Dec 222016
 

Kapal Selam Gotland-class (Imgur.com)

Kapal selam Gotland class Angkatan Laut Swedia adalah kapal selam diesel-listrik modern, yang dirancang dan dibangun oleh galangan kapal Kockums di Swedia. Gotland class merupakan kapal selam pertama di dunia dengan sistem udara-independen yang menggunakan mesin Stirling, yang mampu memberikan daya tahan bawah air selama beberapa hari sampai beberapa minggu. Di mana Kemampuan ini sebelumnya (bertahan lama di bawah air) hanya dimiliki oleh kapal selam bertenaga nuklir.

Gotland class dirancang untuk misi antikapal / melawan kapal selam, pengumpulan intelijen (komunikasi intelijen (COMINT), sinyal intelijen (ELINT)), pengawasan dan juga khusus.

Kapal selam ini didukung oleh dua set mesin MTU. Saat menyelam, sistem AIP digunakan untuk menggerakkan generator berdaya 75- kilowatt (101 shp), baik untuk propulsi atau pengisian baterai dan dapat menggunakan air laut di sekitarnya sebagai heat sink untuk meningkatkan efisiensi. Daya tahan penyelaman tergantung pada jumlah oksigen cair disimpan secara on-board.

Kapal kelas ini memiliki tanda tanda-tanda akustik yang rendah, tahan guncangan ekstrim (5 x lebih kuat dari baja), dan sistem tempur yang kompeten.
Kapal ini juga dapat melakukan manuver ekstrim karena didukung oleh desain lambung, kemudi X dan menyediakan 4 kontrol sirip di belakang dan 1 pada sirip pada setiap lambung di haluan, yang memungkinkan tikungan tajam dan kemampuan untuk beroperasi sangat dekat dengan dasar laut.

Kockums Gotland Class

Adapun sistem kontrrol kapal yang bersifat terintegrasi dan kemudi terkomputerisasi, memungkinkan operator tunggal untuk mengarahkan kapal selam secara mudah dan tentu saja, hanya membutuhkan kru yang lebih sedikit, yang mengarah ke standar akomodasi yang baik dan biaya operasional yang rendah.

Kapal ini memiliki banyak fitur siluman yang membantu untuk tetap tidak terdeteksi. Semua mesin kapal terisolasi dan terpasang dengan karet bersifat peredam untuk mengurangi getaran dan suara. desain lambung hidrodinamik mengurangi kebisingan, inframerah, dan respon sonar aktif, frekuensi rendah (ELF) medan listrik ataupun tanda akusik. Lapisan lambung mengurangi respon sonar aktif, dan lapisan tiang dengan bahan penyerap radar.

Kapal ini memiliki kemampuanmyang unggul dalam hal pelibatannya untuk misi ASW. Karena selain sangat tenang, memiliki struktur non magnetic dan sedikit tanda akustik maka bisa di katakan dari beberapa perangkat yang dapat mendeteksi kapal selam hanya beberapa dari mereka yang bisa mendeteksi kapal ini,

Sekian.

Oleh : B Stepanus

Artikel Terkait :

  34 Responses to “Anti-Submarine Warfare 2 : Pursuit with Caution”

  1. Sang siluman dalam laut.

  2. Owh…ini Toh target kerjasama tot kapal selam Ama swedia…
    Sirip 4 Di blakang nya itu bisa ekstreem manuver..hehehe

  3. Semoga bukan Iklan terselubung

  4. Apakah NKRi bakal membelinya?? Atau hanya sekedar berminat…atau cuman Om toletot Om..?? Wkwkk

  5. AKAN DIKAJI AKAN DIKAJI..AKAN..DIKAJI..AKAN..DIKAJI…

  6. Sugeng ndalu & sugeng rawuh malih Bung B.Stefanus,makasih artikel pencerahannya…smoga TNI borong Kasel dr Swedia ini…

  7. cangbogo serasa mainan anak2 di sandingkan kasel ini

  8. Makasi om @b stepanus dan lanjutkan terus kontribusi anda untuk artikel yg menambah wawasan apa lagi yg ghoib-ghoib!
    buahaaaa…..

  9. tidak apa2 yang penting bisa nyelam dan bisa membunuh musuhnya… saya yakin cabogo punya kelebihan yang kita tidak tau. ayo bung2 semua klau tau apa2 aja kelebihan cabogo kita mongoh dibabar dimari yo…..

  10. Cangbogo punya semua yg disebutkan itu.. baja nya non magnetic… teknologi german seng ada lawaaan… teloleet

  11. Kapal selam sih ok banyakin sourcing technology untuk KS nasional bagus bagus saja…

    Tapi Sekelas grenade launcher Carl gustav saab swedia apakah pindad belum bisa buat ??
    India saja penggemar berat carl gustav apakah infantry TNI tidak tertarik ya..bagus sekali lho buat gerilya..

  12. Nunggu penjeladan bung@B.Stepanus, apakah diangkatnya artikel ini ada kaitan perjanjian kerjasama krmarin.? Dan apakah ini jg salah satu pilihan user utk diakuisisi guna penyempurnaan kapal selam made in PT.PAL kelak.?

  13. “Om telolet Om”

  14. Bang…kapal selamnya 6 ya.. yang 2 makan sini

  15. secara teori kayaknya lebih gampang terdeteksi ini kapal,dilihat dari penjelasan di atas yg menggunakan air laut di sekitar sebagai heat sink,dan juga penggunaan engine mtu yg terkenal berisik dan kurang halus, jadi kasel ini lebih mudah di deteksi melalui panasnya,getarannya,juga suaranya

    • @ar1908

      Oooh gitu ya…tapi kapal ini pernah beberapa kali dikirim/disewa ke amerika utk melatih armada kaprang AS menghadapi kapal selam diesel. Hasilnya gotland beberpa kali sukses “menenggelaamkan” kapal induk amerika yang dijaga destroyer, frigate dan kapal selam nuklir tanpa terdeteksi

  16. kockums A26 he he he
    Gotland class terhitung teknologi lama..
    atau kalo ada improce Gotland class.. joss

    • improve

    • @Senopati : A26 masih dalam tahap pengembangan dari Gotland.
      Saab Kockums akan membangun dan memproduksi 2 tipe baru kapal selam A26 untuk Angkatan Laut Swedia yang bernilai 7.6 milyar SEK. Penyelesaian akan mulai di 2022 sampai dengan 2024.
      Kapal selam tipe A26 untuk

      Angkatan Laut Swedia ini mempunyai program kapal selam paling modern di dunia. Kapal selam ini akan bertenaga diesel-elektrik dan dilengkapi sistem Stirling AIP (air-independent propulsion) dari Kockums. Sistem Stirling ini akan membuat tipe A26 berkemampuan untuk mode siluman dan susah untuk dideteksi.

      Endurance : 45 days (18 days underwater with AIP)

      Sumber : https://en.m.wikipedia.org/wiki/A26_submarine

  17. Semakin mutant changbogo kita bila bener ada tot nya… Mantap
    Borongg……

  18. Cangbego ngga terdeteksi samasekali di RIMPAC latian besar2an nato… hmmm gotland lebih apa nya siih?? Ada yg telolet/tau????

  19. Ambl type 26 aj yg terbaru drpd gotland

  20. Hajar aja semuanya

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)