Oct 292015
 

al china

Amerika Serikat (AS) dan China seakan-akan sedang diambang perang dalam sengketa Laut China Selatan setelah kapal perang AS, USS Lassen dilaporkan mendekati dan berpatroli di wilayah perairan Kepulauan Spratly buatan China.

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Indonesia sendiri menegaskan posisinya sebagai pihak yang netral dalam konflik Laut China Selatan.

Sikap Indonesia itu disampaikan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) ketika berbicara di Washington dalam lawatannya ke AS.

Jokowi telah melakukan pertemuan dengan Presiden AS, Barack Obama di Gedung Putih. Menurut Jokowi, Indonesia mendukung kebebasan navigasi di peraian internasional. Namun, dia menekankan posisi Indonesia sebagai negara yang netral dalam konflik Laut China Selatan.

”Indonesia bukan pihak yang bersengketa, namun kami memiliki kepentingan yang sah dalam perdamaian dan stabilitas di sana,” ucap Presiden Jokowi di Washington, seperti dikutip IB Times, Rabu (28/10/2015).

”Kami menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri dari tindakan yang dapat merusak kepercayaan yang menempatkan pada risiko perdamaian dan stabilitas kawasan,” tambah Jokowi.

Sebagaimana diberitakan, pada Selasa 27 Oktober kapal perang USS Lassen yang didampingi pesawat pengintai dari US Navy telah mendekati peraian Kepulauan Spratly untuk melakukan patroli. USS Lassen merupakan sebuah kapal penghancur yang dilengkapi senjata rudal udara dan rudal air. Tindakan itu dianggap provokasi langsung terhadap China.

Manuver militer ini dilaporkan telah disetujui oleh Presiden Barack Obama yang telah mengisyaratkan tindakan yang akan diambilnya dalam Sidang Majelis Umum PBB di New York pada bulan lalu.

Meski mendapat tentangan dari AS dan negara-negara yang bersengketa, China telah mengklaim bagian dari perairan strategis di Laut China Selatan itu dengan membangun pulau-pulau buatan yang cukup besar untuk landasan udara, menempatkan radar dam prajurit, serta perlengkapan militer mereka.

Bagikan Artikel :

  41 Responses to “AS vs China, Indonesia Netral”

  1. biasakan membaca

  2. ya’juz wa ma’juz

  3. biarin saja 2 raksasa bertempur.

  4. Netral tapi tetep waspada ya…siaga satu klw bener2 perang di lcs…

  5. Waspada sampai akhir,… gelar tiker ah,…

  6. Indonesia harus kuat

  7. USMAN HARUN says:
    October 29, 2015 at 9:00 am

    Saya Coba ber-intusi Bung Diego :

    “Apa yang terjadi dengan Indonesia jika konflik LCS sampai ke level bahaya 3, dan bagaimana kita harus bersikap?”

    Jawab : Dampaknya pertama yang akan dirasakan pasti terganggunya stabilitas keamanan dan ekonomi.

    sikap Indonesia menghadapi LCS harus bisa membaca aspek dan dampak permasalahan tersebut ( ingat permaslahan kedaulatan indonesia saat ini seperti jaring laba”, yang berarti di setiap arah mata angin kita sudah terkepung dengan kepentingan Blok barat dan Timur )
    langkah yang harus dibuat RI harus meningkatkan KETAHANAN NASIONAL yang menghasilkan KEPENTINGAN NASIONAL.

    saya uraikan analisa saya terjadinya LCS :
    1. Kondisi ketahanan nasional saat ini sangat rapuh ( Nasionalisme,Alusista TNI dll )
    2. Terjadinya konflik LCS diakibatkan lemahnya diplomasi mengenai perbatasan laut ZEE yang belum tuntas di antara negara ASEAN yang secara tidak langsung dimanfaatkan oleh datangnya pengaruh CHINA dan USA.
    3.Penyebab konflik kedepanya pasti terjadi perebutan energi & SDA,Kebutuhan bahan pangan,dan kepentingan ekonomi

    Sikap yang harus diambil dalam posisi strategis RI :
    1. menjaga Netralitas dan berperan aktif mewujudkan perdamaian dunia
    2. memperkuat keamanan wilayah perbatasan
    3. Meningkatkan kekuatan militer dan kewaspadaan ( dilakukan seluruh element rakyat )

    dari sikap tersebut menghasilkan penguatan ketahanan nasional yang menjadi KEPENTINGAN NASIONAL.

    momentum dari kasus tersebut Rakyat menunggu BELA NEGARA yang dibuat oleh YTH bpk/Ibu DPR kita.saya sarankan dewan yg tidak memahami pentingnya KEPENTINGAN NASIONAL sebaiknya dirumahkan saja.

