Feb 022017
 


MADRID – General Dynamics Land Systems Eropa telah menandatangani kontrak pada 22 Desember 2016 lalu, dengan Departemen Pertahanan Austria untuk memberikan 34 unit tambahan kendaraan Pandur 6×6. (Defense Aerospace, Selasa)

Kementerian Pertahanan Austria pertama kali membeli 71 unit PANDUR 6×6 pada tahun 1994. Sejak itu, kendaraan telah berhasil beroperasi di negara dan di beberapa misi menjaga perdamaian internasional di luar negeri.

Versi modern dari kendaraan PANDUR 6×6 akan benar-benar diproduksi di Austria dan kendaraan pertama akan dikirimkan pada tahun 2018.

Kandungan lokal (Austria) yang tinggi pada kendaraan ini mengamankan pekerjaan dan mendukung ekonomi lokal dengan sekitar 179 sub-pemasok sebagai bagian dari program tersebut.

Selain power pack baru, PANDUR 6×6 akan memiliki perlindungan balistik dan ranjau yang secara signifikan lebih tinggi. Selain itu, stasiun senjata dikendalikan dari jarak jauh (RCWS) modern akan diintegrasikan pada kendaraan ini.

“Kami sangat bangga menerima kontrak ini dari Kementerian Pertahanan Austria karena menggambarkan kepercayaan dan kepuasan dari Angkatan Bersenjata Austria. Austria adalah pasar yang sangat penting bagi General Dynamics Land Systems Eropa dan kami menghargai kemitraan jangka panjang kami dengan pelanggan Austria”, kata Dr Thomas Kauffmann, Wakil Presiden General Dynamics Land Systems Eropa.

“Kontrak ini menunjukkan kandungan dalam negeri yang tinggi dan mengamankan ratusan pekerjaan di Austria”, kata Mag. Martin Reischer, Managing Director General Dynamics Eropa Land Sistem-Steyr, anak perusahaan General Dynamics Land Systems Eropa yang berbasis di Austria.

JakartaGreater

  10 Responses to “Austria Pesan 34 Unit Pandur 6×6 Tambahan”

  1. Nah…salah satu yg bakal Di pesen Ama tni AD, 8×8 dn 6×6….yg 6×6 bakal nyaingin si anoa..yg 8×8 bakal nyaingin terrex…itu pun kalau
    …hehehehe

  2. Ooo…ini toh penyebab TNI pesan pandur jg. Krn sdh berpengalaman di gunakan angkatan bersenjata Australia. Ada gunanya jg sih berkaca dr pengalaman negara lain.
    Beda dng BTR yg dipesan marinir dr ukraina, masih banyak diperlukan pembenahan dan kabarnya kurang bisa menyesuaikan keinginan marinir TNI.

    Selamat pagi warjag selamat beraktifitas…..kerja…kerja…kerja

  3. kok ga beli yg 8×8 itu ya, negara maju aja pilih 8×8 ketimbang light tank.

  4. perlu waktu untuk TNI untuk mencintai Ploduk – Ploduk dalam negeri sendiri. padahal di indonesia negara mana yang tidak tahu kandungan mineral yang terbaik ada di sini ( IBU PERTIWI ) tempat kau dilahirkan.

  5. Suatu pemborosan……..padahal Indonesia sudah memiliki pabrik Anoa dengan produk yang tak kalah dengan produk luar.
    Tni sebagai user tinggal pesan kepada Pabrikan apa saja yang perlu ditingkatkan dan senjata apa yang akan diletakkan, kalau TNI saja tidak mau pakai ANOA apalagi pihak asing……

    • Belum selesai baca artikelnya ya Bung Jimmy ?

      BTW ,
      … beberapa waktu lalu di JKGR beberapa komen menyudutkan 6×6 Anoa , …. padahal di dunia ini produk 6×6 yang paling progresive adalah Anoa.
      Pandur 6×6 adalah saingan terdekat Anoa, tetapi terbukti bahwa Pandur versi upgrade/modern baru akan diterima 2018.

      Meremehkan Anoa 6×6 dengan 8×8 adalah tidak pada tempatnya dan beda peruntukannya.
      Ditunggu saja hasil explorasi 8×8 Pindad , apakah BTR atau Kestrel

  6. Sikecil Lincah Anoa 6X6 sudah ada untuk beli Import, menyusul Badak 8X8. Kan TNI tinggal memberi masukan apa2 aja kekurangan dan kelebihannya agar pengembangannya lebih sempurna!

  7. berarti akan ada teknologi dari pandur 6×6 yg akan di sematkan ke anoa 6×6,

 Leave a Reply