Jan 102014
 
Kunjungan Kasal Laksamana Marsetio ke Galangan Kapal Severnaya Verf Saint Petersburg - Rusia September 2013, melihat Korvet 20380 Steregushchy

Kunjungan Kasal Laksamana Marsetio ke Galangan Kapal Severnaya Verf Saint Petersburg – Rusia September 2013, melihat Korvet 20380 Steregushchy

Jakarta. Memasuki Rencana Strategis Tahap II dari program pembangunan kekuatan pertahanan, akan  banyak pejabat yang  berganti, termasuk Menteri Pertahanan. Meski demikan kebijakan dan cita-cita dari Renstra II (2015-2019) dan Renstra III (2020-2024) harus terus berjalan untuk mencapai target tujuan yang telah diciptakan bersama-sama.

Hal ini dikemukakan Menteri Pertahanan RI, Purnomo Yusgiantoro dalam pembekalannya kepada peserta Rapat Pimpinan (Rapim) TNI Tahun 2014,  (8/1/2014) di  Mabes TNI, Cilangkap- Jakarta. Rapim tahun 2014 berlangsung selama empat hari mulai tanggal 8, 9, 10 dan 13 Januari 2014, dibuka secara resmi oleh Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko.

Lebih lanjut Menhan mengatakan Tahun 2014 merupakan tahun kerjakeras bagi Kemhan dan TNI karena disamping kebijakan rutin yang setiap tahun selalu dilaksanakan, masih terdapat hal-hal khusus yang memang perlu dipersiapkan untuk masuk kedalam renstra ke II dari pembangunan kekuatan pertahanan.

Sehubungan dengan persiapan awal Renstra II yang meliputi alutsista, sumber daya manusia, sarana prasarana dan kelembagaan tersebut, Menhan menyebutkan terdapat beberapa produk strategis pertahanan yang perlu dipersiapkan.

Diantaranya yaitu Strategic Defence Review yang telah dilakukan sejak Tahun 2012 lalu, konsep kebijakan penanganan konflik sosial, pedoman strahan nir militer, Grand Desigen Cyber Defence, postur pertahanan militer, pengintegrasian komponen Pertahanan negara, serta pemberdayaan wilayah pertahanan dan pengamanan objek vital nasional (revisi Perpres no.63 tahun 2004).

Sistem Pertahanan Rudal Buk-M2E Rusia (photo:Rosoboronexport)

Sistem Pertahanan Rudal Buk-M2E Rusia (photo:Rosoboronexport)

Pada kesempatan Rapim TNI itu Menhan juga menyampaikan arah kebijakan pertahanan negara tahun 2014 mencakup komitmen terhadap Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, merealisasikan target pembangunan sarana pertahanan, postur pertahanan militer dan mengarahkan pembinaan sumber daya nasional, mewujudkan pertahanan nir militer, serta memantapkan pembinaana kemampuan bela negara.

Terkait sasaran dan rencana aksi kebijakan pertahanan negara Tahun 2014, Menhan menjelaskan salah satu diantaranya terselesaikannya produk-produk strategis pertahanan negara salah satunya RUU Keamanan Nasional dan Revisi Kepres No. 63 Tahun 2004 tentang pengamanan objek Vital Nasional. Hal ini penting untuk diselesaikan karena 250 ada objek vital nasional dan perlu dijabarkan lebih rinci lagi.

Selain itu juga adanya pencapaian target pembentukan Kelembagaan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) dan kelembagaan Cyber Army sebagai tim yang kokoh yang dipergunakan untuk menangkal serangan Cyber dari pihak atau negara lain. Pada tahun 2014 ini juga adanya penyelesaian dari pembangunan Indonesia Peace Security Center ( IPSC ) di sentul dan terbangunnya sarana di wilayah perbatasan dan pulau-pulau kecil terluar, yakni 14 Pos Pengamanan Pertabatasan.

Indonesia juga bercita-cita untuk menjadi masuk kedalam 10 besar dunia untuk Peace Keeping Operation yang diusahakan dengan penambahan personel hingga berjumlah 3500 prajurit.

TNI

Untuk bidang Industri Pertahanan peran Komite Kebijakan Industri Pertahanan KKIP dapat melanjutkan membantu pertumbuhan industri pertahanan yang saat ini masa pertumbuhannya dalam 5 tahun PT. Pindad (67%), PT. Dirgantara Indonesia (70%) dan PT. PAL (48%). Selain itu tetap terlaksanakanya Litbang dan Transfer of Technology serta Program Nasional, seperti meneruskan proyek pembangunan pesawat tempur KFX/IFX dengan pihak pemerintah Korea Selatan dengan program nasional. Diharapkan pada tahun 2020 Indonesia bisa memiliki pesawat tempur diatas generasi 4.

