Jan 262017
 

Alkisah ada tujuh orang buta yang sama sekali belum pernah tahu apa itu gajah, sebab mereka buta dari lahir, mereka tidak pernah melihat gajah.
Nah, suatu saat mereka diberi kesempatan untuk memegang gajah supaya mereka tahu bentuknya.

Si A memegang ekornya saja dan dia menyimpulkan bahwa gajah itu seperti tali.
Si B memegang kakinya saja dan dia berkesimpulan gajah itu bentuknya seperti sebatang pohon yang kokoh.
Si C memegang badannya saja, dan dia berkesimpulan gajah itu seperti tembok.
Si D memegang kepala saja dan dia berkesimpulan gajah itu bagaikan batu besar.
Si E memegang gadingnya saja dan bilang kalau gajah itu adalah tanduk.
Si F memegang belalainya saja dan bilang gajah itu adalah sejenis ular.
Si G memegang telinganya saja dan memutuskan kalau gajah itu adalah sejenis kipas.
Yang dipegang tujuh orang buta adalah sama, seekor gajah.

Namun yang mereka pikirkan dan simpulkan berbeda-beda.

Nah sekarang coba pikir, apakah kita bertindak dan berkesimpulan seperti tujuh orang buta tadi ?
Mengapa demikian ?

Coba perhatikan uraian berikut, siapkan kertas, pensil atau pena untuk mencatat yang perlu dan kalkulator untuk bersama-sama menghitung.
Membaca https://news.detik.com/berita/d-3393495/tni-al-belanjakan-rp-16-t-untuk-pengadaan-alutsista-di-2017

Untuk AL ternyata kontrak alutsista senilai Rp 1,6 triliun untuk tahun 2017.
Kontrak alutsista ini diambil dari anggaran tahunan dari APBN.
Wah 1,6 triliun ? Dikit amat ? Dapat apa sih segitu ?
Mungkin para pembaca ngomel-ngomel tidak karuan, bilang tidak ada pembelian yang alutsista sekarang, namun tahukah anda bahwa berita itu adalah ekornya belaka ?
Kok ekornya ?
Ya, sebab anda tidak tahu, kalau tidak tahu trus ngomel-ngomel, anda bakal dimarahi oleh Miss A, kalau nggak percaya, tonton videonya :

Tuh, dimarahi khan ? Dibilang Shut Up, dan You Don’t Know Me…
Tahu alasannya dimarahi ?
Ya, anda baca berita, lalu buru-buru buat kesimpulan, ngomel-ngomel, bukankah dengan begitu anda seperti seorang buta yang pegang ekor gajah lalu buat kesimpulan :gajah = tali ?
Nah, supaya nggak dimarahi oleh Miss A gara-gara buat kesimpulan konyol, maka lihat rincian berikut.
Jika setiap tahun anggaran tahunan alutsista untuk AL adalah Rp. 1,6 triliun rupiah, maka 5 tahun periode pemerintahan terdapat : 1,6 triliun x 5 tahun = 8 triliun rupiah per 5 tahun.
Dapat apa saja 8 triliun rupiah ini ? Sebenarnya apa saja sih kebutuhan kapal AL kita yang dapat dicapai dalam 5 tahun ?
Yang pertama adalah KAL (Kapal Angkatan Laut), ini adalah kapal patroli kecil yang panjangnya kurang dari 36 meter. Butuh berapa sebenarnya KAL kita ?
https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_kapal_perang_TNI-AL

KAL atau Kapal Angkatan Laut yang berjumlah 317 unit.
Jadi butuh 317 unit KAL.
Pada tahun 2014 sudah ada berapa KAL ?

Perkiraan Kekuatan Kapal Selam TNI AL 10 Tahun ke Depan

Tertulis … 209 KAL …
Jadi dari 317 unit yang dibutuhkan sudah tercapai 209 unit pada 2014, sehingga kurang berapa lagi ?
317 – 209 = 108 unit
Jadi masih kurang 108 unit lagi. Berapa harga per unitnya ?

Kapal Patroli Cepat Kal Mapor, Varian Mini KCR 40

Harga : Rp. 33.3 milyar
Jadi harga per unitnya adalah 33,3 milyar rupiah, supaya gampang menghitungnya kita bulatkan saja jadi 35 milyar rupiah per unit, sehingga total biaya dibutuhkan untuk pengadaan 108 unit KAL adalah :
108 unit x 35 milyar rupiah = 108 x 35 = 3780 = 3780 milyar.
Tadi duitnya khan 8 triliun rupiah = 8000 milyar rupiah, jadi :
8000 – 3780 = 4220 = 4220 milyar rupiah.
Jadi duitnya tinggal 4220 milyar rupiah.
Nah, jumlah KAL akan sudah terpenuhi pada tahun 2019 / 2020.
Nah, sekarang apa lagi yang harus dipenuhi ?
http://www.nationmultimedia.com/news/opinion/aec/30174719

Tertulis : Patrolling Force (66 ships)
Jadi yang harus dipenuhi adalah target jumlah Kapal Patroli KRI 8xx sejumlah minimum 66 kapal.
Sekarang sudah ada berapa KRI 8xx ? Kita absen dulu ya.
https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_kapal_perang_TNI-AL

KRI Kakap (811) ke-1
KRI Kerapu (812) ke-2
KRI Tongkol (813) ke-3
KRI Barakuda (814) ke-4
KRI Pandrong (801) ke-5
KRI Sura (802) ke-6

