Jan 182017
 

Seri 30 : Dikupas, Dimasukkan, … lalu… Goyang.

Siapa tak kenal dengan buah pisang. Para pembaca pasti mengenal buah ini yang mengandung kalium yang membantu menguatkan jantung. Cara makan buah ini : dikupas, dimasukkan ke mulut, digigit sepotong lalu dikunyah oleh geraham sambil lalu digoyang pakai lidah untuk merasakan legitnya buah ini lalu sesudah lembut baru ditelan.

Bicara tentang pisang, buah ini sekarang menimbulkan ide untuk menulis cerita berikut ini.
Kita lihat dulu berita di cnn berikut ini :

http://www.cnnindonesia.com/nasional/20150707000254-20-64774/pemeliharaan-alutsista-lima-tahun-butuh-rp-1206-triliun/

Total anggaran yang mereka canangkan untuk peremajaan alutsista tersebut sebesar Rp 120,6 triliun.

“Untuk Angkatan Darat Rp 9,3 triliun, Angkatan Laut Rp 17,4 triliun dan Angkatan Udara Rp 93,9 triliun,” ujar Moeldoko di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta, Senin (6/7).

93,9 Triliun untuk AU itu berapa ya kira-kira dalam USD ?

Mari kita kupas…

Kita ambil perkiraan kurs rata-rata selama 5 tahun 13700 rupiah per USD maka :

93,9 T = 93900 M : 13700 = USD 6,854 M = USD 6854 juta.

Apakah peremajaan itu ?

Peremajaan bisa berarti menjadikan lebih lengkap, mengupgrade dengan teknologi terkini, mengganti yang lama dengan yang baru.

Untuk apa saja peremajaan itu ?

Untuk melengkapi T-50i dengan radar, membeli advance jet trainer pengganti Hawk, untuk mengupgrade (Mid Life Modernisation) F16 Block 15 OCU menjadi F16 MLU, untuk mengganti pesawat Hercules yang tua dengan yang baru, untuk membeli pengganti F5 Tiger.

Mari kita gigit potong demi potong dan kunyah perlahan…

Melengkapi T-50i dengan radar

Yang kita beli TA-50 atau disebut T50i dengan harga USD 25 juta per unit tapi belum ada radar untuk deteksi pesawat lain.Jumlah golden eagle kita sekarang 16 – 1 = 15 unit

Sedangkan Filipina beli FA-50 sebanyak 12 unit sebesar USD 421 juta sehingga harga FA-50 per unit USD 421 juta / 12 unit = 421 / 12 = 35 (dibulatkan ) = USD 35 per unit FA-50.

Jadi supaya ada radar dan spek masih di bawah FA-50 maka harga total per unit TA-50 lengkap radarnya mungkin USD 30 juta.
30 – 25 = 5
Jadi harga radarnya mungkin USD 5 juta per unit.
Untuk beli radar dan diinstall di T50i golden eagle sejumlah 15 unit x 5 = 75 = USD 75 juta.

Jadi USD 6854 juta – USD 75 juta = 6854 – 75 = 6779.

Jadi dana peremajaan tinggal USD 6779 juta.

Membeli advance jet trainer pengganti Hawk

Pada seri terdahulu disebutkan tentang prediksi pembelian sejumlah 48 unit FA-50 sebagai pengganti Hawk 109/209.

Jika harga FA-50 ini seperti harga pembelian FA-50 oleh Filipina maka harganya diperkirakan sama.

Jadi 48 unit FA-50 x USD 35 juta = 48 x 35 = 1680 = USD 1680 juta.

Jadi USD 6779 juta – USD 1680 juta = 6779 – 1680 = 5099.

Jadi dana peremajaan tinggal USD 5099 juta.

Mengupgrade (Mid Life Modernisation) F16 Block 15 OCU menjadi F16 MLU.

F16 block 15 A/B OCU kita beli pada jaman Pak Harto sejumlah 12 unit tapi jatuh 2 unit sehingga tinggal 10 unit. Lalu ditambah lagi bonus 2 unit Block 15 A/B dari 28 unit F16 C/D block 25 hibah ( belakangan dari 28 unit ini 24 diupgrade jadi block 32 dan dilengkapi avionik setara block 52).

Jadi F16 blok 15 A/B yang harus diupgrade jadi MLU ada 10 + 2 = 12 unit F16

Jika diambil rata-rata kasar dari biaya USD 750 juta biaya upgrade 24 F16 block 25 ke 32 (yang dapat total 30 unit F16 terdiri dari 24 diupgrade jadi block 32 atau 52ID + 4 block 25 + 2 block 15 + 28 mesin baru) maka USD 750 juta dibagi 30 unit = 750 / 30 = 25, jadi rata-rata biaya upgradenya adalah USD 25 juta termasuk mesin baru. Silakan cari sendiri linknya.

Namun ternyata tidak ada pembelian mesin baru untuk upgrade F16 block 15 A/B menjadi F16 MLU sehingga jika diperkirakan harga mesin baru adalah separuhnya dari USD 25 juta yaitu 25 / 2 = 12,5 maka biaya upgrade per unit (tanpa penggantian mesin) untuk menjadikan F16 block 15 menjadi F116 adalah 25 – 12,5 = USD 12,5 juta per unit.

