Dec 152016
 

Kapal Selam Changbogo (Applen.or.kr)

Penggunaan kata sulit dideteksi adalah suatu istilah yang lajim dilekatkan pada kapal selam. Dikarenakan kemampuannya untuk diam di dasar laut selama berhari-hari, berminggu-minggu atau berbulan-bulan untuk melakukan suatu operasi. Tetapi, sebenarnya predikat tersebut tidak sepenuhnya benar. Karena ada faktor-faktor yang sebenarnya jarang diketahui dan mustahil untuk dipublikasikan mengingat kapal selam adalah aset yang selain berbahaya bagi musuh tetapi juga rentan terhadap serangan.

Kita tidak akan membahas deteil changbogo dan kelemahannya. Tetapi, uraian di bawah ini semoga bisa membuat kita sekalian paham sebenarnya seberapa rentan kapal selam itu.

Dalam ranah ASW ada beberapa cara yang di gunakan untuk mendeteksi kapal selam:

– Kerjasama. Pemburuan kapal selam memerlukan kerja sama. Tidak ada ceritanya memburu kapal selam dengan satu kapal saja. Hal ini meliputi satuan tugas yg terdiri dari platform yang memiliki sonar pasif (kapal selam, pesawat, helikopter dengan sonobuoys, kapal perang permukaan yang memiliki towed pasif sonar dan juga yang aktif)

– Pesawat. kapal permukaan dapat membawa banyak sensor dan senjata dan dapat melawan banyak ancaman, namun kapal selam dapat melacak mereka dan menghilang begitu saja. Tetapi, tidak bagi di hadapan Pesawat ASW dan Helikopter yang merupakan ancaman bagi kapal selam, mengapa pesawat ASW dan heli menjadi ancaman bagi kapal selam? Karena pesawat ASW dan heli dapat “melihat” kapal selam sedangkan kapal selam tidak akan mampu melihat mereka.

– Berada dalam jarak jangkau.
Artinya, si kapal selam sendiri harus sedang dalam tindakan mengikuti, memata-matai atau pun berada di dekat kapal permukaan.

Bila ada yang bertanya, kenapa harus demikian? Mengapa harus berada pada jarak jangkau? Karena kapal selam sendiri memiliki keterbatasan. Yaitu, mereka juga harus berada jarak yang cukup untuk mengintai (juga perhitungan terhadap jarak jangkau torpedo, atau jarak aman menaikkan priscope untuk melakukan observasi.

Walaupun kapal selam memiliki sonar pasif, hal tersebut tidak membantu 100 % keakuratan dalam melakukan observasi. Terlebih pengenalan terhadap sekeliling atau high valueble target. Ibarat menggunakan radar, sonar pasif hanya bisa mengetahui baringan, altitude, longitude, kecepatan dan lain-lain. Tetap saja priscope adalah mata bagi kapal selam).

Jadi tidak ada ceritanya kalau kapal selam bisa menjadi ancaman jika jaraknya tidak cukup. Apalagi jarak angkau torpedo kapal selam sendiri terbatas.

Itulah yang terjadi beberapa waktu lalu saat kapal selam kilo kepergok sedang mengintip kapal induk charles de gaule milik prancis. Jadi, sebenarnya bisa dikatakan kapal kilo itu sendiri terdeteksi oleh armada yang melindungi kapal induk tadi.

Adapun kapal selam dapat dideteksi oleh sejumlah sensor yang berbeda:
– Pasif sonar (sound).
– Sonar Aktif (hull refleksi).
– Magnetic Anomaly Detection (magnet).
– Infrared (panas).
– Green Laser (hull refleksi).
– Radar (hull refleksi).
– Electronic caunter measure (radio dan sinyal radar).
– Hidrodinamik Tekanan Detection (tekanan air).

1. Perangkat Sonar pasif : sudah saya jelaskan di atas.

2.Perangkat Sonar Aktif: sonar aktif seperti radar bawah air, mengirimkan gelombang suara (SONAR = sound navigation and ranging) bukan radio (RADAR: Radio Detection And Ranging).
Penggunaan sonar aktif bisa di gunakan saat sedang melakukan pengepungan terhadap objek seperti kapal selam yang juga sedang bergerak.