KRI Welang (808) ke-7
KRI Suluh Pari (809) ke-8
KRI Katon (810) ke-9
KRI Sanca (815) ke-10
KRI Warakas (816) ke-11
KRI Panana (817) ke-12
KRI Kalakay (818) ke-13
KRI Tedong Naga (819) ke-14
KRI Piton (821) ke-15
KRI Weling (822) ke-16
KRI Metacora (823) ke-17
KRI Tedung Selar (824) ke-18
KRI Kobra (867) ke-19
KRI Anakonda (868) ke-20
KRI Patola (869) ke-21
KRI Taliwangsa (870) ke-22
KRI Kalagian (871) ke-23

KRI Akura (830) ke-24
KRI Birang (831) ke-25
KRI Mulga (832) ke-26
KRI Pari (849) ke-27
KRI Sembilang (850) ke-28
KRI Sidat (851) ke-29
KRI Krait (827) ke-30
KRI Badau (841) ke-31
KRI Selawaku (842) ke-32
KRI Sibarau (847) ke-33
KRI Siliman (848) ke-34
KRI Sigalu (857) ke-35

KRI Silea (858) ke-36
KRI Siribua (859) ke-37
KRI Waigeo (861)ke-38
KRI Siada (862) ke-39
KRI Sikuda (863) ke-40
KRI Sigurot (864) ke-41
KRI Tenggiri (865) ke-42
KRI Cucut (886) ke-43
Jadi KRI 8xx sudah ada 43 unit sehingga jika targetnya 66 unit maka masih kurang 66 – 43 = 23 unit.
Berapa kira-kira harga 1 unit kapal patroli KRI 8xx ?

TNI Angkatan Laut Resmikan KRI Cakalang-852

“Ini kan Rp 74,5 miliar…”
Bagaimana jika dibulatkan saja jadi 75 milyar rupiah per unit ?
Tadi duit tinggal 4220 milyar rupiah, cukupkah untuk biaya bikin 23 unit KRI 8xx ?
23 unit x 75 milyar = 23 x 75 = 1725 milyar rupiah.
Jadi kebutuhan untuk mengatasi kekurangan 23 unit KRI 8xx terpenuhi.
4220 – 1725 = 2495
Jadi duit tinggal 2495 milyar rupiah.
Untuk beli apa lagi ya ?
Oh ya KCR 40 masih kurang banyak nih ?
Memangnya sudah berapa yang dibikin dan kurang berapa ?
Target 24 KCR 40, sudah berapa yang dibikin ?
Kita absen lagi.

KRI Clurit (641) ke-1
KRI Kujang (642) ke-2
KRI Beladau (643) ke-3
KRI Alamang (644) ke-4
KRI Surik (645) ke-5
KRI Siwar (646) ke-6
KRI Parang (647) ke-7
KRI Terapang (648) ke-8
Jadi sudah ada 8 unit KCR 40 yang dibangun sehingga kurangnya 24 – 8 = 16 unit lagi.
Berapa kira-kira harganya ?
https://m.tempo.co/read/news/2012/01/04/078375302/tni-beli-kapal-rudal-cepat-buatan-indonesia

Menurut Sumartono, untuk satu kapal KCR-40 ini pemerintah seharusnya membayar Rp 75 miliar. Namun setelah dinegosiasi harganya menjadi Rp 73 miliar.
Ingat 75 milyar rupiah itu duluuuuu harga tahun 2012, jadi harga sekarang berapa ?
Kita lihat bobotKapal Patroli KRI 8xx dari kelas yang dekat dengan KCR 40 yaitu Kapal patroli PC 43 terlebih dulu untuk dapat menghitung perkiraan harga KCR 40 sekarang.
https://garudamiliter.blogspot.co.id/2016/03/tni-al-luncurkan-kapal-patroli-cepat-43.html

Kapal dengan bobot 230 ton ini mampu memuat tanki bahan bakar hingga 56.000 liter.
Jadi Kapal PC 43 ini bobotnya 230 ton.
Tadi harganya kira-kira 75 milyar rupiah untuk satu unit PC 43.
Nah, sebab kita nggak tahu pasti harga KCR 40 sekarang, untuk memudahkan, sekarang kita akan pakai cara konyol dengan memanggil Bung Maduranet untuk menimbang kapal PC 43 ini xixixixi peace bung xixixixi.
Jika dikilo’in ditaksir nilainya rata-rata per ton harganya adalah 75 milyar dibagi 230 ton = 75 / 230 = 0,326 milyar rupiah per ton.
Sekarang berapa bobot KCR 40 berapa ?
http://www.globalsecurity.org/military/world/indonesia/kcr-40.htm

To note, the ship, designed as a patrol ship, has a length specification of about 44 meters, width 7.4 meters, weighs 250 tons,…
Jadi bobot KCR 40 adalah 250 ton.
Sekarang 0,326 milyar per ton x 250 ton = 81,5 milyar rupiah.
Tetapi itu senjatanya setaraf dengan PC 43, nah sekarang berapa harga senjatanya sebab KCR 40 dipasang kanon 6 barel

KCR 40 TNI AL Fully Armed

Kita sebagai orang awam tidak tahu berapa harga AK630 Norinco ini, jadi untuk perkiraan harganya kita akan lihat saudara terdekatnya yang satu pabrik yaitu CIWS 730 Norinco yang akan dipasang di KCR 60.

