Aug 112016
 

Secuil Kisah Simfoni Nomor 9 Beethoven.

Mendengar kata Beethoven  pertama-tama  apa yang kalian pikirkan ?
WOOOFFF WOOOOFFF

image003

Mungkin kalian berpikir bahwa itu nama anjing sebab ada filem berjudul  Beethoven tentang kehidupan seekor anjing ras St. Bernard bernama Beethoven.
Namun  bukan itu yang saya maksud.

Yang saya maksud di sini adalah seorang composer (pencipta  music dan lagu) bernama Ludwig Van Beethoven yang hidup antara 17 December 1770 – 26 March 1827.

Tahun 1798 Beethoven  mulai kehilangan pendengarannya (menjadi tuli) dan pada tahun 1814 Beethoven  hampir  tidak mendengar apa pun (hampir tuli total).

Pada tahun 1819 dalam keadaan  kehilangan pendengaran, Beethoven mulai  menggubah  musik  berjudul  Simfoni nomor 9.

image005

Ini adalah Lukisan Beethoven oleh Joseph Karl Stieler pada tahun 1820

Lalu apa hubungannya simfoni nomor  9 ini dengan alutsista ?

Mari kita bayangkan seorang penderita tuna rungu tetapi  bisa menggubah sebuah karya besar yang sangat indah yaitu musik simfoni  nomor 9 berikut dengan syairnya. Bukankah kedengarannya mustahil ?

Demikian juga negeri  kita yang sebagian rakyat kita dengan pesimis menganggap  bahwa  pembelian alutsista pertahanan yang mumpuni dan canggih kelihatannya mustahil mengingat banyaknya hutang baik hutang pemerintah untuk pembangunan infrastruktur maupun juga hutang swasta. Sehingga ada yang dengan sinis bilang “Duite Sopo ?” maksudnya “Uang Siapa ?”

Apakah memang benar-benar mustahil ?  Apakah memang benar-benar  nggak ada duit ?

Nah, untuk menjawabnya, apakah para pembaca masih ingat yang ini  :

image006

Sebagai contoh :

Tertulis Pesawat pengganti F5  nilai pinjaman USD  1.140 juta.

Di publish resmi dibilang akan dibeli hanya 8 unit Su-35 sebagai pengganti F5.  Namun apakah benar  hanya 8 unit saja ?

Ingatlah bahwa Rusia sedang kena embargo sehingga tidak boleh gunakan mata uang US Dollar.

Jadi untuk membeli  alutsista dari Rusia harus menggunakan mata uang Rusia yaitu Rubel dan mata uang Indonesia yaitu Rupiah.

Nah, sekarang berapa harga per unit Su-35 dalam mata uang Rubel ?

https://themoscowtimes.com/articles/russias-t-50-aircraft-struggling-to-take-flight-but-older-su-35-surging-48893

image008

Citing unidentified defense industry sources, Vedomosti said the Defense Ministry will sign a 100 billion ruble ($1.5 billion) contract for 48 brand new Su-35 fighters, which will keep Sukhoi’s production lines busy for several years — the largest Russian fighter contract since 2012.

100 billion ruble  untuk 48 unit pesawat Su-35 baru.

100 billion ruble = 100 milyar rubel = 100.000.000.000 rubel

100.000.000.000 / 48 unit =  2.083.333.333,33 rubel per unit = 2,08 milyar rubel per unit Su-35

Sekarang  2.083.333.333,33   rubel itu berapa rupiah kira-kira ?

image010

Jadi  2.083.333.333,33   rubel = 421.521.166.599 rupiah = 421,5 milyar rupiah.

Sekarang  421.521.166.599 rupiah = berapa USD ?

image012

Jadi sekarang  421.521.166.599 rupiah = USD 32.124.999,99 = USD 32,125 juta = USD 32.125 ribu

Tadi tertulis di koran  Pesawat pengganti  F5  nilai pinjaman USD  1.140 juta.

1140 juta /  32.125 ribu = 1140000 ribu / 32.125 ribu = 1.140.000 / 32.125 = 35,48 dibulatkan  35 unit atau 36 unit.

Rusia Bersiap Produksi 12 Jet Tempur Su-35 Indonesia

TUKANG TIPU AL NGIBULIYAH January 11, 2016 at 10:40 pm
… xixixi …

Welcome 54 unit … eh … 36 unit Su-35 …

horee … horee … kena deh dikibulin sama TUKANG TIPU AL NGIBULIYAH otak soak tukang MENGKHAYAL … xixixi …

#maaf ya … TUKANG TIPU AL NGIBULIYAH jamaah 17 skadron (ghaib), beda sama anda yang jamaah 11 skadron (nyata) … xixixi …

Namun  apa yang terpampang di foto koran itu ternyata  hanya secuil saja. Mengapa hanya secuil ?
Sebab :

image014

Duite sopo  ?

Tuh kan mulai deh keluar kata-kata duite sopo.

Berikut  ini saya perlihatkan  duitnya :

Penerimaan negara  itu bisa terdiri dari :

Pajak dan Bukan Pajak

Berikut ini adalah Penerimaan Negara Bukan Pajak

image016

Sedang penerimaan Negara yang merupakan Pajak misal  Pajak Penghasilan (PPh),  Pajak Pertambahan Nilai (PPN) , Cukai, Bea Masuk dan lain-lain.
Lalu kita akan bahas satu contoh pajak saja yaitu Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Apa saja sector pendapatan yang dikenai PPN ?

Kita akan bahas salah satunya yaitu ritel (perdagangan eceran) .

Berikut ini adalah contoh struk dari salah satu  mini market.