Jadi perkiraan total biaya upgrade menjadi MLU adalah :
12 unit F16 x USD 12,5 juta = 12 x 12,5 = 150 = USD 150 juta.

Jadi perkiraan upgrade ke MLU adalah totalnya USD 150 juta untuk menjadi 12 unit F16 MLU.

Jadi USD 5099 juta – USD 150 juta = 5099 – 150 = 4949.

Jadi dana peremajaan tinggal USD 4949 juta.

Untuk mengganti pesawat Hercules yang tua dengan yang baru.

Diganti apa ?

Coba JANGAN lihat yang ini :

Lho warjager ini nakal ya,sudah dibilang JANGAN lihat dan bukannya terusin baca artikel kok malah ngintip orang mandi sih ?

Ngintip orang mandi itu salah…xixixixixi…harusnya warjager itu lihat yang ini :

Kita lihat dulu berapa harga Hercules C130-J per unitnya.

https://en.wikipedia.org/wiki/Lockheed_Martin_C-130J_Super_Hercules

Saya besarkan ya ?

Dari sini kita tahu bahwa harganya adalah USD 120 juta per unit untuk penjualan internasional di luar US (asumsi lengkap dengan suku cadang, counter measure, pelatihan dll).

Nah, jika seluruh Hercules yang ada diganti dengan 30 unit C130-J berapa kira-kira dana dibutuhkan ?

USD 120 juta x 30 unit = 120 x 30 = 3600 = USD 3600 juta.

Jadi perkiraan dana dibutuhkan untuk mengganti Hercules yang ada dengan tipe J adalah USD 3600 juta.

Jadi USD 4949 juta – USD 3600 juta = 4949 – 3600 = 1349.

Jadi dana peremajaan tinggal USD 1349 juta.

Untuk membeli pengganti F5 Tiger

Pengganti F5 Tiger dimaksudkan adalah Sukhoi Su-35.

Harga pembandingnya adalah harga pembelian Su-35 oleh China adalah USD 2 milyar atau USD 2000 juta untuk 24 unit Su-35 lengkap (pesawat, radar IRBIS, IRST, rudal, pelatihan dan suku cadang lengkap termasuk 2 mesin cadangan untuk tiap unit pesawat yang dibeli, namun tanpa Transfer Teknologi).

Jadi harga per unit lengkap untuk pembelian oleh China :
USD 2000 juta dibagi 24 = 2000 / 24 = 83,33 = USD 83,33 juta per unit spek lengkap.

Tadinya rencana pembelian oleh RI adalah 16 unit :

Nah, tadi dana peremajaan tinggal USD 1349 juta.

Apakah cukup USD 1349 juta itu untuk pengganti F5 ?

Kita bagi dulu ya ?

USD 1349 juta dibagi 16 unit = 1349 / 16 = 84,3125 dibulatkan USD 84,3 juta per unit.
Jadi bisa dapat 16 unit Su-35 lengkap spek seperti China.
Tapi itu harga duluuu sebelum naik, sehingga sekarang hanya dapat :

Entah berapa yang pasti, dan pembelian berapa unit sebab Su-35 adalah alutsista strategis, jumlah pastinya tidak akan diungkap ke publik.

Nah itu tadi prediksi penggunaan dana peremajaan, namun bagaikan kita ingin makan pisang lagi, kitamasih ingin tahu lagi dan timbul lagi pertanyaan di benak kita :

1. Apakah Cukup Hercules C130-J itu untuk RI,sebenarnya berapa unit dibutuhkan dan bagaimana caranya mengadakannya dengan biaya murah ?
2. Dengan adanya pengadaan rudal pertahanan udara jarak sedang dan kemungkinan dipilihnya NASAMS 2 untuk rudal jarak sedang ini, berapa baterai dibutuhkan dan bagaimana memenuhi kebutuhan amunisi NASAMS 2 ini ?
3. Dengan adanya kebutuhan pengadaan penambahan (bukan penggantian) di 2020-2024 sekitar 48 unit pesawat tempur medium yang cukup murah biaya operasionalnya dan punya kemampuan BVR, kemungkinan apa yang paling masuk akal ?

Saya jawab satu per satu :

Berapa Hercules C130-J dibutuhkan ?

Range: 1,800 nmi (2,071 mi, 3,334 km)

Jarak tempuh (range) 3334 km, kita kurangi 134 km untuk cadangan jadi 3334 – 134 = 3200 km.

Dari 3200 km ambil separuhnya supaya tidak terlalu jauh. Jadi 3200 / 2 = 1600 km.

Nah jika kita menganggap bahwa 1600 km ini adalah jarak pulang-pergi maka perlu dibagi 2 lagi supaya mengetahui jarak sekali jalan, jadi 1600 / 2 = 800 km.

Jadi jarak tempuh sekali jalan adalah 800 km.

