Sep 112016
 

PARIS – Setelah menghabiskan dana miliaran dolar, Angkatan Laut Amerika Serikat akhirnya meninggalkan konsep Littoral Combat Ship (Kapal Tempur Pesisir), dan mengatakan akan mengubah empat LCS pertama menjadi kapal latih dan semua kapal di masa depan hanya akan digunakan untuk misi tempur tunggal.

Meskipun tercatat sengaja untuk meminimalkan impor, pernyataan Angkatan Laut AS di bawah ini adalah pengakuan yang jelas bahwa konsep LCS tersebut telah gagal total.

Akan tapi, untuk mengurangi dampak bencana akibat telah memesan selusin LCS sekaligus, sebelum memeriksa apakah LCS tersebut mampu tampil seperti klaim pembuatnya (dan ternyata tidak), Angkatan Laut tidak tidak pernah menyebutkan telah menemukan kesalahan teknis meskipun pada kenyataannya sejumlah masalah telah melanda 4 (empat) kapal LCS tahun ini.

Dalam pernyataan di bawah ini, Angkatan Laut mengumumkan bahwa mengabaikan tujuan paling berharga Kapal Tempur Pesisir(modul misi yang dapat dipertukarkan; inovatif dengan pengaturan kru yang kompleks) yang semestinya mampu mengubah kapal kecil murah dengan awak kecil menjadi kapal perang ampuh di daerah pesisir.

Ironisnya, sebuah pengakuan muncul bahwa rekomendasi Government Accountability Office adalah benar, dalam laporan terbaru tentang program LCS dikeluarkan pada bulan Juni 2016 lalu, bahwa “Kongres harus mempertimbangkan untuk tidak mendanai setiap LCS yang diminta pada tahun fiskal 2017 dan harus mempertimbangkan kebutuhan Angkatan Laut untuk merevisi strategi akuisisi untuk fregat itu”.

Bahkan pada kenyataannya, kapal-kapal tersebut sangat mahal (US $562,8 juta per unitnya, menurut Congressional Research Service. Harga ini hampir seharga dengan kapal perusak (destroyer) DDG 51, yang mana pada batch terakhir hanya menelan biaya sekitar US $700 juta per unitnya), kru kecil LCS tidak dapat beralih modul misi bahkan ketika kapal ini telah tersedia, sementara pengaturan kru mereka telah terbukti tidak dapat beroperasi seperti yang diinginkan.

Dengan memutuskan merubah 4 (empat) Kapal Tempur Pesisir tersebut menjadi kapal latih, Angkatan Laut juga mengakui bahwa Kapal Tempur Pesisir tersebut secara operasional tidak berharga.

Jadi konsep LCS adalah kegagalan total, dan dana miliaran dolar yang dihabiskan sejauh ini telah terbuang sia-sia, meskipun setiap kapal hanya menghabiskan biaya sekitar setengah miliar dolar.

Semua ini harus menjadi perhatian utama bagi Angkatan Laut AS telah memesan sebanyak 22 kapal di bawah dua blok kontrak pembelian yang diberikan kepada dua pembuat LCS pada bulan Desember 2010, dan 8 unit telah jadi pada pertengahan Agustus. Kontrak ini akan berjalan hingga tahun fiskal 2022.

Ini berarti Angkatan Laut masih membeli kapal dengan kesalahan desain untuk konsep operasional yang gagal lebih setengah miliar dolar, bukan ide yang baik maupun pemanfaatan secara bijak dari milyaran dolar pajak yang dibayarkan.

Bagaimana Angkatan Laut AS bereaksi terhadap masalah LCS yang kian berkembang di bidang akuisisi akan menentukan seberapa serius pemimpin militer dan sipilnya dalam mengambil tanggung jawab mereka.

Sumber: Defense Aerospace

Artikel Terkait :

  15 Responses to “Angkatan Laut AS Abaikan Proyek Kapal Tempur Pesisir Akibat Kegagalan Terbaru”

  1. PERTAMAX RACING

  2. lagian ngapain coba bikin kapal kayak gini aja sampe pengenya State of the Art segala…. mending dana nya buat nambah + upgrade destroyer biar bisa lebih mumpuni ckckck dasar mamarika… atau kalau mau kenapa engga bikin aja gitu sejenis korvet atau light fregate buat jagain pantai ngga usah pake teknologi Stealth yang akhirnya cuma buang buang duit trus pasangin VLS isinya pake Tomahawk atau RIM-161.

  3. Pertamini

    😀 ternyata “proyek gagal” bukan saja dihadapi negara yang baru “memulai” industri pertahanan, bahkan negara sekelas AS juga bisa gagal 😀 hehehe, ternyata industri pertahanan AS dan militernya menjadi keblinger dengan idenya sendiri 😛 niat dan dana yang gede namun tidak didukung perencanaan yang baik.

  4. Wkwkwkwkwk akhir Nya gagal total

  5. wekwekwek

  6. mewek

  7. Beli buyan m aja,kan irit

  8. @Carin mana ya? 😛 mungkin lagi nangis sambil guling-guling… heheheh

  9. biasa itu bung…kena bujukan dari kontraktor pertahanan/pabrik senjata biar dapet proyek mahal terus.

    kan lumayan dapet keuntungan gede,jendral2 di pentagon nanti jg kebagian jatahnya

  10. Mending us navy beli sigma pt pal.

  11. Mungkin sdh nasibnya USA untuk lbh mementingkan alat perang yg digunakan menyerbu negara lain, giliran membangun LCS (littoral combat ship) yg berguna untuk pertahanan pesisir (pantai) negara sendiri gatot alias gagal totul…

  12. yah wajar lah. us kn lead di bidang teknologi militer. jadi ngadepin masalah kyk gini jdi wajar. soalnya dsaat yg lain blm mulai / baru sebatas desain dan rencana kapal us udh jalan. ini cuma masalah wktu sih. nanti juga pasti bisa di buat perfect itu kapal lcs.

  13. Maunya serba canggih dan wahhh…begitu su 24 lewat jadi kapal bodoh tuh kapal perang canggih,lebih baik murah tapi mematikan dan gak murahan ketimbang canggih dan mahal tapi mudah dilumpuhkan.

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)