  8. NKRI tidak perlu membuat pulau buatan, sangat banyak pulau yang siap digunakan sebagai pangkalan resmi dan pangkalan rahasia. xixixi.

  9. setuju bung Boncos & Murai batu:Netral,waspada,,persiapkan TNI kita sebaik mungkin…cek kesiapan arsenal kita atur penempatan dgn baik….atur pergerakan pasukan dengan baik…..Persiapkan pasukan cadangan….kelihatannya benar-benar bakal kejadian…persiapkan juga pemerintahan pusat ke tempat aman…jaya selalu NKRI

  10. Bahasa halusnya main aman ajalah, Tapi kalo berani nyolek-nyolek natuna kita sikat!!!

  11. Kalo TNI netral, gak bener… Harusnya jualan es degan tentra ASU N PLA yg haus bisa beli es m TNI kgkgkgkggg

  12. AKU BERDOA MUDAH MUDAHAN TERJADI PERANG,CHINA VS USA.MALAYSIA.PHILIPINA.VIETNAM. AMIN AMIN AMIN

  13. Indonesia posisinya netral tak memihak
    Tapi musti di camkan Indonesia memiliki kepentingan yang sah tuk menjaga amukan naga dan kuda liar..
    Indonesia mempunyai daya tawar yg tinggi sebagai pendiri aseHan. .Bla bla

    Pesan sudah dikirim satu hari oleh pak gatot sebelum keberangkatan pak jkw ke USA
    Indonesia bisa menganti peran asu di lcs jika..BEBERAPA POIN Di setujui asu dan Cina
    Jika mereka cakak keduanya akan berakhir hancur maka dr pada itu tidak ada pilihan lain kecuali mengabulkan poinhe He he

  14. biarin ja mereka perang yang penting kita siap siaga di perbatasan, lewat sikit garis sikat terus tanpa ampun,,,,

  15. ,,,Bung Boldun ada satu solusi dari saya yg bisa dipakai Indonesia nanti sebagai Penengah konflik.. Menyikapi Keluarnya DANA China yg sdh begitu banyak utk membangun spratly adalah.. Pulau Buatan boleh dikelola Cina,Hanya Hak Kelola! ,tapi tdk utk Pangkalan Militer namun dijadikan “Pulau Wisata Maritim” yg Boleh dikunjungi oleh Turis dari Negara Manapun. Bukankah disitu terkenal akan Terumbu Karangnya?? Dan Utk wilayah yg lain, Tdk ada yg boleh Utak-Utik Lagi! , tak perduli Negara manapun dia krn Alasan Resiko Perang yg merugikan Kawasan disekitarnya. Jadikan Badan International sbg Pengawasan bagi Wilayah selain Pulau Buatan Cina. Dan Jadikan sanksi “Embargo Ekonomi & Pengucilan Perdagangan di Dunia International” utk Negara yg Melanggar Larangan tersebut. Mungkin hanya itu dulu,dan Mungkin ada yg bisa menambahkan,,,,,,, @Maaf sy menulis sambil ngider cari pnumpang dgn Hp nokia jadul E63. Pisss

  16. Stock Pisang sudah cukup belum ya….?? kah kah kah….

  17. Indonesia pasti jadi pihak yang netral, sebab pemerintah sadar diri… apalah arti diri ini

  18. Fffuucckkk….ada angan2 mau sabah bah?jangan harap lohh. Majukan negeri kamu dahulu (Sumatera + kalimantan + papua jauh ketinggalan) . .hasilnya banyak tapi semuanya ditumpu pulau jawa…

    • Tunggu saja waktunya, sabah akan merapat ke NKRI….para ahli sudah memprediksi ditahun 2050 Indonesia akan menjadi mercusuar dunia baik dari segi Ekonomi maupun militer dengan jumlah penduduk diatas 300 juta. dengan kekayaan alam yang melimpah dan akan menjadi pasar yag potential bagi industri…

      • Dan mempunyai penduduk produktif yang sangaatttt besaarrr…jepang..korea..singapore..bntr lg amblas..lha penduduk nya ga suka bikin anak..30 th lgi isinya kakek kakek semua..sama boneka..hehe

  19. Netral atau tidak netral, posisi Indonesia akan sangat rentan jika konflik LCS meletus, bisa dipastikan Indonesia pasti akan terkena dampaknya bahkan bisa jadi ikut terseret konflik

