Dec 292016
 

Walaupun saya nggak begitu suka makan pete karena baunya dan bikin pipis sangat bau, saya mau cerita tentang pete ini.
Namun sebelumnya coba dilihat dulu data yang ini :

http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/profil-kesehatan-indonesia/profil-kesehatan-Indonesia-2015.pdf
di halaman 23 :

Hasil estimasi jumlah penduduk pada tahun 2015 sebesar 255.461.686 jiwa disingkat 255,46 juta.
Penduduk 255 juta jiwa itu terdiri dari golongan apa saja :
Di halaman 29 ada tabel :

Lihat nomor 9, 10, dan 11 :
Usia muda (kurang dari 15 tahun) = 69,85 juta
Usia Produktif ( umur 15 s/d 64 tahun) = 171,87 juta
Usia non produktif (umur lebih dari 64 tahun) = 13,72 juta.
Nah coba kita lihat usia produktif dari umur 15 sampai 64 tahun, berarti 1 golongan umur misalnya yang berusia 21 tahun ada berapa orang ?
Umur 15 tahun berarti lebih dari 14 tahun, jadi angka 14 adalah faktor pengurang dari angka umur maksimal yaitu 64, sehingga :
64 – 14 = 50
Jadi ada 50 golongan umur.
Nah misal tadi yang golongan umur 21 tahun kira-kira berapa orang ?
171,87 juta dibagi 50 = 3,437 juta orang.
namun biasanya penduduk RI menyekolahkan anaknya minimal sampai SMA/SMU/SLTA yaitu umur 15, 16, 17 bahkan 18 tahun. Jadi kita kurangi yang 171,87 juta itu dengan 4 golongan umur itu sehingga :
171,87 – ( 4 x 3,437 ) = 171,87 – 13,748 = 158,12 juta.
Lalu biasanya orang bekerja itu sampai usia 55 tahun sehabis itu sakit encoklah, diabeteslah, darah tinggilah, jadi dari maksimal 64 tahun harus dikurangi jumlahnya lagi dengan golongan usia 56 s/d 64 jadi 64 – 55 = 9 golongan usia.
158,12 – ( 9 x 3,437 ) = 158,12 – 127,19 juta.
Dikurangi lagi dengan yang cacat sehingga tidak dapat bekerja misal yang cacat ada 0,5 persen jadi :
127,19 – (0,05 x 127,19) = 120,83 juta.

Jadi penduduk yang keadaan baik usia maupun fisik memungkinkan untuk benar2 produktif jumlahnya 120.83 juta orang.
Sekarang kita cari perbandingan estimasi jumlah penduduk produktif ini dibandingkan dengan estimasi jumlah penduduk RI tahun 2015 akan didapat :
120,83 dibagi 255,46 = 120,83 / 255,46 = 0,47 alias 47 %.

Nah sekarang kita lihat penduduk RI yang WNI baik asli maupun keturunan asing tetapi yg adalah WNI, data yang ada adalah dari tahun 2010 :
http://batakgaul.com/batak-kali/tahukah-kalian-pertumbuhan-orang-batak-paling-pesat-di-indonesia-215-1.html
Tertera :

Tabel ini mereka kutip dari Sensus Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2010.
Kita akan tinjau 3 suku saja yaitu Batak, Minangkabau dan Tionghoa (Cina).
Penduduk suku Batak : 8.466.969 atau disingkat 8,46 juta.
Penduduk suku Minangkabau : 6.462.713 atau disingkat 6,46 juta.
Penduduk suku keturunan Tionghoa : 2.832.510 atau disingkat 2,83 juta.
Sekarang kita cari penduduk yang keadaannya bisa membuatnya produktif yaitu 47% atau 0,47 dari setiap suku ini.
Suku Batak : 8,46 x 0,47 = 3,97 juta.
Suku Minangkabau : 6,46 x 0,47 = 3,03 juta.
Suku Keturunan Tionghoa : 2,83 x 0,47 = 1,33 juta.
Nah tadi kita sudah melihat bahwa estimasi jumlah penduduk tahun 2015 adalah 255,46 juta, sedangkan tahun 2010, jumlah penduduk RI adalah 236,72 juta.

Jadi perkiraan pertambahan jumlah penduduk dari tahun 2010 sampai 2015 adalah 255,46 – 236,72 = 18,74 juta orang.
Ini berarti ada kenaikan 18,74 / 236,72 = 0,079 atau 7,9 %.
Sehingga perbandingan estimasi jumlah penduduk 2015 dengan 2010 :
255,46 / 236,72 = 1,079 atau 107,9 %.
Nah sekarang kita hitung kenaikan dari 3 suku ini dalam jumlah orang yg keadaannya bisa produktif singkat kata tenaga kerja :
Suku Batak : 3,97 juta x 1,079 = 4,28 juta.
Suku Minangkabau : 3,03 juta x 1,079 = 3,26 juta.
Suku Keturunan Tionghoa : 1,33 juta x 1,079 = 1,43 juta.
Nah mengapa saya mengambil 3 suku ini sebagai sampel ?
Sebab ada isu yang menyatakan bahwa ada 20 juta tenaga kerja pekerja kasar ilegal dari Cina.

Apakah isu tersebut benar ?
Tenaga kerja berarti orang yang bisa bekerja, bukan anak kecil juga bukan orang jompo dan juga bukan orang cacat.
Ilegal berarti nggak bisa bicara bahasa Indonesia.
Mari kita tambahkan tenaga kerja dari suku Batak dengan tenaga kerja dari suku Minangkabau.
4,28 juta + 3,26 juta = 7,54 juta.
Nah sekarang coba kita tambahkan tenaga kerja suku keturunan Tionghoa dengan KEMUNGKINAN tenaga kerja ilegal China.
1,43 juta + 20 juta = 21,43 juta.
Batak + Minangkabau berbanding Keturunan Tionghoa + ISU TKA ilegal China.
7,54 juta berbanding 21,43 juta, supaya lebih sederhana 1 : 3
Artinya 1 untuk tenaga kerja dari suku Batak dan Minangkabau berbanding 3 tenaga kerja CINA.
Seharusnya saya akan lebih sulit untuk menemukan orang Batak atau orang Minang dan akan lebih mudah menemukan orang CINA ILEGAL.
Tetapi kenyataannya adalah : Saya lebih mudah bertemu dengan orang Batak dan orang Minang dibanding dengan orang keturunan Tionghoa atau orang yang dituduh CINA ILEGAL. Yang saya temukan adalah orang Keturunan Tionghoa saja dan mereka bisa dan aktif berbicara bahasa Indonesia. Saya hampir tidak pernah bertemu dengan orang asing dari CINA dan bahkan sulit untuk menemukannya.
Yang justru sering saya temukan adalah pebisnis dari Cina dan BUKAN tenaga kasar dari Cina.
Namun jika kita bandingkan antara tenaga kerja Batak + Minangkabau dengan tenaga kerja keturunan Tionghoa maka akan didapat :
7,54 juta berbanding 1,43 juta disederhanakan 5 : 1.
Artinya 5 orang dari suku Batak dan Minangkabau berbanding 1 orang dari keturunan Tionghoa.

