Feb 242017
 

Para pejabat AS melaporkan bahwa China telah hampir selesai mendirikan lusinan bangunan di pulau-pulau buatan yang ada di Laut China Selatan. Struktur tersebut, menurut laporan, dimaksudkan untuk menampung rudal permukaan-ke-udara (SAM) jarak jauh.

Washington telah secara vokal mengecam bangunan pulau buatan oleh China, dan menyebutnya ilegal. Pada bulan Januari 2017, Rex Tillerson, calon Sekretaris Negara AS, menggambarkan posisi AS pada China dengan mengatakan, “Kami harus memberi sinyal jelas kepada China, yang pertama, pembangunan pulau buatan harus dihentikan, dan kedua, akses China ke pulau-pulau tersebut juga tidak akan diizinkan”.

Gedung Putih akhirnya melunak dan melakukan pendekatan, Presiden Donald Trump juga berjanji untuk mempertahankan kebijakan “Satu China” setelah memanasi Beijing, saat AS melakukan pembicaraan dengan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen pada bulan Desember 2016 lalu.

China mengajukan klaim pada hampir semua pulau dan wilayah perairan di Laut China Selatan dimana Malaysia, Filipina, Brunei, Vietnam, dan Taiwan juga memiliki klaim terhadap wilayah tersebut.

Beijing menolak keras keputusan oleh pengadilan internasional di Den Haag pada bulan Juli 2016 yang menyatakan bahwa China tidak punya hak bersejarah terhadap pulau-pulau tersebut dan telah menyebabkan “kerusakan” pada lingkungan laut.

Struktur beton yang dibangun oleh China di Laut China Selatan memiliki atap yang bisa dibuka, dan ditemukan dalam gugusan Kepulauan Spratly di karang Fiery Cross, karang Subi dan karang Mischief. Para pejabat Amerika yakin bahwa landasan udara militer yang hadir di pulau-pulau tersebut memberikan sinyal adanya eskalasi militer China disana.

Seorang pejabat yang tidak disebutkan namanya mengatakan, “Meski selama ini China membantah membangun kepulauan itu untuk tujuan militer, namun faktanya China telah membangunnya, dan struktur ini tidak lain dan bukan merupakan tempat bagi baterai SAM (rudal permukaan-ke-udara), demikianlah kesimpulan logis kegunaan bangunan tersebut”.

Pejabat itu mengatakan bahwa instalasi tersebut tidak menimbulkan ancaman nyata ke AS, dan ia percaya bahwa hal itu dilakukan untuk menguji respon dari pemerintahan Trump. “Tanggapan logis juga secara politik”, sesuatu hal tersebut tidak menyebabkan eskalasi militer di kawasan strategis yang vital”, katanya.

Bangunan-bangunan tersebut dilaporkan memiliki tinggi sekitar 33 kaki (10 meter) dan panjang 66 kaki (20 meter).

Pada hari Rabu (22/02/2017), Geng Shuang, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, mengatakan ia menyadari gejolak tersebut tapi tidak akan menjelaskan apakah Beijing telah menempatkan rudal pada gugusan karang di Laur China Selatan tersebut.

“China melakukan kegiatan konstruksi normal pada wilayahnya sendiri, termasuk penggelaran fasilitas pertahanan teritorial yang diperlukan dan tepat. Itu adalah hak yang normal di bawah hukum internasional untuk negara berdaulat”, katanya.

Sputnik News

Komentar Facebook :
Bagikan Artikel:

  16 Responses to “AS Sebut China Pasang SAM Jarak Jauh di LCS”

  1. Itulah enaknya jadi negara yang punya kekuatan militer besar dan kuat.
    Negara lain cuma bisa protes.

    • Bukan cuma faktor militer, tapi yg lebih menakutkan itu kekuatan ekonomi chinok, “Dihajar” chinok pake “senjata” ekonomi ajah nih asean bisa klepek2 šŸ˜€
      Bahkan pertumbuhan ekonomi RI pun juga sangat bergantung pada chinok šŸ˜€

  2. katanya tidak ada militerisasi di LCS…
    katanya katanya katanya

    • Apa hendak dikata nasi sudah jadi bubur apakah dipulau tersebut “AKAN” dijadikan perisah dan troop pasukan untuk memulai agresi penjajahan dan pembantaian. sungguh akhir yang gila nantinya. lebih parahnya jika terjadi perang dunia III dimulai di LCS apakah ASIA akan habis…..

      Kapal induk
      Pespur berbagai type
      Kasel dengan berbagai klass
      Kaprang seabrek – abrek jenis
      Troop pasukan ribuan

    • mungkin butuh belajar pengalaman lebih dari seabad lalu
      antara kerajaan Britania raya dan kekaisaran Jerman yg notabene punya situasi yg sama dengan China dan Amerika sekarang.

    • A Chinese-American businessman at the center of a Clinton campaign finance scandal secretly filmed a tell-all video as an ‘insurance policy’ – because he feared being murdered.
      The Chinese-American Clinton fundraiser recorded the ‘elaborate videotaped testimony’ while in hiding in 2000.
      The video was obtained by author and historian David Wead for his new book Game of Thorns, which traces Hillary Clinton’s unsuccessful 2016 campaign and the Chinese government’s long-running operation to buy political influence in Washington.

      http://www.dailymail.co.uk/news/article-4251046/Illegal-Clinton-fundraiser-tape-fearing-life.html

  3. Ngak usah pusinglah,,,cukup kita aja yg langsung menghadapi si cinta .

  4. Itulah gak enaknya negara Indonesia klu mau memperkuat Militer besar2an dicurigai dan meresahkan kawasan!he3. Jd negara2 kawasan ingin Indonesia Inferior dr mereka!

  5. Tinggal nunggu waktu aja, LCS jadi tempat pertarungan China vs Multi Nasional.

  6. Di sarankan terhadapan panglima , kemenhan , dan presiden segera beli senjata , SU35, Mig35 , rudal S3/S4 , kapal selam kilo class/chanbonggo , kapal frigen admiral sergov (lupa apa namanya xixi), satelit militer , heli tempur (setara apche), tank T-90M3 ,panser 8×8 BTR-80 .dan kapal perang class destroyer minimal 4 unit aja pak. Biar indonesia aman dr serangan china , australia , malingsia , AS dan lain lain !! SEGERA PAK

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)