Mar 122017
 

 

Seri 32 : From Old File to Number Nine

Selama ini beberapa dari kita mengira RI nggak ada duit untuk beli alutsista.

Kira-kira berapa sih yang untuk beli alutsista Indonesia di periode ini ?
Nah, saya Tukang Ngitung, PhD senang untuk membuka-buka lagi arsip lama yang ada di google.

Dari nyari di google dapat arsip lama ini :
https://www.kemhan.go.id/ppid/wp-content/uploads/sites/2/2016/10/Permenhan-Nomor-19-Tahun-2012-Lampiran-1.pdf
Nah, di halaman 24 terdapat :

Tertulis di judul tabel di atas :
Alokasi Rencana Anggaran Pertahanan Tahun 2010 – 2014 (baseline) Rp. 279.862,47 M.
279.862,47 M = 279,86 T adalah baseline anggaran tahun 2010 – 2014.
279 T ini komponennya terdiri dari :

Saya besarkan gambarnya.

Anggaran Pertahanan 2010 – 2014 menurut jenis belanja, di tabel ada 3 unsur belanja yaitu : Belanja Pegawai, Belanja Barang dan Belanja Modal. Catat.
Pegawai : 20.829,54 milyar x 5 tahun = 104.147,7 milyar = 104,15 trilyun (dibulatkan), catat.
Belanja barang dalam milyar :
8844,24 + 10128,45 + 10832,77 + 11184,41 + 11722,63 = 52.712,5 milyar = 52,71 trilyun, catat.
104,15 + 52,71 = 156,86 T.
Belanja Modal (alutsista) :
11838,38 + 13827,01 + 24007,27 + 32288,42 + 40366,22 = 122.327,3 milyar = 122,33 trilyun
156,86 + 122,33 = 279,19 dibulatkan 279 Trilyun. Catat.

Nah, sekarang kita tinggalkan MEF 1, kita melangkah ke MEF 2 :
http://www.kemenkeu.go.id/sites/default/files/Budget_Adv%20final_0.pdf

Tertulis APBN 2015 untuk pertahanan 96,9 triliun rupiah.
Lalu ada perubahan di APBNP nya, sebesar berapa ?
http://www.kemenkeu.go.id/Publikasi/budget-brief-apbn-p-2015

Dari 96,9 T di APBN, naik menjadi 102,3 T di APBNP.
Jadi ada kenaikan 5,57 %.

Bagaimana dengan tahun 2016 ?
http://www.kemenkeu.go.id/sites/default/files/bibfinal.pdf

Kita lihat lagi ke bawahnya

Jadi di APBN 2016 untuk pertahanan dianggarkan 99,6 T.
Bagaimana dengan APBNP nya ?

http://www.kemenkeu.go.id/Publikasi/informasi-apbn-perubahan-2016

Naik jadi 108,7 T di APBNP 2016.
Jadi ada kenaikan 9,13%.

Namun jika kita lihat dari APBNP 2015 yang berjumlah 102,3 T ke APBNP 2016 yang berjumlah 108,7 T, maka jika dibandingkan :
108,7 / 102,3 = 1,06
APBNP 2016 adalah sebesar 1,06 kali lebih banyak daripada APBNP 2015.
Bagaimana dengan 2017 ?

Tertulis APBN 2017 untuk pertahanan adalah 108,3 T.
Berapa perkiraan kenaikan untuk pertahanan dalam APBNP 2017 ?
Jika saya tambah 1% saja dari angka perbandingan APBNP 2016 : APBNP 2015 yang sebesar 1,06 maka :
1,06 = 106 %
106% + 1% = 107% = 1,07

Nah jika APBNP 2017 adalah sebesar 1,07 kali dari APBNP 2016 maka
Prediksi APBNP 2017 = 1,07 x 108,7 = 116,3 T.
Dengan cara yang sama kita naikan sebanyak 1% setiap tahun maka :
Prediksi APBNP 2018 = 1,08 X 116,3 = 125,6 T.
Prediksi APBNP 2019 = 1,09 X 125,6 = 136,9 T.