Terakhir yang menjadi sasaran dari kebijakan pertahanan negara adalah tindak lanjut pelaksanaan MoU Kemhan dengan Kementerian Perumahan Rakyat dalam hal proyek pembangunan Rumah Susun dan Rumah Tapak bagi personel TNI dan PNS.

Rapim TNI tahun 2014 ini diikuti 229 pejabat Mabes TNI dan angkatan, termasuk Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Budiman, Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Marsetio, dan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI IB Putu Dunia.

Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro

Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro

Rapim TNI merupakan sarana komunikasi, bertukar informasi antar para pimpinan agar dicapai satu kesatuan, tindakan serta evaluasi program kerja dan kinerja organisasi TNI. Rapim ini juga diarahkan untuk membangun kesatuan persepsi para pimpinan TNI. Sehingga pelaksanaan tugas TNI 2014 dapat berjalan sesuai arah kebijakan pimpinan dan dapat mencapai hasil yang optimal.

Hasil evaluasi Rapim TNI 2103 yang menonjol adalah belum lengkapnya alutsista (alat utama sistem senjata) pengganti dari sebagian alutsista lama, dan penggelaran TNI yang masih bertumpu di Pulau Jawa, serta keterbatasan dukungan anggaran yang belum mencukupi dalam mewujudkan kekuatan pokok minimum (MEF) TNI.

Tujuan Rapim TNI untuk mengavaluasi pelaksanaan tugas TNI dibidang pembinaan kekuatan, mengidentifikasi permasalahan dan kendala yang dihadapi baik dari aspek fungsi-fungsi maupun mekanisme antara unsure perencanaan dan unsur pelaksana operasi, menajamkan prosedur dan mekanisme hubungan kerja antara Mabes TNI dan angkatan atau Komando Utama (Kotama), menemukan simpul-simpul dan kendala serta solusi dalam pelaksanaan tugas TNI dimasa yang akan datang.

Pada kesempatan Rapim TNI Tahun 2014 ini juga digelar static show alat peralatan pertahanan oleh 38 institusi yang memproduksi alutsista dalam negeri antara dari PTDI, PT PAL, PT Pindad, PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari, PT LEN, LAPAN, Dislitbang TNI AD, TNI AL, dan TNI AU.

Puskompublik.kemhan.go.id

  77 Responses to “Arah Renstra II (2015-2019) dan III (2020-2024)”

  1.  

    @Bung danu dan bung nouw
    Mockup fregat yang dilihat pak Marsetio digambar no 1 kira kira secara DESAIN mirip tidak dengan gambar KRI sotoshop yang kemarin kita diskusikan ..??

    Cluenya kemarin saya sudah dapatkan Type apa ternyata
    hehehehehe

    •  

      Menurut saya beda dengan soto, yang ini hidungnya lebih mancung/panjang (jarak dari bridge ke ujung haluan), juga bagian cerobong dan superstructure yang tepat berada di depan dek heli…
      (yang di atas cerobongnya berdiri terpisah)

    •  

      Hidung yang lebih panjang terlihat dari jarak yang cukup jauh antara meriam dan dek VLS, sementara di soto jarak keduanya mepet…

    •  

      Photo yg ada di kalender TNI 2014 itu ya? agak beda dgn mockup steregushchy seperti gambar diatas bung bung @Satrio, saya masih berpendapat gambar itu sangat mirip dngan Lekiu class. Dan itu agak aneh, terutama jika KRI baru itu adalah fregate refurbished, saat ini Lekiu masih jadi andalan TLDM dan hanya ada 2 kapal sejenis yg diproduksi. Jika baru masih masuk akal karena design lama masih bisa digunakan, Galangan kapal yang membangun Lekiu saat ini ada di bawah BAE, dan kemaren TNI kan baru beli 3 kapal refurbished BAE, ada kemungkinan TNI juga ditawari kapal lain sesuai informasi anda akan kebutuhan TNI AL akan kapal real fregate, sedang Steregushchy masih masuk kelas corvette/light fregate.

      Bingung nebak2nya bung 🙂 jika ada informasi terbaru tolong dishare

      •  

        Gorshkov class dengan ToT AAM vls, AShM vls, LACM vls dan CMS. Tebak-tebak buah manggis..

