Feb 152017
 

Serangan udara Amerika Serikat yang dimaksudkan untuk menyerang truk kargo minyak milik ISIS diwilayah Suriah menggunakan persenjataan Depleted Uranium (DU), menurut laporan Foreign Policy.

Angkatan Udara Amerika Serikat (US Air Force) telah melepaskan lebih dari 5.200 amunisi penembus baja menggunakan kanon 30 mm dari pesawat A-10 Thunderbolt (Warthog) dalam misi yang berlangsung pada 16 dan 22 November 2015, kata juru bicara Komando Pusat Amerika Seriakt, Mayor Josh Jacques kepada Airwars dan Foreign Policy.

“Sekitar 250 unit target kendaraan musuh telah dieliminasi selama sortie tersebut”, kata Mayor Josh Jacques.

“Penggunaan DU menyebarkan partikel radioaktif ke udara yang bisa terhirup atau tertelan dapat menyebabkan kerusakan mematikan karena keracunan logam berat atau paparan radiasi internal”, menurut studi dari Universitas Ryukyus di Jepang.

“Pencemaran lingkungan yang terkena radiasi amunisi DU akan terus berlangsung hampir tanpa batas waktu”, kata laporan itu.

“Gambaran memilukan dari anak-anak Irak yang menderita penyakit karena paparan DU merupakan awal dari tragedi yang akan kita hadapi dalam hari-hari ke depan”, menurut laporan tersebut.

Ratusan ribu amunisi DU yang ditembakkan di Irak memicu kemarahan di kalangan masyarakat setempat yang menyebut bahwa taktik perang beracun telah menyebabkan cacat lahir dan kanker, menurut laporan Chicago Tribune.

Lokasi pasti mengenai di mana senjata DU tersebut digunakan belum disebutkan oleh sumber-sumber militer. Kepada Foreign Policy dan Airwars Jacques hanya mengatakan bahwa target yang di eliminasi berada di padang pasir sebelah timur Suriah.

Pada 2015,juru bicara koalisi anti ISIS, John Moore mengatakan bahwa “Pesawat koalisi dan AS tidak pernah menggunakan amunisi depleted uranium (DU) di Irak ataupun Suriah selama Operasi Inherent Resolve”.

Sputnik News

  13 Responses to “Amerika Serikat Gunakan Amunisi DU Lawan ISIS”

  1. Taktik licik asu

    • mas…namanya juga asu……..dimana mana asu selalu jadi biang malapetaka di dunia.
      mas…namanya juga asu……..dimana mana asu selalu jadi biang malapetaka di dunia.
      mas…namanya juga asu……..dimana mana asu selalu jadi biang malapetaka di dunia.
      mas…namanya juga asu……..dimana mana asu selalu jadi biang malapetaka di dunia.

    • amerika iku kalo diibaratkan penjahat ya mirip psikopat. licik, punya wajah dosomuko, hatinya seperti iblis pembunuh berdarah dingin. tidak merasa bersalah atas tindakannya yg merusak tatanan dunia yg tentram, mengaku negara paling demokratis tp nyatanya negara paling tertutup, rasis dan radikal sedunia. mereka menteror masyarakat dunia dg wayangnya ISIS, taliban, dll untuk menguasai kekayaan alamnya. sudah bnyak negeri yg dihancurkannya tanpa mampu melawan. para pejabat disuap, anak2 terlantar, penyakitan, bapak ibunya meninggal, ibu hamil kehilangan suami, kerabat dan rumahnya. yg msh hiduppun entah sampai kapan kuat bertahannya. setiap hari mereka dipaksa menghirup asap yg terkontaminasi zat kimia radioaktif beracun berbahaya sisa amunisi amerika. dunia buta oleh media atau memang acuh tak acuh disengaja, pura-pura tidak melihat asal rating naik saja. membela pun percuma tiada guna, PBB saja tak kuasa. mngknkah ini ujung dari akhir hidup umat manusia?? ataukah msh menunggu sosok pembebas dunia menuju awal yg baru, menundukkan arogansi Amerika.!””

  2. juga dipakai di irak, bom klaster dia larang, bom api juga dilarang, ranjau dilarang, apalagi ya.. eh dia malah pake uranium bekas

  3. ASU emang egois gk mikirin dampak dari senjata yg di gunain dia yg ngelarang tapi dia yg make

  4. Menyerang ISIS anak didiknya sendiri menggunakan limbah nuklir, sebenarnya Holocoust terselubung kepada rakyat Irak dan Suriah. Selagi masih memegang hak Veto di ketoprak humor PBB ya selama itu dia berlagak Sherif dunia ala Cowboy dan Deputinya di Asia Australala jg petantang petenteng!

  5. Coba TNI dipersenjatai amunisi DU buat hajar sparatis.. pasti ASU segera getok palu embargo dengan alasan HAM…padahal kejahatan perang ASU sudah tak terukur. Owalah HAM…HAM…

 Leave a Reply