Nah, wilayah yang dapat dijangkau oleh C130-J dengan jarak tempuh 800 km adalah :

800 x 800 x 3,14 = 640000 x 3,14 = 2.009.600 km2

Berapa pangkalan / posisi dibutuhkan ?

Coba lihat dulu berapa luas RI termasuk ZEE.

Itu mata warjager meleng ke mana ya ? Fokus dong…Disuruh lihat berapa luas RI kok malah matanya meleng ngelihatin cewek Jepang sih ?

Luas RI termasuk ZEE : 8.237.792 km2

8.237.792 km2 dibagi 2.009.600 km2 = 8237792 / 2009600 = 4 posisi (dibulatkan)
Jadi jika 1 pangkalan 1 skuadron x 16 unit maka dibutuhkan
4 pangkalan x 1 skuadron x 16 unit = 4 x 1 x 16 = 64 unit.
Jadi dibutuhkan 64 unit Hercules C130-J , namun dari dana peremajaan di atas hanya cukup untuk beli 30 unit saja, jadi kurang 64 – 30 = 34 unit lagi.

Nah dari mana 34 unit ini bisa didapat ? Jawabnya nanti saja, sekarang kita bahas berapa NASAMS dibutuhkan ?

Berapa baterai NASAMS dibutuhkan ?

NASAMS 2 dari Norwegia pakai platform truck apa ?

Ternyata pakai Truck SISU E13TP buatan Finlandia.
Berapa jarak tempuhnya ?
http://www.military-today.com/trucks/sisu_e13tp.htm

Jarak tempuh (range) 900 km.
Jika bolak-balik berarti sekali jalan 900 / 2 = 450 km.
Jika dikurangi 25 km untuk cadangan, maka 450 – 25 = 425 km.

Sekarang kita lihat area jelajahnya berapa km2 ?

425 x 425 x 3,14 = 567.162,5 km2.
Jika luas RI termasuk ZEE : 8.237.792 km2 dan 567.162,5 km2 itu adalah area jelajah 1 baterai NASAMS 2 maka RI butuh berapa baterai NASAMS 2 ?
8.237.792 / 567.162,5 = 14,52 dibulatkan 14 baterai.

1 baterai NASAMS isinya berapa missile AIM-120 AMRAAM ?

https://en.wikipedia.org/wiki/NASAMS_2

A complete NASAMS 2 battery consists of 12 missile launchers (LCHR) (each one carrying six AIM-120 AMRAAM missiles), eight radars (AN/MPQ-64 F1 Improved Sentinel X band 3D radar), one fire control centre (CTOC), one electro-optical camera vehicle (MSP500) and one Tactical Control Cell (TCC) vehicle.

1 Baterai NASAMS 2 terdiri dari 12 kendaraan peluncur x 6 missile AIM-120 = 12 x 6 = 72 missile.
14 Baterai NASAMS berapa missile ? 14 x 12 x 6 = 14 x 72 = 1008 missile AIM-120 AMRAAM.

1008 Rudal ? Banyak amat ? Berapa duit itu kira-kira ? Gimana caranya supaya bisa dapat segitu banyak ?

Tunggu dulu kata saya, sebab tidak hanya 1008 missile saja tetapi bisa lebih. Kok bisa lebih ? Gimana caranya ?

Mengapa lebih ? Sebab coba lihat di point 3 yaitu kebutuhan pengadaan penambahan (bukan penggantian) di 2020-2024 sekitar 48 unit pesawat tempur medium yang cukup murah biaya operasionalnya dan punya kemampuan BVR. Apa yang mungkin bisa ditawarkan US dan atau diminta oleh RI ?

48 unit pesawat tempur medium kemampuan BVR punya US yang akan tampil dalam penawaran ini adalah F16 Viper block 70/72.
Berapa rudal AIM-120 AMRAAM yang dibutuhkan oleh 48 unit F16V ini ?

Kita lihat dulu berapa hardpoint F16V ?

Untuk skuadron workhorse / Patroli namun siap tempur, apa saja yang mungkin perlu dibawa ?

Point 1 dan 9 rudal jarak pendek side winder.

Point 2,3,7,8 rudal BVR AIM 120-C7.

Point 4 dan 6 bisa fuel drop tank, atau jika sudah ada CFT-nya karena yang dipatroli adalah udara dan permukaan laut maka point 4 dan 6 bisa diisi anti ship missile semacam Maverick.

Point 5, 5R dan 5L bisa diisi ECM, FLIR, EO, Targeting Pod (yang mana yang cocok).

Nah, jadi 1 F16V bisa bawa berapa AIM-12O AMRAAM ? Point 2, 3, 7, 8 jadi 4 missile.

Jika 1 F16 dipasang 4 AIM-120 AMRAAM maka 48 x 4 = 192 unit missile.

Jadi berapa dibutuhkan missile AIM-120 AMRAAM ? 1008 + 192 = 1200 missile.

Tambah puyeng khan ?

RI butuh tambahan 34 unit C130-J plus 1200 missile AIM-120 plus 48 unit pespur medium. Seperti di seri 29, RI pun juga butuh paling tidak 64 helikopter heavy lift seperti Chinook.

