana APBN Nasional sebesar 1.6% dari PDB sedang PDB yang lebih masuk akal adalah dari sektor uang korupsi berjamaah yang saat ini belum juga ada kabarnya, konon dana korupsi E berjamaan tersebut bisa membeli 1 skuadron F16 Viper bung dan 2 Ska Su.35.

      Edisi saya lagi ngawur.com… xixixxiii

    • tawaran dengan surion korea gimana bung tanggapan pt di?

      • atau AgustaWestland AW101 bung juga bagus dari chinok. sbenarnya itusalah satu alustita unutk kaum ghoibiya tapi syang ketahuan om peres xixixiii

      • Saya nggak tahu bung tanggapan mereka.

        Yang jelas RI butuh heli serbaguna berat seluruhnya 9 ton atau lebih sebanyak 256 unit itu.

        Kalau mau sih sebaiknya :

        AD pakai Chinook dan blackhawk
        AU pakai nh90 dan super puma
        AL pakai seahawk dan surion
        Polri pakai Bell.
        Kementerian dan SAR dll pakai AW.

        Semua harus dikenakan TOT.

        Semua harus bisa dimobilisasi untuk pergerakan pasukan.

        Tinggal PTDI mau tidak untuk merancang heli serbaguna ini yang bisa untuk angkut pasukan, logistik, kendaraan, sar, ASW, dll.

        Lumayan lho 256 unit.

        • Kalau udah ada hitungan gini, langsung bikin saya pusing, moga2 aja 256 unit itu bisa terealisasi tepat waktu.

        • kalau pendapat saya memang butuh medium utility modular utk semua matra
          terlalu banyak jenis helikopter ini beroperasi disini
          benar2 logistik nightmare
          pt di malah keliatan kayak bengkel sepeda motor pinggir jalan

        • Bung Momod TN.
          saya juga berharap dan bermimpi seandainya semua menjadi nyata seperti torehan diatas kertas ini oleh bung momod TN PHD, apapun alustita yang dibeli hendaknya bukan berdasarkan TOT saja tapi lebih kepada alasan khusus atau sangat mendesak…

          256 Unit itu baru helipur dan angkut pasukan atau deploy sedang untuk kebutuhan mobilisasi SAR dll sebaiknya panglima TNI membuat renstra alustita baru.maksud saya 256 unit saya setuju khusus TNI diluar itu jangan masukan MEF 2017, saya baca MI26 rusia juga masuk rencana pembelian ya bung monggo penjelasannya.

    • saya harap itu bung TN…
      BELI LAGI..

  20. Sebenarnya perjanjian sudah di setujui 2015 lalu. Cm yg jadi kendala. Beli alutsista itu kan gak kayak mobil. Yg ketika mau, tinggal bawa duit trus pergi ke dealer ngambil stok barang yg sudah di pajang.

  21. Ya borong semua, mudah2an datang tepat waktu ,..bila US nanti rewel macam2 kita bakar semua didepan hidung mertuanya.

  22. waow akankah tambah lagi,.? bukanya apache dan chinook sudah di dengungkan bahkan mungkin sudah bertengger di mari.. mungkin chinok blm, tp apache itu lho..

  23. Cm akan belum tentu bli dr kemaren jg menhan bilang’a akan….kita pikir2 wkwkwk

  24. Jgn lupa Mi35 dilengkapi 1 skuadron ndan ….muehehehe

  25. Hehehe mulai rame komen. Barang thu tinggal kirim aj. Heheheh…. Sekarang g ada embargo… Karna semua negara butuh duit. Hanya negara bodoh yang embargo…

  26. Mantap Kalo ini datang..Bisa jadi Guard…MBT kita..Kalo pas WAR..Dibelakangnya ada APC+ Chinook..Utk angkut personel…Semakin tertata..Wujud pertahanan kita..Semoga jumlah minimnya lekas terpenuhi,habis itu tinggal mikirin jumlah ideal,lanjut ke jumlah Maximum(monster)..MEF..Monster essential force.

  27. rudal manaa rudaaaalllll

  28. berita yg sangat menggembirakan,, bulan² ini ko banyak hal yg menggembirakan yaaa,, ini juga disini lagi gembira karena hari ini ketemu kakaku yg dinasnya di sorong, karena lama tdk ketemu jadi banyak bercerita hehehehe ada yg ghoib loh hihihihi.rencana besok si kk pengen ketemu teman² yg satu angkatan atau satu lithing katanya

  29. BANYAK TUKANG CILOK, POKOKNYA CEPAT SAJI :V

  30. Bukan e AH 64E udah ttd, tinggal nunggu kiriman ya.. katanya taun depan uda jadi semua..

  31. Trauma embargo bung…gpp kalo mau beli beberapa, asal jangan banyak2..!!!

  32. apache diganti heli serbu india, sdangkan A400 msh ragu soal kemudahan maintenance dan sucad.nya. khusus alutsistanya beli borong suku cadangnya misal mesin langsung 15 biji. jd kalo ada embargo msh mampu bertahan ckup lma sambil menunggu pesanan antonov datang untk menggantikan.

  33. kata keramat ‘AKAN’

  34. Ada jaminan anti embargo dan bebas penggunaannya tanpa intervensi gak?

Orang Bijak Isi Komentar :