Nah sekarang coba kita jumlahkan masing-masing APBNP tersebut kepada satu sama lain sehingga perkiraan anggaran total dalam 5 tahun di periode 2015 – 2019 adalah :
102,3 + 108,7 + 116,3 + 125,6 + 136,9 = 589,8 T.
Nah angka-angka prediksi itu adalah perkiraan angka anggaran tahunan dengan catatan angka pertumbuhan ekonomi di bawah 7% dan juga jika target pajak tidak terpenuhi.
Jika kita bandingkan atau bagi dengan periode sebelumnya (2010 – 2014) yang sebesar 279 T sebagaimana tadi sudah dihitung di atas maka :
589,8 / 279 = 2,11

Nah anggap saja angka 2,11 ini adalah besaran kenaikan untuk biaya pegawai dan belanja barang untuk periode 2015 – 2019 sehingga :
Jika jumlah biaya pegawai tahun 2010 – 2014 = 104,15 trilyun.
Perkiraan jumlah biaya pegawai tahun 2015 – 2019 = 2,11 x 104,15 = 219,76 T.
Jika jumlah belanja barang tahun 2010 – 2014 = 52,71 trilyun.
Perkiraan jumlah belanja barang tahun 2015 – 2019 = 2,11 x 52,71 = 111,21 T.

Nah sekarang coba kurangkan perkiraan total anggaran tahunan tadi dengan perkiraan jumlah (biaya pegawai + belanja barang) :
589,8 – (219,76 + 111,21) = 589,8 – 330,97 = 258,83 T.
Untuk keperluan apakah dana 258,83 T ini ?
Nah, tadi sudah disebut, perkiraan jumlah biaya pegawai dan jumlah belanja barang.
Belanja barang itu untuk kebutuhan operasional misal beli bbm, beli bahan bangunan untuk perbaikan markas, beli komputer, printer dan meja serta kertas untuk administrasi, dan lain lain.

Tadi di awal, diisebutkan ada 3 unsur, unsur pertama (biaya pegawai) dan unsur kedua (belanja barang) sudah disebut, jadi yang belum disebut unsur apa lagi ya ?
Ya betul, yang disebut adalah Unsur Belanja Modal.
Nah angka yang 258,83 T adalah perkiraan untuk belanja modal (pembelian alutsista) untuk selama 5 tahun dari tahun 2015 – 2019.
258,83 T = 258.830 M

Jika kurs USD 1 = 13.500 rupiah.
258.830 / 13.500 = USD 19,17 milyar.
Apa masih mau bilang nggak ada duit lagi ?

USD 19,17 milyar untuk belanja alutsista dapat apa saja tuh ?
Bayangkan saja sendiri.
Namun bukan itu saja.
Sebab, jika yang berikut ini terpenuhi bagaimana ?

“Menteri Keuangan berjanji kalau (mencapai) target, maka anggaran belanja untuk TNI bisa dinaikkan 100 persen. Jadi kalau sekarang (2017) Rp 108 T, tahun 2018 menjadi Rp 216 triliun,” sebut Gatot.
Nah anggap saja terpenuhi sehingga 2018 anggarannya 216 T dan 2019 juga 216 T.
216 + 216 = 432 T

Tadi Prediksi APBNP 2018 = 1,08 X 116,3 = 125,6 T dan Prediksi APBNP 2019 = 1,09 X 125,6 = 136,9 T.
125,6 + 136,9 = 262,5 T.
432 – 262,5 = 169,5 T.
258,83 T adalah perkiraan untuk belanja modal.
258,83 + 169,5 = 428,33 T = 428.330 M

Jika kurs 13.500 per USD 1, maka :
428.330 milyar / 13.500 = 428.330 / 13.500 = USD 31,72 milyar.
Dari USD 31,72 milyar anggap saja itu 20% nya untuk perbaikan / perluasan pangkalan, dan 80% nya untuk alutsista.
80% = 0,8
31,72 x 0,8 = 25,37 = USD 25,37 milyar
Jadi prediksi saya untuk MEF tahap 2 ini (2015 – 2019) disediakan anggaransekitar USD 25 milyar untuk pembelian alutsista.
Duit segitu dapat apa saja tuh ?