Artinya ?
Akan lebih mudah bertemu dengan orang Batak dan Minang dibanding bertemu dengan orang keturunan Tionghoa, sebagaimana yang sering saya temukan dalam kehidupan sehari-hari.
Bagaimana menurut anda ? Apakah anda sering bertemu dengan orang Cina yang nggak bisa bahasa Indonesia ? Atau sebaliknya anda lebih sering ketemu dengan orang Batak dan Minangkabau ?
Jadi isu 20 juta orang tenaga kerja China ilegal itu ?
Jelas Salah tuh, coba lihat hitungan tadi membuktikan bahwa isu itu 20 juta tenaga kerja China adalah hoax saja.
Ada lagi yang bilang bahwa 21 ribu tenaga kerja resmi dari Cina terlalu banyak.
Pertanyaannya : Apakah benar terlalu banyak ?

Tenaga kerja resmi bisa jadi terdaftar sebagai teknisi mesin-mesin pabrik, nah jika 1 kota atau 1 kabupaten memiliki 20 pabrik yang mempekerjakan tenaga teknisi mesin pabrik dari Cina berapakah jumlahnya teknisi Cina per pabrik itu ?
Coba lihat lagi :

Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 39 Tahun 2015 tentang Kode
dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan, secara administratif wilayah Indonesia terbagi
atas 34 provinsi, 514 kabupaten/kota (416 kabupaten dan 98 kota).

Coba lihat 514 kabupaten / kota :

20 pabrik x 514 kabupaten / kota = 10,28 ribu pabrik.

21 ribu tenaga kerja teknisi Cina dibagi 10,28 ribu pabrik = 2,04 dibulatkan 2 orang teknisi Cina per pabrik.

Jadi apakah 21 ribu itu banyak ? Nggak tuh lha wong hanya 2 orang saja per pabrik lho.

Lho di 1 kota khan jumlah pabriknya di 1 kota ada lebih dari 20 gimana ? Ya, tetapi teknisinya khan tidak harus orang Cina, bisa Jepang, Korea, Taiwan, Singapore, Vietnam yang pada umumnya matanya juga sipit.

Lha tapi khan ada tuh yang kemarin ketemu TKA ilegal dan ditangkepin, ya kalau memang terbukti tenaga kerja asing ilegaldari perusahaan lokal yang tidak resmi maka bisa ditangkap.

Nah, jadi yang 20 juta orang asing itu apa ?

Coba lihat :
http://www.kemenpar.go.id/asp/detil.asp?c=16&id=2959

Sementara itu Menteri Arief Yahya pada berbagai kesempatan selalu menjelaskan, pemerintah berencana menjadikan sektor pariwisata sebagai andalan perolehan devisa. Pasalnya, menurut Menteri Arief, pariwisata Indonesia dinilai memiliki keunggulan dari sisi destinasi dan harga. Tidak tanggung, dalam lima tahun ke depan pemerintah menetapkan target kunjungan 20 juta wisatawan asing, dengan target pemasukan devisa Rp 260 triliun. Angka tersebut menurut Arief sangat wajar, mengingat selama 2014 sektor pariwisata menyumbang devisa sebesar US$ 10,69 miliar atau setara dengan Rp 136 triliun.

Oooooohhh jadi yang 20 juta orang asing itu hanya turis toh ?
Devisa 260 triliun ? Apa mungkin ?
Ada program Wonderful Indonesia yang dimulai tahun 2011 dengan hasil :

Lalu dilanjutkan :

Tadi dikatakan target ada 20 juta orang wisatawan asing.
Wah bagaimana cara mencapai target ini dan jangan-jangan itu semua dari Tiongkok ?
Coba lihat lagi ini :
http://www.imigrasi.go.id/index.php/berita/berita-utama/996-169-negara-resmi-dibebaskan-dari-visa-untuk-kunjungan-ke-indonesia

Tertulis : Jakarta (22/03) – 169 Negara dibebaskan dari kewajiban memiliki visa untuk tujuan kunjungan ke Indonesia. Hal ini berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 21 Tahun 2016 yang ditandatangani Presiden Joko Widodo 02 Maret lalu. Sebelumnya, Bebas Visa Kunjungan diberikan kepada 45 Negara berdasarkan Peraturan Presid en Nomor 69 Tahun 2015 sejak 10 Juni 2015. 100 hari kemudian, tepatnya tanggal 18 September 2015, Peraturan Presiden Nomor 104 Tahun 2015 diterbitkan. Jumlah negara yang mendapat fasilitas bebas visa kunjungan ke Indonesia meningkat menjadi 90 negara.
Jadi, tidak hanya dari Tiongkok melainkan dari 169 negara termasuk Tiongkok.

Mereka boleh tinggal selama berapa hari ?
Coba lihat yang ini ya :

Dan ini :

Penerima Bebas Visa Kunjungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 diberikan izin tinggal kunjungan untuk waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari.
Bebas visa sekitar 30 hari tinggal di Indonesia.
Jadi mereka boleh tinggal selama 30 hari berturut-turut di Indonesia.
Apa aja yangbisa dinikmati oleh para turis asing itu ?
Wonderful Indonesia : A Visual Journeytonton videonya :

Pemandangannya, kekayaan lautnya, keindahan gunungnya.

Wonderful Indonesia The Journey to a Wonderful World 1 lihat videonya :

Kebudayaannya, suvenirnya… lalu apa lagi ?

