Oct 242014
 
Jet Tempur  Gripen (Photo: MatthiasKabel)

Jet Tempur Gripen (Photo: MatthiasKabel)

Brasil dan Argentina memulai negosiasi atas pembelian pesawat tempur Gripen desain Swedia yang akan diproduksi di Brasil. Keputusan ini disampaikan di Brasil setelah kunjungan Menteri Pertahanan Argentina Agustín Rossi.

Menteri Pertahanan Brasil mengatakan pembicaraan atas kemungkinan pembelian 24 Gripen yang diproduksi di Brasil, tidak hanya soal pembelian tetapi juga partisipasi Argentina dalam produksi pesawat rancangan Saab tersebut.

“Kesediaan kita untuk bekerja sama dengan Argentina, tetangga dan sekutu kami, adalah total,” kata Menteri Pertahanan Brasil Celso Amorim. Brazil dan Argentina sudah bekerja sama dalam sejumlah proyek pertahanan dan selama kunjungan Menteri Pertahanan Argentina ini, ditandatangani kesepakatan kerjasama baru untuk memperkuat hubungan antara industri pertahanan kedua negara.

Brazil diperkirakan akan menandatangani perjanjian dengan Swedia akhir tahun ini untuk pengadaan sebanyak tiga lusin pesawat tempur multi-peran Gripen buatan Saab, dengan ketentuan transfer teknologi dan manufaktur lokal. (Asian Defence News).

  48 Responses to “Argentina dan Brasil Garap Gripen”

    • Alhamdulillah akhirnya pertamax jg. saking semangtatnya sampe keliru nulis nama. Hehehe

      Indonesia kapan ya bisa joint produksi bareng jin Rafa / Ef Typhoon.

      Bakar menyan ah biar sesepuh pada nongol, jgn di sebelah terus. :mrgreen:

      selanat menjalankan ibadah sholat jum’at bagi warjager yg menjalankan.

    • semoga saja dalam kepemimpinan pak jokowi 2014-2019 ada penambahan alutsista sbb:

      – 016 pesawat tempur Typhoon ….. Tot dengan PT. Dirgantara Indonesia ( PT.DI )
      – 016 pesawat tempur sukhoi 35

      – 003 Drone Global Hawk
      – 032 Drone Buatan Dalam Negeri / kerjasama : ( PINDAD, LAPAN, LEN, PT.DI, BPPT )…
      – 006 Pesawat Deteksi dini / Radar CN 294 AEW

      – melengkapi 1 skuadron pesawat patroli maritim CN.235
      – melengkapi 1 skuadron pesawat patroli maritim CN 295

      – melengkapi 2 skuadron pesawat angkut berat C-130
      – melengkapi 3 skuadron pesawat angkut sedang CN-295 ( PT.DI )

      – melengkapi 1 skuadron heli tempur Aphace
      – 16 heli tempur berat KA-50 BLACK SHARK
      – 24 heli tempur sedang / angkut personil black hawk

      – melengkapi 6 skuadron heli angkut / tempur ringan BELL 412- EP ( PT.DI )
      – melengkapi 2 skuadron heli anti kapal selam AKS tiger Daupin AS-365 ( PT.DI )
      – melengkapi 2 skuadron heli tempur ringan Fennec As 550

      ==============================================================

      – 10 KRI – KS Kilo Class
      – 03 KRI – KS Amur Class
      – 03 KRI – KS Lada Class

      – 02 KRI – Destroyer Class
      – melengkapi menjadi jumlah 20 KRI – Frigat Class ….
      – melengkapi menjadi jumlah 100 KRI – Korvet Class

      – melengkapi KCR- 40 menjadi jumlah 45 KCR … ( update teknologi berkala )
      – melengkapi KCR- 60 menjadi jumlah 45 KCR … ( update teknologi berkala )
      – melengkapi KCR Trimaran menjadi jumlah 15 KCR Trimaran ( update teknologi berkala ).
      – melengkapi KPC menjadi jumlah 100 KPC … ( update teknologi berkala )
      – 100 Kapal Bantu Patroli ukuran kecil ( max. 25 personil ) .. kec. max. 40 knot …………

      =================================================================

      – 100 unit tank amfibi BTR 82A
      – melengkapi menjadi jumlah 100 tank amfibi BMP – 3F

      – melengkapi menjadi jumlah 300 MBT leopard-RI
      – melengkapi menjadi jumlah 500 Anoa
      – 50 Anoa Amfibi // ( PT. PINDAD )

      – 100 kendaraan rudal @ 4 tabung peluncur rudal Yakhont .. varian darat beserta amunisi.
      – melengkapi hingga jumlah 100 unit Astros MK-6 + berbagai varian amunisi..
      – melengkapi hingga jumlah 200 unit kendaraan roket R-Han @ 16 tabung peluncur, ..beserta amunisi berbagai varian kerjasama PT.PINDAD, DHAHANA, BPPT, dll