Bayangin aja sendiri.
Apa masih berani bilang nggak ada duit lagi ?
Apakah nanti di Gombal Faiye Pauwe bisa mencapai nomor 9 (Bahasa Inggrisnya Number Nine) ?
Mungkin aja.
Seperti apakah Number Nine itu ? T-ARA bercerita tentang Number Nine ini, tonton videonya :

Xixixixi

Dari : Tukang Ngitung, PhD.

https://web.facebook.com/JakartaGreater

  102 Responses to “AYO MARI KITA BERHITUNG ! Seri 32”

  1. Strike 😆

    • Tapi USD 25 milyar itukan masih “AKAN” dengan catatan “target tercapai” dan tidak ada kebocoran disana-sini.

      Meski begitu, bagus deh bila semua dapat tercapai dan terlaksana seperti hitung-hitungan bung @TN, PhD. diatas.

    • ane pikir belanja alutsista tidak efektif dan terlalu “mecer-mecer”

    • SEKALI KALI ITU, AYO KITA MAKAN BARENG, aku (Tukang Ngitung, PhD) yang traktir

      Bosen hitung terus, bikin perut mules

    • Kami butuh kenyataan, bukan perkiraan

      Jamaah lunasiyah : “Hayati lelah berkhayal”

      • Mana ada sekarang beli alutsista langsung dilunasi saat ttd kontrak.

        Beli alutsista itu mesti dipanjar uang muka dulu, terus Alutsista dibikin, alutsista jadi trus dibayar lagi sebagian, trus dikirim trus dibayar sebagian, trus diuji coba sesudah puas baru diterima oleh TNI baru dibayar lunas ke produsen untuk per unit yang diterima.

        Trus jika ada yang bilang dibayar lunas sebelum alutsista dibikin kontraknya gimana ? Bisa jadi dana sudah ada dan disiapkan, namun bukan berarti sudah dibayar lunas, gimana mau bayar kalo kontraknya belum ditanda tangan ?

  2. Broo kalo freeport goal..jadi 500% saya berani taruhan..

    • Maaf bung SEGO pinjam lapak ya. @ Bung TN Phd. MEF tahap 2 ini (2015 – 2019) disediakan anggaran sekitar USD 25 milyar untuk pembelian alutsista. Duit segitu dapat apa saja tuh ? pendapat saya sih awam saja bung, jika dana 25% dari jatah TNI itu masih ketek mosok besar bingit itu. jika sumsikan Belanja Pegawai 8% /Belanja Barang 12% Belanja Modal 5%. maka dalam benak saya hitungannya adalah belanja barang 12%

      Saya sederhanakan saja hitungannya (25% x Kurs 13.326= 334T x 12%=39T) nah yang menjadi pertinyinyi saya apakah dana anggaran pembelian alustita 12% jika terjadi lisensi TOT menggunakan anggran belanja barang atau belanja modal ? jika terjadi pembelian sejumlah alustita diambil dari anggaran belanja barang dan belanja modal itu masih dimaklumi bukan tak.

      Saya seh berandai-andai jika MEF 2 dananya seperti itu alustita yang tampil sampai tahun 2019 tidak akan ada pembelian dan TOT setelah Su.35.

      • Bung Mabuk,

        Coba ditelaah dulu fakta berikut ini :

        1. A400 disediakan USD 2 M.

        2. chinook mau dibeli 12 unit, Apache mau tambah 8 unit, blackhawk mungkin 12 unit. Dari trio ABC saja berapa milyar USD tuh ?

        3. A330 MRTT juga mau dibeli paling tidak 3 unit, berapa milyar USD tuh.

        4. Su-35 pengganti F5 sekian unit, berapa milyar USD tuh ? Belum lagi untuk beli pengganti Hawk, belum lagi untuk penambahan minimal 3 skuadron tempur, berapa milyar USD tuh ?