Foto struk ini saya temukan di google.

image018

Eh salah … xixixixi
Harusnya yang berikut ini :

image020

Tertulis Harga Jual (yang harus dibayar) adalah  11.500 di mana  Dasar Pengenaan Pajak (DPP – nilai barang yang dijual alias omset) adalah 10.455 plus PPN 1.045

11.500 = omset 10.455 + pembulatan dari ( 10% x 10.455) = 10.455 + 1.045

Itu baru dari   1 struk saja.  Kalau nilai omset penjualan ritel  (perdagangan barang eceran)  seluruh Indonesia  yang terdaftar  berapa ya ?
Nilai Ritel Indonesia sudah mencapai berapa sih di tahun 2016 ini ?

image022

Untuk sektor Ritel saja tertulis  USD 324 MILYAR !

Berapa rupiah tuh ?

Kurs USD terhadap USD sekarang sekitar  13.100 – 13.200 rupiah per 1 US Dolar.

Supaya tengah-tengah kira-kira  13.150 per 1 USD.

324 Milyar = 324.000.000.000

USD 324 Milyar =  324.000.000.000 x 13.150 = 4.260.600.000.000.000 = 4.260,6 trilyun rupiah

USD 324 MILYAR Setara Empat Ribu Dua Ratus Enam Puluh Trilyun Enam Ratus Milyar Rupiah.
Jadi omset belanja penduduk Indonesia untuk barang eceran di minimarket, super market dan toko yang tercatat di tahun 2016 adalah 4 ribu trilyun lebih !

Mau bilang duite sopo lagi ?

Nah ingat  tadi dari omset di struk harus dikenakan apa ? Ya, PPN 10%.

Jadi jika omsetnya USD 324 MILYAR maka PPN nya berapa ?

USD 324 MILYAR  x  0,1 = USD 32,4 MILYAR

Jadi PPN Ritel adalah USD 32,4 MILYAR

Jika dari PPN itu  5 % nya untuk dana MEF 2 saja berapa ?

USD 32,4 MILYAR X 0,05 = USD 1,62 MILYAR PER TAHUN.

Itu baru 1 tahun saja, kalau 5 tahun ?

USD 1,62 MILYAR X 5 = USD 8,1 MILYAR untuk dana MEF 2 dari sebagian kecil PPN sector ritel.

Itu baru dari satu sector  saja yaitu sector ritel, bukankah ada sector lainnya ?
Misal sector :

1. Logistik, transportasi, telekomunikasi, informasi, property, security
2. Pertambangan, energy, pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, peternakan dan pengolahan bahan pangan.
3. Perbankan dan pasar modal, manufaktur, maintenance dan pengolahan limbah
4. Pariwisata, hiburan, akomodasi, rekreasi, hobby, sarana dan jasa pelatihan olah raga, kesehatan dan perawatan tubuh serta jasa lainnya.

Nah jika  sector ritel mempunyai andil 20% dan masing-masing dari  4 kelompok sector itu menyumbang 20% lagi, jadi  ada   5 kelompok sector x 20% = 100%, berapa nilai sesungguhnya dana renstra MEF 2 ?

USD 8,1 MILYAR X 5 kelompok sekto bisnis = USD 40,5 MILYAR untuk 5 tahun dari sebagian kecil duit PPN dari seluruh sector bisnis di Indonesia.
Ingat tadi kurs sekitar 13.150 rupiah per USD.

Jadi berapa rupiah senilai USD 40,5 MILYAR  itu ?

USD 40,5 MILYAR  x 13.150 = USD 40.500.000.000 x 13.150 = 532.575.000.000.000 rupiah

532.575.000.000.000 rupiah =  532,57 Trilyun Rupiah.

Coba bandingkan hasil 532,57 Trilyun ini dengan berita ini

image024

Tetapi sekali lagi, itu hanya secuil saja, sebab hanya dihitung dari  5 % PPN seluruh sector bisnis di Indonesia, sedangkan pendapatan negara selain PPN ada PPh, ada Bea Masuk, Cukai, dsb.

Ingat juga bahwa  ada pula Penerimaan Negara  Bukan Pajak yang tujuh macam tadi sehingga 532 Trilyun itu murni untuk dana renstra MEF 2 saja, tidak termasuk  anggaran tahunan untuk kesejahteraan prajurit dan biaya operasional dan pemeliharaan alutsista.

Nggak percaya  ?

Ini pembagiannya :
image025

Jadi berapa total untuk pertahanan selama 5 tahun ?

Kalian cari sendiri lah, masa mesti  disuapin Tukang Ngitung, PhD. terus sih.

Yang jelas  hasilnya  akan datang  sekitar tahun 2020-2023 dan wow banget seperti  saat kita menyaksikan 10 ribu orang menyanyikan nyanyian sukacita  Simfoni No. 9 gubahan Beethoven berjudul Ode To Joy ini.

Dirigen Yutaka Sado

Laufet, Brüder, eure Bahn,
Freudig, wie ein Held zum siegen.
Saudara-Saudara, Berlarilah dalam perlombaan,
Bagai Pahlawan yang  hendak menaklukkan

Seid umschlungen, Millionen!

Hai Jutaan Orang ! Mari kita Saling Merangkul !

Jadi Bung Tukang Ngitung,  itu tadi duite sopo ?

Ealah lagi nyanyi-nyanyi  kok masih ada yang tanya duite sopo sih ? padahal udah dijelasin kok ya nggak paham-paham ya ?

Xixixixixi

Dari : Tukang Ngitung, PhD.

Artikel Terkait :

  174 Responses to “Ayo Mari Kita Berhitung ! Seri 24”

  1. 5

    • Horeee pertamax !

      Terima kasih bung Diego.

      • Ngak adil ini namanya..
        Anda yg bikin artikel & anda juga dapat pertamax.
        That not fair..!!!