      – 50 kendaraan BUK M2 @ 4 tabung peluncur + amunisi ( pertahanan udara jarak sedang )

      ……..harap-banget-puol.com

  1. Nyoba lg!!!
    Piye..iso mlebu raa??

  2. Kapan kita TOT pes pur sambil nunggu IFX ?

  3. Cepat tanggap dengan kesempatan yang ada.

  4. 10 besar

  5. hehehehe lumayan

  6. Cocok untuk amerika selatan tpi ngak cocok untuk indonesia karena alasan politik

  7. di ambil negara lain yaa aku sihh rapopo..

  8. Sangat Menarik tawaran yang diberikan Saab ke Brazil, apalagi untuk indonesia yang sedang gemar dengan ToT.
    Semoga di MEF II dilakukan pembelian dua skuadron Gripen E/F. Dengan mesin F414 yang kemungkinan digunakan di KFX/IFX akan menyederhanakan jenis mesin di masa depan, kita juga bisa melisensi mesin atau minta ToT mesin. Gripen juga mampu menggotong RBS15F yang akan menjadi momok menakutkan bagi kapal musuh. Kemampuan superioritas udara yang mumpuni dan biaya operasional yang murah jadi nilai plus tersendiri. Yang paling menarik adalah integrasi tiga matra menjadi satu sistem sehingga ketiga matra bisa saling berkomunikasi, sangat berguna untuk Indonesia yang luas ini.
    Memang Gripen E/F kemampuan dalam menggotong senjata dan daya jangkau masih dibawah flanker family. Selain itu biaya yang diperlukan juga tidak sedikit.
    Tapi kalau tidak memulai dari sekarang, Indonesia akan selalu tertinggal dari negara2 lain……..

    Majulah Indonesiaku

    • Brapa harga / unit bg? Mana lbh murah ama S35? Nggak msk itungan ama pejaten.slm hngt.

      • Gripen E/F harga per unitnya sekitar $ 100 jt sedangkan SU 35 $ 85 jt. Mungkin terlihat mahal harga per unitnya, namun dalam pemakaian jangka panjang, harga pembelian ditambah dengan harga maintenance dan operasional jangka panjang ToT, Gripen E/F akan relatif lebih murah dibanding SU 35. Sedangkan SU 35 harganya mungkin lebih murah, tetapi biaya operasional yang tinggi akan membebani anggaran. Kita memang butuh SU 35, tetapi dalam jumlah yang tidak banyak mungkin 32 unit Selebihnya light/medium fighter .Lagipula kebanyakan alutsista indonesia berstandar NATO, sehingga akan mudah diintegrasikan dengan alutsista NATO lainnya. Faktor lain yang jadi poin plus Gripen yang tidak dimiliki SU 35 adalah Saab berani memberi offset 100% kepada Indonesia.
        Tawaran offset 100% ini artinya adalah bahwa SAAB akan mengembalikan 100% dana pembelian Gripen E/F dari Indonesia dalam berbagai bentuk seperti Transfer of Technologi ke Industri pertahanan Indonesia, pemberian Beasiswa mahasiswa Indonesia untuk belajar di Swedia, serta investasi lainnya di Indonesia. Tawaran offset dalam bentuk transfer of technologi ini bisa saja bekerja sama dengan PT Dirgantara Indonesia untuk (misalnya) memproduksi komponen Gripen E/F, teknologi perawatan dan lainnya.
        Untuk masalah tawaran offset dari SAAB ini tampaknya bukanlah isapan jempol karena sudah terbukti pada negara lain yang membeli Gripen. Sebut saja tetangga dekat Indonesia, yaitu Thailand yang membeli 12 unit Gripen C/D dan 2 unit pesawat AEW&C. Dalam kesepakatan offsetnya, Thailand akan menerima bantuan tenaga ahli dirgantara swedia senilai 100 Year-Man yang akan membantu Thailand mengembangkan industry dirgantaranya. Selain itu, Thailand juga diberikan akses untuk memperoleh source code software inte dalam pesawat Gripen C/D sehingga Thailand bisa mengembangkan, mengupgrade dan memodifikasi software tersebut sesuai dengan kebutuhan Thailand kedepannya.