Waduh berapa duit tuh ? Uangnya cukup kagak ? Gimana cara mengelolanya supaya dapat semua ?

Jawabnya 1 kata saja yaitu OFFSET.

Apakah Offset itu ? Lihat kamus dulu yuk.

Saya besarkan ya :

Offset artinya mengimbangi atau mengkompensasi.

Saya besarkan lagi :

Offset : compensate or counter balance.
Offset itu bentuknya apa saja ?

Boeing Akhirnya Berikan Offset Untuk Pengadaan Empat Unit CH-47 Chinook

Defence offset dalam teorinya dibagi menjadi dua pilihan, yakni direct offset dan indirect offset.
Direct offset yaitu kompensasi yang langsung berhubungan dengan transaksi pembelian.

Indirect offset sering juga disebut offset komersial bentuknya biasanya buyback, bantuan pemasaran/pembelian alutsista yang sudah diproduksi oleh negara berkembang tersebut, produksi lisensi, transfer teknologi, sampai pertukaran offset bahkan imbal beli.

Coba lihat apakah USA pelit berikan offset ?

Kita lihat dulu komentar bung Ayam Jago di artikel yang sama di Indomiliter.

ayam jago 05/09/2015 mengomentari :
untuk tot alutsista dari amrik pilihan mayoritas antara offset ato lisensi persenjataan. tp bisa jg keduanya atau malah tipe tot yg lain
rincian tot alutsista amrik setahu saya:
f-5 tiger = bom p100
f-16 ocu = offset 25% + bom mk80 & mk 82
f-16 gurun = pelatihan & source code integrasi avionik & persenjataan
apache = lisensi smart ffar & tot laser tracking
bell 412 = perakitan dgn 30-35% kandungan lokal maklum jumlah yg dibeli diatas 120 unit.

Bisa jadi bung Ayam Jago hanya seorang Military Fan Boy yang dengar dari kanan dan kiri namun coba lihat bagian “f-16 ocu = offset 25% + bom mk80 & mk 82”

Berapa unit F16 block 15 OCU dibeli ?
http://www.f-16.net/f-16_users_article6.html

In August of 1986, Indonesia signed a letter of agreement for 12 F-16A/B Block 15OCU (Operational Capability Upgrade) aircraft. The first F-16 was delivered to the Tentara Nasional Indonesia-Angkatan Udara (Indonesian Air Force) in December 1989, under the Peace Bima-Sena Foreign Military Sales Program. Deliveries were completed in 1990.
Jadi 12 unit yang dibeli.
Berupa apa offsetnya ? Apakah hanya 25% saja ?
Biarlah sumber yang berkompeten yaitu Pak Habibie yang jawab.

1 skuadron berisi 12 unit F16 block 15 OCU offsetnya adalah senilai satu setengah skuadron F16 berupa pembuatan sirip ekor untuk beberapa ratus pesawat F16 di seluruh dunia !
Jika yang dibeli adalah 100% maka offset senilai satu setengahnya adalah 100 x 1,5 = 150% !!!
Nilai offset 150% itu duluuu saat Indonesia masih tunduk pada US dan jadi sekutu US.
Nah sekarang saat RI tidak tunduk sepenuhnya pada US, apakah offset 150% bisa didapat ? Mungkin mustahil, kecuali pihak pabrikan F16V Lockheed Martin menyanggupinya untuk menggeser Saab Gripen NG.
Namun coba lihat apa yang dikatakan di Undang-Undang No. 16 tahun 2012.

https://choromaster.files.wordpress.com/2015/03/uu_no_16_2012.pdf

Saya besarkan ya ?

Tertulis di point e :…dan atau offset paling rendah 85%.
Coba kita terapkan pada hitungan 85% ini pada pembelian :
30 unit Hercules C130-J pengganti, dengan biaya USD 3600 Juta (sesuai hitungan di atas).
3600 juta x 85% = 3600 x 0,85 = 3060 = nilai offset USD 3060 juta.
Ingat di seri 29 kita butuh 64 Chinook dan perkiraan harganya USD 45 juta per unit, bisa dapat berapa Chinook dari nilai offset USD 3060 juta dari pembelian C130-J ini ?

3060 / 45 = 68
Bayangkan nilai offset USD 3060 juta ini adalah setara 68 unit Chinook !!!!
Nah sekarang jika 48 unit F16V jadi diambil dan mereka menawarkan offset 85% apa yang bisa dimanfaatkan dari offest ini ?
Jika harga F16V adalah USD 100 juta maka 48 unit x 100 juta = 48 x 100 = 4800 = USD 4800 juta.
Jadi dibutuhkan dana USD 4800 juta, yang akan diambil bukan dari dana peremajaan dan juga bukan dari anggaran tahunan tetapi dari dana MEF yang 532 Trilyun itu. Cari sendiri linknya ya.

Sekarang berapa nilai offsetnya jika menuruti ketentuan minimal 85% offset dari USD 4800 juta ini, apakah nilainya setara untuk menutupi kekurangan 34 unit Hercules C130-J ini ?