    Oleh karena itu memiliki kekuatan militer yang modern, profesional dan militan adalah sebuah keharusan, konflik LCS sudah didepan mata dan sudah diperingatkan masyarakat Indonesia sejak 5 tahun lalu atau mungkin lebih

    Mengantisipasi konflik LCS mau tidak mau, suka tidak suka maka Indonesia harus membangun kekuatan Udara dan laut yang modern dan tangguh, sekarang jaman perang elektronika,rudal jelajah,rudal jarak jauh,jaman pesawat tempur siluman supersonik dengan rudal jarak jauh berpresisi tinggi maka tidak boleh dihadapi dengan alutsista yang sudah ketinggalan jaman …

  20. kita harus belajar dari sejarah, contohnya ketika Jepang berperang dengan USA waktu PD II, untuk alasan taktis maupun strategis, akhirnya negara Philippina Singaporn dan Indonesia dikuasai oleh jepang. Begitu pula Natuna, meskipun RI tetap netral, besar kemungkinan ASU maupun RRC akan mengusai natuna sebagai Pijakan untuk melancarkan serangan ke pihak lainnya. Untuk itu Pertajam Intuisi dan Perkuat Alutsista di Natuna

  21. heran nech komen….aib sendiri kok dibuka, entah sadar atau tidak elu jga sama kaya gog magog….bangsa penghisap alias penjilat pamanASU dan mama ELI.

    komenya ibarat peribahasa ” senjata makan tuan ” dan “ibarat Batu dan Buta = tidak baik untuk mata”.

  22. Merapatlah ke negri tong samcong

  23. perang tidak perang penguatan militer adalah wajib hukumnya untuk kedaulatan dan kejayaan NKRI

  24. Penghisap sda seluruh dunia sdh tahu semua,silahkan berpikir jernih

  25. Kalu bisa nkri jadilah negri yg mandiri ,jika kuat tak bergantung dan mudah didikte ngr adidaya

  26. ,,,sy agak terkejut lihat komen dari teman2 krn semua memprediksi Bilamana Perang Terjadi. Berandai2 melihat kedua Pihak saling Menghancurkan satu-sama lain. Jujur,sy tdk suka dgn Kedua Negara itu tapi lebih tdk suka lagi apabila melihat mereka berperang. Anda Tahu berapa jumlah Penduduk Cina saat ini??? Apa anda tahu berapa Hulu ledak yg dipunyai Amerika?? Bila perang terjadi antara keduanya,saya yakin akan berdampak di Sosial Ekonomi Bangsa ini,kenapa??? Karna Situasi tsb menjadikan kecemasan pd semua aspek. expor-import yg terganggu,Investasi yg terkendala,Mobilisasi Umum atau Wajib Militer sbg langkah antisipasi dsb,,, hal2 itu akan mengganggu roda perekonomian bangsa lalu berimbas pd pendapatan rakyat.. “Klau anda membiarkan Dua ekor Kucing berkelahi tanpa melerainya,percayalah Kucing2 itu akan merusak area sekitarnya”.. Itu baru kucing!Lha, ini Dua Negara Raksasa berkelahi!. Anda pasti sangat Gila bila mengharap perang itu terjadi… Siapapun Pemenangnya,Negara di Kawasan termasuk Kita akan menjadi Korban!! Percayalah,,,,,

  27. Like this coment

  28. Indonesia tetap netral, tapi akan mendukung kalo china mencaplok negara meleymalonnyet, !!!

  29. Malaysia telah melacurkan diri dengan menyediakan pangkalan udaranya di gunakan oleh pesawat pengintai Boing P-8-Poseidon AS. Dengan langkah Malaysia ini akan sulit untuk Indonesia tidak terlibat,bisa bisa kapal masing masing pihal nyelonong ke wilayah kita dan menggunakannya untuk bertempur .Dongfeng bisa nyasar kewilayah Indonesia.

  30. Salam Tuan Tuan

    Sepertinya kesibukan akan bertambah mendamaikan dunia yang carut marut, mungkin sudah saatnya Indonesia Luruskan Kembali Pengamalan Pancasila yang keliru oleh China dan Membuat AS kembali ke jalan yang benar sebagaimana Soekarno sempat mendukung John F Kennedy untuk mengikutin Jalan Yang Lurus. Untuk Itu Indonesia harus segerakan Percepatan Ajaran Leluhur Nuswantara Raya Sebagai Landasan Kehidupan Rakyat Tanah Air Indonesia Raya.

 Leave a Reply