        5. Alutsista untuk pembentukan divisi ketiga kostrad, yang terdiri dari sekian batalyon mekanis, sekian yon armed, sekian yonkavser, berapa milyar USD tuh ?

        6. Alutsista untuk pembentukan divisi ketiga marinir, berapa milyar USD tuh.

        7. Pengadaaan real fregat sebanyak 6 – 8 unit, dengan biaya maksimal USD 600 juta sudah termasuk armament, itu sudah USD 3,6 – 4,8 milyar.

        8. Pengadaan kapal2 patroli kecil, KCR dan kapal2 support, berapa milyar USD tuh.

        9. Penambahan 7 – 9 kapal selam supaya terkejar target tersedianya 12 kapal selam baru yg sudah jadi di 2024, berapa milyar USD tuh.

        10. Pembelian arhanud jarak sedang dan 12 radar, berapa ratus juta USD tuh.

        Jadi masuk akalkah USD 25 milyar ini hanya untuk pembelian alutsista ? Jelas masuk akal, malah masih kurang.

        • Bisa lebih Bung TN…tergantung kontrak masing-masing distro alutsista….bisa skema multi-years..bisa imbal beli sawit atau bahkan imbal kontrak blok pertambangan lainnya…..heheh…jadi masih bisa dan banyak kog yg mau dibeli…

      • TOT itu jg termasuk belanja modal, biasanya di include kan dng pembelian unitnya.
        Kalo belanja barang dan jasa, khusus keperluan operasional kantor dan gedung serta perawatan/pemeliharaan gedung dan pemeliharaaan peralatan militer dan penunjangnya. Service mobil dinasnya pak panglima itu termasuk perawatan yg masuk belanja barang dan jasa. Itu makanya anggarannya besar.

        • Bener bung MOD @Ruskye yang saya gagal paham disitu. alustita yang akan tersedia melayani MEF sd 2019 setidak nya lebih kepada penekanan objektivitas nasionalnya bidang pengadaan, jika data yang disajikan Bung Mod. @TNPhd adalah keseluruhan anggran 25% full pengadaan objetivitas nasional maka rasanya data pengadaan alustita itu masih ragu.

          walau anggran TNI khusus Obvitnas meningkat dalam tiap tahunnya ini menjadi telaah ulang.

        • TOT = Titip Oleh Tips y….15 % saja.

  3. Dapet Tejas.

  4. semoga makin membuat kami rakyat indonesia tidur nyenyak dikawal para punggawa negeri ini. amiin

  5. Mantap… LIKE deh

  6. Test

  7. Akhirnya bung TN buat artikel lagi

  8. Itu asumsi jika pajak tak terpenuhi kan Bung TN, Phd.?
    Jika terpenuhi, berarti Anggaran belanja militer naik juga kan.

    Aku hanya ngebayangin. Jika Kasus Panamas Paper di buka dan di tindak siapa2 aja yg masuk di dalamnya. Pasti lebih mantap lagi.
    Gmn gak. Kalau gak salah ingat. Ada lebih dari 200an yah para pengemplang pajaknya.

  9. Ternyata bung TNP suka sama KPOP hahaha 😆

  10. Triple strike di depan mata !!….bravo TNI.

  11. no komen
    karena
    radar dan sistem avionik Tejas sensitif ama yg plastik2

    wussssssssssssssssshhhhhhhhhhhh

  12. .
    Gx bisa di Perkirakan ”
    Itu dengan Asumsi Target Pajak Tercapai
    Klo gx Tercapai ??????
    Yha tetap aja kagak ada Uang ,
    Di Janjikan itu baru di janjikan Berarti Belum ada Kepastian ,
    Klo Om Tukang hitung Phd mau juga Asumsikan Terget tak tercapai maka anggaran tetap seperti itu atau malah ada Pemotongan lagi kayac dulu 2 x di potong ,