Belajar seni musiknya, belajar seni tarinya, belajar seni membatiknya
Lalu apa lagi ? Lihat video ini :

kekayaan peninggalan sejarahnya, rumah-rumah adatnya, keragaman faunanya, kerajinan tangannya.

Tadi disebutkan bahwa devisa yang didatangkan adalah sebesar 260 trilyun rupiah ? Apakah hanya segitu ?
Kita cek dulu ya :
Penginapan misal 20 juta itu turis backpacker semua hanya kuat bayar 150 ribu per malam x 30 hari menginap.

20 juta x 150 ribu x 30 hari = 90.000 ribu juta = 90 ribu milyar = 90 trilyun rupiah.

Jadi 1,2 + 90 = 91,2 trilyun.

Transport ke tempat wisata misal sehari per turis 50 ribu x 20 juta turis x 30 hari = 30.000 ribu juta = 30 ribu milyar = 30 trilyun rupiah.

91,2 + 30 = 121,2 trilyun

Air mineral sehari 2 botol x 5 ribu rupiah x 20 juta turis x 30 hari = 10 ribu rupiah x 600 juta = 6000 ribu juta = 6 trilyun.

121,2 + 6 = 127,2 trilyun.

Bir misal 1 botol harga 30 ribu, sehari minum 1 botol = 30 ribu x 20 juta x 30 hari = 18000 ribu juta = 18 ribu milyar = 18 trilyun rupiah.

127,2 + 18 = 145,2 trilyun.

Rokok misal hanya seperlima dari 20 juta merokok = 1/5 x 20 juta x 15 ribu per bungkus x 30 hari = 4 juta x 450 ribu = 1800 ribu juta = 1,8 trilyun.

145,2 + 1,8 = 147 trilyun.

Masuk tempat wisata 1 hari 1 tempat wisata x tiket 50 ribu x 20 juta x 30 hari = 30.000 ribu juta = 30 trilyun.

147 + 30 = 177 trilyun.

Makan murah meriah nasi lauk sayur teh manis 20 ribu x 3 kali sehari x 20 juta x 30 hari = 36.000 ribu juta = 36 trilyun.

177 + 36 = 213 trilyun.

Camilan 10 ribu per turis sehari x 20 juta x 30 hari = 6000 ribu juta = 6 trilyun.

213 + 6 = 219 trilyun.

Jalan2 seharian badan pegal2 butuh relaksasi misal dalam 30 hari ada 2 x pijat refleksi x 50 ribu x 20 juta = 100 ribu x 20 juta = 2000 ribu juta = 2 trilyun.

219 + 2 = 221 trilyun.

Suvenir setiap turis beli 1 suvenir sehari x 100 ribu x 30 hari x 20 juta = 60.000 ribu juta = 60 trilyun.

221 + 60 = 281 trilyun.

281 trilyun : kurs 13,5 ribu = usd 20,81 milyar.

Itu minimal devisa yg masuk ke RI dengan 20 juta turis dan masa tinggal rata2 30 hari sebesar USD 20,81 MILYAR dalam setahun !!!

Jadi apa yang dapat kita lakukan ?

Mari kita lihat video dari Mark Wiens ini :

Nah, dari video ini menginspirasi kita tentang apa yang dapat dilakukan untuk mendukung program ini : bersikap ramah kepada semua orang, tidak rasis lagi, buat suasana seaman dan senyaman mungkin, kalau berjualan makanan buatlah makanan yang segar, sederhana, unik dan enak mana tahu ada turis mampir dan jajan di situ. Turis biasanya suka yang unik-unik misal pete, jengkol, es kelapa muda, combro, seperti di video tadi.

Dengan banyaknya atraksi yang bisa ditawarkan negeri ini kepada wisatawan asing dan besarnya nilai devisa bagi negara, siapa yang merasa terancam ?

Jadi kalau anda bikin rusuh, buat huru-hara politik, bikin isu SARA, buat chaos, upload fitnah di medsos sehingga program wisata ini gagal, siapa sebenarnya yang anda layani ?Bangsa sendiri ataukah bangsa asing ?

Mikkiiirrrr…

Petttteeeeeeeeeeeeeeee !!!!!!

Ah itu dia, siapa mau beli pete ?

Xixixixixi

Dari : Tukang Ngitung, PhD.

Artikel Terkait :

  156 Responses to “Ayo Mari Kita Berhitung !. Edisi Khusus PETTTEEEEEEEEEEE !!!!!!”

  1. Petee max di malam hari , salam bung

  2. wkwkw mantap bung TN emang Doktor beneran

  3. Nah yang kaya gini seneng dah bacanya

    • Lebih senang lagi lihat video-videonya indah banget negeri ini.

      • jd pengen makan pepes

      • Artikel yg cukup melelahkan untuk dibaca.
        Saya hanya akan menanggapi masalah yg anda temukan pada artikel yg anda tulis ini..yaitu anda susah menemukan TKA asal tiongkok ..sekarang ini!!
        Kalau saya bilang mungkin anda kurang piknik bung…silahkan anda berkunjung ke daerah Maluku Utara,dan saya akan menunjukan TKA asal china ke anda yg menurut saya hampir 100% boleh di bilang sdh menyalahi aturan keimigrasian di negri ini.tapi itu semua disebabkan juga karna beberapa oknum dari kantor Imigrasi di daerah sini yg sdh mau bermain mata dengan pihak perusahan yg mendatangkan TKA asal tiongkok ini.
        Saya kurang tau pasti jumblahnya,tapi dalam 5 atau 6 bulan terakhir ini jumblah TKA asal tiongkok mencapai ratusan orang.dan saya kira jumblah itu akan terus bertambah sampai pada tahun depan.
        Ohh iya ngemeng2 TKA asal tiongkok yg di daerah Propinsi Maluku Utara 99% tidak bisa berbahasa Indonesia..mau bukti silahkan kesini.

