Dec 042016
 

hipersonik-rudal
Amerika Serikat sangat rentan terhadap serangan di masa depan oleh rudal hipersonik dari Cina dan Rusia dan tertinggal dalam perlombaan teknologi untuk mengembangkan rudal dengan kemampuan manuver dan kecepatan tinggi baik untuk pertahanan maupun untuk menyerang, menurut sebuah studi terbaru dari Angkatan Udara Amerika Serikat.

“Republik Rakyat Cina dan Federasi Rusia sudah melakukan uji-penerbangan senjata manuver kecepatan tinggi yang dapat membahayakan baik terhadap pasukan yang dikerahkan AS dan bahkan terhadap benua Amerika Serikat sendiri”, menurut ringkasan dalam laporan tersebut.

“Senjata-senjata ini muncul untuk beroperasi di rezim kecepatan dan ketinggian, dengan kemampuan manuver yang bisa menggagalkan konstruksi pertahanan rudal dan kemampuan senjata yang ada saat ini”.

Rudal hipersonik adalah sebuah senjata kecepatan ultra-tinggi yang berjalan di sepanjang tepi atmosfer bumi dengan kecepatan di atas 5 Mach, atau lima kali kecepatan suara. Rudal ini juga bisa bermanuver untuk menghindari semua sistem pertahanan rudal yang saat ini dikembangkan melumpuhkan rudal balistik dengan jalur penerbangan yang dapat diprediksi.

Ini adalah penelitian pertama militer AS yang membunyikan alarm tentang perlombaan senjata secara diam-diam dan berlangsung selama beberapa tahun ini untuk mengembangkan rudal hipersonik bagi senjata nuklir strategis dan sistem rudal konvensional.

Mark J. Lewis, ketua panel yang menghasilkan laporan tersebut, mengatakan bahwa sebagai akibat dari rudal hipersonik baru dari Rusia dan China “Amerika Serikat mungkin akan menghadapi ancaman dari senjata kelas baru yang efektif menggabungkan kecepatan, manuver, dan ketinggian dengan cara yang dapat menantang prinsip bangsa ini terhadap kewaspadaan global, jangkauan dan kekuasaan”.

“Penyerangan dan pertahanan adalah dua sisi dari mata uang yang sama; seperti pada saat Perang Dingin, satu-satunya penggentar saat ini adalah terhadap penggunaan senjata hipersonik yang mungkin terus berisiko terhadap situs-situs penting dari serangan lawan”, menurut Lewis dalam ringkasannya.

Sumber: Defense Aerospace

Artikel Terkait :

  19 Responses to “Amerika Serikat Tertinggal Dalam Perlombaan Rudal Hipersonik”

  1. colek cintia

  2. lbh baik beli T.o.T Rudal RBS 15 MK 3 walaupun cuma Subsonik yg penting teknologi utamax drpd beli T.o.T rudal china tp delay

  3. Puluhan tahun USA rajin membully negara lemah, yg jauh dari kemampuan berperang secara taktis dan strategis. Itu pun negara tersebut dilemahkan terlebih dahulu secara sistematis dari sisi politik, ekonomi dan militer. Dilemahkan melalui sanksi ekonomi melalui tangan PBB, dilemahkan secara politik internasional sehingga USA merasa memiliki hak ilegal membully negara tersebut kemudian mengeroyok beramai-ramai dg negara-negara sekondannya. Contoh yg tragis adalah Irak dibawah rezim Sadham Husein, USA dan sekutu perlu dua kali menggempur Irak sampai Sadham terguling sekitar tahun 2003. Afganistan dg Taliban dan Osama Bin Laden, bahkan sampai kini pun walau Osama sdh menemui ajal, namun militer USA msh bercokol membantu pemimpin Afganistan sekarang yg anti Taliban.