Kita akan lihat harganya berapa CIWS 730 ini ?
http://defense-studies.blogspot.co.id/2009/10/type-730-chinas-ciws.html

Costing some $5.4 million dollars per unit.
Harganya USD 5,4 juta per unit sehingga jika dikurskan 1 USD = 13500 maka
5.400.000 x 13.500 = 72.900.000.000 = 72,9 milyar rupiah per unit.
Namun itu khan harga CIWS 7 barel, kalo yang 6 barel bagaimana ?
Sekali lagi, sebab kita tidak tahu harga pastinya, kita akan pakai cara konyol yaitu dengan menghitung nilainya per barel.
72,9 milyar dibagi 7 barel = 72,9 / 7 = 10,41 milyar per barel.
AK630 Norinco adalah CIWS 6 barel.
10,41 x 6 barel = 62,46 milyar adalah perkiraan harga AK630 Norinco yang dipasang di KCR 40.
Jadi KCR 40 jika dipasang senjata berapa harganya ?
Ingat tadi, KCR 40 yang setaraf PC 43 harganya 81,5 milyar.
Jika dipasang AK 630 Norinco harganya menjadi :
81,5 milyar + 62,46 milyar = 81,5 + 62,46 = 143,96 dibulatkan 144 milyar per unit KCR 40.
Tadi duit tinggal 2495 milyar rupiah, cukupkah untuk bikin 16 unit KCR 40 seharga 144 milyar rupiah per unit ?
144 x 16 = 2304 milyar.
2495 – 2304 = 191
Tuh, cukup, tapi duitnya sekarang tinggal 191 milyar rupiah.
Kebutuhannya masih banyak nih, masih ada KCR 60 yang harus dibikin, gimana dong ini ?
Nah itu tadi, kita sudah menguliti ekornya, sekarang kita akan mengupas telinganya.
Oke target 16 unit KCR 60, sudah dibuat berapa unit ? Kita absen dulu.

KRI Sampari (628) ke-1
KRI Tombak (629) ke-2
KRI Halasan (630) ke-3
Jadi sudah ada 3 unit KCR 60, sehingga kurangnya 16 – 3 = 13 unit lagi.
Berapa harga per unitnya ?

http://nasional.news.viva.co.id/news/read/532745-tni-al-dapat-tambahan-kapal-perang-buatan-dalam-negeri

Tahun 2014 harga 3 unit KCR 60 adalah 375 milyar rupiah alias 375 / 3 = 125 milyar per unit.
Nah harga sekarang berapa ?
Ingat tadi harga tahun 2016 untuk PC 43 per tonnya berapa harganya ?

Sekarang berapa bobot KCR 60 ini ?

Bobot tempur 460 ton, jika dikalikan dengan harga per ton tadi, dapat berapa ?
460 ton x 0,326 milyar per ton = 460 x 0,326 = 149,96 dibulatkan 150 milyar rupiah tanpa senjata, senjatanya tadi apa dan berapa harga rupiahnya ?

Jadi KCR 60 dengan dipasang CIWS 730 Norinco harganya jadi :
150 milyar + 72,9 milyar = 150 + 72,9 = 222,9 dibulatkan 223 milyar rupiah per unit.
Duitnya dari mana supaya bisa bikin 13 unit lagi ?
Dari pinjaman dalam negeri alias ngutang dulu.

Tertulis untuk KCR 60 diberi pinjaman dalam negeri sebesar 3.130.000 (dalam juta) sehingga dibaca 3.130.000 juta = 3.130 milyar rupiah.
Cukupkah ?
Tadi perkiraan harganya adalah 223 milyar rupiah per unit, sehingga :
3.130 / 223 = 14,03 dibulatkan 14.
Kurangnya 13 unit tapi malah dipinjami duit yang cukup untuk bikin 14 unit, berarti duitnya cukup.
Jadi kekurangan yang 13 unit KCR 60 terpenuhi.
Apa lagi kebutuhan yang akan dipenuhi ?
Kebutuhan 6 unit LST (kapal angkut tank) baru sudah dibuat 3 unit kelas Teluk Bintuni.
Sehingga kekurangan 3 unit lagi, kita lihat lagi bisa ngutang berapa lagi ?

Tertulis kapal pendukung (kapal angkut tank) 540.000 (dalam juta) sehingga bisa disingkat 540 milyar rupiah. Bisa berapa unit ?
Harga KRI Teluk Bintuni berapa ?
http://www.saibumi.com/artikel-57332-pt-dru-lampung–kri-teluk-bintuni-520-seharga-rp160-miliar.html

Itu tahun 2014.
Sekarang kira-kira mungkin naik 20 milyar saja sebab hanya kapal angkut minim senjata.
Jadi 160 + 20 = 180 milyar per unit
540 / 180 = 3 unit.
Jadi Kapal AT (Angkut Tank) ke-4, 5, 6 bisa terpenuhi.
http://defense-studies.blogspot.co.id/2016/06/pembangunan-kapal-lst-at-4-dimulai.html

Trus apa lagi pinjaman dalam negerinya ?

Tertulis Kapal Offshore Patrol Vessel (OPV) Pinjaman dalam negerinya adalah 2.000.000 juta artinya 2 trilyun rupiah. Jika belinya 2 unit OPV maka nilainya sampai dengan 1 trilyun per unit.

