Jan 132017
 

Israel Aerospace Industries (IAI) sejauh ini telah mengekspor 40 unit pesawat tempur Kfir Blok 60 upgrade, dan berencana untuk merakit dan upgrade 12-14 unit lain untuk Argentina.

Sumber mengatakan negosiasi rencana penjualan ke Argentina sepertinya akan dilanjutkan, setelah dua putaran pembicaraan sebelumnya tidak menghasilkan kesepakatan.

Sumber dari Amerika Latin mengatakan nilai kesepakatan yang diusulkan adalah batu sandungan utama, tapi itu “bukan satu-satunya”.

Kfir Blok 60 adalah versi terbaru dari pesawat tempur, yang meliputi mesin J-79. Ini juga mereset jam terbang pesawat kembali ke nol setelah perbaikan total, dan akan memberikan 1.600 jam terbang berikutnya sebelum overhaul dilakukan.

Upgrade pesawat tempur akan didukung radar AESA Elta 2032, dan akan memiliki arsitektur terbuka yang akan memungkinkan pelanggan untuk menginstal sistem lain.

Menurut Elta, radar akan menyediakan seluruh aspek, melihat darat, kinerja penembakan, mengoperasikan multi-mode secara simultan misi udara-ke-udara dan serang darat canggih.

Jet Kfir saat ini dalam pelayanan dengan angkatan udara Kolombia, Ekuador dan Sri Lanka.

Angkatan udara Kolombia telah mengupgrade jet Kfir ke level yang ada, dijuluki C-10/12, yang mencakup radar Elta EL/M-2032, sebuah pod penargetan Litening buatan Rafael, kokpit dengan layar warna, dan sistem pengisian bahan bakar udara.

Sumber: Flight Global

Kfir yang berarti “Anak Singa” adalah pesawat tempur multirole (multiperan) yang dibangun di Israel berdasarkan modifikasi airframe dari Dassault Mirage 5 buatan Perancis, dengan avionik dan mesin turbojet General Electric J79 buatan Israel.

  • Peran: Fighter-Bomber
  • Negara Asal: Israel
  • Pembuat: Israel Aircraft Industries
  • Terbang Perdana: Juni 1973
  • Diperkenalkan: 1976
  • Status: Aktif
  • Pengguna Utama: AU Israel (sejarah); AU AS (sejarah); AU Kolombia; AU Sri Lanka
  • Jumlah Dibangun: 220+
  • Harga Unit: US $ 4.500.000

Spesifikasi Umum

  • Kru: 1 orang
  • Panjang: 15,65 m
  • Bentang Sayap: 8,22 m
  • Tinggi: 4,55 m
  • Wing area: 34,8 m²
  • Berat Kosong: 7,285 kg
  • Berat Terisi: 11,603 kg dengan 2 x 500 L drop tank, 2 x AAM
  • Berat Takeoff Maks.: 16,200 kg
  • Mesin: 1 × General Electric J-79-J1E turbojet buatan Bedek
  • Daya Dorong Kering: 52,9 kN
  • Daya Dorong Afterburner: 79,62 kN

Performance

  • Kecepatan Maks.: 2,440 km/jam (2 Mach) diatas 11,000 m
  • Radius Tempur: 768 km
  • Servis Ketinggian: 17,680 m
  • Kecepatan Menanjak: 233 m/detik

Persenjataan

  • Tembak: 2 × 140 butir Kanon DEFA 553 30 mm buatan Rafael
  • Roket: Matra JL-100, berisi 19 × roket SNEB 68 mm dan 250 liter bahan bakar
  • Rudal: 2 × AIM-9 Sidewinders atau Shafrir atau Python; 2 × Shrike ARM; 2 × AGM-65 Maverick ASM
  • Bom: 9 cantelan dengan kapasitas 5,775 kg, dapat dipasang bom Mark 80, LGB Paveway, LGB Griffin, SMKB CBU TAL-1 atau CBU TAL-2, BLU-107 Matra Durandal, pod pengintaian atau Drop tank

JakartaGreater

Peminat manga, anime, gadget, sains & teknologi, sosial-politik dan militer
Link medsos ada dibawah
– Facebook
– Google Plus
– Twitter

Artikel Terkait :

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)