3.Perangkat Magnetic Anomaly Detection: Semua kapal selam memiliki beberapa tingkatan magnet, dan ini dapat dideteksi oleh pesawat atau helikopter jika kapal selam berada dekat dengan posisi pesawat ataupun di sedang berada di permukaan laut. Tetapi, perangkat ini kurang dapat di andalkan. Karena Rusia telah membangun kapal selam dari titanium bukan magnetik, dan Swedia kelas A26 sebagian dibangun dari serat karbon yang diperkuat vinil. Yang berarti bersifat non-magnetik (dan 5x lebih kuat dari baja).

4. FLIR: infra red (panas)
Infra red dapat memberikan posisi kapal selam dengan tiga cara:
– Emisi panas dari snorkling (cara paling mudah mendeteksi SSK).
– Baling-baling kapal selam yang menendang air di belakangnya hingga mencapai permukaan (jika tidak terlalu jauh dari permukaan). Air yang naik tadi memiliki suhu yang berbeda dari air permukaan. Hal ini menciptakan “efek ” di belakang kapal selam berupa panas yang dapat dideteksi dengan FLIR (Forward Looking InfraRed).
– Periskop dan tiang kapal selam juga memiliki tanda panas yang berbeda dari air sekitarnya dan dapat dideteksi denganperangkat pendeteksi infra red.

5. Perangkat Green laser: dapat memberikan gambaran yang sangat akurat dari dasar laut (di perairan dangkal), dan juga dapat mendeteksi kapal selam. Namun, terbatas dalam rentang yang sangat pendek. Biasanya platformnya adalah heli dan pesawat ASW.

6.Radar: snorkeling, tiang radio, periskop memiliki radar cross section dan radar dapat menangkap itu semua di layar.

7.ECM : Satu sapuan radarnya saja dapat memberikan posisi dari kapal selam. Tidak itu saja, ECM dapat memberitahu tentang jenis kapal selam, baringan, bahkan kecepatannya. Dan hebatnya setiap gelombang electro magnetik walau yang terinskripsi sekalipun yang keluar dari kapal selam dapat menjadi petaka. Karena ECM dapat mengendus dan langsung menunjukkan di mana posisi kapal selam tersebut.

8. Pemantau Hidrodinamik Tekanan Air: Kapal selam menekan banyak air ketika bergerak melalui air. Hal ini menyebabkan adanya perbedaan, pergerakan, gelombang di permukaan dibanding sekeliling air pada saat melintas.

Jadi, intinya kapal selam bisa dideteksi.

Tidak perduli dia kilo class, dia scorpane class, gotland class, jin class, virginia class dan lain-lain, dia masih bisa di deteksi. Walaupun berdinding non magnetik, dinding berlapis-lapis, punya AIP dan lain- lain tetap dia masih bisa di deteksi berdasarkan hal-hal yang saya uraikan di atas.

Sekurang-kurangnya di butuhkan 1 pesawat ASW, 3 korvet berkemampuan ASW beserta helinya, 2 frigat berkemampuan ASW beserta helinya dan 1 kapal selam pemburu untuk memburu sebuah Kapal selam. Adapun pola yang di lakukan adalah, deteksi, pembatasan gerak, pemojokan, dan penghancuran.

Sekian.

oleh : B Stepanus

Artikel Terkait :

  58 Responses to “Anti Submarine Warfare”

  1. hwmm… ya yaaa

  2. nice bung stepanus, ditunggu artikel dan analiasa selanjutnya yg mencerahkan.
    salam sehat selalu

    • Kira2 blm ada sonar yg bisa di simpan permanen di jalur rawan di susupi kasel asing dgn terkoneksi ke pusat komando tempur gitu jadi jika sonar mendeteksi pergerakan mencurigakan heli ASW yg stanbay langsung menuju sasaran untuk deteksi lanjut dan melakukan penghancuran Jadi bisa lebih efisien walau rawan sabotase tapi jika rusak dan mengalami gangguan itu jg sebagai tanda kalo ada musuh yg masuk….. Imo

  3. “Sekurang-kurangnya di butuhkan 1 pesawat ASW, 3 korvet berkemampuan ASW beserta helinya, 2 frigat berkemampuan ASW beserta helinya dan 1 kapal selam pemburu untuk memburu sebuah Kapal selam. Adapun pola yang di lakukan adalah, deteksi, pembatasan gerak, pemojokan, dan penghancuran.”

    berarti tetap saja 1 kasel sangat diperhitungkan untuk dihadapi oleh 1 pesawat ASW, 3 korvet berkemampuan ASW beserta helinya, 2 frigat berkemampuan ASW beserta helinya dan 1 kapal selam pemburu

    bagaimana jika 1 kasel mini memiliki sekurang-kurangnya 2 torpedo dengan kuantitas yg besar berhadapan dengan armada laut musuh? jawabnya saya rasa KELIMPUNGAN!