Sebab pinjamannya dari dalam negeri, besar kemungkinan akan diproduksi di dalam negeri, mungkin seperti OPV Bakamla 110 atau 80 meter, namun dengan struktur yang diperkuat dan senjata yang lebih dari KCR 60.
Jika berat OPV yang kita cari ini seperti bobot OPV Bakamla ataupun bobot PKR Sigma 10514 yang beratnya sama-sama 2400 ton, apakah cukup duit 1 trilyun rupiah per unit OPV ?
Jika ditambah lagi dengan senjata yang mungkin nilainya 3 x senjata KCR 60 sebab dipasang satu di depan, satu di tengah dan satu di belakang, apakah cukup yang 1 trilyun rupiah per unit itu berikut senjatanya ?
Oke, satu-satu ya.
Masih ingat tadi berapa milyar rupiah nilai per ton kapal perang lokal kita ?
0,326 milyar rupiah per ton.
Misalnya bobot 2400 ton, maka : 2400 ton x 0,326 per ton = 2400 x 0,326 = 782,4 dibulatkan ke bawah jadi 782 milyar rupiah.
Tambah 3 x senjata KCR 60 ?
Nilainya tadi berapa dalam rupiah per unitnya ?
72,9 milyar rupiah per unit.
Jadi kalau dikalikan 3 jadi berapa ?
72,9 milyar x 3 = 218,7 dibulatkan ke bawah jadi 218 milyar rupiah.
782 milyar + 218 milyar = 1000 milyar = 1 trilyun rupiah.
Jadi apakah cukup jika pinjaman 2 trilyun dapat 2 unit OPV lokal ? Cukup.
Kita nantikan wujudnya seperti apa OPV itu mungkin tahun 2017 – 2018 pemenang tendernya akan terlihat.
Nah, jadi apa saja yang dikerjakan oleh pemerintah ini hanya dengan anggaran alutsista tahunan yang sedikit dan pinjaman dalam negeri untuk kekuatan laut kita ?
Sampai tahun 2019 / 2020 akan diselesaikan :
108 unit KAL sehingga total 317 unit KAL terpenuhi.
23 unit KRI 8xx sehingga total target 66 unit Patrol Force KRI 8xx terpenuhi.
16 unit KCR 40 sehingga total 24 unit KCR 40 terpenuhi.
13 unit KCR 60 sehingga total 16 unit KCR 60 terpenuhi.
3 unit LST 117 sehingga total 6 unit LST AT terpenuhi.
2 unit OPV lokal.
Dari sini saja, striking force (armada pemukul) kita sudah bertambah 16 + 13 + 2 = 31 unit.
Lho, katanya ada fregat, kapal selam, kapal penyapu ranjau, dan lain-lain, mana ?
Tadi yang anda baca hanya ekor dan daun telinga saja, badannya belum, kepalanya belum, kaki-kakinya belum.
Namun sebelum melanjutkan tonton dulu yang ini biar pikiran jadi segarrr ….
Yasisi oleh NS Yoon-G :

Nah kalau gajah berenang, yang terendam di bawah air itu kaki-kakinya maka kita sekarang akan membahas alutsista yang sering berada di bawah air.

DSME dan DCNS Berkompetisi Menangkan Proyek Overhaul KRI Cakra 401

duo KRI Cakra 401 dan KRI Nanggala resmi diserahterimakan ke Indonesia pada tahun 1981.

Overhaul KRI Cakra 401

modernisasi KRI Cakra 401 agar alutsista ini dapat terus beroperasi hingga tahun 2024.
2024 – 1981 = 43 tahun.
Jadi pada tahun 2024 usia Cakra dan Nanggala sudah berusia 43 tahun.

Padahal tahun 2024 untuk kapal selam yang dipublikasikan adalah 12 unit.
Jika Cakra Nanggala pensiun di tahun 2024 berarti 10 – 2 = 10, berarti tinggal 10 unit kapal selam jika tidak ada gantinya sehingga jika di berita disebut “dapat terus beroperasi hingga tahun 2024” berarti pada tahun 2024, penggantinya sudah harus ada supaya genap 12 unit di tahun itu.
Artinya pengadaan kapal selam dari tahun 2010 s/d tahun 2024, minimal sudah harus jadi 12 kapal selam baru.
Dari yang umum ketahui, RI beli kapal selam Changbogo pada jaman SBY sebanyak 3 unit.
Sehingga kebutuhan kapal selam baru tinggal 12 – 3 = 9 unit.
Dari kontrak sampai dengan diserahkan ke AL bisa makan waktu 5 tahun lebih, sehingga paling lambat pengadaan 9 unit kapal selam ini 2024 – 5 = 2019, paling lambat kontrak pengadaan 9 kapal selam baru ini harus sudah ditanda tangani pada tahun 2019 itu. Artinya pada tahun 2019 itu duitnya harus sudah siap entah dari mana sumbernya.
Pertanyaannya, dari mana duitnya sehingga bisa dapat 9 unit kapal selam (termasuk midget) ?
Coba lihat Rencana Pinjaman Luar Negeri Kemhan yang dimuat di koran Kontan ini :

Tertulis kapal selam disel rencana pinjamannya USD 1600 Juta.
Mana cukup USD 1600 juta untuk buat 9 unit kapal selam ?
Ah, barangkali bisa dijawab oleh foto yang dirilis oleh Majalah Angkasa.
Coba lihat dulu ya.