        • Bung Kambing,

          Lhah yang upload ke JKGR kan bukan saya ?

          Saat yang lain masih pening2 ngitung, saya peningnya udah terlebih dulu ngerasain.

          Jadi ketika artikel muncul dan kebetulan saya sedang buka JKGR ya saya duluan yang pertamax.

          Xixixi peace

          • @Tukang Ngitung, PhD.
            Eh bener juga ya…
            Ok… Cukup adil kliatannya.. Hhi”
            Nice artikel bung..

          • Jadi sekarang 421.521.166.599 rupiah = USD 32.124.999,99 = USD 32,125 juta = USD 32.125 ribu
            Tadi tertulis di koran Pesawat pengganti F5 nilai pinjaman USD 1.140 juta.
            1140 juta / 32.125 ribu = 1140000 ribu / 32.125 ribu = 1.140.000 / 32.125 = 35,48 dibulatkan 35 unit atau 36 unit.
            =========================================
            @Tukang Ngitung, PhD.
            USD 32,125 juta itu adalah kontrak Ministry of Defence of the Russian Dgn KnAAPO, dan itu bukan harga dengan Costumernya KnAAPO Langsung spt Kemenhan RI, harga aslinya mungkin akan 2 kali lipat dengan Costumernya bung.
            Jadi Kementrian pertahanan rusia atau negara lainnya akan mengambil untung/Laba dari trx yang terjadi untuk tiap2 export alat pertahanannya,
            pastinya bung juga sudah ngerti kan tentang hal2 spt ini.
            sama halnya yg terjadi dgn Kontrak2 F35 & F16 USA ministry of defence dgn Lockhead Martin, harganya kurang dari separuh harga ke costumer, ngambil untungnya parah banget lho!
            Salam Bung.

        • sabar bang…nanti di gigit herder loh….

      • Semoga tidak dikurangi upeti kiri kanan bung

    • joooos..ulasanya.!
      salam sehat Bung@Tukang Ngitung.

    • Sy kurang sepakat thdp hitungan bung tukang itung phd, terlalu bombastis terutama di itung2an di sisi pemasukan negara dr koleksi PPN yg dipukul rata 10% dr sektor ritel/pedagang eceran. Hal2 seperti tgkt kepatuhan pembayar pajak dan klasifikasi sektor ritel tsb apakah sbg subjek pajak serta hal lainnya turut mengurangi penerimaan PPN.

      Contohnya pedagang ayam, daging, beras atau sembako di pasar rakyat apa bayar PPN? Tp mrk jg masuk klasifikasi ritel. Hal lain tingkat kepatuhan bayar pajak jg tak lewat 15%.

      Silahkan bung tukang itung phd. sesuaikan kmbali, agar wacana tdk keluar dr realita! Salam

      • Dari mana tahu omset ritel USD 324 milyar ? Pasti dari laporan para pelaku usaha. Data dari mereka yang melapor dihitung dan ditotal hingga ketemu jumlahnya USD 324 milyar.

        Yang dihitung di ritel USD 324 milyar itu adalah para pelaku usaha (perusahaan) yang melaporkan kegiatan bisnisnya seperti mini market dll.

        Sedangkan untuk para pelaku usaha kecil misal warungan, tukang baso keliling, sembako di pasar, pedagang kecil di pasar, dll, adalah mereka yang tidak melaporkan kegiatan usahanya.

        Jadi mereka ini (para pedagang) yang bung sebut itu, walaupun mereka retail tapi tidak melaporkan kegiatan usahanya, omset mereka tidak termasuk dalam omset yang USD 324 milyar itu.

        Jika mereka semua disiplin dan melaporkan kegiatan usahanya maka omsetnya pasti jauh lebih besar dari USD 324 milyar.

  2. salute

  3. Pertalite lah….

    Wow banget bung… Negara Kita kaya saya

  4. Fakta bro…..alutsista banyak yang telat kirim karena pembayaran cicilan kembang Kempis…..malah ngayal gak jelas…goblok !!!

    • Yang harus ditanya itu yang bikin alutsista.

      Misalnya :
      Mengapa DKB nggak selesai buat LSTnya padahal DRU sudah selesai ?

      Ingat juga DKB adalah BUMN, tahu sendiri orang BUMN kelakuannya bagaimana.

      Sedang DRU karena swasta yang memang ingin segera dapat untung, mereka cepat2 kerjakan sampai selesai.

      Selain itu, pembuatan alutsista itu bisa sampai 5 tahun tergantung spesifikasi apa ?

      Mau cepat ? Spesifikasi tidak lengkap seperti Leopard.

      Mau spesifikasi nggilani ?
      Datangnya lama banget seperti F16 upgrade blok 52ID.

    • Boleh x di bikin artikel bantinganny. Biar gk omong kosong aj kyk kentut. Suara ad bentuk gk ad. Tau” bau doank hehehee..

    • Bung ini mah lagi sakit ati, lanjut terus bung tukang ngitung, sy suka artikelnya.

    • @tukang sempak….kalo goblok sendiri aja kelesss…jgn ngajak kita yg pinter2, apalagi bung TN, PhD yang jelas2 master itung-itungan..hihihi

    • Lu yg goblok, manusia psimis itu biasanya cm jd smpah masyrakat…,dasar sampah lu!

