Aug 012016
 

CANBERRA – Pemerintah Australia memperkuat aliansi dengan AS dan berencana untuk melakukan ekspansi militer dengan menghabiskan dana sejumlah $ 140 milyar dolar dalam 10 tahun kedepan di tengah meningkatnya ketegangan regional atas China yang mulai meregangkan otot pada rute perdagangan utama di Laut China Selatan.

Sebuah cetak biru pertahanan dirilis oleh Perdana Menteri konservatif Australia Malcolm Turnbull, Kamis mendesak Beijing untuk lebih terbuka tentang niat keamanan di Laut China Selatan, dimana China sedang membangun pulau buatan di terumbu karang yang disengketakan.

“Kami adalah kekuatan maritim, kami adalah negara kepulauan,” kata Turnbull Kamis. “Kami beroperasi diwilayah dimana jalur laut, akses bebas navigasi, aset maritim dalam arti angkatan laut sedang tumbuh, baik kapal selam dan kapal permukaan”.

Sementara berhenti melakukan konftrontasi langsung dengan China atas pulau-pulau buatan, cetak biru pertahanan memperingatkan pembangunan tersebut akan memiliki “dampak besar” pada stabilitas wilayah Pasifik dan Samudera Hindia dalam dekade mendatang.

Sumber: Stockholm Institute for Peace Research

Sumber: Stockholm Institute for Peace Research

“Sebagai kekuatan utama, menjadi sangat penting bagi stabilitas regional bahwa China memberikan jaminan kepada tetangganya untuk lebih transparan tentang kebijakan pertahanan,” dokumen kebijakan tersebut menyebutkan. “Meskipun wajar bagi negara-negara yang baru kuat untuk mencari pengaruh yang lebih besar, mereka juga memiliki tanggung jawab untuk bertindak dengan cara yang konstruktif memberikan kontribusi bagi stabilitas global, keamanan dan kesejahteraan.”

Dokumen pertahanan Australia yang pertama sejak China mulai membangun pulau-pulau. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying menyebut pernyataan dokumen tersebut mengenai Laut China Selatan dan Laut China Timur adalah “negatif,” dan mengatakan bahwa Beijing “tidak puas” dengan mereka.

Pembangunan dari pulau-pulau tersebut telah memicu keresahan regional dan mendorong Washington untuk menentang klaim Beijing dengan melakukan patroli lewat udara dan laut demi “kebebasan bernavigasi”. Para pejabat AS mengatakan militerisasi Beijing didaerah tersebut sebagai cara untuk mendukung klaim maritim, sementara China telah membela diri dengan mengatakan hal tersebut sebagai tindakan defensif dan sah.

Citra satelit terbaru menunjukkan bahwa China telah memasang fasilitas radar pada beberapa pulau buatan, yang akan meningkatkan kekuatan militernya dikawasan itu. Laporan oleh Pusat Studi Strategis dan Internasional mengenai instalasi radar di Kepulauan Spratly datang sehari setelah para pejabat AS dan Taiwan mengatakan Beijing telah menempatkan rudal permukaan-ke-udara (SAM) dikepulauan Paracel, sebelah Utara Spratly.

Australia dihadapkan pada aksi diplomatik yang ganjil dalam mencoba mempererat hubungan strategis dengan AS tanpa mengancam hubungan ekonomi dengan China, mitra dagang terbesarnya.

Sebanyak 60% dari perdagangan laut Australia melewati wilayah Laut China Selatan, dan sebagian besar menuju China. Sejauh ini, Australia masih enggan untuk mengikuti AS dengan melakukan patroli kebebasan bernavigasi, akan tetapi australia menggunakan pesawat patroli maritim jarak jauh yang kemudian ditentang oleh China karena melakukan pengintaian secara teratur diwilayah tersebut.

Meskipun terjadi penurunan tajam dalam hal anggaran karena penurunan harga komoditas dan perlambatan ekonomi, Australia telah merencanakan ambisi peremajaan peralatan militer, termasuk menambah dua kali lipat armada bawah laut, dengan 12 kapal selam baru, drone pengangkut rudal, armada laut yang lebih besar dan peningkatan jumlah personil militernya.

Canberra berjanji untuk menambah anggaran militer sebesar 2% dari output ekonomi, atau sekitar 58 juta dolar Australia (US $ 42 juta) per tahun. Pada tahun fiskal ini diperkirakan belanja militer Australia sekitar 32 juta dolar.

