Mar 082017
 

PARIS – Program Joint Strike Fighter F-35 gagal memberikan manfaat kepada industri Australia, tidak seperti yang pemerintah ucapkan, kata Kantor Audit Nasional Australia (KANA) dalam laporan terbaru tentang Program Pertahanan Utama.

Laporan KANA tanggal 28 Februari juga mengungkapkan bahwa, pada bulan Juni 2016, biaya akuisisi 72 unit F-35A yang direncanakan oleh Australia telah meningkat lebih dari 30%, menjadi AU $ 16,7 milyar, karena adanya apresiasi dolar AS atas dolar Australia.

Sehingga Australia harus membayar sebesar AU $ 232.000.000 (sekitar US $ 176,5 juta) untuk masing-masing F-35, sebuah angka yang jauh diatas harga terbaru yaitu US $ 85 juta per unit sebagaimana diklaim oleh Program Kantor Bersama F-35.

Laporan KANA juga mengungkapkan 2 (dua) masalah baru yang akan membatasi kemampuan operasional F-35 Lightning II ketika memasuki layanan bersama Angkatan Udara Australia (RAAF):

  • “Proyek tidak dapat memberikan [rudal] Serang Maritim yang di syaratkan di awal persetujuan proyek…. karena perubahan ruang lingkup kesepakatan Blok 4.1 dan Blok 4.2, yang disetujui oleh Dewan Pengarah Eksekutif JSF.

Sebuah rudal alternatif telah diidentifikasi dan “dinilai mampu memenuhi kebutuhan” serta “persetujuan untuk mendapatkan kemampuan alternatif tersebut saat ini sedang dikelola melalui Persetujuan Pertahanan Pemerintah”.

  • “Departemen Pertahanan mengakui masih adanya risiko pada software Block 3F karena adanya integrasi dan fusi yang kompleks. Meskipun beresiko, JPO meramalkan rilis perangkat lunak Blok 3F akan berlangsung pada akhir 2017 bertepatan dengan jadwal penyelesaian SDD”.

Temuan ini jelas membantah klaim yang dikeluarkan oleh Menteri Industri Pertahanan Australia bahwa program ini berjalan dengan baik. KANA juga memperingatkan bahwa “Membangun infrastruktur ICT yang dibutuhkan untuk mendukung kemampuan JSF F-35” adalah sangat beresiko, dan bahwa “Sistem Pelatihan Australia mungkin tidak bisa dimunculkan pada waktunya dengan kemampuan yang dibutuhkan untuk mendukung pelatihan personil Angkatan Udara Australia, dengan konsekuensi akan mempengaruhi kemampuan deklarasi RAAF“.

Kontrak Tidak Seperti Yang Telah di Janjikan

Australia tidak sendirian mendapatkan perlakuan seperti ini, karena kurangnya pekerjaan F-35 yang dijanjikan oleh Lockheed Martin, Italia juga mengeluhkan kekurangan tersebut, tetapi Menteri Industri Pertahanan Australia terus memuji keuntungan finansial dan industri yang mengalir ke Australia padahal sebenarnya “tidak ada” menurut KANA.

Dalam sebuah pernyataan pada 28 Februari misalnya, Menteri Industri Pertahanan Christopher Pyne mengatakan bahwa “program F-35 memberikan manfaat untuk ekonomi lokal, pekerjaan dan keterampilan… dan harus dirayakan”, menambahkan bahwa “Sejauh ini, kita telah sangat sukses dalam mengerjakan produksi F-35, dengan kontrak produksi lebih dari AU $ 800 juta hingga saat ini”.

KANA menemukan bahwa apa yang terjadi adalah sebaliknya, “Diharapkan manfaat ekonomi (kembali dalam bentuk investasi, pangsa pasar regional) dengan partisipasi Industri Australia pada Program JSF global ternyata tak terwujud”.

Baik kantor Menteri Industri Pertahanan maupun kantor Menteri Pertahanan Australia tidak pernah menanggapi permintaan klarifikasi melalui email oleh media pada 28 Februari 2017.

Status Keuangan

KANA juga memberikan beberapa informasi menarik tentang kontribusi keuangan Australia pada program JSF F-35.

Pada bulan Juni 2016 misalnya, Australia baru membayar sebesar AU $ 933,2 juta dari yang seharusnya sebesar AU $ 16,7 milyar yang telah dianggarkan untuk program akuisisi tersebut, dan selanjutnya hanya sebesar AU $ 246 juta untuk anggaran tahun 2015 – 2016.

Dalam hal jadwal, Australia akan menerima 14 unit F-35 pertama pada bulan Juni 2019 (terlambat 30 bulan), tapi KANA mencatat bahwa Departemen Pertahanan yakin bisa mengejar dan memiliki seluruh 72 unit pesawat yang disampaikan kepada Angkatan Udara pada bulan September 2023, atau 3 bulan awal.