    • tukang sempak….ngatain orang lain goblok tp gakbisa buat artikel,coba ente buat artikel aja gakusah yg runut spt penulis
      setidaknya yg baca juga tau mana yg goblok dan mana yg pinter
      buktikan,jgn cuma OMDO

  5. mueheeeeee .. negara kaya…. Indonesia…

    semua di beli… mueheheeee.. hehehehe…

  6. PERTAMAX….

  7. Amiinnnn…. Mudah2n bisa lebih cepat nyanyi lagu beethoven nya tra lalala.. Tri lilili

  8. itu hanya itung- itungan saja praktek di lapangan pajak2 tersebut tidak dapat terserap maksimal banyak yang menguap target pajak pertahun ini saja masih kurang dari yang di targetkan pemerintah…sebagai contoh industri ritel yang membeban kan pajak kepada konsumen dan penggunaan plastik kresek 200 rupiah itu juga belum tentu masuk ke negara akan tetapi di jadikan ajang ambil untung oleh industri ritel bisa di cek di dirjen pajak berapa kalkulasi sebenarnya dan real nya bahwa pajak dari itung2 an bung PHD sangat meleset jauh…

    • Bung Bunker,

      Soal PPN yang dipungut kepada pembeli tersebut jika tidak disetor ke negara maka hukumannya pidana.

      Yang mungkin tidak disetor adalah PPh sebab sebagian orang masih enggan bayar.

      Soal tas plastik 200 rupiah itu masuk ke Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

      Sedang PNBP tertentu, Bea Masuk dll itu pasti disetor sebab harus dibayar di muka sebelum dilayani oleh aparat negara.

      • Saya suka dengan hitungan Bung Tukang Ngitung PhD (TNP), walau sesuai kata Bung Bunker dan juga pengalaman saya, memang agak pesimis dgn kelakuan oknum (org lapangan atau pejabat) di pemerintahan. Tp gpp Bung, ini bisa menyebarkan semangat bhw sebenarnya kita bisa. Ini bisa jd referensi bagi staf pemerintahan di bidang renbang. Atau jangan2 Bung TNP sebenarnya salah satunya? Hehehe. NKRI harga mati!

  9. terus dan terus… akan terus bertambah… masalah duite sopo… ada yg ngatur dan mencari… semoga NKRI dan TNI semakin Solid… tetap bersatu dalam Ke Binneka Tunggal Ika…

  10. asiiik pertamak euy…mudah2an hitungannya passs..tidak meleset seperti nginjek kulit pisang bekas makanan beruk..

  11. Cewek yg diatas itu dibeli berapa unit bung? Buat ane atu yg bung? Xixixi….btw 36 unit su 35, pak pok (lg tampar pipi kiri kanan) apakah ini mimpi atau hanya ilusi, apakah nyata atau hanya kasat mata, apakah beneran atau hanya bohongan?..jika bener gokil bgt neh berita, jd kita bs salip si china yg hanya beli24 unit…indonesia keren, semoga beneran nih …amin!!

  12. Sing ngomong duite sopo kira2 gaji umr cicilan bejibun ngeluh mulu ga dijatah bini…. 😀

  13. Wkwkwk mantep itungan nya bang Tukang ngibul, lumayan nambah refrensi kali aja bener itungan nya hahaha

  14. jadi ini tho sumber dana MEF goib negara kita hehehe?

  15. Gk sesuai knyataan klo mlihat dri sisi ksenjangan sosiasl/pmbngunan infrastruktur dn lainya…..mtemtika itu biasanya mutlak…sesuai dngan knyataan yg ada….

    • Bung gag Sesuai kenyataan gmana pembangunan ifrastrukturnya? Anda ngomong asal ngomong ITU. Anda sudah keliling Indonesia melihat berbagai proyek infrastruktur yg sudah dikerjakan? Klo Anda sudah keliling, dpt fotonya , tau harga kontrak karyanya. Trus di data Baru B’s bilang g Sesuai kenyatan. Klo Blum keliling survey proyek infrastruktur di daerah2 jgn blang ada kesenjangan.Blum tau data sudah koar ada kesenjangan.jgn pesimis bung.Anda liht di daerah Anda saja mgkin, Padal di dearah yg lain duit ITU uda tersalurkan buat infrastruktur

  16. semoga apa yg di tulis bisa menjadi kenyataan..
    selamat menyongsong HUT RI yg ke 71.

    “I ? NKRI”

  17. Ane bkn.a sombong . pajak sebulan ane ajah 1.437 jt per bln X 10 rb karyawan . pemerintah udh dpet brp tuh sebulan doank dr pajak pt ane .
    Ane yakin pemerintah sbnr.a untung dr pajak per orangan

  18. Duite sopooo ???….

    Duite negoro….

  19. bung Tukang Ngitung, PhD. siapa nama cewek di foto itu ?

  20. Kenyataan nya duit tetep gak ada

  21. y klau dbliin su-35 mua… kalau ada yg dpke wat bli gripen gmn…

    • Lha itu USD 1,14 milyar itu kan pinjaman luar negeri.

      Ingat Rusia pinjamkan kredit setara USD 3 milyar untuk alutsista, bisa jadi USD 1,14 milyar itu termasuk di antara USD 3 milyar itu.

      Kalau Gripen kan bisa diambilkan dari dana yang lain di antara 532 trilyun itu.

  22. bung Diego…lama ga baca artikel dan koment dr bung Stephanus,kangen nih?

    serasa kurang kumplit,kan sekarang TN. Phd termasuk senior yg msh rajin buat artikel di mari

  23. Bung @TN.Phd, saya sangat yakin bahwa kepala anda botak 🙂

    Salam hangat

  24. 36 unit Su-35 masih masuk akal karena keinginan Indonesia adalah membeli 32 unit Su-35

    (Direktur Kerjasama Internasional Kementerian Pertahanan Indonesia Mr Jan Pieter Ate – November 2015)

    begitu juga kasus Fire Control Radar Reinmetall for ASTROSS II yang tahu-tahu barangnya nongol …

    RM-70 Vampire MLRS yang tiba-tiba barangnya nongol, alasan untuk pergi ke luar negeri untuk training, ternyata untuk mengambil RM-70 Vampire …