Tertulis : Submarine Pinjaman 1.054.000 ribu Dana Pendamping 186.000 ribu Total 1.240.000 ribu
Total USD 1.240.000 ribu = USD 1.240 Juta.
USD 1.240 juta sementara yang dari majalah Kontan USD 1.600 juta.
Wah foto tabel yang dirilis majalah Angkasa malah lebih kecil jumlahnya dari tabel di Kontan !
Baik USD 1.240 juta maupun USD 1.600 juta TIDAK CUKUP untuk buat 9 unit kapal selam.
Jadi yang mana yang benar, yang majalah Angkasa USD 1.240 juta atau majalah Kontan USD 1.600 juta ?
Wah gimana dong, hopeless nih … mungkin pembaca bilang begitu.
Ngapain hopeless, anggap saja semua benar baik yang dirilis majalah Angkasa benar maupun yang dirilis majalah Kontan juga benar.
Anggap semua benar bagaimana sih ? Tukang Ngitung kok mbingungi gini ?
Ya, anggap semua benar dan tambahkan antara data di Angkasa dan di Kontan !
Tambahkan ?
Ya, USD 1.240 juta ditambah USD 1.600 juta = 1240 + 1600 = 2840 = USD 2.840 juta.
Kalau USD 2.840 juta cukup nggak untuk bikin 9 unit kapal selam ?
Pembaca mungkin berpikir, ya mungkin saja sih, tapi apa iya dapat 9 unit ?
Coba perhatikan :

Indonesia Akan Operasikan 12 Kapal Selam Tahun 2024

12 unit armada kapal selam pada tahun 2024 mungkin termasuk didalamnya sejumlah kapal selam midget.
Kata sejumlah berarti lebih dari 1 unit. Kalau saya tebak 2 unit midget.
2 unit midget ? Kok bisa ?
Oke tadi dana pinjaman USD 2840 juta.
Jika yang USD 40 juta di antaranya untuk buat 2 unit midget bagaimana ?
Jadi USD 40 juta dibagi 2 unit = 40 / 2 = 20 = USD 20 juta per unit.
Kok bisa tahu midgetnya harganya USD 20 juta per unit ? Dari mana ?
http://defense-studies.blogspot.co.id/2016/11/proyek-kapal-selam-mini-akan-dimulai.html

Tertulis :
“Proyek kapal selam mini dengan biaya berkisar Rp 200 – 300 milyar ini akan dilakukan selama tiga tahun (2017-2019), pada tahun 2017 akan dibangun badan bagian tengah (mid body), sedangkan pada tahun 2018 dibangun bagian ujung depan dan belakang (edge body), tahun 2019 kapal selam ini sudah utuh dan akan mengalami pengujian berlayar dan menyelam untuk memperoleh sertifikasi kelaikan.”
Biaya berkisar 200 – 300 milyar.
Kurs sekarang per 1 USD adalah berkisar 10 ribu s/d 15 ribu rupiah.
200 milyar / 10 ribu = 200 juta ribu / 10 ribu = 20 juta
300 milyar / 15 ribu = 300 juta ribu / 15 ribu = 20 juta
Jadi 1 unit midget harganya USD 20 juta.
Lihat juga waktunya untuk midget pertama:
2017 dibangun mid body.
2018 dibangun ujung depan dan belakang
2019 sudah jadi dan uji layar dan selam untuk dapat sertifikasi kelaikan.
2020 diserahkan ke TNI AL.
midget kedua :
2021 dibangun mid body.
2022 dibangun ujung depan dan belakang
2023 sudah jadi dan diuji layar dan selam.
2024 diserahkan ke TNI AL.
Jadi pada 2024 beroperasi 2 midget dengan harga USD 20 juta per unit, total 2 midget USD 40 juta.
2840 – 40 = 2800
9 – 2 = 7
Jadi dana tinggal USD 2800 juta untuk bangun 7 kapal selam.
Coba lihat berita yang ini :

Mungkin ada yang bilang : wah ngaku-ngaku, itu khan pesanan SBY, dasar pencitraan !
Tuh khan, tadi sudah saya bilang, jangan hanya pegang buntut saja langsung bikin kesimpulan, ini kok malah kambuh lagi.
Coba lihat lagi yang ini dulu :
https://www.merdeka.com/peristiwa/perkuat-armada-laut-jokowi-beli-tiga-kapal-selam-dari-korsel.html

Artinya apa ?
SBY beli 3 unit dan Jokowi beli 3 unit juga.
Mengapa bisa begitu ? Pembelian ini dibedakan dari nilai kontraknya. Nilai kontrak pembelian 3 unit Changbogo pada jaman SBY itu berbeda dengan nilai kontrak pembelian Changbogo pada jaman Jokowi.
Nah 3 unit Changbogo yang dibeli SBY nilai kontraknya berapa ?
Perjalanan Changbogo di Indonesia

Kontrak pembelian kapal selam Changbogo ini menelan anggaran pertahanan senilai 1,08 milyar dollar.
1,08 milyar = 1080 juta.
Jadi USD 1080 juta itu kontrak yang dibuat pada jaman SBY termasuk TOT nya.
Nah, sekarang 3 unit Changbogo yang dibeli Jokowi harganya berapa per unitnya ?

http://news.liputan6.com/read/2146405/jokowi-pesan-3-kapal-selam-dari-korsel

memesan 3 kapal selam baru dari Korea Selatan. Kapal selam kelas Changbogo senilai US$ 250 juta itu akan digunakan untuk menambah kekuatan armada laut Indonesia.
Jadi yang dibeli Jokowi 3 unit x USD 250 juta = 3 x 250 = 750 = USD 750 juta untuk 3 unit Changbogo.
Beda bukan ?
SBY beli 3 unit kontraknya USD 1080 juta dan Jokowi beli lagi 3 unit nilainya USD 750 juta.
Nah sekarang,
2800 – 750 = 2050
7 – 3 = 4

Jadi dana tinggal USD 2050 juta untuk beli 4 unit kapal selam.
2050 / 4 = 512,5
Coba warjager cari dulu dan tebak-tebak 4 unit kapal selam ini yang tersisa ini harganya sekitar USD 500 juta per unit, kira-kira apa ya yang bakal dibeli ?
Ada usul ? xixixixi kuncinya adalah untuk kemandirian xixixixixi apakah Rusia xixixi minta TOT aja mbuletnya minta ampun xixixixi
Ngomong-omong, kapal selam 12 unit itu bisa untuk mencari putri duyungkah ?
Nggak usah dicari, tuh ada putri duyung udah dimasukkan ke kolam.

