Feb 082017
 

Baru-baru ini Amerika Serikat dan Jepang berhasil melakukan uji pencegatan rudal dari Kepulauan Hawaii pada tanggal 4 Februari. USS John Paul Jones berhasil menghancurkan target rudal balistik menggunakan pencegat rudal Standard Missile-3 (SM-3) Block IIA, menurut pernyataan laporan itu. (China Military)

Tapi seorang analis militer menunjukkan bahwa senjata baru milik Jepang tersebut tidak dapat mengancam China. Ia percaya bahwa pencegat rudal SM-3 Blok IIA, bersama-sama dengan sistem Terminal High-Altitude Area Defense (THAAD) yang didukung AS, telah menciptakan berbagai sistem pertahanan yang lebih luas untuk menangkal China, dan akan mengancam stabilitas keamanan di kawasan Asia-Pasifik secara keseluruhan.

“China selalu percaya bahwa masalah anti-rudal berdampak pada sikap saling percaya antar negara-negara besar dan juga stabilitas strategis global, oleh karena karena itu harus didekati secara hati-hati”, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lu Kang. Pada konferensi pers pada tanggal 6 Februari mengatakan, “Kami mengambil sikap tegas kepada Amerika Serikat dan Korea Selatan atas penggelaran sistem pertahanan anti-rudal THAAD di Seoul”.

Seorang analis pertahanan asal Rusia mengatakan bahwa sistem pertahanan rudal global Amerika Serikat pada akhirnya digunakan untuk menargetkan kemampuan penangkal nuklir dari China dan Rusia.

Yang Chengjun, seorang ahli rudal asal China mengatakan bahwa setelah upgrade dan penyebaran sistem rudal SM-3 selesai, itu akan mendorong aksi militerisme atas Jepang dan mengancam perdamaian serta stabilitas keamanan di kawasan Asia-Pasifik.

AS dan Jepang juga membahas pertahanan rudal balistik selama kunjungan Menteri Pertahanan AS, James Mattis ke Jepang, menurut laporan berita Kyodo News. Sistem rudal SM-3 akan sangat meningkatkan kemampuan pertahanan rudal balistik Jepang, menurut harian Yomiuri Shimbun.

“Akan tetapi sistem pertahanan rudal SM-3 tidak akan bisa mencegat setiap rudal dari China dalam pertempuran nyata”, kata Yang.

Shunzi Taoka, seorang analis militer Jepang, ia berpendapat bahwa Washington merasa hubungan bilateral yang harmonis dengan China lebih penting daripada dengan Jepang. Terlepas dari adanya penyeimbangan oleh China, AS berupaya untuk terus meningkatkan hubungan saling percaya dengan China.

JakartaGreater

  10 Responses to “Analis Militer: “Sistem Pertahanan Rudal Jepang Tak Bisa Mencegat Rudal-Rudal China””

  1. Ya jelas aja, tergantung siapa yang paling banyak tembakin rudal 😛 hahaha

  2. Kalo gak bisa dicegat, ya gak usah dicegat. Biarkan aja lewat. Kan hanya lewat doank.

  3. THAAD system kan sifatnya defensif untuk mencegat tembakan rudal2 balistik. Kenapa China nya jd keberatan ?

    • dengan letak sistem pertahanan rudal yg berada sangat dekat dengan wilayah musuh, itu artinya AS akan sangat diuntungkan, karna AS dpt mencegat Rudal yg berada sangat jauh dari wilayah mereka, bahkan ada kemungkinan rudal yg ditembakan china bisa saja langsung dicegat oleh THAAD saat rudal itu masih berada dilangit china

  4. Hooh!!,,,

  5. Kemarin pas liat demo foto foto full HD kota New york di toko tv aku liat begitu besar luasnya kota itu dengan ribuan bangunan pencakar langit gemerlap penuh dg lampu2 yang terang.
    Tersirat dlm pikiranku berapa juta triliun dolar untuk membangu itu semua. Lalu apa yang terjadi jika suatu terjadi, nuklir dg kekuatan 150K ton 2 biji meledak disana =). Hemmm. . .
    Jadi berkesimpulan itulah kenapa amerika begitu getol menempatkan pertahanan anti rudal disana sini, mendmpatkan ribuan pasukan. Milyaran dana untuk dana armada2 nya demi melindungi aset yang sangat sangat besar toh jika terjadi perangpun cuma negara sekutu yang akan hancur.

    • amerika menempatkan rudal y buat sebagai tameng.

      lah….yg di tempatin rudal itu ibarat catur y sebagai PION SAJA.GA LEBIH DAN GA KURANG.

      dan yg jelas buat menekan negara yg mau bikin nuclear jg.

      padahal dia biang penimbunan nuklir.

      kalau tidak salah….negara kita juga berperan menyokong urainum ke ameriki.

      coba saja bayangkan.pertambangan freeport di papua.

      masa gali lubang segedu gunung ga ada uranium nya sama sekali.

      coba yg lebih tahu dari saya bisa membantu mencerahkan kalau ada yg salah.

 Leave a Reply