        •  

          Hehehehe tebak tebak buah manggis
          @Bung danu,bung now dan bung wie
          Katanya Gambar itu ada di Kalender thn 2014
          Apakah TNI AL dan petinggi kita mimpi gak kesampaian sehingga harus memasang gambar kapal dikalender dan diberi nomer lambung?
          Sepertinya tidak ..
          Ini asumsinya seperti gambar Kalender KS kilo dengan nomer lambung 412.
          setealah lama digunjingkan killo akhirnya fix DIBELI.

          Kemarin kan saya bilang ane diberitahu cluenya Lekiu basicnya adalah type 23
          dan user lagi bingung memilih 3 klonengan nya NR mau ambil produk BAE atau Lursen.

          Nahhh kalau ditelisik lebih jauh klonengan NR itu ada 2
          1.Produk BAE adalah Fregat type 23 DUKE class (yang suka film Jamesbond pasti pernah lihat tu Fregat inggris HMS Devonshire and HMS Bedford.melawan armada china di filmTomorow never dies)
          2.Yang kedua adalah produk Jerman yaitu F122 Bremen-class

          KIRA KIRA yang dipilih dan lagi didandani yang mana yaa
          monggo ditebak ditebak dan bisa ngasih gambar pembanding diwarjag sini dengan gambar dikalender kemarin paling mirip yang mana

          Dan kira kira pilihannya dari negara itu karena faktor untung ruginya gimana
          ayo diskusi hehehehe

          •  

            Kemungkinan BAE lagi lebih besar, jika memang kloningan segi commonality tidak masalah, hanya biasanya paket bundling lebih negotiable 🙂

          •  

            kalau ane mas lebih suka ama bremen class aja,kalau ngambil dari inggris kadang syarat politiknya terlalu banyak. sekalian melengkapi alutsista buatan jerman yg diakuisi oleh Indonesia.
            btw mas bremen ini dibeli atau bonus dari pemerintahan jerman.

          •  

            Ada 3 bremen class Jerman Navy yang sudah Decommissioned
            yaitu nomer lambung ”
            F209 Rheinland-Pfalz dibangun 25 sept 1979 bertugas mulai 9 mei 1983,pensiun 22 maret 2013

            F210 Emden dibangun 23 Juni, 1979 bertugas 7 oktober 1983 pensiun tgl 30 November 2013

            F211 Köln diluncurkan 16 juni 1980 bertugas mulai 19 Oktober 1983 pensiun 31 Juli 2012

            Apakah ini yang akan diambil?

          •  

            Thai navy is also considering a German-made, Bremen-class F122 frigate with a 3,700- ton displacement, 30-knot speed and 4,000-nautical mile range.

            The German navy has planned to decommission and replace the F122 frigates with more sophisticated F125 Baden-Wurttemberg-class frigates in 2016.

            As to the weapon systems to be fitted in the chosen frigates, the Thai navy is said to be interested in Chinese-made C-802A surface-to-surface missiles as well as US-made Harpoon surface-to- surface missiles and US-made Sea Sparrow surface-to-air missiles LINK

            AL Thailand juga ternyata mempertimbangkan frigate F122 Bremen sebagai alternatif Type 053T “Jianghu”. Fregate eks PLAN juga 2nd dgn ukuran lebih kecil. Yang menarik disebutkan juga persenjataannya C-802 vs Harpoon. Menarik juga jika ditangan TNI Bremen dipasangi C802

          •  

            Bung satrio, Yg benar “keinginan yg blm terwujud”, coba buka file th 2007 , tni al sudah negosiasi soal kilo, amur, Steregushchy dll…. Yg akhirnya blm kesampaian. Keinginan yg terpendam diwujudkan dlm bentuk KALENDER, siapa Tahun berikutnya bisa kesampaian ……
            Dan akhirnya kesampaian juga insyallah……
            Coba klo ada yg ngutak ngutik indonesia lg ……. Warjag tinggal sebut apa? Entar eyang pur pasti belikan ha ha ha ha …..

          •  

            Kalau bandingannya usia VS class, ya lumayan Bremen bisa aktif hingga 15 tahun ke depan.

            Kalau harganya gratis lebih sedikit, ambil aja, potensinya bagus untuk dimodif.

            Hanggar untuk VLS Yakhont.