Xixixixixi

Nah kembali ke pembahasan, gajah ada badan dan kepalanya, jadi badan itu adalah Light Fregat dan kepalanya adalah Fregat ? Kita akan lihat dulu data dari Majalah Angkasa

Tertulis :
Striking Ship Pinjaman USD 907.375 ribu, Dana Pendamping 160.125 ribu dan Total 1.067.500 ribu.
Striking Ship USD 1.067.500 ribu alias USD 1,067 milyar atau mendekati USD 1,07 milyar.
Kita lihat jika dalam Euro, kurs Euro ke USD adalah :

Jadi USD 1,07 milyar = Euro 1 milyar.
Kita lihat yang mirip-mirip dengan nilai sebesar ini adalah pembelian apa ?
https://en.wikipedia.org/wiki/Gowind-class_corvette

Egypt signed a €1bn contract with French naval systems group DCNS to buy four Gowind 2,500 ton corvettes.
Mesir menandatangani kontrak senilai Euro 1 milyar dengan DCNS untuk membeli 4 unit korvet (di Indonesia disebut Light Fregat) Gowind 2500.
Jadi kemungkinan Indonesia juga membeli 4 unit Gowind 2500 dengan nilai kontrak yang mirip dengan Mesir dan akan diproduksi oleh DCNS sesudah pesanan Mesir selesai.
Untuk alasannya silakan baca lagi di http://jakartagreater.com/mengapa-harus-gowind-2500/

Bagaimana dengan Light Fregat PKR Sigma 10514 ? Apakah akan diteruskan ?
Ya, akan dibangun PKR Sigma yang ke tiga, coba lihat data di Kontan :

Tertulis Kapal PKR USD 220 juta, jadi untuk PKR Sigma akan dibuat 1 unit lagi pada periode ini.
Nah, kalau Fregat bagaimana ?
Tertulis Kapal Frigate USD 780 juta, kemungkinan besar Iver Huidfelt diambil 2 unit berikut TOT.

Lalu apa lagi ?

Gajah ada gadingnya, gadingnya ada 2 buah, gading berfungsi untuk menyingkirkan penghalang.
Nah di tabel di atas yang berfungsi untuk menyingkirkan penghalang apa ?
Penghalang di laut adalah ranjau laut.
Tertulis juga Kapal Mine Counter USD 215,9 juta. Mine Counter adalah Kapal Pemburu Ranjau.

US$215 Juta, Anggaran Pengadaan Kapal Pemburu Ranjau Terbaru TNI AL

Dapat berapa ?

Berencana Beli 2 Unit Penyapu Ranjau Baru, TNI AL Siap Pensiunkan Tripartite Class

Apa lagi ?
Gajah ada belalainya, belalai ini berfungsi untuk mengantarkan makanan dan air ke mulut gajah, sehingga belalai itu sangat vital untuk memberi dukungan (support) logistik pada si gajah.
Nah kapal apa yang berperan sebagai support ship ?

Support Ship Pinjaman USD 173.400 ribu Dana Pendamping USD 30.600 ribu Total USD 204.000 ribu.
Total USD 204.000 ribu = USD 204 juta.
Kurs yang dipakai waktu itu sekitar 13.700 per 1 USD maka :
USD 204 juta x 13700 = Rp. 2.794.800 juta = 2.794,8 milyar = 2,79 trilyun
Dapat apa support shipnya ?

Dapat LPD. Berapa harganya ?

TNI Angkatan Laut Pesan Kapal LPD dan KCR pada PT PAL Indonesia

Tertulis :
Direktur Pengembangan Kapal PT PAL Indonesia, Turitan Indaryo, mengatakan bahwa nilai investasi yang dibutuhkan untuk kapal jenis LPD adalah sekitar Rp 700 miliar,…
Jadi harga LPD sekitar atau lebih kurang Rp. 700 milyar.

Jika support shipnya USD 204 juta x 13500 = Rp. 2.754.000 juta = 2.754 milyar, jika pesan 4 unit LPD maka harganya 2754 milyar / 4 = 688,5 milyar per unit.
688,5 milyar adalah sekitar 700 milyar.

Jadi support ship USD 204 juta dapat 4 unit LPD.
Jadi prediksi Kontrak pengadaan alutsista yang diadakan pada periode akhir 2014 – pertengahan 2019 dan ditandatangani paling lambat tahun 2019 untuk matra laut saja (angka prediksi minimal berdasar hitungan dari data keuangan yang sudah dipublish ) :

108 unit KAL, 23 unit KRI 8xx , 16 unit KCR 40, 13 unit KCR 60, 3 unit LST 117, 2 unit OPV lokal, 2 unit kapal penyapu ranjau, 4 unit LPD, 2 unit real fregat, 5 unit light fregat, 7 unit kapal selam, 2 unit midget.