Dokumen tersebut juga menyerukan kekuatan maritim yang lebih besar dengan rudal penghancur kapal dan meningkatkan latihan militer dengan AS, dimana AS meningkatkan rotasi ribuan Marinirnya, pesawat terbang dan kapal perang melalui Australia, juga bekerjasama mengembangkan perisai pertahanan rudal balistik.

Peningkatan pesat dalam belanja militer China memicu perlombaan senjata di kawasan Asia-Pasifik. Sebuah laporan terbaru oleh Stockholm Institute for Peace Research mengatakan Australia adalah pembeli senjata terbesar kelima didunia tahun lalu. Enam dari 10 importir senjata global berasal dari kawasan ini, termasuk India diposisi teratas dan China diperingkat ketiga. Rusia juga kembali muncul sebagai pemain regional potensial, membangun kekuatan kapal selam dan baru-baru ini memasok senjata ke Fiji, sebuah negara kecil di Pasifik.

“Anggaran pertahanan Asia meningkat ditengah kebangkitan China, lonjakan pengeluaran militer dan upaya nyata untuk menulis ulang aturan di Laut China Timur dan Laut China Selatan,” kata John Blaxland, ahli keamanan di Universitas Nasional Australia.

Menteri Pertahanan Jepang Gen Nakatani mengatakan Rabu bahwa ia memiliki pandangan yang sama dengan para pejabat militer AS bahwa China sedang mencoba untuk mengubah pulau buatan ke dalam basis operasional.

Sumber: Wall Street Journal

Peminat manga, anime, gadget, sains & teknologi, sosial-politik dan militer
Link medsos ada dibawah
– Facebook
– Google Plus
– Twitter

  28 Responses to “Antisipasi Australia Atas Pembangunan Di Laut China Selatan”

  1. pertamax kah? xixixi

  2. Keroyok aja CHINA jorok serakah

  3. Makin panas aja, gimana nih sikap indonesia kedepan ya ?
    Tetap non blok ?

  4. Mbuuuuuh ra ngerti

  5. kalo anda sering menganilisis dan membaca dr segala aspek alussita sepertinya tetangga2 sebelah memandang sebelah mata khusus unsur laut dan udara.

    semacam memandang kekuatan udara dan maritim indonesia tidak perlu diseganin.nah negara2 lain hampir tidak memandang indonesia kuat dr sisi udara dan laut.bukan sebagai ancaman jaman dulu 1960an yg bermacam2 alussita unisoviet masuk,malah dulu australia belum ada bomber f111 dan china belum ada skadron tempur cloningan pembom.

    nah dibaca artikel dengan meresapin segala sisinya

    salam damai selalu:)

    • Tapi yo tetep do segan karo KOPASSUS.. yah, kita dadi wong kan legowo, dan tidak suka pamer terlalu banyak alutsista… nggak kayak tetangga sebelah kita..
      yah, ntar juga pada keder sendiri kalo nantangin kita.. pada minta disantet ma didatengin dedemit soalnya… hehe…
      tapi ya tetep perlu waspada tingkat tinggi, hati2 ya semuanya ^^
      SALAM GENERASI PERUBAH

      • Salamnya “Generasi Perubah” tp bicaranya ga nyambung. Awalnya banggain kopassus terus malah ke santet/dedemit, seingat saya generasi tua/jadul yg ngomong dedemit he3x. Maaf ya om, jaman sekarang orang menggunakan byk variabel dlm membuat rencana. Termasuk dlm hal militer, bukan hanya pasukan khusus, tp juga pasukan pemukul dan reguler serta alutsista dari senjata personil sampai rudal bahkan pendukung seperti radar. Lebih luas lagi, juga memasukkan variabel ekonomi, politik, demografi penduduk. Plan yg dibuat ausie di atas bs menjadi salah satu contoh dlm membuat skenario2 perang yg mungkin terjadi di kemudian hari.

  6. DARURAT DANA UNTUK BORONG FAN PRODUKSI ALUTSISTA…..

    YANG BANYAK DANA SEMAKIN DI DEPAN…

  7. kawasan konflik merupakan alasan suatu negara untuk memperkuat alutsistanya.. jadi siapa yg di untungkan..? importir senjata kah..?