            2 × quadruple Harpoon anti-ship missile launcher di depan dicopot, tempatnya untuk 1x CIWS MK 49 pindahan dari belakang (jadi 1 depan, 1 belakang)

            Mast diupgrade dengan tipe mutakhir seperti integrated mast I-400 dari Thales.

            http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/9e/F208_Niedersachsen.jpg/800px-F208_Niedersachsen.jpg

            (rata2 Bremen class lebih tua dari Duke-class, gak apa2, demi PDKT dengan empu alutsista)

          •  

            Gimana DEAL
            Setuju diambil ?
            Ini real fregate lho panjangnya 130 an m, lumayan buat patroli di ZEE selatan sambil nggotong Yakhont
            Setelah NR datang semua semoga ini langsung di upgrade di Lurzen

          •  

            Tubruk aja – D E A L ! 🙂

            Plus 1 lagi modif murah meriah yang perlu dijajal, voila, kapal jadi stealth !
            http://www.williamson-labs.com/images/boat-stelth-577.jpg

            The Adaptive Water Curtain Technology (AWCT) is intended to deflect and scatter enemy radar waves thus reducing the ship’s radar cross section (RCS). It consists of highly conductive sea water sprayed in a
            fashion that effectively creates an angled radar reflective curtain around the ship.

          •  

            DEAL aja mas..bukankah NR juga di retrofit di lursen mas.?kykx ongkos lebih murah klu retrofitx langsung 6 kapal di galangan kapal yg sama. ongkos juga bisa lebih ringan kalau dapat kickback pembelian kakaknya cakra. hehehe

          •  

            Bung @Satrio, jika ada clue upgradena di Lurzen kyknya yang diambil eks Jerman 🙂 , dgn usia nyaris seangkatan Fatahilah class upgrade mungkin harus mencakup structural. Dan mengapa Nahkoda Ragam diupgrade di Lurzen? Hull produksi baru belum dipake dan BAE elektronik dikenal cukup mumpuni

          •  

            @bung now
            tolong ane diberitahu yang thailand itu berita kapan bung ?

            Bener angkatan Fatahila (kenapa dulu gak ambil ini aja ya ) dan fatahila class pun sekarang lagi diupgrade
            Sekarang semua bremen class akan diganti type F 125 yang lebih panjang ,lebih berat dan lebih canggih

          •  

            2012-09-24.

            Thailand cuma butuh 2 unit, Jerman punya 8 yang akan/sudah pensiun

          •  

            Bung @Satrio anda betul, Nahkoda Ragam adalah downsized design Lekiu/Jebat, dan Lekiu/Jebat class adalah downsized Bremen

            “Despite its size, the former Royal Brunei Navy’s Nakhoda Ragam class OPV owes their design similarities to RMN’s Jebat Class frigate”

            Jika jadi dan mengalami retrofit kemungkinan akan termasuk struktural juga, soalnya usia pakai kapal maks rata2 30-40 tahun. Berita bagusnya jika operatornya Jerman kondisi kapal bisa diharapkan dalam kondisi fit sampai akhir masa operasional.

          •  

            Berkenaan dengan Presiden SBY menerima penghargaan Knight Grand Cross in the Order of the Bath dari Ratu Inggris Elizabeth II. Sebelum Presiden SBY, Knight Grand Cross in the Order of the Bath juga diberikan kepada mantan Presiden AS Ronald Reagan, mantan Presiden Perancis Jacques Chirac, dan Presiden Turki Abdullah Gul,
            Pak SBY juga mendapat kehormatan diangkat menjadi “pemain” klub Liga Premier Inggris, Arsenal

            Apa hanya karena beli Starstreak senapan sniper,Retrofit F16 Ocu,dan retrofit fatahila class ?
            Apa gak ada yang lebih gede yang dibeli dari Inngris
            Apa mungkin juga fregat type 23 juga
            Bingung dah…mikirnya.,

          •  

            apa mungkin ada hub dengan rencana pemerinah ngambil typhoon mas.?

          •  

            Apa diperbolehkan ama british dan sam?
            walau kita punya uang ?
            gimana bisik bisik tetangga

          •  

            kirain british pernah nawarin eurofighter typhoon ama kita mas.?hehe

        •  

          Amin!. Itu baru real Fregate. Mengenai CMS bisa ga ya kapal plus persenjataan Russia menggunakan CMS Barat/NATO? CMS Thales misalnya digunakan luas oleh angkatan bersenjata dunia bahkan juga pada platform carrier.

          KRI tua Fatahillah class juga akan diupgrade dgn CMS Ultra Electronics, Sigma 10415 akan menggunakan Tacticos dari Thales dan jika ambil kapal perang Russia maka akan ada CMS Russia. Apa crew TNI AL ga akan kesulitan kapalnya menggunakan berbagai jenis CMS?

          “As well as selecting Thales’ TACTICOS CMS for its ‘Sigma-10514’ class corvettes (see above) the Indonesian Navy is equipping its ‘Fatahillah’ class fast attack craft with Ultra Electronics’ CMS, making the selection in July 2013. The CMS will be installed as part of the mid-life update for this ships, the installation of which should be complete by 2015.” LINK

  2.  

    di rentra 2, TNI AL harus punya kapal induk.