4800 x 85% = 4800 x 0,85 = 4080 = USD 4080 juta.
Apakah USD 4080 juta ini setara dengan nilai kekurangan 34 unit Hercules C130-J ini ?
Ingat tadi harga Hercules C130-J adalah USD 120 juta. Jadi :
4080 / 120 = 34

Tuh dari pengadaan F16V sejumlah 48 unit dengan nilai pengadaan USD 4800 maka nilai offsetnya yang 85% = USD 4080 juta ini adalah setara dengan 34 unit Hercules C130-J !!!

Nah itu kalo hanya minimum 85% saja, kalau US bisa menawarkan lebih besar seperti jaman pak Habibie dulu yang 150% offset supaya bisa mengalahkan Gripen bagaimana ?

Anggaplah 150% ini jadi dan mungkin karena suatu sebab, RI harus tambah sedikit misal 1% maka :
150 + 1 = 151%.
Dari 151% ini, yang 85% khan anggaplah sudah dipakai untuk 34 unit Hercules C130J jadi tinggal :
151 – 85 = 66%

Nah, sekarang 66% dari USD 4800 juta = 0,66 x 4800 = 3168 = USD 3168 juta.
Cukupkah USD 3168 juta ini untuk setara dengan biaya pengadaan 1200 missile AIM-120C ?
Kita lihat dulu apa kata DSCA http://www.dsca.mil/major-arms-sales/indonesia-aim-120c-7-advanced-medium-range-air-air-missiles-amraams

The Government of Indonesia has requested a possible sale of thirty-six (36) AIM-120C-7 AMRAAMs and one (1) Missile Guidance Section. Also included in this possible sale are; control section support equipment, spare parts, services, logistics, technical contractor engineering and technical support, loading adaptors, technical publications, familiarization training, test equipment, and other related elements. The total estimated value of MDE is $80 million. The overall total estimated value is $95 million.

Coba lihat 36 unit missile AIM-120C-7 AMRAAM perkiraan biaya totalnya USD 95 juta.
Kita bagi saja langsung ya ?

95 / 36 = 2,638 dibulatkan jadi 2,64
Jadi perkiraan harga 1 missile AIM-120C-7 AMRAAM adalah USD 2,64 juta.
Tadi 66% dari USD 4800 juta = 0,66 x 4800 = 3168 = USD 3168 juta.

Sekarang saya tanya lagi :

Cukupkah USD 3168 juta ini untuk setara dengan biaya pengadaan 1200 unit missile AIM-120C ?
Sekarang kita bagi saja : 3168 / 2,64 = 1200
Jadi ternyata setara dengan 1200 unit missile AIM-120C-7 AMRAAM.

Modal belanja pertama
30 hercules C130-J dan 48 unit F16V block 70/72 sebesar
3600 + 4800 = 8400 = USD 8400 juta.
Sesudah dapat untung dari offset mendapat :
64 C130-J + 68 Chinook + 48 F16V + 1200 AIM 120-C7.
Nilai modal pertama + offset : 8400 + 3060 + 4080 + 3168 = 18708
Bayangkan modal USD 8400juta dapat USD 18708juta.

Tapi ingat ya itu multi years lho dan dengan gambaran kondisi kalau US tawarkan offset 150% dengan niat mau singkirkan Gripen.
Jadi masih mau bilang duite sopo ?

Mengapa berkali-kali saya sebut setara ?

Sebab manfaat offset itu mungkin bisa jadi tidak untuk full pertahanan (direct offset : pembuatan suku cadang) tetapi bisa juga dirasakan manfaatnya sebagai indirect offset :

1. Offset komersial : pendidikan (hibah peralatan komputer, pembangunan kelengkapan fasilitas laboratorium, pembangunan bengkel rekayasa dll), imbal beli perdagangan, infrastruktur, pariwisata, kelautan, pertanian, peternakan, industri pengolahan hasil pertanian/kelautan/peternakan dan industri lainnya.

2. Transfer Teknologi : pengolahan limbah, transportasi, kesehatan, perumahan, kelistrikan, telekomunikasi, teknologi Cyber untuk pemberantasan terorisme dan paham radikal, penanggulangan bencana, dan sebagainya.
Akibatnya danadari dalam negeri yang tadinya untuk pengembangan sektor-sektor itu bisa dialihkan ke sektor pertahanan dan dibelikan alutsista seperti di atas.

Tapi tunggu dulu Bung Tukang Ngitung, itu NASAMS 2 khan pakai platform truck artinya di darat tapi kok ZEE ikut dihitung juga ?
Emangnya hanya akan ditaruh di darat saja ? Peluncur NASAMS2 dan radarnya itu tuh juga bisa ditaruh di pulau-pulau kecil terapung yang bisa berpindah yang bernama awalan KRI !!!!!

Pisangnya sudah, dikunyah sudah, goyangnya belum.

Mau goyang ? Oke silakan bergoyang dangdut garuk-garuk dari Korea bersama Stellar.