    Jadi bagi saya ini cuma ASUMSI dan Tidak bisa di jadikan dasar apalagi Patokan ,
    Tapi boleh lah klo cuma buat HARAPAN warga Pecinta Militer ,

    Apalagai kemenhan pernah bilang anggraan alutsista ideal 500 sampe 600 terliun hahaha
    Tapi Yha sudahlah cuma mimpi ,

    Amnesty Pajak apa gx bantu Yha ?????
    Katanya Ribuan Terliun koar koar kq gx ada beritaya ,

    Emg susah sekrang ,
    Anggaran cuma 100 terliunan di bagi 3 Mantra + belanja pegawai dll nya

    Terlalu kecil buat Beli Alutsista “

    • Coba baca lagi artikelnya.

      Kalau target pajak tercapai USD 25 M.
      kalau nggak tercapai ? Lihat lagi yg di atasnya, yg USD 19 sekian itu lho..

    • Target realisasi pajak kan mulai dari 0 – 100% apabila syarat dari Sri Mulyani adalah target 100% tercapai baru Anggaran Pertahanan bisa naik wah, sepertinya tidak adil ya… Emangnya TNI/POLRI yang harus memaksa para wajib pajak untuk melunasi pajak-pajaknya?

      Nah klo realisasi pajak cuma 99% berarti anggaran pertahanan gak bakal naik dong. Ini sama aja dengan ngomong tapi gak niat 😛 hihihi

      • Naiknya pasti naik kok, jika target pajak tidak tercapai tetap akan naik tetapi tidak naik 100%, yah katakanlah 7-10% lah.

      • Bung@LM…bukan memaksa.cman kebanyakan pengusaha kelas kakap yg jdi pengemplang pajak di back up oleh anggota TNI & Polri.makanya tempo hari Menkeu beserta Panglima TNI & Kapolri meneken MoU.”jangan ada dusta di antara kita”

    • amnesti pajak yg ribuan T adalah deklarasi,, warga negara yg punya..
      hasil amnesti pajak untuk negara sekitar 100an T.. salam

  13. Bung Phd:
    1.apakah anggaran MEF 2 TNI tsb juga dipantau pihak asing.sehingga bisa dikatakan sebagai efek deterent yg kuat bagi mereka khususnya dikawasan asean.
    2.adakah prioritas pengadaan alutsista MEF 2 ini di khususkan dr negara tertentu seperti Rusia atau Usa.

    • 1. Kalau saya saja yg orang biasa saja bisa prediksi, mereka lebih canggih lagi.
      2. Dari macam2 negara.

  14. pengen usul kalo pas pemilu harap bawa duit 50rb/org buat beli alutsista kan lumayan kalo 250jt lebih rakyat kita nyumbang semua yg golput usir aja ke laut haha 😀

  15. Anggaran gede juga percumah kalau gak dibelanjakan….wkwk

  16. Hehehe.. Itu anggaran belom termasuk yang dari pinjaman dari luar negeri. Pasti lebih banyak lagi…. Anggaran militer tni. Klou hanya ngeliat anggaran yang di publikasikan hanya dari apbn saja.. Tp dari pinjaman g pernah di publikasikan. Itu yang bikin pusing negara asing.tiba2 barang nonggol. Dan di bayar lunas…. Mangkanya g ada yang tau kekuatan tni yang sesungguhnya untuk efek deteren. Pling gampang aj kapal selam. Jumlah aslinya g ada yang tau.

  17. Duit $25Milyar buat beli :
    200 unit mbt leopard2a6 : $1,2Milyar
    200 unit Howitzer caecar : $1,4Milyar
    600 unit BMP-3M IFV : $2,4Milyar
    400 unit BMD-4 ACV : $1,6Milyar
    20 Buk-M-1-2 : $2,4Milyar
    10 S400 : $5Milyar
    10 Unit Iver Huitfeldt Class : $5Milyar
    32 unit Su35 : $3,2Milyar
    32 unit Su34 : $2,6Milyar