  3.  

    selamat bertugas bung surya. jangan lupa oleh2nya.

  4.  

    Untuk kapal perang kenapa ga beli sistem persenjataannya aja?
    Kalo perlu beli lisensi buat senjatanya
    Kalo perangkat pembawanya (kapal) dan otak atik pemasangannya yakinlah TNI udah pinter
    Maap kalo ngawur

    •  

      Kita baru bisa bikin LCS ( littoral combat ship/Kapal ukuran kecil/sedang untuk beroperasi di lepas pantai/bukan kapal kelas samudra) up to 60 meter, diatas itu belum mampu. ToT modular Sigma class nanti diharapkan akan memungkinkan kita membangun sendiri kapal sekelas fregate. Sedangkan persenjataan dan CMS memang dibeli terpisah. Sebagian besar pembelian memang mensyaratkan ToT, namun bukan berarti dikasih blueprint dan know how A-Z karena itu artinya akan bunuh diri bagi produsen senjata 🙂 paling hanya A sampai C atau A-H, biasanya tergantung ukuran kontrak. Beli dikit dan ngeteng harapan ToT jangan terlalu melambung tinggi.

      Untuk mengejar ketinggalan butuh pembelian dan ToT, tapi untuk kemandirian berkelanjutan tetap harus ada budaya R&D

      •  

        sebenarnya kita mampu saja untuk kapal yg lebih besar lagi tapi ngak dibikin di indonesia krna docking kita ngak cukup, perlu penambahan kapasitas. klw ngak percaya coba anda search tetang kapal super tangker indonesia yg sudah dijual, dulu itu bikinnya mekanisme kerjasama dalam pembuatanya. padahal di asia tenggara hanya kita saja yg punya.

        •  

          Maksud saya kapal perang gan, bukan kapal transport/logistik. Kapal militer permukaan yang teknologinya agak mirip kapal sipil paling sejenis sealift macam LST, itu karena sama2 ngejar daya angkut. Sementara kapal sipil dibangun tanpa memikirkan hal2 yang secara struktural berkarakter militer seperti RCS kecil atau kemampuan (dalam level tertentu) menahan serangan rudal/torpedo

  5.  

    kok ketemu bulan Mei 2014.? Emang lg persiapan menjaring konstituen yaa.?…hehehe

  6.  

    produk-produk strategis pertahanan negara pengamanan objek vital nasional = Pertahanan udara

    Sebelumnya ada berita tawaran S-300 Russia, berita team berangkat ke China untuk menyaksikan field test HQ-9 dan bung @Diego selalu pasang gambar Buk-M2E :mrgreen: .Apa yang nanti akan dipilih TNI?

    Usul saya, terima saja tawaran Russia untuk merancang secara menyeluruh pertahanan udara Indonesia, di dalamnya termasuk S300 dan Buk-M2E. Salah satu alasan mengapa barat sewaktu perang dingin tidak berani menghilangkan ancaman nuklir dgn menyerang USSR untuk adalah karena pertahanan udaranya yang mumpuni. contoh lain adalah gagalnya invasi US di Syria.

    Dengan Sukhoi yang sudah operasioanal dan potensial bertambah, saya rasa tawaran pembangunan system pertahanan udara terpadu yg pernah disampaikan Rosoboronexport sangat pantas dipertimbangkan TNI/pemerintah. Pertahanan Russia mengikuti perkembangan ancaman teknologi US/Barat, untuk Indonesia sangat pas mengingat adanya ancaman teknologi US/Barat di utara (Sing) dan Selatan (Au)

    •  

      @ nowyoudont
      Setuju ane ama pendapat ente,kita kasih kontrak aja ke rusia biar mereka yg merancang pertahanan udara kita,tanpa meremehkan kemampuan hq china,ane rasa klo masalah pertahanan udara jgn yg tanggung2,lgsg yg asli jgn yg kw2,rusia trbukti lebih unggul dr usa dlm bidang pertahanan udara,ane rasa buk m2 sama s300 udh lebih dr cukup buat mengcover wilayah udara kita,..
      Bung now,bung danu,bung satrio,bung melektech dan bung2 yg lain,ane mau tanya denger2 slh satu alesan usa segen suriah krna prnh kejadian rudalnya di tembak jatuh SAM nya rusia ya? Ada yg tau ????
      Untuk bung diego,selamat yah,skrg warjagnya tambah ramai