        • mantap bung RH, sekalian numpang nanya sama suhu2 dsni, ada hal yg sebenarnya mengganjal dr kmaren2…hehe

          katanya PT DI butuh ToT dr pesawat yg punya mesin dgn daya dorong besar untuk pengembangan IFX di masa depan…nah gimana nih, kalau seandainya aja kita beli Gripen, Rafale atau Thypoon apa gak masalah dengan rencana PT DI sndri?apa hnya dgn mesin milik Gripen/Rafale/Thypoon udah cukup?
          (untuk skenario klo pemerintah mutusin gak jd ambil SU-35)

          • Sulit memang untuk menandingi AL-41F yang memiliki daya dorong 180kN sementara kandidat lain masih dibawah 100kN, tapi kemampuan AL-41F masih belum teruji (baru dipakai disekitar 40 pesawat) tidak seperti AL-31F yang sudah diaplikasikan di SU 27/30.
            Saya rasa Gripen yang menggunakan mesin F-414 yang punya daya dorong 97kN cukup mumpuni untuk digunakan IFX NG, apalagi kalau Indonesia mendapat lisensi mesin atau ToT, sehingga bisa menambah daya dorongnya

  9. Apa sih deterent nya Gripen NG?
    Ada Gripen ada IFX. Masa kita bikin 2 lini produksi pespur yang sama kelasnya. Mubazir kan. Kalo mau Gripen dan pengembangannya ya tutup aja KFX/IFX. Ga tau kalo pemikiran elit militer di pusat sana.

    • benar bung kobu@, hendaknya indonesia fokus pada lini produksi IFX. jangan anggaran yang terbatas di bagi lagi menjadi 2,

      semoga IFX secepatnya bisa terwujud. agar bisa terjawab keraguan sebagian putra-putri bangsa ini.
      salam hangat dari kiluan buat anda bung kobu.

    • link ini dapat menjawab pertanyaan bung kobu, analisismiliter.com/artikel/part/91/Pesawat_Tempur_Gripen_EF_Sebagai_Pengganti_F-5_TNI_AU

  10. Sakitnya tuh disini….

  11. Gak apa. Kelihatannya griben dah dilikuidasi dari list. Komponen dari beberapa negara menyulitkan untuk dipegang. beda klo full dibuat satu negara. Daya gentarnya juga kurang dibanding tiphon, su-35 n rafael. Yang penting fokus ke KFX-IFX karena satu level dgn Griben.

  12. Untuk 5 tahun kedepan nampak nya TNI-AU dan kemenhan masih akan fokus utk kejar kuantitas terlebih dahulu utk menutup lubang2 wilayah udara NKRI yg belum tercover oleh Skudron2 TNI-AU saat ini

  13. Sepertinya semua negara maju/berkembang akan membuat alutsista/pesawat tempur sendiri,,baik dengan system ToT maupun dgn RnD..agar tidak sepenuhnya bergantung pda beli dari negara lain..dan mengurangi efek politik dan resiko embargo di kemudian hari..dan semoga Nkri jg bisa mandiri dalam bidang ini…

  14. Ministry of Industry and Trade confirmed that it is planned to deliver up to 15 Sukhoi Superjet 100 aircraft to Indonesia

    In the network of visit of Russian Minister of Industry and Trade to Jakarta he told the journalists about possible deliveries of SSJ-100 aircraft to the country. Russian party is looking for an Indonesian partner able to support the delivery of up to 15 jets of the type to Indonesia in the near-term, the ministry’s press-service reports.

    “In August 2011 a contract for delivery of 12 SSJ-100 liners to PT Sky Aviation (Indonesia) was signed at MAKS-2011 airshow. The deal was valued at $380,4 million. In the network of this contract Sukhoi Civil Aircraft Company (SCAC) delivered three aircraft of the type to Indonesia: the first one – in February, second one – in August, third one – in December. At the same time Indonesian pilots and maintenance personnel have undergone training at SCAC training center. Thus in 2011-2013 Russian party fulfilled all the contract terms and met the delivery schedule. Meanwhile, in 2013 the Indonesian partner PT Sky Aviation experienced financial difficulties and later suspended flights. The carrier has pending debts connected with leasing payments, payments for fuel and insurance”, – the ministry added.

    Production of MS-21 components may be launched in Indonesia

    Russian Minister of Industry and Trade visited Indonesia and met with the Chairman of the House of Regional Representative of Republic of Indonesia, Irman Gusman, press-service of the Russian Ministry of Industry and Trade reports.

    Denis Manturov thanked Irman Gusman for taking part in development of cooperation between the countries. «Such a great number of delegations visited the president’s inauguration; this fact confirms the high level of multilateral relations between Indonesia and countries of Southeast Asia» – the Minister noted.