    Kini diawal dekade 2010an, dunia mulai jenuh dg sepak terjang USA. Rusia mulai menggeliat untuk menahan laju pengaruh USA, di Eropa Timur dg Ukraina sebagai tumbal kemudian di Timur Tengah dg Suriah juga menjadi tumbal rebutan pengaruh kepentingan USA dan kelompoknya berhadapan dg Rusia. Sementara untuk wilayah Asia Pasific dan khususnya Laut China Selatan, USA hrs berhadapan dg china. Sayangnya Rusia dan china bukan negara kemarin sore, Rusia sebagai pewaris Uni Soviets (US) masih memiliki peninggalan berbagai alutsista taktis dan strategis yg tdk bisa dipandang sebelah mata. Apalagi Rusia yg kini dibawah presiden Vladimir Putin, kembali menggeliat mengembalikan kejayaan Uni Soviets tempo dulu, dg kemajuan ekonomi dan militernya. Sementara china yg sebelumnya kurang mendapat perhatian tiba-tiba menjelma menjadi raksasa ekonomi dan militer yg mampu mengubah tatanan geopolitik global dan khususnya Asia Pasific. Lihat saja, bagaimana china menganggap enteng keputusan Arbitrase Internasional, terkait sengketa di LCS yg dimenangkan oleh Philipina.

    Kini, USA, NATO dan negara simpatisan USA mesti bersiap menghadapi negara-negara yg memiliki persenjataan dan militer setara. Mungkin sangat elok jika para jendral USA dan NATO adu taktik dan strategi perang menghadapi Rusia, China, mungkin Iran dalam perang barata yudha yg sesungguhnya. Tidak lucu andai USA sampai mengeluarkan F22 untuk menggempur Taliban yg berperang dg senjata ala kadarnya, dengan keroyokan lagi.

  4. ASU terlalu sibuk jualan sm mikir bikin kekacauan d bumi

  5. tes

  6. rudal penghancur kehidupn hanya bs ditahan dg rudal tapi ada 1 rudal yg nggk bs ditahan dg rudal kwkwkwkwkwk
    Rudal apakah itu?
    ( hanya @bung jsf yg bs jwb)

  7. Tergantung ketegasan pemerintah kalo masih ada tekanan/hambatan pihak asing agar supaya indonesia tetap gak bisa mandiri bikin rudal sendiri. Serta mau menghilangkan perasaaan gak enak dg negara sekitar kawasan,ya sudah gak usah bikin rudal. Lapan ditutup ganti produksi aja dari rudal ke produksi mercon khan beres….
    Semua tergantung pemangku kebijakan….jadi rindu impian Bung KARNO

  8. (strong)jurus jitu meminta kenaikan anggaran. dari segi ancaman,gak ada ceritanya militer amerika kalah satu langkah.
    bahasa lain angkatan udara untuk menyatakan kebutuhan terhadap pesawat yang lebih banyak. Mark J. lewis sendiri adalah mantan ketua peniliti bagian teknologi di angkatan udara amerika. tidak heran ada kepentingan tertentu dari penelitian yang di hasilkannya. sangat mungkin hasil penelitian ini kelak di gunakan untuk mewacanakan pengadaan terhadap senjata penyerang yang lebih maju dari sekarang dari pada untuk menciptakan sebuah system baru yang di khususkan untuk
    Yang menangani ancaman udara terhadap US.
    Sebenarnya badan yang melindungi ruang udara US sendiri adalah US Army air & missile defence agency.tepatnya cabang army artillery regiment.artinya, ranah angkatan darat.
    di mana cabang ini mengoperasikan system seperti PATRIOT, PACMAN, MEADS, AVENGER dan lain-lain. di samping itu ada THAAD dan THAAD-ER yang di bangun pada tahun 2008 untuk mengantisipasi serangan dari platform seperti SCUD yang mempunyai kecepatan mach 5. seperti yang sudah-sudah, hanya 2 kecabangan di kemiliteran amerika yang selalu menyerap dana terbesar. US Army dan….. US AIR FORCE tentu saja. jadi, bisa di tebak tujuan penelitian Mark J. lewis ini.

  9. Betul skali…militer Amerika masih paling maju di muka bumi ini di akui atau tidak…militer China ataupun Russia masih kalah jauh klo perang besar dengan negri adidaya ini…ini cuman buat minta anggaran aja…screet weaponry militer Amerika banyak yg lebih maju dan blum dipublikasikan…

  10. Kayaknya senjata laser adalah senjata paling rahasia saat ini, karena tdk pernah dipamerkan di depan publik dunia keampuhannya.

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)