      Terimakasih
      Salam

      •  

        Nambahin usul saja
        Karena anggaran TNI tidak banyak bagaimana bila untuk Obvit kapasitas besar baik itu milik BUMN dan perusahan swasta misal seperti kilang minyak,tambang,PLTU,PLTA dll
        DIWAJIBKAN membeli sisitim pertahanan titik diobvitnya masing masing.
        bisa dengan membeli semacam satu bateray Oerlikon Skyshield (kombinasi auto twin canon 35 mm dengan rudal anti seragan udara jarak pendek (kemungkinan 2 x 4 peluncur),
        dan nanti operatornya bisa dari TNI AU dan terintegrasi dengan sistim pertahanan udara nasional

        OBVIT diminta ikut partisipasinya dengan mempunyai inventory pertahanan titik sehingga bila ada kondisi perang paling tidak mereka bisa ikut mengamankan investasinya.
        saya rasa perusahaan tambang dan kilang minyak gak ada masalah dengan dana pengadaan nya
        misal makai oerlikon Harga enam baterai Oerlikon Skyshield (sistem radar, senjata, pemeliharaan dan training) diperkirakan 113 juta Euro.
        Satu obvit cukup 1 bateray paling butuh sekitar 20 juta euro tuk melindungi investasinya yang jauh lebih mahal.

        Just IMHO

        •  

          Ide bagus, supaya tidak memberatkan perusahaan tsb. pengadaannya dengan skema multi years, mungkin juga merupakan prosentase dari dana CSR.

          Jika sekarang dana CSR mereka X, kedepan dibagi, 0.75X CSR dan 0.25X CDR (Corporate Defense Responsibility).

          Setelah Skyshield terbeli. CSR balik lagi ke X.

        •  

          Hu’um…tambahan usulan, untuk jenis arhanud (pendek-menengah) PEMDA dimintain kontribusi dalam APBD – nya (daripada jadi ajang Lomba Korupsi Daerah).
          anggap z berkhayal 1 Pemda menyumbang 1batre arhanud…toh pertahanan adalah hajat bersama. NKRI akan memiliki pertahanan yg lumayan.:)

      •  

        Saya denger begitu, tapi beritanya dari sumber lokal timur tengah dan tidak dikonfirmasi baik oleh pihak Russia maupun US.

        Pernah denger Russia melaorkan ada USS yang meluncurkan rudal jarak jauh kan? menurut rilis resmi pihak Russia kemungkinan itu rudal untuk pengecekan cuaca dll alias persiapan penyerangan. Namun menurut sumber “insider” sebenarnya 2 rudal itu ditembak jatuh oleh kapal perang Russia yang sudah ada di sana.

        Selain itu juga Suriah mendapat banyak payung udara produk Russia. Negara macam US biasanya ngebom dulu jarak jauh sampai kekuatan utama lawan hancur baru kekuatan pendudukan/darat berani masuk penuh gaya dengan kecamata hitam plus gadget tempur lainnya. Tanpa didahului serangan awal jarak jauh via laut dan udara maka korban di pihak US akan sangat banyak, bukan tidak mungkin bisa dihancurkan. Konon itu alasannya US ragu, dan ketika Russia keudian mengirimkan kapal perang tambahan dan ancaman akan membela Suriah US kemudian mundur teratur.

        Beberapa bulan kemudian Mr.Putin didaulat menjadi orang paling berpengaruh di dunia dan Obama ada di posisi kedua.

        SBY? :mrgreen:

      •  

        Syria bagi Rusia adalah masalah prinsip, dan AS mundur bukan karena masalah teknis seperti rudal tetembak. Putin pasang badan, dan mengirimkan artikel ke New York Times, “A Plea for Caution From Russia” dimuat September 11, 2013 (perhatikan tanggalnya). Petikan artikel ini ada di thread ‘Vladimir Putin Ancam Balik Barack Obama’ -8/9/13. Kalau dicermati, ancamannya serem (duel Rusia – AS) tapi dikemas dengan kata2 santun terukur, iron fist in a velvet glove.

        Kalau ingin lebih mendalami konteksnya, bisa googling dengan phrase ini: syria putin draws the line in sand.

  7.  

    barusan sekilas liat berita di stasiun TV, ada berita tentang radar canggih buatan anak bangsa yg mampu memonitor pergerakan pesawat di seluruh dunia..
    apa bener tu?
    CMIIW..

  8.  

    Dari komen anda kelihatan sekali bahwa attitude anda dibawah rata2….

  9.  

    semoga sebelum pemerintahan SBY selesai payung hukum mengenai kebijakan MEF telah selesai dan bersifat mengikat untuk diteruskan oleh pemerintahan selanjutnya.