Risiko Utama dan Identifikasi Isu oleh KANA

JSF adalah program besar dan kompleks serta masih banyak menyisakan permasalahan. Sementara sebagai MoU Partner, Australia memang memiliki peran, akan tetapi mengatasi tantangan teknis utama merupakan tanggung jawab AS.

Risiko utama yang dihadapi Proyek NACC adalah:

  • Kemungkinan Pemerintah AS dan Partner JSF mengubah komitmen pada Program JSF yang lebih luas yang berdampak pada akuisisi dan biaya siklus hidup F-35 Australia.
  • Integrasi JSF ke dalam sistem Angkatan Bersenjata Australia (ADF).
  • Membangun fasilitas Informasi, Komunikasi serta Teknologi (ICT) yang dibutuhkan untuk mendukung tegaknya kemampuan JSF.
  • Kurangnya data tepat waktu dan kemampuan memberikan informasi program JSF yang dampak pada integrasi tepat waktu, efisiensi dan efektifitas sistem dari pesawat F-35 kepada ADF.
  • Kematangan Sistem JSF dan kemampuan untuk memenuhi IOC dan FOC.
  • Transisi dari JSF ke layanan pada saat yang sama RAAF meningkatkan kemampuan Super Hornet dan Growler Australia.
  • Membentuk dan memperkuat sistem pemelihara kelestarian JSF.
  • Menetapkan elemen Pemrograman Ulang.
  • Memastikan hasil industri yang diperlukan dalam produksi JSF dan transisi kepada layanan.
  • Tantangan tenaga kerja yang efektif dan secara signifikan mengelola kegiatan organisasi program akuisisi dan pemeliharaan kelestarian yang berdampak pada Pertahanan dalam membangun kemampuan JSF.

Defense Aerospace

  58 Responses to “Auditor Australia: Janji Kerja F-35 “Tak Terwujud””

  1. ya gitulah

    • Yang lagi hot dibahasa dalam diskusi kami adalah Salah satu mimpi buruk yg akan dihadapi user jSF adalah satu antidot ditemukan utk JsF akan mengancam hampir 75 persen negara NATO secara bersamaan.

      Risiko yang tidak dipikirkan saat konsep JSF digulirkan. Selain single development authority masalah lain adalah hal diatas : sekali antidot ditemukan utk barang ini, tsunami ancaman akan melanda seluruh negara NATO user JSF.

      • Kelemahan JSF adalah bagian belakang (knalpot) dan bagian atas (kanopi).

        Pespur yg bisa melihat JSF adalah pespur yang service ceilingnya lebih tinggi dari JSF ini.

        • J20 punya service ceiling yg lebih tinggi dari F35, bener kan?

        • Ah yang bener bung
          Meskipun tidak se sempurna F-22, knalpot F-35 sudah cukup baik tersembunyi
          Kanopinya juga cukup melengkung hampir menyudut dan juga telah dilapisi penyerap radar
          Selain F-22
          F-35 adalah pesawat paling siluman di dunia
          Kelemahannya hanya pada Manuver dan Kecepatan
          karena memang F-35 itu aslinya untuk Penyerang Hit anda Run tanpa sama sekali musuh menyadarinya

          • Enak sih ngomong hit n run, yg jd masalah itu bagaimana jika targetnya memiliki sistem pertahanan rudal yg sulit ditembus? Seperti su35 dan tu160

          • memang rolenya cas digadang pengganti a-10 namun kurang efektif utk medan pertempuran asimetris seperti yg dihadapi amrik skrang biayanya terlalu tinggi.
            counter insurgency mana punya radar dan sam menengah
            loitering dan payload dan kadang armor cockpit yg cukup dri terjangan zu-23 itu yg penting
            itu sebabnya amrik meretrofit kembali ov-1 bronco yg murni utk tugas anti pemberontak di operasi inherent resolve tahun lalu.

          • Sebelum komen ya berfikir dulu mas mas…
            Ngerti artinya Siluman ngak ?

          • Si Lukman ? Siapa ya si Lukman itu ?
            Saya nggak kenal si Lukman, ada yang kenal ?

      • Betul, dan negara2 nato pasti sdh memikirkan hal itu, bahkan inggris hanya berkomitmen untuk membeli sekitar 48 unit saja, padahal tadinya mereka berniat untuk membeli 138 unit.

  2. scnd

  3. Untung tni au pilih su 35….walaupun beli 32 biji… Tp gpp yang penting superior dan semi siluman hehehe

  4. Itulah kebodohan Aushit, udah tau dikibuli sama ASU masih saja mau jadi peliharaan……. xixixixi

  5. udah….super muser f-18 hornet aja xaxaxaxaxa

  6. Indonesia beli f 35 haram…Beli su 35 hallal

  7. Aushit makan tuh kadal ASu, ……….. wk wk wk !!!

  8. .
    Ayo indonesia Beli Yg banyak Sukhoi 35 nya
    Dan Mig 35 ,

    Utara dan selatan udh kepung indonesia dgn pesawat silumanNya ”

    🙁

  9. Wong presiden trump dan Kanada aj g yakin dengan kemampuan f35.produk gagal.sama f16 aj kalah. Mahal juga harganya. Belom lagi biaya perawatan. Hadeh…. Buang 2 duit dan pemborosan.

