Mar 202017
 

Sistem rudal pertahanan udara terbaru Rusia, S-400 Triumf. (© TASS)

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Republik Turki Recep Tayyip Erdo?an sempat membahas kemungkinan pembelian kompleks rudal pertahanan S-400 oleh Ankara dalam pertemuan antara kedua pemimpin di Moskow pada 10 Maret lalu.

Menurt kantor berita RBTH Indonesia, Juru Bicara Kepresidenan Rusia Dmitry Peskov mengonfirmasi hal tersebut dalam wawancaranya dengan sejumlah media. Sementara, Menteri Pertahanan Sergey Shoigu juga mengatakan bahwa kedua pihak sempat membahas isu tersebut pekan lalu.

Ankara kini dilaporkan tengah mengkaji beberapa isu, termasuk harga sistem pertahanan itu, peralatan pendukung S-400 dan kemungkinan waktu pengiriman. Jika Rusia dan Turki berhasil mencapai kesepakatan, badan-badan khusus akan memproses pemesanan ini.

Akankah NATO Mengintervensi?

Seorang pensiunan militer berpangkat kolonel sekaligus Pemimpin Redaksi Arsenal Otechestva Viktor Murakhovksy mengatakan, bahwa “Turki adalah negara anggota NATO. Oleh karena itu, Brussel dan Washington kemungkinan besar akan berusaha menghalangi kesepakatan Ankara dengan Moskow”.

Ia juga menambahkan, “Sekarang ini, negara-negara NATO akan berusaha melobi kepentingan mereka. Mereka akan mengklaim bahwa sistem rudal S-400 tidak sesuai dengan standar aliansi, tidak dapat diintegrasikan ke dalam sistem pertahanan udara umum, dan lain-lain”.

“Hal yang sama pernah terjadi dengan S-300 Rusia yang akan dipasok ke Yunani yang juga merupakan negara anggota NATO lainnya. Namun, saat itu Rusia mempu mempertahankan kliennya dan berhasil menjual sebanyak 12 unit rudal S-300 ke Athena”, kata sang ahli.

Menurutnya, Amerika akan melobi Turki untuk membeli sistem pertahanan udara Patriot mereka, yang akan dibandingkan dengan S-400 Rusia.

“Jika dibandingkan dengan sistem pertahanan udara yang dimiliki Rusia, rudal Patriot milik AS lebih mahal dan memiliki mutu yang lebih rendah dari berbagai aspek, mulai dari jangkauan, kemampuan untuk menangani target balistik, hingga waktu yang dibutuhkan untuk masuk ke dalam mode siap tempur, dan lain-lain. Namun, karena AS dan Turki tergabung sebagai sekutu NATO, Kongres AS akan mengeluarkan ancaman politik dan ekonomi”, kata Murakhovsky menambahkan.

Murakhovsky menyebutkan bahwa untuk satu divisi S-400 yang terdiri dari 8 (delapan) peluncur beserta mesin pendukungnya dibanderol sebesar USD 500 juta atau sekitar 6,6 triliun rupiah.

Kini muncul satu pertanyaan, berapa banyak divisi yang ingin dibeli oleh Turki? Selain itu, dengan mempertimbangkan modernisasi kompleks industri militer Rusia, Moskow baru dapat memasok sistem pertahanannya dalam 3 (tiga) tahun ke depan jika negosiasi berjalan dengan lancar.

Tawar-Menawar Ala Turki

Namun, tidak semua ahli merasa optimistis dengan prospek pemasokan sistem S-400 ke Turki. “Ketertarikan yang ditunjukkan Turki dengan menanyakan harga kepada Rusia tak lantas dapat diartikan bahwa Turki akan benar-benar menandatangani kontrak pembelian senjata Rusia”, kata Viktor Litovkin, analis militer dari kantor berita TASS Defense.

“Sampai sekarang, semuanya belum pasti. Dulu, Turki juga pernah membicarakan mengenai rencana pembelian S-300, namun mereka akhirnya justru membeli sistem pertahanan udara HQ-9 milik China yang memang jelas lebih murah”, kata Litovkin.