        Dan satu bocoran lagi..rata2 para TKA asal tiongkok ini menggunakan visa turis,setelah di indonesia baru di ganti dgn visa kerja.oleh karena itu ada tulisan saya di atas menggunakan kata “pihak imigrasi bermain mata dengan perusahan yg mendatangkan para TKA ini” makan besar mereka..
        Hehehe…ini bukan sebuah analisa seperti artikel di atas tetapi sebuah fakta yg terjadi di lapangan saat ini.
        Tulisan saya ini saya kasi judul ” kurang piknik”
        Wakakaka…

        • Tetep saja saya gagal paham ama comment anda…
          Bung TN menulis utk hitungan simple terkait berita “hoax” mengenai 20 jt tk China. Coba deh piknik jg ke menado, minahasa, singkawang disana bnyk loh sejenis org china tp mereka WNI.
          Jadi menurut saya lebih baik bung laporkan saja kondisi di maluku utara tsb ke pihak imigrasi pusat dlm hal ini Bpk Ronnie F Sompie dan depnaker pusat, itu lebih tepat dan bijak dlm membantu kondisi setempat.

  4. Mantap Bung, pertanyaannya dengan devisa segitu banyak, masa iya kita batal beli aw…awaw…aw…aw101

    Xixixixixiziii

  5. Mantap bung @TNP, sekarang saatnya kita mikir kembali… jangan termakan berita bohong yang di munculkan segelintir orang dengan “tujuan” memecah belah NKRI. Bila perlu yang berbuat seperti itu kita usir saja dari NKRI, tak peduli siapapun dia.

  6. nah setuju nih. Fuck off buat oknum yg senang mencari keuntungan dg cara kotor sperti itu.

  7. aku mau beli yg jual pete aja dah kwkwkwkwkwk

    • Nah lho ?

      • klu saYA boleh berharap jangan banyakin wisatawan cinanya.mereka jorok ndak ada duitnya,datang cuma bikin macet membuat torist yg adaduitnya pada lari.lihat sekarang tourist emang banyak tapi ndak ada yg mau belanja,krn tourist eropa yg berduit tdk merasa nyaman krn torist cina ini,.mereka berisik sekali nawarnya minta ampun.masuk toko 10 orang tak adasatupun yg blanja.

        • Nggak turis nggak lokal semua memang tukang nawar…

          Makanya semua harus sepakat pakai harga pas dan dilabel seperti toko di mall yg kalo beli tak boleh nawar.

  8. Utk mendatangkan turis tdk harus bebas visa.
    Kalau ketangkep menyalah gunakan visa turis di deportasi dong…atau hukuman berat.
    Bagaimana kalau TKA itu adalah tentara terselubung sebagaimana kasus di tibet. Tentara menyamar jadi pekerja. Akhirnya tibet dikuasai .

    Apalagi TKA asing bawa Narkoba. malah kerja jadi buruh . Siapa yg kontrol.?
    Lebih baik bebas visa di hapuskan.
    Kalau bawa bendera komunis Tangkap…..

    • jangan anggap remeh begitu dong… para petugas bukan orang bodoh yang cuma bisa “OM-DO”… 😀 pemerintah memiliki visi dan misi, mereka sudah memikirkan rencana untuk 5, 10, hingga puluhan tahun kedepan sebelum anda memikirkannya… dengan semakin banyak devisa yang masuk, bukan tidak mungkin kebijakan bebas visa secara berangsur dikurangi…

  9. Masuk akal jenius sekali anda

  10. Buat bung @TNP,

    Nanti…. dari sekian banyak komen yang masuk, mohon dibuatkan itung-itungannya, berapa banyak komen yang positif dan berapa banyak komen yang negatif, sebagai gambaran persentase warga Indonesia yang mudah terpengaruh hoax dan yang berpikiran jernih 😀

    Salam

  11. analisa yang sangat cerdas..
    tambahan jga alasan banyaknya TKA Tiongkok yg mengisi lapangan pekerjaan yang seharusnya di isi oleh anak bangsa :
    kita hrs lihat & mengetahui bahwa banyaknya TKA Tiongkok yg mngisi lapangan pekerjaan level rendah di Indonesia pasti berhubungan dengan pekerjaan ”PROYEK”…ingat yaa…”PROYEK”
    kita smua tahu bahwa proyek itu selalu berpatokan dengan “TIME, COST & BUDGET”
    jdi jika ada proyek pembangunan MRT, Pembangkit Listrik, dll, yg saat ini bnyak di kerjakan oleh perusahaan dri Tiongkok dimana kita menemukan adanya TKA Tiongkok yg bekerja sbagai tukang las, tukang gali, Koki masak, dll..hal itu juga berhubungan dgn paket pemenang tender yg jga brhubungan dgn jaminan kelancaran pekerjaan utk memenuhi “TIME, COST & BUDGET yg telah direncanakan sebelumnya..
    mari ambil contoh utk tukang las yg didatangkan dri Tiongkok : trik pekerjaan las utk pekerjaan tabung suatu produk tdk akan sama dgn produk tabung lain, apalagi dibandingkan dgn mengelas Pagar rumah..jdi dsinilah adanya jaminan akan kelancaran proyek hingga selesai..
    sementara utk koki masak nya knp hrs dri Tiongkok jga adalah dikarenakan para pekerja Tiongkok tdk trbiasa dgn masakan lokal yg pedas..nah dsnilah peran koki dri Tiongkok tdi..
    prinsipnya..smuanya mngejar prinsip “TIME, COST & BUDGET” yg sdh direncanakan.

  12. Tka china dah dari jaman babe gendut dah ada. Baru dibesar2kan era sekarang. Bikin seolah pemerintah sekarang lebih jelek biar anak cucunya bisa berkuasa lagi. Sebelum lengser babe gendut banyak bikin jabatan batman. Contoh pemurnian bahan tambang harusnya dah dari 2009 harus jalan tp takut pendapatan negara turun di berlakunya masa akhir jabatan nya.

  13. Hehehehe…artikel yg bagus bung TN PhD….
    Walau Ama grup post sebelah Akan dibantah sesuci sucinya mereka…#hoax mana lagi yg engkau dustakan???? Hihi kata grup post sebelah…

  14. Pertamaxxxx !!!!!

  15. sadiss, saya suka paragraf terakhir.HOY…siapa yang kamu layani????? bangsa sendiri atau bangsa lain

  16. BORONG

  17. Keren Analisisnya bung TN, PhD..

  18. kirain bener warjag…..gak taunya Tukang Ngitung, PhD. gak beda jauh ama agen2 lainnya mau yang lokal maupun yang interlokal…..hadoooo….mang klo yang kelewat pinter harus diwaspadai yah

  19. Sebenarnya isu 20juta TKA ilegal asal chino itu memang udah kagak masuk akal sehat, cuma kok org2 pada percaya kalo isu itu benar, hm…. Kagak heran si dimas banyak pengikutnya, wong Org indonesia mudah banget percaya Berita hoax

  20. hmmm segerrrr
    mantap bung @tn..maklum di indonesia masih banyak malas baca..

