Feb 132017
 

WASHINGTON – Dengan semakin bertambahnya tes rudal Korea Utara, Angkatan Bersenjata Amerika Serikat (US Army) akan meningkatkan kehadiran sistem pertahanan udaranya di Asia, dengan penyebaran Terminal High-Altitude Area Defense (THAAD) dan radar AN/TPY-2 di Jepang untuk meningkatkan pertahanan rudal balistik di wilayah tersebut. (Army Recognition)

Sejak Kim mengambil alih Korea Utara pada akhir 2011 setelah kematian ayahnya, Kim Jong-il, negara itu telah melakukan dua uji coba nuklir. Mereka juga telah meluncurkan lebih dari 120 rudal.

Peluncuran itu dua kali lebih banyak dibandingkan masa ayah dan kakeknya, Kim Il-sung, menurut Jenderal Vincent Brooks, Komandan pasukan AS di Korea Selatan.

“Ini sangat jelas ke arah mana Kim Jong-un menuju dan itu adalah untuk memiliki persenjataan lengkap yang mampu menahan Amerika Serikat dengan tujuan pencegahan (deterrence), tetapi juga sebagai diplomasi yang koersif”, katanya pada hari Selasa, 7 Februari.

Sebagai tanggapan atas hal tersebut, Angkatan Bersenjata AS berencana untuk menggelar baterai Terminal High-Altitude Area Defense (THAAD) guna melindungi Korea Selatan. Pada bulan Juli 2016, AS telah menempatkan salah satu sistem pertahanan rudal tercanggih di Guam. Baterai THAAD dirancang untuk menembak jatuh rudal yang mendekat.

THAAD adalah sistem anti rudal balistik buatan Amerika yang dirancang untuk menghancurkan rudal balistik jarak pendek dan menengah yang berada dalam fase terminal menggunakan pendekatan hit-to-kill.

Rudal-rudal THAAD memiliki jangkauan 200 km, dan dapat mencapai ketinggian 150 km. Rudal THAAD diproduksi di fasilitas Lockheed Martin, Alabama.

JakartaGreater

Artikel Terkait :

  10 Responses to “AS Akan Menambah Kehadiran THAAD di Asia”

  1. NKRI cukup S400 & S500 aja, klu Amerika kemungkinan gak akan jual ke NKRI.

    • klo indonesia perang ma china, saya yakin USA mau menjualnya.. utk kepentingan mereka juga.. di indonesia

      • Gak juga bung… knp? mereka bakal nunggu NKRI dihancurkan China, sehingga US bisa merebut NKRI tanpa susah payah… kan pangkalan mereka ada di Filipina dan Australia 😛

        • berarti mereka akan berhadapan dgn china tanpa bantuan indonesia,, dan akan mendapatkan perlawanan gerila rakyat indonesia , lebih susah payah lagi donk,,

          di bandingkan ketika indonesia berjuang bersama melawan USA,

          • Kenapa masiih bnyk yg berfikir bahwa cara militer adalah yg paling efektif? Padahal menguasai suatu negara dengan kekuatan militer akan membutuhkan bnyk sumber daya, lalu apa cara yg paling efektif? Dan murah? Yup…. Yaitu proxy war, Ekonomi kita akan dilemahkan, Ideologi kita akan dilemahkan, bangsa kita akan di adu domba dengan unsur SARA dan segala macem,dan setelah nehri kita colaps, lalu munculah “pemimpin boneka” yg bisa dikendalikan oleh asing, dan pada akhirnya “mereka” dpt menguasai suatu negara tanpa mengeluarkan sebutir peluru.

          • aku suka komen bung @jfs, sangat jitu skalee. Makanya kita jgn mudah tergoda isu ras termasuk pelecehan agama. Andai demo kemarin ricuh aku yakin indnesia bakar mulai lumpuh hari itu, membuka kesemptan bagi cina mendatangkan pasukanya atas nama PbB dg alasan demi lindungi wrga keturunanya dan kita melongo saja jadi penonton. Ekonomi kacau, investor kabur, inflasi, devisit melanda.
            Ingat kata bung karno, “Perjuangan kalian akan lebih sulit karena kalian akan melawan bangsamu sendiri, perjuanganku lebih mudah mengusir penjajah.””

        • yup betuuuulll….amer gitu loooh……!!!

          dari dulu amer itu pengin mencaplok indonesia.

          cuma pada ga nyadar aja.

    • Saya sangat meragukan TNI bakal ambil S400 apalagi S500 😀 karena UU mensyaratkan ToT, dan dengan cara beli eceran gak mungkin diberi ToTnya 😛 hahaha

  2. Bangga buat Dwi Hartanto yang mau direkrut untuk penelitian penyempurnaan typoon.
    ” Menurut dia, kunci utamanya adalah harus memiliki interest atau ketertarikan pada bidang yang digeluti. ’’Butuh lebih dari passion,’’ungkapnya.

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)