Menurutnya, kasus serupa juga pernah terjadi pada helikopter Ka-52 yang hendak dijual Rusia kepada Angkatan Udara Turki. Rusia telah memodernisasi unitnya untuk kebutuhan Ankara, tetapi pada akhirnya Turki justru memilih untuk membeli helikopter Bell milik AS.

“Namun, jika kesepakatan militer antara Rusia dan Turki benar-benar terealisasi, ini akan menjadi kesepakatan terbesar antara kedua negara”, ujar sang pakar menambahkan.

  35 Responses to “Apakah Turki Benar-benar Akan Membeli Sistem S-400 Rusia?”

  1. mantap s400

    • Negara lain sering membeli Senjata Ratusan Jutaan Dolar. di Indonesia masih membutuhan Puluhan Milyar dolar untuk membangun Infrastruktur dan Tol Laut untuk Mengkoneksikan Indonesia dari Sabang sampai Merauke dan Dari Perkotaan Sampai Pedalaman. Semangatlah Indonesia apabila Rakyat Sejahtera Negara menjadi Kuat.

  2. wow

  3. borong jangan dengarkan asu

  4. Sebuah ulasan yang meragukan kesungguhan Turki… 😀
    Semoga ulasan yang “sama” tidak terjadi pada kesungguhan RI ya… 😆

  5. semoga di Indonesia tidak muncul pemimpin yg mengubah garis-garis besar haluan politik negara

  6. Masih mantapan THAAD

  7. Memang, Tekanan dari AS pasti datang, tapi juga harus dilihat, Daya tawar Turki, jika turki melawan Intervensi AS dan nekat membeli S400, apakah AS akan melakukan dan memberikan Sanksi dsb kepada turki? Atau Posisi Turki saat ini sdh Cukup kuat untuk melawan Kehendak AS?

    AS : awas jgn dibeli, entar lu bisa gua jitak

    Turki : jitak gua? Emangnya siapa yg butuh siapa? Emangnya lu satu2nya cowok di dunia ini? Gua masih punya Putin kalee 😛

    Rusia :hm…. Dimanapun dan kapan pun, aku ada untukmu 🙂 Btw… dia bukan cowok, dia LGBT 😆

    @Efek_Sianida

  8. Serupa posisinya turki sama nkri
    Kok turki alasannya anggota nato
    Kok di nkri menjaga anggota asean,biar gak terjadi perlombaan senjata.
    Lha vietnam bisa beli s 300
    Alasannya untuk menggebuk pesawat cino
    Kita pun bisa juga alasannya untuk mengimbangi cina dinatuna.
    Tapi ya itu tadi gak ada niat
    Yg ada maniknat
    Tapi tenang aja pak jokowi punya pasukan misterius yg sangat sakti,jadi gak perlu rudal,pesawat,
    Kalau untuk porakporandakan kapal induk as,gimpil…..
    Tinggal kirim pasukan,karam itu kapal induk.
    Tomhawak tinggal dipelototin ntar jatuh sendiri…
    Jadi………. Jangan takut
    Oh iya bah bowo katanya uda tewas lho
    Benarkah

  9. masih seksian THAAD

  10. Busettt,6,6 triliun.

  11. di buat untuk off road mantaff ni truk

  12. Ternyata turki ahli php juga, tanya nya ke Russia beli nya sama mamarika dan china hahaha

  13. Indonesia juga siap beli s400.tp duite ora ono

  14. Kalo turki diintervensi kalo beli alutsista rusia karena anggota nato,saya kira indonesia pun sama aia walau bukan anggota nato karena tetangga sekitar RI ada anggota nato n kalo sampai beli alutsista dari rusia bisa kebakaran jenggot tuh sekutu nato. Karena dominan alutsista ke barat jd udah di brain wash kalo alutsista rusia jelek. Kalo indonesia ga nurut dan dianggap jadi nakal tinggal embargo lagi.

  15. jangan dikasih om putih.. ntar dipretelin kayak s300 nya yunani qiqiqiq

  16. Politik dagang USA bergaya preman jg bromocorah, menjual dgn memaksa! Klu satu negara gak nurut beli kelain orang tinggal embargo! Supaya jualan laku dibuatlah kekacauan didunia tar ujung2nya dipaksa beli produknya!

 Leave a Reply