    Prototipe RM-70 Vampire baru dimulai pembuatannya pada bulan Februari 2015 dan ujicoba penembakan berhasil dilakukan pada bulan Oktober 2015 dan ANEHNYA pada bulan Juni 2016 RM-70 Vampire sudah berada di Indonesia, padahal lazimnya barang baru dikirim 18 bulan sejak kontrak berlaku efektif atau kira-kira 21 bulan sejak kontrak ditandatangani … sulit dipercaya tapi nyata …

    jika lihat berita lama :

    – sign contract Su-35 pada bulan September 2015

    atau kah :

    RR : “pembayaran TAK JADI SOAL, anggaran untuk pembelian pesawat-pesawat itu sudah dialokasikan dari dulu dan direncanakan sejak ERA MOELDOKO

    duitnya udah ada dari dulu bro …

    • Itu dia…

      Jika 532 trilyun itu udah ada dari dulu, maka untuk pengumpulan duit USD 40 milyar sekarang ini bisa jadi untuk pembelian alutsista 5 tahun yang akan datang.

  25. waduhhh … isi artikelnya nyantumin pajak, . ntar pasti ada bung fath yg sewot nich. .
    siap² bung tukang hitung … hahaha
    mantabb artikelnya …

  26. semua tergantung kualitas penyelenggara” negara klo kualitas moral dan jiwanya jujur serta lurus dijamin 1000% itungan bung tukang ngitung sesuai kenyataan

  27. coment di pending hingga SU-35,kilo,gripen,gowind,rafale,typhoon,scorphene tiba

  28. Saya yakin anda pakai kacamata bung Phd. Rambut ikal dan sering buka internet haha

  29. 3 skadron yah, itu baru AU, belum matra lain belanja ke papa bear, pantes PAPA BEAR udah ngirim informan (masih magang belum jadi intel makanya ketangkep) ke Freeport:

    http://www.jpnn.com/read/2016/08/09/459657/Bawa-bawa-Ransel-1-Pria-Rusia-Tanpa-Izin-Masuk-ke-Tambang-Freeport-?ref=yfp

  30. Bung @TN PHD , hebat itungannya , paling tidak hati ini tidak jadi pesimis dengan kabar pemotongan anggaran hehehe salam Hangat bung,

  31. Tambah’n lagi bung.. pendapatan dari hasil KPR berapa duit tu yg masuk ke negara…
    Indonesia memang kaya..

  32. Di tunggu mari berhitung selanjutnya….

    Untuk HANUD jauh-sedangnya….

    Semoga sedia payung sebelum hujan..

  33. agar bisa di maklumi, dan saya berharap tidak terjadi pada KEMENHAN
    Jakarta – Penerimaan negara dari sektor pajak hingga 31 Mei 2016 baru mencapai Rp 364,1 triliun atau setara dengan 26,8 persen dari target Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) 2016 sebesar Rp 1.360,2 triliun. Sedangkan, ruang yang tersisa dalam defisit anggaran semakin kecil, yaitu tidak boleh melebihi 3 persen sebagaimana diamanatkan Undang-Undang (UU).

    Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK), membenarkan tentang rencana pemerintah untuk mengurangi penggunaan anggaran yang sebelumnya telah disepakati. Pemotongan anggaran, menurut JK, merupakan tindakan realistis yang akan dilakukan pemerintah di tengah situasi pelemahan ekonomi di dunia dan kemungkinan tidak tercapainya target penerimaan negara.

    Bahkan, ungkapnya, jumlah pemangkasan anggaran akan bertambah seiring dengan berkurangnya penerimaan negara. Termasuk, kata JK, pengurangan anggaran untuk pembelian barang dan jasa yang juga akan dikurangi jika terpaksa untuk dilakukan.

    “Semua (Kementerian/Lembaga) pokoknya sudah diperintahkan harus menghemat. Pertama, anggaran rutin, anggaran rapat-rapat,seminar atau anggaran lainnya yang tidak terlalu penting dan prioritas dulu. Kalau memang terpaksa anggaran yang pembelian barang dikurangi. Ini antara menyesuaikan diri dengan UU, jangan lupa itu, harus itu,” ungkap JK di kantor Wapres, Jakarta, Selasa (14/6).

    “Kalau tidak, walaupun ada kontraknya tapi tidak bisa dibayar bagaimana, lebih susah lagi. Ini bukan situasi yang gampang. Di seluruh dunia, jangan lupa ya, terjadi ini, bukan di sini saja. Mungkin berubah (jumlah pemangkasan anggaran), mungkin lebih banyak lagi. mungkin lebih tinggi lagi,” tambahnya.

    JK mengakui, belum mengetahui besaran jumlah pemangkasan yang kembali dilakukan pemerintah karena masih dihitung oleh Kementerian Keuangan (Kemkeu). Hanya saja, lanjut dia, pemerintah akan memastikan anggaran pembangunan prioritas diusahakan tidak akan terkena dampak pemotongan.

    “Namanya keadaan seperti ini, subsidi harus dikurangi, subsidi listrik harus dikurangi. Jangan lupa kita ini bergerak sesuai aturan yang dibuat oleh DPR, yaitu tidak boleh lebih dari 3 persen (defisit anggaran). UU kan pemerintah dengan DPR. Jadi, justru kita ingin memenuhi aturan UU yang disetujui bersama DPR, maka terpaksa begini,” ujar JK.

    DPR Harus Mengerti

    Namun, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) nampaknya tidak setuju dengan pemangkasan anggaran yang diputuskan pemerintah di beberapa kementerian dan menolak pemangkasan anggaran tersebut.