Buat sales Gripen, mengingat F16V menawarkan dirakit di sini plus kemungkinan adanya offset 150%, supaya anda bisa rebut 2 skuadron (32-36 unit), jangan hanya berani nawarin merakit di sini tetapi beranikah anda ajukan penawaran offset yang nilai offsetnya setara dengan 155 – 160% atau lebih tinggi lagi dari seluruh nilai kontrak penjualan Gripen NG (full specsnot downgrade to C/D, including spare parts, armament, training, taxes, TOT, delivery cost) ke RI ?

Xixixixixi

Dari : Tukang Ngitung, PhD.

Bagikan Artikel:

  88 Responses to “Ayo Mari Kita Berhitung ! Seri 30”

  1. nyoba nyimak

  2. Alhamdulillah kalau memang seperti itu keadaanya.tq bung @tukang hitung phd

  3. Perhitungan nya rinci & cukup jelas, hitungan offset masa lalu jg benar,
    memang kita diuntungkan dg scheme offset, bisa dapet ilmu plus jual produk, tapi plis jgn lupa dlm scheme offset … bahan baku material nya dikirim dari pabrikan, kita hanya siapkan tenaga kerja dan mesin produksi buat bikin parts.
    Jadi hitungan % offset masih semu dan bukan riil nilai produk akhir yg kita buat.

    btw pilihan offset tetep lebih baik daripada kudu bayar mahal ToT.

  4. Bodrex, mana bodrex…

  5. Wah wah moga aja..
    Sya udah puyeng bacanya wkwkwk

  6. Masih dipikirkan

  7. mantabbbbb!!!!

  8. Zzzzzzz…..

  9. terlalu banyak angka angkanya….
    jadi puyeng….

    tapi mantap juga itungannya

  10. yg benar offsetnya segitu gede
    emang as negara bego apa…pikir
    nasams……
    buat nembak capung atau kampret
    beli segitu banyak yg ada ketiga negara songong komplain ke as
    yg beli sedikit aja untuk elang botak rongsok,tiga sekawan protes,ini mau beli ribuan,sampai terbalik dunia ini gak akan terjadi mikir
    musuh potensial nkri
    1.ausigong
    2.singpopok
    3. budak malaya
    kalau nasams buat nembak pesawat atau rudal ketiga negara ini yg ada itu rudal akan mandul,begitu ditembakkan delay.atau sori tni gue nasams gak bisa menghancurkan pesawat atau rudal mereka,karna ggue uda diancam as.
    saya nasams dibilang suruh delay aja atau disuruh kabur,kalau buat dipake ngerudal tiga sekawan itu.
    jadi buat apa dibeli ya kan tho.
    kalau buat nembak cinok bisa kata nasams.
    mikir bang….
    jadi ini rudal atau organisasi,nembak kok milih2 negara….
    kwak…… kwak……
    hi……..
    mohon dijelaskan juga bang phd( tukang bon)
    e salah tukang ngitung

    • Zzzz saya sudah tidur, besok saja zzzzzz

    • Ya udah kujelasin sekarang mumpung sedang bangun…

      1. US hanya peduli pada kepentingannya sendiri dan bukan kepentingan 3 negara ini.

      2. Presidennya Trump, Trump itu seperti Duterte, kalau salah satu dari 3 negara itu cari gara2 dengan RI maka ketika mereka teriak minta bantuan, apa yg akan Trump katakan ? Trump akan bilang “Salah elo sendiri, lo yang cari gara2 kok, masa mau minta bantuan gua, ogah ah !”

      3. Saat TNI AU dan Kemenhan memilih F16V dan NASAMS 2 pasti sudah dipikir masak-masak resiko dan manfaatnya bagi bangsa ini.

      4. Selama kepentingan US dijaga, nggak masalah bagi kita dan mereka kagak cari gara2….

  11. Setuju kalo borong viper dengan offset 150%…Realisasikan !!

  12. Hebat bung tukang ngitung itungannya masuk akal..Tp malam malam begini liat angka seperti itu jd ngantuk jd pengen makan pisang..

  13. 2 cewek jepang kalo nggak salah dr film dewasa jepang live action

  14. dipikir masak2 apa karna banyak komisinya hi…..
    kan ada buktinya,pembelian elang botak dikorup
    tuh ditangkap kpk kan.
    jadi bukan dipikir masak2 tapi buat asak2
    donald ……..?
    bang donald itu benci sama islam
    jadi lucu aja kalau dia gak hepot sama nkri,nkri muslim terbesar lho yakin donald akan ngomong gitu.ntar kebalik ngomongnya,dia akan bilang uda hajar beb,gue dibelakang lu2 pade….
    kepentingan as dinkri ya menjajah sda,jadi menjajah dipertahankan,dibantu,dijaga.dielus2.
    apasih sumbangsih as dinkri
    mereka incar papua lho bang
    kepentingan as dinkri ya mau mecah belah
    tolong lihat linknya sendiri
    as seperti perampok,jadi tetap dijaga
    waduh bang insaf…..
    ntar kualat kalau bilang kepentingan perampok tetap dijaga.
    namanya perampok kudu dibuang ini kok dijaga
    lebih baik berkalung tanah bang
    daripada perampok dijaga kepentingannya.
    abang ini……
    1.asing
    2.aseng
    3. asong
    4. asli (nkri)
    salam bang semoga sehat
    jadi bisa ngebon lagi
    e….. salah lagi ngitung maksudnya
    hi……

    • Lihat saja, pasti F16V menang minimal 2 skuadron, namun bisa jadi 4 skuadron F16V seluruhnya.