    During a meeting with representatives of Indonesian Chamber of Commerce and Industry held in Jakarta Denis Manturov said that Russia is ready to develop cooperation with its Indonesian partners. In particular, the parties discussed the possibility of purchasing Be-200 amphibian aircraft, which has proven its worth during fire-fighting operations. Indonesia may also launch production of MS-21 components in its territory, the ministry noted.

    http://engineeringrussia.wordpress.com/

  15. absen

  16. komenya pada ngalor ngidul 😀 :mrgreen:

  17. Kalo aku po po…
    Ngilunya di sini…

  18. semoga saja dalam kepemimpinan pak jokowi 2014-2019 ada penambahan alutsista sbb:

    – 016 pesawat tempur Typhoon ….. Tot dengan PT. Dirgantara Indonesia ( PT.DI )
    – 016 pesawat tempur sukhoi 35

    – 003 Drone Global Hawk
    – 032 Drone Buatan Dalam Negeri / kerjasama : ( PINDAD, LAPAN, LEN, PT.DI, BPPT )…
    – 006 Pesawat Deteksi dini / Radar CN 295 AEW

    – melengkapi 1 skuadron pesawat patroli maritim CN.235
    – melengkapi 1 skuadron pesawat patroli maritim CN 295

    – melengkapi 2 skuadron pesawat angkut berat C-130
    – melengkapi 3 skuadron pesawat angkut sedang CN-295 ( PT.DI )

    – melengkapi 1 skuadron heli tempur Aphace
    – 16 heli tempur berat KA-50 BLACK SHARK
    – 24 heli tempur sedang / angkut personil black hawk

    – melengkapi 6 skuadron heli angkut / tempur ringan BELL 412- EP ( PT.DI )
    – melengkapi 2 skuadron heli anti kapal selam AKS tiger Daupin AS-365 ( PT.DI )
    – melengkapi 2 skuadron heli tempur ringan Fennec As 550

    ==============================================================

    – 10 KRI – KS Kilo Class
    – 03 KRI – KS Amur Class
    – 03 KRI – KS Lada Class

    – 02 KRI – Destroyer Class
    – melengkapi menjadi jumlah 20 KRI – Frigat Class ….
    – melengkapi menjadi jumlah 100 KRI – Korvet Class

    – melengkapi KCR- 40 menjadi jumlah 45 KCR … ( update teknologi berkala )
    – melengkapi KCR- 60 menjadi jumlah 45 KCR … ( update teknologi berkala )
    – melengkapi KCR Trimaran menjadi jumlah 15 KCR Trimaran ( update teknologi berkala ).
    – melengkapi KPC menjadi jumlah 100 KPC … ( update teknologi berkala )
    – 100 Kapal Bantu Patroli ukuran kecil ( max. 25 personil ) .. kec. max. 40 knot …………

    =================================================================

    – 100 unit tank amfibi BTR 82A
    – melengkapi menjadi jumlah 100 tank amfibi BMP – 3F

    – melengkapi menjadi jumlah 300 MBT leopard-RI
    – melengkapi menjadi jumlah 500 Anoa
    – 50 Anoa Amfibi // ( PT. PINDAD )

    – 100 kendaraan rudal @ 4 tabung peluncur rudal Yakhont .. varian darat beserta amunisi.
    – melengkapi hingga jumlah 100 unit Astros MK-6 + berbagai varian amunisi..
    – melengkapi hingga jumlah 200 unit kendaraan roket R-Han @ 16 tabung peluncur, ..beserta amunisi berbagai varian kerjasama PT.PINDAD, DHAHANA, BPPT, dll

    – 50 kendaraan BUK M2 @ 4 tabung peluncur + amunisi ( pertahanan udara jarak sedang )

    ……..harap-banget-puol.com

  19. Gripen NG (Sukhoi Su-35 Hunter Killer) Saab JAS 39
    https://www.youtube.com/watch?v=5vl8Uah1Exk

    Wow.. Slogan yang terlalu PEDE atau hanya iming2 marketing 🙂
    Btw Animasinya kereeeenn Bangeeeeet…..

  20. itu bukan sama su 35 bung sapu tpi sama su 27….

  21. Ogah ahh Gripen…daya gentarnya kurang, jeroannya gado-gado,harga beli mahal diawal (walau maintenance rendah), pengganti F5 yg notabene interceptor dan fungsi air superiority mah SU 35 BM 1 skuadron, kalau GRIPEN mah kelasnya sama sama KFX/IFX, sambil nunggu IFX jadi harap sabar…mending IFX diperbanyak…dgr2 dpt jatah 50 biji dlm TOT

  22. jelasjelas F5 2015 pensiun, SU 35 aja AU nya RUSIA masih indent, apalagi PAKFA? masih lama kelles..RUSIA bikin pesanan AU nya dulu…yg paling masuk akal adalah SU 35, saya fikir para pilot TNI AU pun lebih PEDE pake SU 35 dengan jangkauan radar IRBIS nya yg ADUHAI..

 Leave a Reply