Itu adalah pengadaan periode akhir tahun 2014 –pertengahan 2019
Kapan selesai semua ? Sebelum tahun 2024.
Namun, dengan tambahan kekuatan itu saja juga cukup untuk melindungi samudera kita, yes Our Ocean, mari kita lihat videonya sambil berbisik “The Ocean …” dari Oxygene

Xixixixi
Dari : Tukang Ngitung, PhD.

Artikel Terkait :

  38 Responses to “Ayo Mari Kita Berhitung ! Seri 31 : Gajah”

  1. Blm dibaca

  2. Berharap semuanya segera bisa terwujud,aminnn.

  3. Indo kalo beli alutsista nanggung2 beli itu sekalian banyak kan manfaat

  4. Mantap ulasannya bung….
    perasaan namaku ada diatas sepertinya…xixixixi
    Apa mungkin aku yg salah baca….
    Sepertinya aku lgi mimpi…tidur lagi aaahhh..xixixixi

  5. Mantap ulasannya bung….
    perasaan namaku ada diatas sepertinya…xixixixi
    Apa mungkin aku yg salah baca….
    Sepertinya aku lgi mimpi…tidur lagi aaahhh..xixixixi

    Tes……
    Minum kopi dulu campur sianida biar pikiran damai selalu….

  6. Penuh dngan harapan
    smga terwujud
    teori matematikanya….

  7. Dicari kapal fregat full armament..Harga 730..

  8. Mantappp hitungannya bung…….tapi persoalannya ialah apakah hitungan anda tadi sejalan dengan hitungan dari kementrian pertahanan. karena kalau dari hitungan bung tadi tiap detailnya masuk pada pos – pos masing – masing, jadi saran saya ialah bagaimana seandainya bung mengajukan hitungan diatas kepada kementrian. mudah2an diterima, dengan tujuan kita membangun bangsa ini agar semakin kuat dan jaya…..

  9. Pengadaan changbogo zaman jokowow lebih murah harusnya kan lebih mahal?? Sby= 10,8 t mengapa jokowow=7,50 t
    Kerjaan broker selisih 2 t lebih..

    • Jangan Lupa Bung Han Sangadji.
      di Jaman pa Beye ada syarat TOT.
      Sekarang kita sudah dapat itu ilmunya.
      jd buat apa kita TOT barang yang sama lg? jd jelas beda harga lah.
      Ilmu itu Mahal.

      Begitulah Kura-kura. 😀

    • Jaman SBY khan kerjasama pertama otomatis lebih mahal dan lagi paket ToT untuk tahap pertama.
      nah jaman jokowi kan meneruskan ToT sudah jalan, istilahnya dapet diskon juga karena sebelumnya sudah pesan, selain itu kemungkinan ada imbal beli atau beberapa part pakai bahan lokal jadi murah. dan sepenuhnya dibangun di galangan PT. PAL.

  10. Gowind kemungkinan juga untuk percepatan pengadaannya karena kalau 4 gowind dijadikan 4 PKR Sigma dan dibuat disini, operasionalnya bisa lewat dari 2024. Tapi gimana kalau bujet Gowind dialihin untuk nambah Iver Huitfeld aja ya? hehehe… Untuk KS mungkin Gotland ya walau saya lebih suka U-212 atau U-218 sekalian.

    • Kelihatannya memang Gowind untuk mempercepat jumlah KRI kita, karena line produksi di galangan kapal dalam negeri sudah penuh.

      Selain itu mungkin ada 1 sistem dalam Gowind yg diincar oleh RI agar dapat diberikan TOT nya.

      Juga supaya RI mengetahui dengan tepat seluk beluk sistem yg juga akan menjadi kapal tetangga RI ini.

      Bisa jadi sesudah produksi 4 unit ini akan diberi lisensi produksi juga, barang 8 – 12 unit lagi khan lumayan.

      Iver Huitfeld sementara untuk periode ini mungkin 2 unit dulu, tetapi tidak menutup kemungkinan jadi 4 atau 6 unit di periode yang akan datang (ngarep. com)

      KS mungkin ambil dari Saab Kockum (mbahnya AIP) atau Thyssen Krupp (Mbahnya Kasel)

  11. Maaf bung. Pengganti kri klewang dah ke hitung lom???…..

    Di tunggu seri2 berikutnya.

    • KRI klewang pengadaannya termasuk periode yang lalu. Sebab sebelum diserahkan sudah terbakar, maka biaya masih jadi tanggung jawab produsen.

  12. mantap hitungannya bung!!!

    bagi yg membaca harap dimengerti, ini hitungan matematis.
    produk dan waktu bisa saja berubah sesuai keinginan TNI dan pembuat kebijakan kemenhan.
    saya harap pembaca bijak. Tks hitungannya bung TN.Ph.D.

    • Yup benar, ini hanyalah hitungan saja berdasar data keuangan yang sudah dipublikasikan.

      Angkasa terima dari sumber Bappenas, Kontan juga terima dari sumber Bappenas, artinya dua-duanya sama2 benar.

      Kitalah yang harus jeli untuk mengumpulkan serpihan2 informasi yg didapat dan menggabungnya jadi satu.

      Contoh saja :

      SSV Filipina sebanyak 2 unit seharga USD 90 juta.
      Jadi harganya per unit USD 45 juta.

      USD 204 juta dapat 4 LPD alias 204 / 4 = 51.

      Alias USD 51 juta adalah harga per unit LPD, mengapa lebih mahal dari Filipina ?