  4. Butuh helikopter anti kasel yang super canggih

  5. DIDETEKSI = DILACAK

    PREDIKAT = GELAR / GELARAN

    tubi tukinyut …

  6. wah klu bs kepergok gitu, kapal selam modern mengkali nanti bkln diinstal rudal anti rudal atawa bom laut auahh….

    • Ya ga dong….. kalo potensi ancaman berasal dari udara dan kapal perang, berarti kapal selam masa depan harus di instal SAM dan SSM versi kapal selam plus jamming sonobuoys…… syukur2 bisa pake chaff atao flare….

      Ane udah keliatan waras apa belum ya’ ??….. xixi….. kaaabbbuuuurrr….

  7. 1 KS = 1 pesawat ASW, 3 korvet berkemampuan ASW beserta helinya, 2 frigat berkemampuan ASW beserta helinya dan 1 kapal selam pemburu?

    Sepertinya perbandingan artikel ini kurang relevan…?

    • Bener banget bung, kurang relevan…… kalo gentle mustinya satu lawan satu, itu baru fair…. xixi…

    • Betul bung@ WK..
      Bung stepanus menganggap kapal selam bukan hal yg menyeramkan tp armada yg dikerahin kok ampe keroyokan..

      Ada yg lupa disebutin sama bung stepanus.. kapal selam modern udah ga ngandelin torpedo aja.. tp udah pake rudal surface-to-surface macam exocet sm-39, harpoon atau klub s yg bisa diluncurin dari lubang torpedo atau brbentuk VLS yg jangkauan bisa menghancurkan kapal permukaan dari jarak jauh.. bahkan ada yg bisa ngegotong rudal permukaan udara..

      Mungkin masih ada yg inget gmna u-209 argentina yg dikeroyok kapal perang inggris tp masih bisa lolos..

      Tp memang bukan berarti kapal selam ga bisa dideteksi,, makanya disiapin kapal perang berkemampuan ASW,, pesawat dan helikopter ASW sbg antidot yg memang fokus memburu kapal selam..

      Jd jumlah armada memburu 1 kapal selam sampai sebanyak itu trlalu berlebihan.. 2 kapal Frigate +1 heli ASW sama 1 kasel pemburu yg terintegrasi dgn data link juga udah cukup..

      Tp Semuanya ujung2nya balik lg trgantung strategi sama kemampuan mengenal karakter alutsista yg musuh pakai.. kemampuannya yg sulit ditebak menjadikan kasel salahsatu alutsista srategis..

  8. Yang paling sulit di deteksi itu adalah apakah indonesia jadi membeli SU 35 atau tidak dan kapan ttd kontraknya,itu benar2 sulit di deteksi bahkan kalao makek dukun paling sakti sekalipun

    • @sebut saja bunga : Meski terdengar agak membosankan, situs Janes.com (12/12/2016) menyebut bahwa negosiasi terkait harga masih terus berlangsung antara pihak Rusia dan Indonesia. “Tunggu saja, kami masih melakukan tawar-menawar ,” ujar Menhan Ryamizard. Dari keterangan tersebut juga dipastikan bahwa yang dibeli nanti bukan 10 unit, melainkan delapan unit Su-35. Menhan menambahkan bahwa seharusnya pemerintah Indonesia mendapatkan harga beli yang tidak mahal, mengingat selama Indonesia sudah banyak membeli produk persenjataan dari Rusia. “Kita ada persenjataan dari mereka (Rusia), tapi Rusia tidak ada dari kita, tapi kita beli produk mereka dengan harga mahal,” kata Menhan. Sebagai ilustrasi, harga satu unit Su-35 dalam kondisi ‘komplit’ bisa mencapai US$165 juta. Harga tersebut sudah termasuk training, ground equipment, persenjataan, upgrade dan ToT.