  8. Indonesia akhir2 ini, latihan perang terus…,ada apaaaa??????

    pemetaaannya bagaimana tu???

    kok australia cs mintanya kiamat lebih cepat ya

  9. Australi BODOOOOH….CECUNGUK asu dunia

  10. ga pernah tuh media China bilang Indonesia macan kertas. kalau Australia di bilang macan kertas trus malon di bilang apa. bisa jadi di bilang beruk kertas buahahahahaha

  11. #ralat kucing kertas

  12. Vietnam saja bisa masuk 10 besar pengimport senjata dalam 5 tahun ini ckckckc duit hasil jualan beras ke Indonesia

  13. Ayo australio hajar si Cina gemblung

  14. Si bromocorah tatonya sih ada disekujur tubuh, tapi mentalnya mental kerupuk.

    Digertak dikit aja oleh Cina langsung bilang “Untuk sementara berhenti melakukan konfrontasi langsung dgn Cina.”

    Wakakakakak!.

  15. klo menurut ane si aussy ni pura2 ngurus LCS tp sebenarnya sekaligus antisipasi kita Indonesia coba klo indonesia kuat lalu nutup seluruh selat mau lewat mana dia. makanya effect domino yang dilakukan ausit ini sebenarnya salah satunya kita. waspadalah…..waspadalah….. wahai negeriku

    • betul sekali….ALKI 1,2 DAN 3
      yang repotnya usa dan ausie sudah terfikir akan seperti itu nantinya
      makanya di buat pangkalan di kepulauan cocos…,natal dan pangkalan di darwin
      bila ada pangkalan china di lcs,dan pangkalan india di andaman,..
      berarti INDONESIA DI TENGAH 2..
      ingat pepatah…gajah bertarung dengan gajah….pelanduk(indonesia) mati di tengah 2.
      waspadalah..waspadalah..
      ha ha ha

    • iya bang @dongklo, kita wajib waspada tingkat dewa…
      @carin kita juga ada kok, di ehm… rahasia… hehe 😀

      • ada sih..aku juga tau lengkap….tetapi alut sistanya minim 2..
        kalau rudal jarak jauh mereka pada terbang di atas indonesia ,apa jadinya..? walaupun rudal mereka cuma numpang lewat…itu salah satunya..
        ingat kasus bawaean…? USA saja tidak mengakui UNCLOS…
        sekarang CHINA….walahhh kalau kapal induk mereka pada liwat tampa permisi, ..apakah indonesia harus nonton saja..? kalau serang kapal induk mereka bisa 2 seluruh pangkalan indonesia hancur,..bahkan jkt,sby,medan.makasar ,bisa rata…
        hanya satu kata…indonesia harus punya nuklir..! agar negara 2 besar menghargai hak 2 indonesia..
        ha ha ha

  16. Salah satu negara yg disegani china adalah india karna sama2 memiliki NUKLIR…pintar2 AS saja sama sekutunya bikin konflik terbuka antara india dan china…dan pintar2 AS dan sekutunya agar Pakistan “diam” tidak ikut2an terseret konflik. Kalau ane sih yakin AS jago bikin skenario drama macam ginian…irak sama suriah saja babak belur tuh…turki sempoyongan..arab saudi macam ayam betina lg bertelor dlm kandang…dll…
    Yup…india solusinya…kalau india turun panggung di LCS..china bakal tambah pusing….

    • Keuntungan bagi india..mau tidak mau china akan menggelontorkan duit lebih byk kpd india buat merendam india agar tdk menjadi sekutu AS…kalau rusia pd prinsipnya gak mau perang di LCS gak ada untungnya bagi mereka mending jualan senjata saja sama pihak2 yg terlibat dan tentunya rusia berharap AS sama china sama2 hancur kwkwkwk…..

    • cuma nanya..irak,suriah,libya, ..dll mereka antek rusu..?
      trus bantuan rusu ke mereka mana..??..
      bandingkan dengan kuwait sekutu usa, yg di serang irak,..langsung usa turun tangan..menghajar irak…lah rusu…diem saja sambil ngitungin duit masuk belanja alut sista irak…,hingga sampai sadam hancur..
      ha ha ha

      • @CARIN
        Tu buktinya Suriah minta tolong juga di bantuin.
        Saya percaya kalau ngak ada Rusia dsana mungkin Suriah udah jadi Afganistan jilid 2 atau Irak jilid 2 skr.. Hhi”

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)