Oct 012016
 

Angkatan Udara Filipina (PAF) telah mengidentifikasi beberapa prioritas pengadaan alutsista sebagai lanjutan Program Modernisasi Jangka Menengah, Flight Plan 2028.

Berbicara pada pameran Pertahanan dan Keamanan Asia 2016 (ADAS 2016) di Manila, seorang perwira senior Angkatan Udara Filipina yang terlibat dalam perencanaan Flight Plan 2028 mengatakan prioritas ini mencakup mengamankan pesanan tambahan pesawat tempur ringan dan helikopter serang.

Angkatan Udara Filipina telah memesan 12 unit jet tempur ringan FA-50pada bulan Maret 2014, dengan pengiriman dimulai pada bulan Desember 2015 dan dijadwalkan selesai pada akhir 2017. Perwira tersebut mengatakan bahwa PAF bermaksud untuk menambah 36 unit jet tempur FA-50 dalam rangka memenuhi persyaratan yang ditentukan dalam Flight Plan 2028 untuk “mendeteksi, mencegat dan menetralisir” ancaman yang dirasakan dalam zona ekonomi eksklusif (ZEE).

Ia juga menegaskan bahwa PAF akan mengamankan persetujuan pemerintah untuk tambahan FA-50 menyusul pengiriman awal 12 jet tempur tersebut.

Selain itu, pejabat itu mengatakan bahwa PAF berusaha untuk mendapat lebih dari 12 unit helikopter serang ringan AW109 yang diproduksi oleh Finmeccanica (Leonardo mulai Januari 2017). PAF saat ini telah mengakuisisi 8 (delapan) AW109 berdasarkan pesanan pada bulan November 2013 dan dikirimkan sejak 2014 lalu.

Pejabat itu menegaskan bahwa kebutuhan helikopter AW109 tambahan saat lebih mendesak bagi Angkatan Udara sejak Presiden Rodrigo Duterte menjabat pada bulan Juni 2016.

Dia mengatakan bahwa Duterte telah memberikan tugas kepada Angkatan Udara untuk lebih fokus dalam anti-terorisme dan anti-pemberontakan, dan untuk itu pemerintahan Filipina bermaksud mengakuisisi helikopter AW109 baru ke dalam rencana pengadaan “Horizon 2”, yang akan berjalan mulai 2018-2023. Kebutuhan tersebut sebelumnya dijadwalkan dalam “Horizon 3”.

Menurut pejabat itu, prioritas pengadaan jangka pendek lainnya termasuk pesawat dukungan udara dekat (CAS) dan pesawat angkut tambahan, sementara kebutuhan jangka panjang adalah pesawat tempur multirole.

Sumber: IHS Jane

Vegassus © JakartaGreater.com

Peminat manga, anime, gadget, sains & teknologi, sosial-politik dan militer
Link medsos ada dibawah
– Facebook
– Google Plus
– Twitter

Artikel Terkait :

  22 Responses to “Angkatan Udara Filipina Ingin Tambah Jet Tempur FA-50”

  1. Belanja lagi… jadi lagi 😀

  2. FA-50 pilihan paling tepat untuk Pilipina saat ini.

  3. NKRI kapan beli fa 50…su 35 cepetan dibeli..kasian tuh Sukhoi 27/30 yg sudah ada diporsir trus buat latihan dan patroli..pswtnya yg itu 2 juga..NKRI perlu pesawat tempur kelas berat tambahan .

  4. kemaren itu presiden nya bilang salah pilih beli FA 50 … skrg malah mau nambah 36 unit…
    bener2 plin plan itu presiden..
    sekarang ngomong A besok ngomong Z

  5. Colibri juga perlu tambahan betina wahahaha

  6. Ini langkah bagus buat pilipin,nnti kalau ada uang beli jga su 27/30 mig jg oke buat efek gentar biar pilipin gc takut lgi buat bantu pemberontak sulu lawan malaysia

  7. duh lupa belum ngunci pintu kandang beruk…hadeeh bisa bisa kabur semua….

  8. Kenapa g beli kapal selam n rudal anti pesawat dulu..?
    FA 50 cm pesawat muter2 g karuan d halamn rumah..

  9. Karena anggaran NKRI dipotong si sri..untuk pengganti f5 adalah super Tukiman..atau fa 50

  10. F 35, dan su 35 jngn lupa. Pilifina mank stroong…

  11. lama lama kita bisa dilampaui si pinoy.

  12. katanya rusia dan china eh ujung2 duit juga balik lagi ke teman lama, duterte musti sadar diri sekarang dunia ga ada gratis
    mau sok malah terlihat konyol jadinyz

  13. FA-50 adalah pesawat bagus. Radarnya APG68 seperti radar punya F16 kita.

    Jika radar AESA Hanhwa jadi ada kemungkinan bisa dipasang radar AESA (jika tempatnya cukup) sehingga bisa melakukan BVR.

    Untuk mengganti Hawk 109/209 akan dibeli FA-50 sebanyak 24 unit dalam periode pemerintahan sekarang.

    Sementara itu karena masa hidup Hawk masih panjang sampai 2026-2028 maka Hawk kemungkinan akan di switch menjadi properti TNI AL untuk melengkapi persyaratan agar TNI AL segera menjadi world class navy (sebab salah satu persyaratan world class navy adalah memiliki pesawat tempur).

    Sedangkan jika Hawk mendekati masa akhir pemakaiannya maka penggantian Hawk di TNI AL akan dipikirkan pada akhir peride 2019-2024 atau awal periode 2024-2029.

  14. komentku kok hilang ya ada yg tau?

  15. Test

  16. Wah pinoy seperti india lgi bnyak duit borong2 persenjataan terus krennnn!!!

  17. Pertamaxxx kah?

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)