Dec 242016
 


Banyak yang sangat frustrasi dengan proyek Pesawat Tempur Ringan (LCA) Tejas. Tentu saja, pesawat itu mengagumkan tapi cara perusahaan India menanganinya membuatnya seperti bencana. Syukurlah bahwa setidaknya sekarang pesawat itu telah hadir di Angkatan Udara India. Atau mungkin nanti, bahkan di Angkatan Laut India.

Beberapa orang memiliki keraguan pada proyek Pesawat Tempur Medium Canggih (AMCA) bila itu akan menjadi program yang sukses atau gagal. Namun, ada banyak alasan mengapa AMCA tidak akan menderita seperti proyek Tejas. Sebagaimana Tejas menjadi kenyataan pada 4 Januari 2001 ketika tanggal ini menjadi sejarah dari Industri Penerbangan India saat Tejas melakukan penerbangan perdana.

Sejak itu, ada banyak masalah yang dihadapi oleh tim pengembangan untuk mendapatkan acungan jempol dari Angkatan Bersenjata India. Banyak bagian yang diimpor karena tidak ada satupun industri lokal di India yang bisa membuat bagian-bagian tersebut. Misalnya, mesin (GE F-104), kursi lontar (Martin Baker), aktuator (Moog), Radome (Cobham), rudal (Vympel NPO), dan Radar (Elta EL/M 2032) yang semua berasal dari Inggris, Amerika Serikat, Rusia dan Israel.

Sejak angkatan bersenjata India berencana menambah kekuatan dengan cepat, jelas bahwa itu akan membutuhkan banyak peralatan pertahanan. Dan dengan kebijakan baru dari Make-in-India, sekarang beberapa industri dalam negeri India terlibat dalam sektor pertahanan. Seperti air frame yang benar-benar dibuat oleh HAL/NAL. Tapi sekarang, telah semakin banyak perusahaan swasta terlibat. Jadi ini telah menciptakan jalan yang mudah bagi LCA dan tentu saja sama seperti AMCA.

Berapa banyak komponen buatan India dalam AMCA?

Untuk Air-Frame, secara tak resmi dikabarkan bahwa L&T akan membuat komponen tersebut. Itu adalah perusahaan sama yang akan membuat Air-Frame LCA.Kemudian untuk kendali akan dibuat oleh ADE yang merupakan anak perusahaan dari DRDO. Untuk Avionic, akan dilakukan oleh anak perusahaan DRDO yaitu CVRDE. Yang akan dirancang dan dikembangkan secara lokal.

Ini akan menampilkan Sistem Navigasi India yaitu NAVIC. Aktuator Moog akan digantikan dengan aktuator lokal yang dikembangkan dan diproduksi di HAL Nagpur dibantu oleh MTAR Hyderabad dan Godrej Mumbai. Aktuator dikembangkan oleh Vikram Sarabhai Space Center, ISRO dan IPR akan ditransfer ke konsorsium (HAL, MTAR, Godrej). Sistem fly-by-wire di Tejas dikembangkan oleh Bharat Electronics Ltd.

Untuk elemen kokpit AMCA dirancang oleh DARE yang merupakan anak perusahaan dari DRDO dan akan diproduksi oleh perusahaan Samtel India yang merupakan industri yang sama yang memproduksi Avionics untuk Su-30MKI. AMCA juga akan menggunakan Radar AESA yang dirancang dan dikembangkan 100% oleh India dengan GaN (Gallium Nitrida).

Display kepala dan helm akan dibuat secara mandiri oleh CSIO yang merupakan anak perusahaan dari India PSU CSIR, PSU yang sama yang memproduksi super-komputer India. Perlengkapan Perang Elektronik secara mandiri dikembangkan oleh DARE dan DLRL yang merupakan anak perusahaan dari DRDO.

Bagian yang paling penting adalah mesin dan persenjataan. Meskipun konfigurasi persenjataan masih belum jelas, probabilitas terbesar adalah bahwa AMCA akan membawa persenjataan buatan India. Atau senjata asing yang dibuat di India. Bagian dari mesin saat ini masih belum jelas. Ada 2 opsi yang saat ini tersedia, yaitu mesin K9+ dan mesin K10.

Mesin K9+ dirancang dan dikembangkan di India. Yang akan menjadi penerus Kaveri. Mesin kedua adalah K10 yang akan diproduksi lewat Joint-Venture dengan mitra asing. Kemungkinan besar dengan perusahaan General Electrics asal Amerika Serikat yang terpilih.

GE telah berjanji kepada DRDO untuk memberikan akses penuh ke teknologi inti dan juga menawarkan untuk memberikan ToT untuk mesin agar dapat diproduksi lokal di India.

Akan ada 2 Demonstran Teknologi dan 4 Prototipe yang akan melakukan terbang perdana pada bulan Januari 2019. Dan jika semuanya berjalan seperti yang direncanakan, AMCA akan mulai memasuki layanan Angkatan Udara India pada 2021-2022. Namun untuk versi Angkatan Laut mungkin memakan waktu sekitar 3 sampai 4 tahun lagi.