    Terhadap penolakan tersebut, JK menegaskan, pemangkasan anggaran adalah tindakan yang terpaksa dilakukan pemerintah sebagai konsekuensi berkurangnya penerimaan pemerintah. Apalagi, kata dia, mengingat aturan UU yang mewajibkan defisit anggaran tidak boleh lebih dari 3 persen dari produk domestik bruto.

    “Pemotongan itu agar APBN kita realistis, karena APBN terdiri dari penerimaan dan pengeluaran. Yang dipangkas kan pengeluaran karena penerimaannya berkurang. Jadi, mau tidak mau harus begitu, tidak ada jalan lainnya. Kecuali, DPR mereka setuju kita punya defisit bisa 4-5 persen, tetapi melanggar lagi undang-undang kan. Pemerintah tetap kan mau bagaimana, uang dari mana?” ungkap JK menanggapi penolakan DPR atas pemangkasan anggaran sejumlah kementerian.

    Oleh karena itu, secara tidak langsung JK meminta agar DPR mengerti bahwa pemangkasan anggaran adalah tindakan yang harus dilakukan oleh pemerintah di tengah situasi pelemahan ekonomi dunia.

    “Saya yakin teman-teman (DPR-Red) memahami situasi. Jangan lupa yang dimaksud pengeluaran itu pemasukkan dulu baru pengeluaran bukan sebaliknya. Kalau pemasukan rendah, ya berarti pengeluaran rendah, kalau (pengeluaran) tidak rendah, ya utang banyak. Kalau utang banyak berarti melanggar UU. Itu saja,” jelas JK.

    Lebih lanjut, JK memastikan, pemangkasan anggaran tidak akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Sebab, dijelaskannya, perhitungan pertumbuhan ekonomi tidak hanya bergantung pada anggaran. Tetapi, banyak faktor, seperti ekspor, industri, hasil produksi, pendapatan masyarakat dan juga harga bahan baku.

    “Pertumbuhan ekonomi tidak hanya karena anggaran. Anggaran ini penting tetapi bukan hanya itu. Kalau ekspor turun, industri menurun dia punya produksi, atau pendapatan masyarakat berkurang, atau harga batubara tetap begini (turun), sawit begini (menurun). Itu juga mempengaruhi pendapatan masyarakat, sehingga konsumsi menurun. Jadi, bukan hanya APBN,” tambahnya.

    • Penerimaan negara dari sektor pajak per 31 mei baru 364,1 trilyun.

      Januari – mei ( 5 bulan ) 364,1 trilyun.

      364 trilyun dibagi 5 = 72,8 trilyun per bulan rata-rata.

      12 bulan x 72,8 trilyun = 873,6 trilyun.

      Itu baru penerimaan negara dari sektor pajak lho.

      Masih ada pos-pos penerimaan lain yang bukan pajak.

      Ingat juga kata JK : pertumbuhan ekonomi tidak bergantung pada anggaran.

      Jadi don’t worry.

  34. melihat artikel tukang ngitung P.hd, antara percaya dan tidak.. contoh pengadaan ranpur 8 x8 yg katanya pesan dari Singapura sebanyak 300 lebih( terex 1) oleh pak RT, sampai sekarang kok tidak nongol – nongol… apakah ini cuman hoaks ato… mohon pencerahannnya

  35. Coba diingat…Alfamart dan Indomart mulai aktif kapan…dan kapan kita mulai beli Alutsista di jaman SBY??..

  36. bung TN,

    klo mau akurat ya 4 sektor yang lain dirinci juga omzetnya, ternyata pertambangan dan pariwisata jauh lebih kecil dari sektor ritel tuh,

    http://print.kompas.com/baca/2015/06/16/Pariwisata-Ditargetkan-Sumbang-Devisa-Terbesar

    • Devisa itu adalah uang yang masuk ke kas negara.

      Jadi devisa bukan omset.

      Justru di artikel kompas itu dari sektor pertambangan devisa yang masuk di tahun 2014 adalah 32 milyar USD.

      jumlahnya hampir sama dengan ppn dari sektor ritel 2016 yaitu USD 32,4 milyar.

      • Dalam konteks wisatawan mancanegara, omzet = devisa yang diterima seluruh penyedia jasa pariwisata, hotel, resto, biro perjalanan, airlines, transportasi darat, artshop, pengrajin dst. Bagian negara hanyalah berupa pajak hotel, pajak restoran dst.

        ..Terkait hal tersebut, maka pengembangan sektor pariwisata terkait erat dengan pemungutan pajak dan retribusi daerah (karena tujuan wisata tersebar di daerah2), terutama pajak hotel, pajak restoran, dan pajak hiburan. Dengan demikian, pengembangan sektor pariwisata secara tidak langsung berpotensi sebagai basis penerimaan pajak hotel, pajak restoran, dan pajak hiburan.
        (Kajian/analisis-sektor-pariwisata-dan-dampaknya-terhadap-kemandirian-fiskal-daerah/kemenkeu.go.id)

        http://economy.okezone.com/read/2016/07/13/20/1437377/dirjen-pajak-sektor-migas-buat-penerimaan-pajak-minim

        Idem sektor migas, pajak PPh migas untuk semester 1 2016 hanya rp 16.3 T atau $ 1.25 M.

  37. Bung Phd.@ iya kalo dikorup penghuni gedung kura2 ijo biasa2 yg cair paling2 2 trilyun rupiah..
    Itu jg kalo anggota hewan gak ngiler lagi

  38. absen sajalah itung bung phd,doggynya lucu dan ceweknya cakep xixixixixi

    salam damai selalu:)

  39. Hanya sekedar info, bekasi timur pukul 12.20 terlihat 4 ekor burung sayap delta warna putih keabuabuan
    meluncur dari arah tenggara ke utara. Sekian Laporan pandangan mata.

