Feb 012017
 

Pusat Peluncuran Ruang Angkasa Taiyuan, China Pusat mengadakan uji penerbangan hulu ledak kosong, menurut hasil pantauan badan intelijen AS.

Juru bicara Pentagon, Gary Ross mengatakan kepada Washington Free Beacon bahwa “[Departemen Pertahanan] secara rutin memantau perkembangan militer China dan mencatat kemampuan PLA dalam rencana pertahanan kami”

Tes ini penting untuk menunjukkan bahwa persenjataan militer China mendapat peningkatan jumlah hulu ledak, yang selama ini diperkirakan hanya memiliki 250  hulu ledak (bila dibandingkan dengan simpanan Rusia dan Amerika Serikat yang mencapai ribuan).

Pada bulan Februari nanti, menurut laporan badan intelijen AS bahwa Beijing telah memperkuat rudal DF-5 dengan hulu ledak, yang menurut beberapa analis menyarankan agar Washington meningkatkan jumlah hulu ledaknya.

Laksamana Cecil Haney, Panglima Komando Strategis AS, seperti dikutip oleh Washington Times mengatakan “Sementara China secara berkala mengingatkan kita bahwa tidak akan menggunakan kebijakan nuklir sebagai keputusan pertama, perkembangan ini dapat berdampak pada stabilitas regional dan strategis”.

Kekuatan nuklir berbasis darat dan laut di AS saat ini dikonfigurasi untuk memerangi kekuatan nuklir Beijing dan Moskow. Washington dijadwalkan akan mengurangi jumlah pengerahan hulu ledak hingga 1.550, di bawah perjanjian senjata antara AS-Rusia.

Pentagon kemungkinan akan mengeluarkan senjata dari gudang untuk meningkatkan persenjataan nuklirnya jika China terus menambah antara 800 – 1.000 hulu ledak.

Pada September 2016, Panglima Komando Strategis AS, Jenderal John Hyten, mengatakan bahwa pertumbuhan kemampuan nuklir Beijing menyebabkan keprihatinan.

Hyten mengatakan kepada Komite Angkatan Bersenjata Senat, “Saya sepenuhnya menyadari bahwa China terus memodernisasi kekuatan rudal nuklirnya dan berjuang untuk kemampuan serangan aman kedua… Meskipun terus mengaku memiliki doktrin tidak akan menggunakan diawal, China telah merekayasa ulang rudal balistik jarak-jauhnya untuk dapat membawa beberapa hulu ledak nuklir serta terus mengembangkan dan menguji teknologi kendaraan hyper-glide”.

Pengujian diduga karena Beijing mempersiapkan kemungkinan konflik dengan AS, karena Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) telah berkomentar bahwa hubungan AS-China telah memanas dengan terpilihnya Donald Trump yang telah mengakibatkan kemungkinan perang menjadi “lebih nyata”.

JakartaGreater

Artikel Terkait :

  8 Responses to “Apakah China Punya Rudal Jarak Jauh Dengan 10 Hulu Ledak?”

  1. Memanas atau berasap.?….xixixi

  2. Kalau jadi perang antara PLA dan USA, kita nonton aja….pasti banyak kembang api

  3. Kalau sampai pecah perang dgn AS di LCS, apakah China berani menggunakan nuklir ?

  4. seandainya perang nuklir,, masih samakah cara kita hidup di bumi,,
    15 nuklir yg meledak secara bersamaan membuat udara di bumi beracun..
    semua pake masker atau manusia yg beruntung gennya mutasi..

    mending minum kopi saja ,,,, apa kabar sianida??

    • Mutasi Gen? 😀

      • pahamilah mutasi genetik akibat bencana nuklir…
        literasi ilmiah.

        dan pahamilah bahwa hidup membawa jalannya sendiri…
        kalimat yg saya pahami dari banyak buku filosofi, sufistik, dan terutama Paulo Coelho… dengan meniadakan buku Darwin…

        Ini diluar film lhoo bung jef,, xixixi

  5. .

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)