  10. Penting calon pilot su35 kita udah lolos 4 orang. Pilot f5 kita udah resmi lolos uji terbang su30 mk2.. Tinggal menunggu kedatangan pesawat su35…

  11. Saya cuma mau bilang ini barang kagak moncer sama petir aja takut gk sesuai dgn namanya yg pakai kata lighting

  12. Kita beli atau bikin aja rudal yang banyak. Punya 1000 cruiser missile atau ratusan balistic missile pasti sangar. Plus deretan SAM medium n long range.
    Yang penting riset n riset..
    Bajak sana bajak sini..
    Jiplak sana jiplak sini..
    Cloning sana cloning sini..
    Bayarin sono bayarin sini..
    Colong sana colong sini..

    N sediain duit 10 billion USD khusus buat missile..

    Wkwkwkwk…

    • sebenernya punya ribuan rudal 100% karya lokalpun msh kurang kita dari sudut pandang efek deterent apalagi semuanya beli. alasan utamanya mereka memiliki sejumlah misil pamungkas berhulu ledak nuklir. ribuan infantri, tank, heli, kalo ngumpul dan dijatuhin satu nuklir langsung hilang semua. kalo niat dibikin kuat ya kuat sekalian. jangan nanggung. kalo emang msh lemah bilang lemah jangan ditutupi krn hal tsb malah bikin rakyat merasa gak aman dari ancaman.

  13. Jangan banyak2 beli Su35, perbanyak pakfa dan pakda

  14. test

  15. waktunya dunia berputar.Asia berjaya AS dan konco kancanya tenggelam

    • Tahun 2050, 1.500 pulau RI akan tenggelam akibat naiknya permukaan air laut, bahkan pada tahun 2030, bandara Soetta akan tenggelam atau berada di bawah permukaan laut.
      Ancaman banjir memang keren, semoga saja prediksi di atas bisa meleset

  16. bagus ..bung jimmy.. malay lawan tuh korut..hahaha

  17. Aroma F-35… Harum banget… hehehehehe

  18. korban PHP mamarika

  19. Aroma kegagalan f35

  20. Lah.. ini triliunan proyek, jadi kaya hambalng

  21. Bung diego, sdh saatnya membahas polling of the week, pasti bisa jd bahasan menarik.
    Dan untuk polling kedepan, usul pollingnya tenntang pengganti Pespur Hawk

  22. Didunia negara2 seperti China, Rusia dll telah mengembangkan Radar khusus antidot pesawat Siluman, apa ini salah satu antidot yg dibicarakan bung Senopati Pamungkas?

    • Betul bung Jadel, … radar anti stealth saat ini masih dalam ukuran yg besar sehingga difungsikan sebagai radar darat. Artinya masih bersifat bertahan terhadap stealth.
      Pertanyaan berikutnya adalah jika sudah diendus oleh radar ini, apakah mampu seeker rudal yang ada saat ini utk mengejar stealth yg mengandalkan posisi “‘fire and forget” pada sekitar jarak 90-135 km ?

      PR terbesar saat ini adalah mengecilkan ukuran radar anti stealth agar dapat diusung pesawat, ini mirip dengan AESA di tahun 80an.

      Dalam beberapa diskusi antidot yg potential adalah pengembangan rudal hypersonic mach 4-7 akan menjawab hal ini.

  23. sekutu sibuk bahas kalkun terbang, kalau kita super flanker

  24. Ya sudahlah…

  25. Nangis..wkwkwk…

  26. Jika jaman dulu,, Mr. Grant dan Ms. Rona bisa langsung dipecat xixixi

  27. Percaya atau nggak f35 lightning itu kalahnya ama rudal petir….RUDAL PETIR YOOO…BUKAN RUJAK PETIS…

  28. Meskipun banyak masalah setidaknya program f35 benar benar berjalan dan berlahan lahan sudah memasuki tahap produksi skala besar. Berharap pada program F35 aman dan relefan ketimbang program T50 pak fanya russia yg terus tersendat seolah2 jalan di tempat, dan masih belum pasti akan di produksi skala besar atau tidak.

  29. ada laporan dari sumber intel prancis f-35 botol pulpen oleh israel terlibat di misi pengeboman di damaskus antara 11-12 januari lalu juga menghancurkan satu grup sam s-300 dekat istana kepresidenan suriah namun masih meragukan kebenarannya

    http://www.thedrive.com/the-war-zone/8146/has-israel-actually-sent-the-f-35-into-combat-already

    saya serahkan analisanya pada bung2 sekalian karena baru satu yg memuat berita ini.

    • kesimpulan penulis:

      In the end, it may be possible that Israel has used their two F-35Is in some combat or combat support role, but it is far from probable, and so far there is little evidence that supports such a claim.

 Leave a Reply