      Sebab masing2 LPD kemungkinan akan dilengkapi CIWS 730 buatan Norinco yang tadi disebut seharga USD 5,4 juta.

      USD 45 juta + USD 5,4 juta = USD 50,4 juta ini mendekati USD 51 juta.

      Ada 1 hal yg belum saya ungkap dan masukkan di artikel ini yaitu dana peremajaan alutsista untuk AL yang bernilai 17,4 Triliun rupiah.

      Di antaranya untuk pembelian CIWS 730 yang akan dipasang di seluruh Parchim dan LPD kita (tidak termasuk kapal rumah sakit).

      Mid life modernisation untuk KRI Malahayati dan sekelasnya, serta overhaul KS tua kita, dll.

      Nah yg dll ini yg saya belum tahu.

      • balik lagi,, tadi lupa nonton videonya ha ha ha…
        Bung TN,, pinjaman luar negeri kita untuk pesawat angkut berat
        USD 625 juta…

        A400 nya gimana tuh?

        • Makanya A400 USD 2 milyar untuk 5 unit tapi pinjaman luar negerinya hanya USD 625 juta ?

          Hebat khan ?

          Xixixi

          Kemarin seri 30 dari jatah peremajaan alutsista 93,9 trilyun, jatah hercules type C yang saya hitung adalah 30 unit x USD 120 juta = USD 3600 juta.

          Hercules tipe J muat berapa prajurit, dan A400 muat berapa prajurit. Itu kuncinya.

        • http://jakartagreater.com/mengintip-anggaran-minimum-essential-force-tahap-2/

          Di atas adalah link yg mengutip foto dari tabel bappenas yg dirilis majalah Angkasa yg menyebut PLN untuk Transport Aircraft and Helicopter USD 1020 juta.

          1020 + 3600 + 625 = 5245

          USD 5245 juta dapat heli + hercules + a400 berapa ?

          Coba hitung sendiri

        • Hercules tipe J muat 64 orang
          A400 muat 116 orang

          116 x 5 = 580 orang

          580 / 64 = 9,06 dibulatkan 9 unit.

          C130J payload 19.958 kg
          A400 kapasitas 37.000 kg

          5 x 37.000 = 185.000

          185.000 / 19.958 = 9,26 dibulatkan 9 unit.

          Jadi 5 unit A400 setara dengan 9 unit C130J.

          Namun harganya terlalu mahal kalau hanya untuk 5 unit saja, USD 2 milyar itu

          Harga A400m itu sekitar harusnya 152.4 juta euro setara USD 163 juta, Jika USD 2000 milyar / 163 juta = 12,26 dibulatkan dapat 12 unit A400 yang setara dengan :
          (12 x 116) / 64 = 21,75

          Jadi 12 unit A400 setara dengan 21,75 dibulatkan 21 unit C130J.

          Dengan kata lain dengan jika 12 unit A400 senilai USD 2000 milyar dapat mengangkat apa yang dapat diangkat oleh 21 unit C130 J maka hanya perlu tambah 9 unit C130J lagi dengan biaya hanya USD 1080 juta.

          Jadi lebih murah 12 unit A400 + 9 unit C130J = 2000 + 1080 = USD 3080 juta dibanding 30 unit C130J dengan nilai USD 3600 juta.

          • nah itu dia,,
            tks hitungannya..

            pemberitaan A400 terkesan sepi.. DPR juga tidak segalak dulu..
            ada apa dg pembelian ini?
            satu satunya jawaban ada pada offset atau TOT.
            mungkinkah harga segitu dengan lisensi????

          • Dugaan saya, 5 unit dibeli, 2 unit diantaranya dibuat di sono, 3 unit dirakit di sini. Plus join production 7 unit, dan kalo boleh tambah 12 unit lisensi sehingga total 24 unit.

            Edisi ngarep.com

            Xixixi

          • mungkin harga termasuk ToT bung
            kan PTDI dan airbus udah bermitra lama, jd ndk ada masalah dalam pembeliannya

  13. Semoga aja semua terwujud tanpa ada halangan berarti.

  14. BORONGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGG

  15. suka…….pideo nya…..

  16. Semoga saja terealisasi semua demi kemandirian dan swasembada alutsista nkri.aamiin

  17. Aamiin

  18. Februari akan ada pengumuman rencana pengadaan alutsista.

    https://m.detik.com/news/berita/d-3406662/panglima-tni-akan-lapor-ke-presiden-pengadaan-alutsista

    Apakah yang saya hitung selama ini ada yang masuk ? Yo mbuh ora ngerti, saya khan hanya menghitung saja dan memprediksi.

    Berapa persen yg masuk ? Saya berharap sih apa yang keluar di pengumuman nanti jumlahnya adalah hanya 1% dari jumlah hitungan saya.

    Xixixixi

  19. 12 Kapal Selam itu sebenarnya 28 Kapal Selam, tapi awas, ini rahasia kita bersama, jangan sampai malon tahu, nanti mereka bisa stroke, lalu masuk gubuk gila … kikikikikih …

    mimpi basah mode on … kikikikikih …

  20. Kenapa kapal trimaran pt lundin dan saab yang sarat teknologi canggih tidak ikut diperhitungkan dalam pengadaan alutsista?

  21. changbogo deal 1 dan deal era p jokowi selisihnya jauh betul sampe 430 juta US.apakah karena Ndulu bukan G TO G,..atau sudah saving karena sudah banyak kontent lokalnya secara bikin yang berikutnya sudah di mari..

  22. Kapal Destroyer nya mana ….?

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)