      Gripen pasti ngos2an kalo yg diminta offset 160%.

      Apa mau yang JF17 atau FC31 ? Pasti juga nggak, pasti diprotes alasan bikinan China lah dll.

      Rusia ? Tahu sendiri mereka pelit, jangankan offset dan TOT, mereka hanya mau deal imbal dagang saja itupun hanya 50%.

      EF Typhoon / rafale nggak cocok untuk workhorse, boros.

      F16V itu rudalnya ya AIM120C-7 itu, sama seperti Nasams 2.

      Ingat juga AU kepingin sistem rudal THAAD juga, dan itu buatan US juga.

      Jadi TNI AU bakal milih NASAMS 2 untuk lindungi pangkalan tipe A dan mungkin B.

      Katanya mau rudal, dikasih rudal kok nggak mau.

      Bagaimana dengan BAMSE buatan Swedia ? BAMSE itu untuk AD.

      Lha untuk objek vital / kota2 besar di RI bakal dilindungi apa ? Spyder buatan Israel mungkin cocok !

  15. Bung fe ha de…haha kayak tante mirna..manggil..
    1. TNI AL nya kok gak dihitung..
    2. Emang Nasam Norwegia yang mau dipakai..

    Dangdutnya harusnya new palapa..koplo..judulnya TUM HI HO..HAHA HAII..

    Salam Goyang Danxdoet..

  16. Puyeng agh.. Kalkulator ane syntax error.
    Akhir kata, tamparan keras buar sales gripen…

    Huaaaaak…huaaaak…huaaaaak

  17. Masih hanya sebatas angan2 belaka

  18. pusing… pusing… berarti heli Chinook bukan 4 buah

  19. Ane paling suka sama cewek yg doyan pisang…

  20. Menurut saya offset itu hrs terprogram dan fokus. Gak ada guna kita offset sana sini tp gak tau tujuannya.
    Ingat, universitas/peneliti2 kita jarang menelurkan hasil yg bs digunakan. Itu hampir semua bidang loh.
    Contoh yg fokus tuh penelitian-pembuatan roket. Dibuat konsorsium roket, semua bidang terkait roket ikut dlm konsorsium. Nah offset itu hrs mendukung hal yg kayak gini, yg sdh ada programnya/tujuannya dan terfokus.

  21. Viper..

  22. Ini yang bikin kangen saya dgn bung phd . Kerenn. Salam sehat dan bahagia selalu bung phd

  23. Ini memang hitungan idealnya, paling yg datang xuma FA 50, super puma, dan lagi2 hercules bekas

  24. Jet tempur F16Viper memang sangat ideal untuk TNI AU, jet dengan teknologi paling, F16 memang gk ada matinya.
    Bentar lagi bakalan ada yg koar2 “EMBARGO” :D

  25. 2 Ska Viper? Masuk akal.. tapi kalo sampe 4 Ska Viper rentan kembali ke masa setelah 1991. Begitu lumpuh ya lumpuh semua. Hari gini masih embargo? perputaran politik belakangan ini cepat sekali kok jadi potensi kearah situ masih akan ada kecuali Indonesia betul2 melepas status non bloknya. Sepanjang belum mampu bikin sendiri, alutsista yang sedikit beragam akan membuat pertahanan negeri ini nggak lumpuh total sekiranya ada perubahan geopolitik dunia secara mendadak IMHO…

    • Ancaman embargo tak lagi jadi masalah disaat lockheed siap mberikan T.O.T fantastis dan offset 150%. Yg penting kita dapat ilmu dan keuntungan besar dari pembelian F16V ini, lagi pula jika kena embargo ya tinggal beli alutsista dari Rusia,

  26. 2 Ska Viper? Masuk akal.. tapi kalo sampe 4 Ska Viper rentan kembali ke seperti masa setelah 1991. Begitu lumpuh ya lumpuh semua. Hari gini masih embargo? perputaran politik belakangan ini cepat sekali kok jadi potensi kearah situ masih akan ada kecuali Indonesia betul2 melepas status non bloknya. Sepanjang belum mampu bikin sendiri, alutsista yang sedikit beragam akan membuat pertahanan negeri ini nggak lumpuh total sekiranya ada perubahan geopolitik dunia secara mendadak IMHO…

  27. As menjual semua senjata itu bukan hak yg seberapa,dan tetangga” kita tdak ajan tkut karna as masih punya senjata kitab suci berup HAM dan ajian sakti EMBARGO,memang dalam uud pmbelian senjata di ri harus bebas dari potensi embargo saat di butuhkan tpi as masih punya ajian saktinya yaitu HAM,semua bisa saja terjadi seperti layaknya NKRI VS KOLONIAL di mana as lebih memilih mendukung penjajah,itu sebabnya soekarno beralih ke soviet,meski rusia pelit tpi mereka tdak pernah ikut cmpur urusan negara lain,jadi tdak ada rasa khawatir saat alutsista tersebut di gunakan mempertahankan suatu negara jdi sekarang kita pilih barat berpotensi EMBARGO rusia pelit tot,nah silahkan pilih!!!!!