  21. bung phd acen top

  22. ono sing durung di hitung ama bung Tn phd.. kondom turis..xi xi xi..ayooo nang di hitung..lumayan dapat berapa T tuh..

  23. Terima kasih bung Diego…

  24. buahaaaa…. kreeen!!
    ane kasi bung PhD trophy pete.

    …siapa sebenarnya yang anda layani ?Bangsa sendiri ataukah bangsa asing ?

    enakan lagi bung PhD dtambah dlm artikelnya hitungin rasio jumlah penduduk tionghoa+TKA+wisman dibagi perprovinsi RI, nah jadi kelihatan tuh tiap daerah nya nemuin pribumi atau org asing biar rasionya agar si fitnah g nongol lg.
    (maaf ane g bisa hitung bung soalnya kalkulator ane max cuma 5digit) #ngeles #otak g mampu

    Nice..!!!

    • Kalau yg itu biarlah yg lain saja yg hitung.

      Udah jelas kok lebih sering ketemu dengan orang Batak dan orang Minang daripada China ilegal.

  25. “JELAS SUDAH RINCIAN BUNG phD, TENTANG PROGRAM PEMERINTAH DAN ANCAMAN YG MENCOBA MENGHALANGI PROGRAM BESAR UNTUK KEMAJUAN BANGSA, seakan menjawab arti maksud dan tujuan si penyebar teror dan kisruh yg selama ini mencoba menggoncang NKRI, ayo rapatkan barisan bersatu membangun INDONESIA…

  26. Yg nulis sekolahnya dulu kl gak lulusan ameriki pasti lulusan china..

    Mainbrainvosnya beda jauh sangat high tech beda jauh ma yg lulusan lokal yg mudah sekali di cuci otak

    Kah kah kah

  27. MAMPUSKAN KOFUPTOR DAN PROVIOKATOR UTK INONESIAi YG LBH BAIK.. !!

    nice artikelnya bung TN. PhD
    Analisanya cerdas di sertakan dgn hitungan data2 yg logis dan realistis. Tidak terkesan asal tuding dan fitnah.
    Anyway.. jempol jari tangan ke atas utk anda.

    Salam..

  28. Wah ngantukk…

  29. Nice artikel kk salam kenal

  30. Bagaimana perhitungan penguasaan kekayaan berdasarkan etnis asli indonesia dg non asli atau keturunan..
    Bagaimana perhitungan skala pendidikan asli dan non aslie…

    Bahan buat pete seri 2..hahaha..
    Salam..

  31. Indonesia memang cantik bung penuh gula gula potensinya yg besar tdk sebanding dg kemampuan bangsanya untuk mengolahnya..memang ironi njancuki dot com..

    Inilah yg membuat semut semut kuning agak mangkak.. mau masuk ambil gula nih gambling dg cara legal ataupun ilegal bila perlu…

    Nah…Walaupun itung itungannya jelas diatas tetap wajib waspada, cause pejabat masih suka korupsi, kolusi, nepotisme, apalagi manipulasi bisa makin banyak yg ditutup tutupi..

    • Memang harus waspada tetapi bukan berarti paranoia (ketakutan yg berlebihan).

      • Maaf saya parno bung diatas paranoid apalagi polaroid hahaha…

        Untuk masalah imigran china lebih baik nyinyir daripada nyonyor..

  32. Mantap TN PhD, hebat analisisnya

  33. Meskipun tulisan ini bisa membantah isu tersebut, kita ttp harus hati-hati. Kalau ada yg aneh, laporkan ke pihak yg berwenang (polisi atau aparat lainnnya). Jangan sampai karena postingan ini kita kecolongan, terlalu meremehkan ancaman China. Jangan sampai Indonesia jadi Tibet jilid 2 atau Singapura jilid 2. Belajar dari pengalaman, pernah ada WN China menerobos masuk pangkalan TNI AU, kok bisa? Kan pangkalan militer penjagaannya ketat. Kalau kereka turis, ada kode etik yg mereka jaga. Kok bisa turis masuk ke pangkalan TNI? Tetap waspada. Kita tidak tahu tabiat China. Apalagi kita tahu sekarang PKI sedang bangkit kembali. Banyak atribut PKI yg disita dalam 2 tahun terakhir. Dan seperti yg kita tahu, negara superpower komunis didunia tinggal China saja. Jangan membela kepentingan asing, tetap waspada ancaman yg ada.

    Bisa jadi Indonesia jadi medan perang proxy antara 2 kubu : Aseng dan Asing. Aseng menginginkan daerah timur Indonesia, Asing bagian barat. Tidak perlu dijelaskanlah siapa Aseng dan Asing itu. Ingat F-22 dan pengebom B-1 serta B-2 akan ditempatkan di sonotan. Kenapa bukan di Nippon? Logikanya mana? Padahal ada base Asing di Nippon. Dan itu lebih dekat ke musuh “potensialnya”, yaitu Aseng.

    Mengutip syair Jangka Jayabaya : Besuk yen ana peperangan (kelak jika terjadi perang), teka saka wetan, kulon, kidul lan lor (datang dari timur, barat, selatan, dan utara)

  34. Bung tn phd ini memang top bgt, otaknye encer bgt, smart dan teliti…btw bung tn phd org batak, minang atau tiongkok….xixixiiii 🙂

  35. Dan apa hubungan nya dgn pete???. Knp ga edisi ke 28? Malah edisi khusus pete? Apakah ada udang di balik bakwan??..

  36. yg nulis artikel blm pernah ke daerah kali.? hanya baca data yg entah dari mana… padahal Jumlahnya Wooow banget, cepe deh….!!!

    • gak lah… di sekitar daerah saya, Dumai (Riau) dan Medan tidak sampai “Wow” koq… lebay amat sih… Para pekerja asal China disini emang bekerja menangani proyek koq… tepat seperti yang di sebutkan oleh bung @jogi.

      Proyek power plant kami menggunakan Boiler dan Turbine buatan China.