  10.  

    beliaunya bukan menjaring konstituen tetapi menjaring ikan syukur2 burungnya juga ketangkap.

    •  

      lebih mantap lg tuh….semoga dapat ikan sekelas blue marley atau minimum sekelas yellow fintuna. kalau untuk burung ababilnya sudah pasti ketangkap, wong tuh burung sudah disiapkan di sangkarnya…mantaplah…

  11.  

    Bung Surya emang mau kemana?? kok ampe lama padahal ane seneng banget lho baca koment dan ulasan anda

  12.  

    maksudnya ADS-B, tapi ngomong-ngomong jangkauan radar tersebut berapa jauh ya?? bagi yang tau mohon disuguhkan monggo… maaf keluar bahasan di atas

  13.  

    kmrn ngetik panjang2 di bahasan Australia melanggar kedaulatan pas dienter malah hrs daftar …heheheee ….malas ngetik lagi.
    Bung Diego bkn bermaksud nge-junk ini ya …tp memang yg posting hrs dibatasi terutama terkait dgn attitude/sikap dlm berdiskusi ….agar lebih enak membaca ulasan2 ataw wacana/berita ataw share2 dan ide2 di warjag ini.
    MEF 2 lebih mendebarkan, ulasan suhu2 diatas mantap …. yg saya tunggu adalah kabar/berita akuisisi SAM jarak menengah/jauh.
    Btw setelah foto lirikan SBY menjadi “satu2nya dan ikon” akuisisi Kilo dan Amur class ….akankah foto pak marsetyo jg menjadi ikon yg sama ?
    Jamaah Kilo bertahun2 menyandang predikat HOAX ….dan kesabaran akhirnya membuahkan hasil….smoga frigate Rusia kali ini bernasib sama dgn Kilo kita, amin.

  14.  

    jangan-jangan bung Surya ini bang TB anggota komisi 1..hehehehe
    piss bang,moga terplih lagi

  15.  

    aneh.. kalo surya muncul, saya jadi inget Tri Dianto.. :mrgreen:

  16.  

    bung satrio…
    Bagaimana kabar klewang II,denger” awal bulan januari 2013,kog skrg januari 2014 tidak ada kabar lagi. Atau emang tidak di publikasikan.

    Apakah klewang hanya akan jadi mitos…/ opini kembali

    •  

      memang gak dipublikasikan (pabriknya lundin pun diberi pagar tertutup dan dijaga.)
      Agak lama munculnya tetapi langsung digarap 3 unit sekaligus
      Diharapkan nanti pas parade 5 oktober 2014 ada satu yang ikut
      cmiiw

      •  

        wah wah 3 unit sekaligus melaut.. Berarti pemerintah sudah sadaar . Gak sia” klewaang terbakar. Ada hikmah di balik semmua itu…
        Sukur deh. Kalao 3 skaligus.
        Di tunggu berita selajutnya… Dari fregat klewang bisa jadi destroy klewang…..
        Thanks bung@ satrio

      •  

        Di thread ‘KCR-60 Diluncurkan PT PAL”, 18/12/13, ada yang nulis seperti di bawah dan saya tanggapi,

        …dulu KRI Kelewang bukan karena disabotse tapi karena kebodohan sendiri, ngga usah nyari kambing hitam lah…

        danu says:
        December 18, 2013 at 9:16 pm
        kalau percakapan ngalor ngidul lewat hp aja disadap, kenapa senjata dengan design revolusioner tidak disabot pasukan katak negara tetangga yang diantar KS?

        kalaupun ada keteledoran, adalah membiarkan galangan Lundin tidak dijaga
        (mungkin sekarang dijaga Marinir atau malah Denjaka? tidak ada kabar lagi tentang pengganti Klewang, padahal Lundin bilang pembuatan yang ke 2 akan lebih cepat karena lebih menguasai prosesnya – ini mungkin karena tingkat kerahasiaan yang sekarang jauh lebih tinggi, belajar dari kejadian sebelumnya?)

        ==================================

        Sumpah saya gak pernah main ke Banyuwangi lho… 🙂
        Kemarin disinggung radar berjangkauan sangat jauh yang dapat memonitor posisi kapal2 kita, sehingga ada yang tahu sedang tidak ada patroli dan bisa merapat ke P. Roti.
        Merapat ke Banyuwangi tentunya juga bisa…
        Keping2 jigsaw puzzle silakan dirangkai.