  40. SUDAH DI BAYAR LUNAS SEMUA TERMASUK HIBAH KAPAL INDUK DARI AS BESERTA 4 BUAH DESTROYER…

  41. Bung..gimana sih caranya komen di sini

  42. Bung TI phd, dari dana itu kira kira untuk beli lisensi lutsista inhan berapa ya ??

  43. kwkwkw…akhirnya kena dech…moga aja tetap semangat
    Jakarta – Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo menyetujui pengajuan pemotongan anggaran pengeluaran dan belanja yang dilakukan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati untuk beberapa pos kementerian.

    Menurut Agus, pemangkasan itu dilakukan karena penerimaan pajak dari pemberlakuan program tax amnesty diperkirakan jauh dari yang direncanakan pemerintah sebelumnya.

    Jika pemangkasan anggaran pengeluaran tidak dilakukan dan pemasukan negara dari pajak berkurang, kata Agus, untuk menutup kekurangan, harus dilakukan penambahan utang.

    “Jadi saya menyambut baik. Tinggal kita nanti sama-sama mengikuti yang dipotong semoga anggaran yang betul-betul strategis dan betul-betul yang bisa membantu pertumbuhan ekonomi,” kata Agus di gedung Bank Indonesia, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa, 9 Agustus 2016.

    ?

    Dengan pemotongan anggaran, Agus berharap, ke depan, pemerintah dapat merealisasi kebijakan dengan baik sehingga berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Meski, kata dia, secara umum pertumbuhan ekonomi Indonesia sebenarnya tumbuh lebih baik bila semua pihak ikut berpartisipasi.

    “Bukan hanya tergantung pengeluaran pemerintah, tapi juga pengeluaran swasta dalam bentuk konsumsi atau investasi,” ucap Agus.

    Setelah dilantik menjadi Menteri Keuangan pada Jumat, 5 Agustus lalu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah berencana kembali memotong APBN-P 2016 menjadi Rp 133,8 triliun. Terkait dengan pemotongan itu, kata Sri Mulyani, pemerintah tidak akan mengajukan RAPBN-P 2016 lagi ke DPR. Hal itu berdasarkan Undang-Undang APBN-P 2016 Pasal 26.

    Sri Mulyani berujar, pemotongan dana dalam APBN-P 2016 Rp 133,8 triliun itu berasal dari pemotongan anggaran belanja kementerian dan belanja daerah, yang masing-masing dipangkas Rp 65 triliun dan Rp 68,8 triliun.

  44. Bung tukang ngitung ,pemasukan dari pajak pemakaman sudah di hitung bung,kalo gak salah satu makam pajaknya Rp 50 ribu pertahun bung heh

  45. @bung tukang ngitung,anda tak usulkan jadi karyawan badan statistik nasional.terserah anda minta golongan berapa.

  46. hayo ke ancol ngapain sambil beli es krim???????????????

  47. F-16C/D 52ID memang terlambat, tapi semoga lengkap semua tahun 2016 ini …

    Komandan Lanud RSN Marsekal Pertama Henri Alfiandi (April 2016) :

    “secara keseluruhan akan ada penambahan 24 pesawat F-16 pada AKHIR 2016

  48. uangnya banyak tpi pada di korupsi

  49. Lanjutkan itungan ttg pembelian KS…

  50. thanks.bung@….TN.

  51. td siang posisi ane deket Halim emang betul tu kate bung alugro Sukhoi muter2 aja. warna abu2 muda, pan su. 27-30 warna nya abu2 tua ya. apa baru di cat kali ya.

  52. tx banget mbak TN,Phd….
    sangat mencerahkan, terutama untuk anak alay yg malas belajar dan suka bolos waktu sekolah(itu juga jika para alayers sekolah)….

    wkwkwkekekeke… salam…

  53. Untuk artikel skrg bung phd otak saya langsung konek g perlu cri refernsi sendiri,sk bikin pusing bung phd.klu bt artikel heheee
    Goooooooooooooooooooooood artikel

  54. Wah… wah.. mathabs sekali artikel bung TN. PHD, ayem ati mbocone, gk jd kacaaauuuu… klw spt ini bng. Hehehe…. upssss…. pajak warkop mbh bowo di itung jg donk bung TN, Phd, xixixixixixiixii….

  55. @lung…

    huuusssss… sana sekolah lagi, kejar paket C juga gpp….
    malu2 in aja… aib sendiri(COLI) koq diumbar2 diformil..

    wkwkwkwkekekeke….. salam COLI…
    wkwkwkwkekekeke…..

  56. Ini goib apa resmi ???

    • Lha yang berita yang saya screenshot ghoib apa resmi ?

      Soal jumlah Su-35 yang akan dipublish resmi hanya 1 skuadron saja…

      Alasannya keseimbangan kawasan.

      Kalau dipublish sesuai jumlah asli nanti para tetangga geger dan nggak nyenyak tidurnya.

  57. Maksudnya bener kagak ni bung@TN ?

    • 1) berita omset ritel indonesia adalah USD 324 milyar – itu dari berita resmi.
      2) berita di koran tentang pinjaman luar negeri untuk alutsista – itu dari berita resmi.
      3) berita Rusia beli Su-35 sebanyak 48 unit dengan nilai 100 billion (milyar) rubel itu dari berita resmi.
      4) Kemenhan ajukan dana renstra jadi 532 Trilyun itu dari berita resmi.
      5) Soal jenis penerimaan negara bukan pajak itu dari berita resmi.
      6) struk indomaret itu resmi.

      Jadi dari 6 sumber itu saya hitung nilainya dan ternyata klop.
      Soal berapa unit nanti dapat alutsistanya saya tidak tahu.