      Sumber : http://googleweblight.com/?lite_url=http://radarmiliter.blogspot.co.id/2016/12/tak-kenal-lelah-menawar-menhan.html&lc=id-ID&s=1&m=929&host=www.google.co.id&ts=1481754330&sig=AF9Nedk05iDKaDA-jrei0z5Q6to15PlunA

      Janes.com (12/12/2016)

      1.320 juta US$ untuk 8 unit Sukhòi SU-35?
      Jika di bandingkan dengan China untuk memiliki 24 unit Sukhoi SU-35 hanya -+ 2.000 juta US$.

      Jika jadi di akusisi oleh Indonesia, secanggih apa Sukhoi SU-35 milik TNI AU ini di bandingkan Sukhoi SU-35 AU China?

      Jadi penasaran… 😮

      • klo prediksi ane T50 Pak Fa bakalan di bungkus bung..
        batch 1: 8unit Su35 full armor
        batch 2: 2-4 unit T50 PF

      • Ane juga penasaran bung,tapi lebih penasaran sama tot macem apa yg bakalan diberi kalo hrga 8 unit hmpir medekati hrga 24 unit pesanan cina,kalo sampe ini beneran deal ttd kontrak dengan hrga total segitu,udh pasti bakalan heboh kawasan pada penasaran wkwk

      • Mungkin su-35 tdk terlalu mahal yg bikin mahal terlalu banyak birokrasi yg mau di jatah baru tuh barang bisa deal…..apa perlu pak jkw turun tangan memotong birokrasinya kan kemarin sudah di warning jgn ada yg main2 di pengadaan alutsista kalo tdk tahan dgn kebiasaan mungkin bs main di pengadaan lain…. Imo

        • Mungkin saja bung,tentu banyak faktor yang mempengaruhi cepat lambat proses pembeliannya,slah satunya birokrasi yg berbelit belit dan tarik ulur kepentingan

  9. Ehem…

    Weleh2 bocor tuh….

    Sekurang2nya :

    1 pesawat ASW.
    3 korvet ASW + helikopter
    2 fregat ASW + helikopter
    1 kasel pemburu.

    Helikopter bisa 2 unit (korvet + fregat) atau 5 unit ( 3 + 2)

    Ada 9 titik di RI yang rawan penyusupan.

    Berarti sekurang2nya :
    9 pesawat ASW.
    27 korvet ASW beserta heli.
    18 fregat ASW beserta heli
    9 kasel pemburu.

    Helikopter yg diperlukan bisa sekurang2nya 18 unit atau maksimum 45 unit. Namun 45 unit ini hanya yg siap terbang saja. Belum dihitung yg cadangan.

    Ini adalah kekuatan yg menakutkan bagi kapal selam negara lain yg menyusup.

    Kasel pemburu pun yg 9 unit ini belum termasuk yg cadangan.

    9 pesawat ASW + 3 cadangan = 12 unit (1 skuadron).
    18 heli ASW + 6 cadangan = 24 unit (2 skuadron)
    27 korvet + 9 cadangan = 36 unit korvet
    18 fregat + 6 cadangan = 24 fregat
    9 kasel pemburu + 3 cadangan = 12 unit kasel.

    Adakah ini sasaran Minimum essential force ?

    1 skuadron ASW
    2 skuadron heli ASW
    36 light fregat / korvet
    24 fregat
    12 kapal selam pemburu.

    Xixixixixi

    Jangan sampai ada yg keselek sandal ya ?

  10. jgn lupa faktor doa.. mencari kapal selam lawan dg ridho Allah tentu lebih barokah

  11. Artinya bermutu tinggi ?

  12. Saya nunggu artikel bung Stepanus tentang perkembangan Gowind 2500 kerjasama dng perancis.

  13. Jangan lupa kondisi perairan, kedalaman, salinitas dll..
    Diluar itu semua ada satu lagi tekhnologi pengindraan bawah laut yang masih dirahasiakan

  14. anti submarine warfare tetap kasel itu sendiri,kalo sudah banyak buru artinya kekuatan kaprang dan heli lebih banyak2,kalo kasel ada 4sampai 6 berapa kaprang mencari?????(memburu kasel saja menurunkan begitu banyak kekuatan artinya lawan bukan kasel masih ada elemen pemukul pespur,destro,frigate)

    kalo mau memburu kasel,harus bawah kasel untuk memburu selain kaprang

    opini pribadi saja

    salam damai selalu:)