    • pinter mengkritik pintar menimpali jg dong dengan data, biar ga asbun toh bunyinya…

    • Makan pete dl nyong… biar tambah bau mulut lu

    • ayo bung data sahihnya di babar!!!
      atau wow nya hanya senandung lirih tak berkutik atas artikel petttteeeeeeee

      dalam bahasa daerah saya pete berarti omdo…
      please deh ah!!!!

    • Didaerah saya memang wow banget bung @ogut…gak cmn seribu dua ribu, ribuan bung….berhubung sy tinggal di tangerang, banyak china benteng….. Salam hormat bung.

    • lank link lunk nya di babar 😀

    • Hayoo coba di sebutkan daerah mana saja yg ogut tahu dan lihat sendiri ?? Baik di propinsi atau kabupaten

  37. Ohh gitu ya om TN phd….

  38. Benar juga analisanya bung TN,PHD. kebanyakan TKA ilegal china ada didaerah2 kantong2 industri yang pabriknya menggunakan mesin dari china atau di daerah2 yg ada investasi dari china, sebetulnya mereka itu bukan ilegal, tapi memanfaatkan bebas visa selama 30 hari, jadi apa salahnya kalau mereka mengantar mesin pesanan pabrik, kemudian mensupervisi pemasangan dan pengujiannya yang mungkin hanya perlu waktu 1 atau 2 minggu saja.

    Selain di daerah itu sangat sulit (sangat sedikit) ditemui adanya TKA dari china apalagi yang ilegal. Silahkan buktikan sendiri, berkunjung ke daerah yang punya sedikit pabrik dan tidak ada investasi dari china, maka akan sangat sulit menemukan TKA dari china apalagi yang ilegal.

    Se7 dng hitung2ngannya bung @TN,PHD.

  39. Analisa anda sangat SUPER bung TN….Kita liat aja gimana komen anak2 web Sebelah yang katanya web “KEBANGSAAN” itu…Salut buat anda bung TN….

  40. Wew….salut bung, ,satu lg bung phd,buat bayar gaji pemandu 300 rb/ hari,300×30= 9 jt….dalam satu pemandu biasanya 2 sampai 4 org….2 jt/4 = 500 rb pok….gaji dalam satu org pemandu/ bulan Rp 9jt…500rb x 9jt=…?? Hahahaaa…maaf jk salah dan kurang jelas bung phd….pusing ane ngitung nya

    • Biasanya yg butuh pemandu wisatawan pakai bus, 1 bus 20 orang, Jika dari 20 juta wisman itu hanya 2 juta orang yg butuh pemandu maka 2 juta = 2000 ribu dibagi 20 orang = 200 ribu bus, 1 bus 1 pemandu x gaji 3 juta per bus = 3 juta x 200 ribu = 600 ribu juta = 600 milyar untuk gaji pemandu.
      Tip untuk pemandu 100 ribu x 2 juta = 200 ribu juta = 200 milyar.
      600 + 200 = 800 milyar untuk pemandu saja.

      • Mksh bung phd….tapi daerah saya di gunung Lauser turis nya kadang 4 org turis dgn satu pemandu…sekali naik ke gunung ampe sminggu di atas…ngapain tu turis di atas gunung y lm2…kadang malam2 keliling aja tu kerja bule…ntar agen CIA yg masuk ke indonesia…hihihi

  41. Setuju banget.

  42. Iye ke???kalau itu gak masalah,yg kami takutkan adalah penjajahan..

  43. saya penikmat para komentar, semakin kesini semakin gak sehat
    dari beberapa artikel jelas membantu pemerintah sehingga kalaupun ada pemberitaan yg bernada tanda kutif maka akan terbantahkan.
    awalnya sya percaya warjag yg idependen

    • https://youtu.be/aGBTJHQp_LE
      saya hanya menemukan di youtube, masalah kebenaran sya gak tau namun seorang dirjen imigrasi mungkinkah dia bohong

      • Sejuta lebih warga China yg disebut dirjen imigrasi itu tidak semuanya TKA ilegal.

        Ada yg datang sebagai investor.
        Ada yg datang untuk membeli produk SDA kita.
        Sebagian besar yg datang sebagai turis murni.
        Ada yg datang resmi untuk bekerja.
        Ada yg datang sebagai TKA ilegal.
        Ada yg datang bolak-balik, setahun mungkin datang dan pergi ke RI belasan kali untuk urusan bisnis.
        Jika sejuta lebih itu 5% nya bolak balik belasan kali maka mereka sdh mengantungi 55% dari sejuta lebih itu.

    • Mohon maaf bung. Saya juga independen tidak digaji. Dan non parpol.

      Saya hanya tidak suka pada para pemecah persatuan bangsa. Dan saya juga peduli pada upaya bangsa ini untuk maju.

      Saat US meninggalkan rasisme terhadap kulit hitam tahun 50-60an dan saat Afrika Selatan meninggalkan apartheid awal 2000an, di NKRI malah mundur jauh ke belakang dengan upaya2 SARA yang dilakukan oleh beberapa gelintir orang yg lahan basahnya terganggu.

  44. sebenar dalam persaingan dunia pariwisata kita masih kalah dengan thailand,malaysia dan singapore,dengan vietnam lagi giat2 juga.

    kadang nalar org provokasi sebenar org asli indonesia atau luar saya tidak begitu tahu hehehehehe

    malaysia dengan truly asia katanya bisa mencapai 20juta wisatawan pertahun,belum thailand diperkirakan 30juta wisatawan pertahun,indonesia tidak mencapai 10juta,nah disitu letaknya masak kalo mau keindonesia cm bali dan jakarta doang???????(pemerintahan menargetkan 10juta dr 150juta wisatawan tiongkok ke indonesia sampai 2019,bukan diplesetkan dengan 10juta tki china hehehehehe,kalo ilegal2 ya aturan kan ada imigrasi dan polisi urusin)

    ini termasuk free trade asean,dan pasar bebas(ini selain modal masuk dan sdm masuk)nah disini letak pemerintahan khususnya sdm+modal bersaing dengan luar?????

    petai kurang enak,cm cewek manis abis kalo liet ngk bosen bro xiixixixixi

    salam damai selalu:)

    • Thailand “wajar” bisa banyak krn selain wisata alamnya, disana juga banyak wisata “esek2″nya. Baik yg normal atau abnormal. Indonesia ga perlu ngikutin Thailand pke wisata “esek2” jg dah bnyk potensi alamnya, cuma memang utk mendorong pariwisata tdk bisa klo cmn mengandalkan kemenpar, hrs ada keterlibatan semua pihak baik pengusaha, turis lokal, publik figur/artis, pejabat dll. Sponsorin semua situs2 wisata yg ada di Indonesia keluar negeri,kalo bisa ajak kerjasama (bikin film/reality show ky acara di AXN dan S-One skrg yg ngepromosiin Indonesia). Tapi jumlahnya diperbanyak sayang kan kalo potensi yg ada ga kegarap maksimal cuman gara2 kita “pelit/perhitungan” ngeluarin modal buat promosi.