  58. ALHAMDULILLAH…. SEMOGA SEGERA TERWUJUD

    # sambil ngawasi .. jaga jaga aja… kalau ada beruk yang epilepsinya kambuh

  59. Artikel yang. Susah di bantah
    Mantap tukang hitung phd ,,

    Bung phd terinspirasi karna lagunya atau waktu dapat bill belanja di indomaret

    Tapi mungkin saya tidak percaya dengan su 35 jd di beli
    Saya yakin viper ,f 15 yg akan di beli atau mungkin rafale untuk tot dan ks dan mistar
    Jadi ke depan laut akan di isi dominan perancis jerman inggris campur eropa
    Udara usa perancis korea
    Pertahan udara usa perancis swedia korea demark
    Darat , jerman usa korea ukraina
    Kekurangan di isi produk dalam negeri

    • Rusia masih cukup hangat bagi indonesia bung…jangan sampai gak dimanfaatin..semakin banyak varian barat timur indonesia makin susah ditebak..

      • Saya cuma menebak mencermati dan menyimpulkan apa yg didengar dibaca dll
        Saya dr dulu suka su 35
        Tapi melihat potensi cina ,, dan pelitnya tot rusia
        Lupakan su 35 ,, kemandirian harus di percepat
        Kerjasama indonesia saat ini dgn banyak negara membuat kita byk pilihan , tot rafale adalah lebih baik tanpa syarat
        Dari pada su 35
        Akan banyak yg meragukan kemampuan su 35 untuk id jika berhadapan dgn pespur cina dan peralatan militer lainnya karena rusia akan di desak cina untuk antidotnya
        Mending rafale klu ada tot nya seperti pembelian ks pather dr prancis dgn tot untuk di..
        Jd setelah tot ks anti ks ada lebih baiknya tot rafale diambil untuk penyempurnaan ifx nanti

  60. Baca artikel bung TN sambil dengerin I Believe in You – nya si janda cantik Celine dion feat il divo, biar semakin optimis bahwa Indonesia mmg kaya raya dan asli jago (bukan jaguh) di ASEAN.
    #IBelieveIndonesia
    MERDEKA!!!

  61. F 16 yg speknya nggilani itu toooh, pertama x denger kayaknya di group sebelah deeh,,su 35 memang Joss

  62. kadiirrr… Ehhh haadirr jadi Semangat bacax.. selamat ulang tahun arema indonesia yg 29. Satu nusa, satu bangsa, satu jiwa, cukup sudah saling mangsa 😀

  63. kepala pusing ngapalin hitungan bung Tn.ada kresek. kok duite sopo? kaya banget yach sopo. trims artikelnya bung Tn maaf saya tidur dulu bentar.

  64. 32 ribu itu ah ngawur, harga tahun 2009 aja segini
    Su-35BM: $75+ million
    Su-27SKM: $50+ million
    Su-30MK series: $60-70 million

  65. Murah bgt harga pesawatnya…hiiiii….hiiiiii…..

  66. Berarti capres kemarin berkata sesuai perhitungan. Bila dimanfaatkan maksimal bisa nyampai 7000 triliun pendapatan negara.

  67. cerdas dan cermat bung phd..

  68. Rata2 yg pesimis tdk tahu beda gdp, gnp dan pendapatan per kapita. juga tidak tahu persentase alokasi gdp utk militer per negara. Kesejahteraan orang Indonesia kalah misalnya dgn tetangga spore atau mlys. Tapi dgn % alokasi gdp utk militer yg sama sudah tentu Indonesia bisa membeli lebih dari mereka.

  69. Klo tukang ngitung, phD. Buat artikel indah dibaca tp dukar dipahami mumetttt

  70. Duite sopo ? xixixi 😛

  71. Sebenarnya isu menyandarkan profil pespur flagship pada sukhoi merupakan pilihan berjenjang yang bahkan beberapa dekade lalu sulit dibayangkan.
    Sedang pilihan ifx sebagai medium pespur ialah pilihan yang cerdas dan cerdik. Memampukan industri dirgantara kita, pengembangan lini teknologi angkasa. Sedang pada level pespur ringan/medium secara temporer atau klasifikasl akan diberikan sebagai daya tawar. Melihat anggaran yang dibicarakan bung Phd, termasuk ide bermain 2 kaki dipesan pesawat kargo ukraina/rusia.
    Salam tabik salam 500 6000 bung Phd.

  72. Itu semua karena semakin nyata akan ancaman yg ada baik dari ASU ATAU NAGA BONAR.. ITULAH MENGAPA ARTIKEL TUKANG NGITUNG hnya sebagian kecil gambaran saja.. We never know the true budget of MEF and its more bigger than you ever imagine,, HOAX GA USH DIPERCAYA HEHEHE

  73. Pendapan negara 2000 triliun tp belanja lebih dr itu hingga rata2 defisit 10% pertahun, dari mn itu dapetnya ya ngutang lg, jadi pangkas anggaran yg gk penting, kelola pajak yg ketat yg sering korup kan di sektor pajak

  74. artikel jooss @bung TN, Phd.

    biasanya klo soal itung” an bikin pusing, tp ini bung TN,Phd bikin saya senyum” smbil baca artikel ini bung. Lanjutkan..

    Indonesia pasti bisa.

  75. Percaya gk percaya 1 tahun lalu aku pernah liat Pesawat Pembom melintas d atas kota Mataram Lombok ….. mungkinkah Pembom kita yg dr soviet dulu msh ada yg aaktip ????

  76. Sssstt….
    jgn keras keras bahas ini bung TN.

    Nanti kebaca penghuni gedung kura-kura ijo, bs bs yg tadinya bs utk 36 ekor, beneran cuma dpt 8 doank… Selisih nya ya dipalakin preman kura-kura ijo.

    :_(

  77. gak ngitung lg ni bung…
    aku tunggu kabar terbarunya bung….