    • Kalau saya pilih F16V dengan T.O.T daripada su35 tanpa T.O.T
      US juga gk bisa sembarangan meng-Embargo kita, selama kita selalu memperhatikan langkah dan selalu berhati-hati, Seperti kata pepatah, tdk ada asap bila tak ada api, US gk mungkin Tiba2 meng-Embargo kita tanpa alasan yg jelas

  28. absen sajalah hehehehe

    tentang cewek japan,ntar banyak cr nama diatas artikel xixixix

    salam damai selalu

  29. Pusing liat hitung2nya…ya mo viper ato su35 yng penting bs beli banyak biar tetangga pd ribut ketakuta….

  30. Bung tn phd memang jago bgt…cocok dah utk gantikan pak rr di thn 2019…kok bisa buat data sedetail itu? Apakah bung tn inteligent or interpol??? Hehehe…tp yg jelas didalam otak bung tn sdh pake prosesor apple A9, sistem operasi otaknya bung tn udah berupa ios 9, ram nya 2 gb, utk mengingat diperlukan memori yg kuat, nah memori internal otak bung tn sebesar 64 gb dan memori eksternalnya mencapai 125 gb dan yg pasti pake jaringan 4g lte…hehehhehe

  31. Kalau 1.200 amraam kayaknya susah dpt persetujuan kongres Bung TN. Akan menjadi penjualan terbesar diluar USA, apalagi RI bukan sekutu utamanya.
    Persetujuan kongres untuk pembelian 36 biji kemarin, salah satu pertimbangannya “meningkatkan kemampuan RI, tapi tidak mengubah keseimbangan kawasan”.

    • Yang saya bilang khan offset yang nilainya setara dengan 1200 AIM120C-7.

      Ingat MERAD yang mau dibeli untuk periode ini saja adalah USD 220 juta. Itu sekitar 4 baterai NASAMS, belum lagi untuk periode berikutnya. NASAMS isinya apa ? AMRAAM.

      mereka nawarin F16V kok nggak boleh beli senjatanya juga…

      36 AIM 120 C7 yang dibeli kemarin pasti ada pembelian lanjutannya

      • Oh A400 Atlas tetap dibutuhkan untuk urusan tertentu.

        Hercules baru pun juga tetap dibutuhkan.

        Beberapa waktu lagi (2017-2018) pasti juga akan keluar berita pembelian A330 MRTT.

        Tunggu saja.

      • Ingat di artikel di atas yang perlu diganti adalah 30 unit Hercules.

        USD 2 milyar pembelian A400 dapat 5 unit ?

        Harga A400 sekitar Euro 153 juta x kurs 1,1 = USD 168,3 juta per unit.

        USD 2000 juta dibagi USD 168,3 juta = 11,88 dibulatkan 12 unit.

        Artinya beli 5 unit diproduksi di Airbus dan join produksi 7 unit di sini.

        Kapasitas angkut A400 161 prajurit.

        161 orang x 12 unit = 1932 prajurit

        Kapasitas angkut Hercules 66 prajurit.

        1932 / 66 = 29,27 dibulatkan 29 unit.

        Jadi prediksi saya penggantian Hercules 30 unit digantikan A400 12 unit yg sebanding dengan Hercules 29 unit, sehingga hanya selisih 1 unit saja.

  32. Bung TN Phd adalah versi terbaru bung Narayana, bedanya bung TN phd diperhalus dgn cewek2 cantik, …….. !!!

  33. Aduh… udah bacanya panjang & lebar d tambah itung2annya bikin puyeng… akhirnya jd gagal fokus gara2 ada orrang mandi & orang tidur… xixixixixi

  34. Maaf…Jadi menarik…Ini..Pas tahun 1986 tetangga2 kita punya apa ya?…Naah itu kayakna asal muasal di embargo..Terlalu kuat dikawasan..Kedua…Bukannya ngitungnya dipakai operasional dan perawatan dulu..Baru sisanya untuk penambahan..

    • Kita diembargo ya pastinya karna ada celah dan kesempatan, dan juga mereka Takut RI akan menginvasi tetangga, pemikiran org jaman dulu ya perang perang perang, karna masih trauma PD2,

    • Bung Indo Elite,

      Operasional dan perawatan itu pakai anggaran tahunan.

      Yang saya soroti adalah :
      1. dana peremajaan
      2. Penambahan skuadron medium fighter untuk work horse.
      3. Offset dari 2 hal tadi.

  35. Ngitungnya sudah sampai seri 30..Tapi gak ada satupun alutsista yg diprediksi pada dibeli..Tp salut dgn semangat tkg ngitung..Walaupun kenyataan dilapangan nol besar..

 Leave a Reply