  45. Mantab Perhitungan Pete nya @T.Ng…
    Tapi apakah Jumlah Angka” jumlah diatas masuk semua dalam Kas Negara ga yaa..?? Sebagai sumber Devisa kita..??
    Waahhh…klu masuk semua pasti Negara kita Terjamin kesejahteraan nya.. Tapi Sayang masih Banyak Koruptor” dan Praktek” Pungli oleh Aparat” yg tidak bertanggung jawab yg ingin Memperkaya diri sendiri…

    • betul, zaman skrg bikin SIM aja kalo ga “nembak” jadinya lama berbulan-bulan. itupun kalo lulus alhamdulillah kalo ga rugi waktu, rugi tenaga rugi ongkos juga.

    • Setiap turis yg masuk RI harus menukarkan uang negaranya ke rupiah sebab dia tidak bisa bayar makanan, suvenir, angkutan, penginapan, jasa pemandu wisata atau apa pun di negeri ini tanpa rupiah.

      Sehingga bisa dikatakan, mereka bawa uang (devisa) ke RI.

  46. Sangat menarik apabila Bung Tukang Ngitung Phd untuk menghitung :

    1. Berapa Jumlah penduduk yang menjadi pengikut Partai Komunis China di Indonesia saat ini.
    2. Berapa Jumlah pendatang Asing china yang melanggar Visa.
    3. Berapa jumlah WNA asing tersebut yang berhaluan komunis dan mencoba untuk menularkan ajaran komunis tersebut kepada pemuda Indonesia.
    4. Berapa jumlah pejabat kita yang diduga ber faham Komunis ?
    5. Berapa parpol kita yang diduga disusupi orang orang komunis ?

    • Soal paham yg itu saya tidak mau membaca sama sekali.

      Tapi kalo soal berapa banyak WNI asli yg Atheis atau semi atheis di RI, jawab saya adalah banyak sekali sebab di sekolah2 pun diajarkan paham atheis yaitu Evolusi.

      Coba tanya anak2 anda yg masih SMA, apakah kamu percaya ada manusia kera di jaman dulu, mereka akan jawab di sekolah diajarin evolusi. Pengajaran evolusi sudah ada dari pemerintahan Suharto.

      Nah jika anda juga percaya teori evolusi maka ada kadar atheis sekian persen dalam diri anda walaupun anda rajin sembahyang, sekian persen atheis berarti juga sekian persen komunis di dalam diri anda.

      Kalau saya dari sejak SMP saya SELALU menentang Evolusi.

      Jelas bung ?

  47. Tibet : jarak mereka terlalu dekat dan militer mereka tidak waspada.

    Singapore : penduduk asli Singapore hanya sedikit, Melayu di Singapore banyak punya kerabat atau nenek di Indonesia, mereka pun juga diserbu orang2 pekerja dari India, Bangladesh, Pakistan. Para imigran ini tidak peduli asal Singapore dari mana dan akhirnya penduduk pendatanglah yg berkuasa. Di Singapore pun banyak China yg miskin.

    Timor Leste : bangsa plin plan, sok mau lepas dari RI malah dijajah Australia, kecewa dengan Australia dan mau balik ke RI, RI tidak mau, akhirnya minta bantuan China.

    Angola dan Zimbabwe adalah bangsa2 terbelakang tukang perang saudara.

    Bedanya dengan RI, suku2 di RI sangat dominan, militer dan polisi serta intelejen waspada. Upaya mengadu domba rakyat oleh para koruptor itulah yg China manfaatkan. Jika rakyat RI waspada dan tidak mau diadu domba maka mereka tidak akan berani mengganggu.

    • Setuju bung, waspada boleh, paranoid jangan. Apalagi mudah di brainwash oleh pihak2 yg ingin bangsa ini terpecah belah oleh issue2 yg gak bertanggung jawab yg punya agenda tersembunyi ingin menjatuhkan pemerintah yang sah yg dipilih oleh mayoritas Rakyat Indonesia. NKRI harga mati. Salam hormat.

  48. Setuju dgn bung phd, akibat ribut di jkt, byk jg turis asing yg membatalkan kunjungannya ke RI. Sekali lg yg kena dampak dr faktor keamanan yg paling terasa adalah sektor pariwisata. Skr yg untung justru thailand pariwisatanya semakin menghasilkan devisa. Wassalam

  49. Sekali kali rak ngitung senjata kwkwkw
    :p

  50. Mantafff bung phd

  51. OM IJIN COPAST OM

  52. Mantap bos ulasannya…Wonderful Indonesia!!!

  53. ngeliat bule makan lesehan jd laper

  54. pantesan bung @TN pernah nongkrong disebelah ada yg menyanggah ya bung?
    suka tdk suka, pilih tdk pilih, rakyat wajib menghormati pemimpin, krn itu sifat seorang mukmin.
    cara pandang anda cukup relevan, bung
    selamat perjuangkan terus pena anda….

  55. Proxi bisa dari mana saja, apa saja, kapan saja. Jadi benar kata dokter kunyah makanan 42 kali biar dapat dicerna dgn baik dan tidak tersedak.. Selamat mengunyah makanan warjager..