Apa saja yang tidak dibuat di India?

Ada laporan yang menyatakan bahwa DRDO akan mempertimbangkan pilihan lain dari tampilan kokpit yang akan menjadi melakukan Joint-Venture antara HAL dan Elbit Israel. Jika itu yang dipilih maka AMCA tidak akan benar-benar dibuat di India. Maka sistem pengenalan kokpit-speech akan dilakukan oleh Adacel yang merupakan perusahaan sama yang membuat sistem tersebut untuk F-35.

Seperti yang kita lihat, AMCA adalah sebagai “Game-Changer” besar bagi India karena itu sebagai jalan industri pertahanan India menuju puncak teknologi baru.

Bagaimana dengan program KF-X/IF-X? Semoga kita bisa belajar banyak dari sistem dan kebijakan yang telah diterapkan India untuk perkembangan industri dan teknologinya.

Artikel Terkait :

  24 Responses to “AMCA Akan Menjadi “Game-Changer” Bagi India”

  1. Si uk pelarangan aja disini…di negara lain sibuk bikin teknologi

    • desain pesawatnya keren..

    • kerennn bangetttt
      apa sih yg gak bisa India bikin…..
      https://www.youtube.com/watch?v=P-Fovzb0LXQ

      • Coba sesekali berkunjung ke group medsos aceh seperti FB perbincangan mrk cuma pemisahan salah satunya mrk tdk suka orang jawa yg mrk anggap penjajah dan arogan, mungkin ada benarnya mungkin jg tdk salah satunya langgam nusantara malah langgam jawa, azan di kampung orang mayoritas warga lokal malah pake langgam jawa kalo orang jawa dengan mungkin enak tapi non jawa enek…..Filosofi jawa ramah didepan tapi keris terselip di belakang siap menikam kalo lengah…. Bkn rasis tdk ada asap kalo tdk ada api Waspadah….

        • Gak usah rasis lu di sini..paling lu si sipit. .

        • Langgam azan kok dipermasalahkan. Ente mau sholat atau mau dengerin azan ? Gak ada tatanan baku langgam azan kayak gimana kan? Cuma panjang pendek pembawaannya aja kok yg baku. Lalu sejak kapan Jawa jajah suku lain di Indonesia. Sukses tidaknya seseorang itu tergantung niat dan usaha. Termasuk juga kali kita iri sama orang China atau orang Eropa.

        • ente pengen rasain ane rajam???

  2. Mungkin pembelian rafale kmrn ada syarat tot 50% lebih shg india berani koar koar proyek ambisius tsb.

  3. Kita lagi repot nista sana nista sini…negara lain berlomba lomba develop teknologi.

    Jepang thn 45 di bom atom balik ke jaman batu sekarang jauh diatas kita.

  4. Fly by wire kita dah menguasai lewat N250 sejak 1995, avionik kita juga dah menguasai. pabrik swastapun juga ada yg memproduksi. sistem kokpit lagi belajar sama korsel. tinggal mesin sama senjata aja yg mungkin masih impor kecuali bom dan peluru. Tapi menurut ane gak baik juga kalo semuanya diproduksi sendiri. anggaran dan biaya produksinya jadi lebih mahal. liat aja Rafale yg murni 100% Prancis atw F22 Raptor. Biaya yg membengkak bisa membuat perencanaan produksi HAl AMCA bisa saja gagal kalo semuanya mau diproduksi sendiri

    • selama sebagian besar bahan bisa diperoleh di dalam negeri, sepertinya tidak ada salahnya… toh industri yang berkembang akan menambah lapangan pekerjaan di dalam negeri.

      lihat aja Australia, kenapa mesti repot-repot membangun pabrik kapal selam? industri apa saja yang sudah tersedia disana yang mendukung untuk itu? kan tinggal pesan, desain bersama, lalu di cetak di perancis lebih gampang…

      yang pasti menambah lapangan pekerjaan dan kemandirian bangsa.

    • Cara penyampaiannya mirip direktur IMF…..xi… Xi..xi……

  5. nggak usah nyinggung2 yg sensitif deh, loe mgkn gak bisa lahir krn nggak merdeka atas jasa mereka, min loe yg beginian di banned

  6. dulu india belajar program REPELITA sama kita, sekarang kita “akan” belajar LCA & AMCA sama mereka.
    semoga aja bollywood nya gak ikut nambah jam tayang

  7. Memang harus belajar dari india untuk program IFX,, pd kenyataannya IFX jauh dari kandungan dalam negeri.. tidak dilibatkannya industri pendukung, sangat sulit memenuhi TKDN hingga 100%,, bahkan untuk menyentuh 80% pun sulit kalau hanya melibatkan PT DI aja.. keterbatasan alat produksi trutama bagian vital pesawat (sistem avionic dan mesin) yg belom ada di PT DI.. sudah seharusnya melibatkan industri lain..

  8. mmade in indie…….. tejas aja lelet ..apa lagi AMCA?!!

  9. Aca Aca….. pahe pahe….

  10. Bentuknya mirip kfx yah??

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)