      •  

        kayaknya klewang memang tengah digarap..mbak audrey pun kemarin sempat upload foto klewang jilid II

  17.  

    wah…tambah seru forum ini. begitu ada isu yang berkembang, kita jadi tahu benang merahnya. Nah, kepada virtuoso 2x warjag…mr.diego, melektech, bung satrio atau bung danu..bagaimana perkembangan senapan modular pindad…kabarnya kok berkiblat ke senapan arx 160 beretta ya…maaf kalau keliru. Berkaitan dengan isu infanteri modern..?

  18.  

    Bung surya mau ikut latgab juga ya?

  19.  

    Wah om satrio skrng lebih sering disini..

  20.  

    rakyat indonesia ingin MABES dan KEMENHAN TNI ambil hibah 10 kapsul dari bung rusie yaitu 5 kiloklav dan 5 amurklav, beli baru 2 lada di tambah pesan sama bung rusie kapal destroyer dan kapal jenis KRI IRIAN. beli juga KAPAL INDUK bekas. pesawat tempur su 35 series, jangan coba2 TNI beli pesawat tempur lagi dari barat kena EMBARGO terus.

  21.  

    barat yg berusaha bgm caranya agar tni pake alat militer mereka…kita harus berjuang di warjag..karena pemerintah sby akan berakhir…jgn sampe pemerintahan selanjutnya dapat dibeli oleh barat….standar alat militer tni 70% rusia 20% eropa 10% us..

  22.  

    Keliatannya rencana pengganti F5 (Su35?) masuk rensta 2 (2015-2020)
    “The Indonesian Defense Ministry wants to buy 16 new fighter jets between 2015 and 2020 to replace the F-5,” RIA Novosti-08/01/2014

    Bagaimana dengan Kilo class? apa masuk rensta 2? Jika demikian maka prediksi 40% pencapaian MEF 2014 belum terasuk Su35 dan Kilo class, dan MEF 100% belum akan cukup menjadikan Indonesia kekuatan regional. Jika MEF beres 2019/2020 harus ada program pasca MEF agar Indonesia setidaknya mampu menyeimbangkan kekuatan dengan Australia

    Prediksi kekuatan jet tempur LIFT/light/heavy TNI AU dalam beberapa tahun ke depan:
    -2 squadron F16 (atau 3 sqn jika ada batch 2)
    -1 squadron Su27/30
    -1 squadron Su35 (?)
    -1 squadron LIFT (T50)

    Apa memang hanya akan ada 5 squadron pesawat tempur jet? Masih minim terutama jika membandingkan jumlah squadron berbanding beban luas wilayah dgn negara tetangga.

    •  

      Kecuali jika issue 44 unit Gripen juga terealisasi

    •  

      bung@ nowyou
      bagaimana dgn ifx dan kfx. Di mef ketiga sudah akan muncul.(bila tidak gagal) itu juga salah satu penunjang kekuatan udara indonesia masa depan.meskipun ada srikandi yg masih samar” dalam terawang alutsista.

      Sekiranya kalau mengandalkan 5skuad spt list bung nowyou diatas itu masih kurang.tapi semua tergantung dari APBN, dan pemerintah selanjutnya..

      •  

        Itu cuma pandangan awam saya bung @patech 😀 dan saya pikr IFX/KFX belum jelas kapan akan terealisasi, prototype saja belum

        •  

          Jika ada kabar akan segera masuk lini produksi maka sudah cukup aman memasukan 3 squadron IFX dalam prediksi, belum jelas nanti jadinya light atau heavy fighter. IMO- Kepastian/kecenderungan kelas IFX (single atau double engine) bisa mempengaruhi pembelian pesawat saat ini, tergantung strategi TNI AU

        •  

          Dan di masa IFX operasional jumlah squadron jet tempur mungkin tetap atau bahkan berkurang berkurang karena F16 memasuki masa pensiun (dan mungkin juga sebagian Su27/30 batch awal)

    •  

      Maaf Bung Now, 25 buah Hawk 209-nya kemana ya kok nggak ada penggantinya. Bukannya T50 buat pengganti 13 buah Hawk 53/109 (trainer saja)?

      •  

        Bung @The Great, sengaja pesawat tua ga dimasukin 🙂 cuma gambaran bagaimana squadron tempur TNI AU, tidak terlalu dekat hingga memasukan F5 dan Hawk, tapi juga tidak terlalu jauh hingga memasukan IFX dan Pakfa/F35. Minimal sampai kemungkinannya terlihat jelas. Sebenernya kan F5 kita saja katanya masih akan mampu operasional sampai 2020.

  23.  

    Lho…mo kemana….? Jangan2 lagi survey alutsista nih. S300/400/500? Itu blm ada beritanya. BTW, selamat ketemu kembali di Mei 2014. Sukses. Pulang bawa kabar bagus S300/400/500 ya.

 Leave a Reply