  56. wkwkwkkwkwkw intinya takut ah0k jd RI2. bro walapun “misalnya” ah0k gak terkena kasus penistaan levelnya bakal mentok di mentri gak bakal bisa jd RI2. sungguh paranoid banget anda

    kandidat RI2 banyak bro bukan si koko itu aja:
    -srimulyani
    -susi
    -gatot
    -dll

  57. kalo ada turis asing di lokasi wisata terus foto sambil ngibarin bendera negaranya jangan langsung parno dan menuduh si turis ingin mendirikan negara di atas negara. sungguh koplak bin ajaib tapi nyata kalo ada pemikiran sependek rok mini 😀

    http://i2.cdn.turner.com/money/dam/assets/160318100739-chinese-tourists-europe-flag-540×304.jpg

    Chinese tourists spent $215 billion abroad last year, 53% more than in 2014, according to a report from the World Travel & Tourism Council. That’s more than the annual economic output of Qatar, and Chinese tourists are now spending way more than anyone else, including Americans.
    The number of Chinese tourists traveling internationally has more than doubled to 120 million people over the last five years, according to data from the China National Tourist Office and WTTC. That means one in every 10 international travelers now comes from China.
    “The growth of Chinese [tourists] traveling abroad has been extraordinary,” David Scowsill, CEO of WTTC, told CNNMoney. “A lot of this growth is stimulated by more and more people coming into the middle class.”

    • Duluuuu sekali saat saya pertama kali ke Singapore, guidenya pakai bendera merah putih untuk memanggil orang2 Indonesia yg jadi rombongannya. Demikian juga saat ke Thailand, Korea Selatan dan di negeri2 lain mereka para guide pakai bendera merah putih untuk panggil anggota rombongannya. Padahal rombongan dari RI ada beberapa belas bus. Tapi rakyat negara yg saya kunjungi itu, mereka nggak teriak2 ada invasi dari RI tuh.

  58. Lha khan kemarin sudah saya bilang yg ah uh oh di tempat2 berkedok hotel itu jelas ilegal.

  59. Kelak jika kita menginvasi singapura, rakyat mereka pasti diam aja dengan pasrah & ikhlas…wkwkwk

  60. Sangat logis… Mantap Bung TH. Phd..

  61. setuju dengan bung tn. lihat lebih luas. isu berbau SARA menyebar secara masif dan sistematis. waspada harus tetapi tidak kemudian menjadi paranoid dan malah menyasar dan mencurigai bangsa sendiri bahkan saudara sendiri. jangan melupakan sila ke 3 dari pancasila!

  62. btw… dulu sodara saya di maluku pernah jadi guide bule seorang pekerja LSM asing, suatu hari si bule minta dibelikan souvenir,
    setelah dapat lantas souvenir diserahkan ke bule tapi tanggapannya diluar dugaan,,, si bule marah luar biasa tdk mau terima dan tdk mau pake itu souvenir…
    karena ternyata souvenir itu adalah selembar kaos oblong dgn sablon besar dibagian depan yg berwajah OSAMA BIN LADEN wkwkwk….

  63. @tukang ngitung

    Lha wong ah-uh-oh gara2 kloloden swike kodok kok dibilang ilegal?

  64. Entah kenapa saya krg sreg ya, memang angka 20jt itu angka yg boombastis dan kesanny dibesarkan tapi tka china memang realita dan mgkn jumlah mereka sekarang tidak ada yg tahu pasti tapi entah kenpa saya yakin jumlah mereka akan terus bertambah.

    Masalah yg ditimbulkan mereka jg bkn main2, narkoba yg jumlahny beaar diselundupkan via tiang pancang, bibit tanaman berbakteri berbahaya dan lain2.

    Semoga kekhawatiran saya tidak terjadi, tetapi tidak ada salahnya utk terus waspada. Jaga kesatuan nkri, jgn mau dipecah oleh debat kusir. Merdeka!

  65. TKA tiongkok realitanya skrg jauh lbh bnyk drpd dl. Contoh di cilacap. Namun asal mrk legal dan terpantau sy kita tdk masalah. Bahkan bs meningkatkan roda perekonomian dan perkembangan daerah tsb. Liat bedanya Cilacap skrg dgn 2 thn lalu lah. Yg menyakitkan sbtlnya bnyk TKA tsb yg bidang keahliannya sbtlnya sdh bnyk di nkri. Knp hrs para TKA tsb yg mengisi tenaga ahli itu.

  66. isu TKA cina apapun alasanya di harap pemerintah menyikapi dg bijaksana, sbb pribumi INDONESIA ngaa seperti pribumi negara lain, di takutkan sejarah akan berulang kembali

  67. Klo semua rakyat Indonesia mendukung pemerintah skrg dgn ikhlas dan penuh kepedulian, tanpa menghilangkan kewaspadaan, insya Alloh Indonesia bisa menjadi sebuah negara gemah Ripah loh jinawi, masalahnya saat ini banyak juga yg ga suka dgn kepemimpinan pemerintah skrg ditambah gampang sekali menelan bulat2 berita yg ga bener dibikin seolah2 bener, utk membenci pemerintah skrg ini, dgn segala cara, tanpa dicerna lagi….ingat ini Indonesia dgn segala kebinekaannya, bukan cuma pulau Jawa doang!!!! Indonesia sdh di sumpah oleh para pemuda seluruh daerah…..dgn ikrar sumpah pemuda…..dari sekian para pemimpin, baru skrg ini sy bangga infrastruktur dibenerin dan dikembangkan, bensin bisa satu harga dgn daerah lain, kenapa skrg bisa, dulu ga bisa….salahnya dmn???? Sy tinggal di Jakarta, tapi sy senang saudara kita di Papua, Maluku dan plosok2 daerah terpencil bisa merasakan harga Pertamina sama dgn daerah lain…..jalan2 perbatasan dgn negara lain sdg dibangun dan dibenahi, Indonesia sdg berbenah, tapi ada aja orang yg pola pikir dan pandangnya picik pd pemerintah dan pemimpin skrg ini…..lihat Indonesia bukan melihat Jakarta atau pulau Jawa doang bung, tapi lihat Indonesia begitu luas bung, dgn rakyat yg banyak yg harus dihidupi, ibarat rumah Indonesia type rumah 245, dgn halaman yg luas, dgn anak yg banyak, Malaysia, Singapura, Australia, type rmh 21 dan 36 dgn punya anak yg sedikit…..kebayangkan repotnya indonesia, bukannya saling bantu sesama saudara, malah kerjaannya iri dan ribut mulu, tanpa sadar halaman kita yg luas terbengkalai, pohon buah kita dipekarangan dipetikin orang,……mikiiiiiiir.

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)