  18. Artikel ini adalah pukulan telak bagi org2 yg suka pesimis pada menhan dan TNI

  19. halah paling juga ntar beli rudal kecil…
    nkri ini ada nya duit
    yg gak ada niat nya aja sama kemauan
    pilitik nya gak membangun militer
    tapi bangun apa ya
    banyak nya uang,kalau untuk tot full rudal 8 milyar bisa
    kalau mau.
    ini pemerintahnya gak mau….
    lucu kali bah kayak lagu kalau bulan bisa ngomong
    percuma bung tn dihitung gak bakalan terjadi
    lucunya lagi ya
    kalau untuk beli alutsista ecek2 atau rongsok
    mahal pun ada uangnya,ya gak….
    tapi kok untuk alutsista strategis kok gak bisa
    padahal harganya gak jauh beda….
    tau sendirilah apa alutsistanya,gak usa dijelasin
    kok untuk beli atau riset rudal,ada yg bilang ekonomi dulu
    rakyat banyak yg susah,tapi kok untuk alutsista hibah,ok kita
    beli,biar mahal yg penting beli,masalah urusan belakang.
    25 milyar nunggu 2019
    itupun kalau jadi kalau gak
    uda lah terima nasip aja bahwa alutsista tni
    gak ada yg bisa dibanggakan
    moto tni
    nelangsa sampai kapan
    tabah ada batasnya jendral
    kok susah banget ya riset rudal,disini yg teriak rudal cuma cintia doang yg lain?
    pilih mana rudal,satelit,ekonomi….
    orang bijak pilih rudal
    orang bingung pilih satelit
    orang serakah pilih ekonomi ( untuk diri sendiri)
    ada pepatah mengatakan…
    ioehgsl akhgfa eriosa pehokaimune jalaikaom ribanehikoputrisol…
    artinya

    mboh gak urus,

  20. Sudah lah jangan pesimis nanti klou ad parade liat aj yang di pajang. Kata menhan tni masuk 10 besar ….global power. Di lihat saja….

  21. Sampe pusing ngeliat angka nya ..
    Tenang masih kebagian buat beli tejas ..

    • sedih rasanya kalo RI punya duit segitu tejas pun gak kebeli xixixi
      apa duitnya buat bikin e-ktp yg konon katanya ktp kertas di sulap jd plastik. 😀

  22. Wajah2 cantik di video t-ara mirip2 semua, krn mrk satu dokter…dokter bedah plastik alias korban oprasi plastik…

    Xixixixiixiix…..

  23. Kayanya bung TN, Phd guru matematika ya.. Itungannya jlimet banget.. Top deh.

  24. Mantaaaaaaab videoooo nya…….xixixixi

  25. Bagaimana biaya buat bangun pangkalan?

  26. Akur bung TN…
    Merujuk pembelian misal iver class..sdh ada duit..sdh ada barang..sdh mou antar goverment..kira2 apalagi yg bikin blum hadir ke indonesia? Apa krn dpr?sales?atau kementrian?hehe

  27. kalo dana 146 milyar yg di pakai untuk membiayai pameran buku di jerman oleh mendikbud, kira kira kalo di belanjain buat beli alutsista bisa buat beli berapa pesawat TEJAS?????

  28. Sedikit share aja,
    Utk Belanja Modal tidak hanya untuk pembelian alutsista saja didalamnya, namun disitu jg termasuk komponen pembangunan gedung, Rehab Gedung dan Infrastruktur lainnya. Contohnya pembangunan gedung kodam yg baru, walaupun pengadaan tanahnya disediakan oleh pemda setempat.

    • apakah penelitian termasuk dana MODAL bung Ruskye, seperti insinyur PTDI misalkan mendalami pesawat IFX dikorea padahal itu proyek program TNI yang bekerja kan insinyur PTDI. banyak yang lainya tuh. apakah masuk juga dalam MEF ?

      • Penelitian termasuk belanja Modal bung Mabuk.F35.
        Dalam anggaran pemerintah, walaupun itu post anggaran Kemenhan, bisa saja melibatkan SDM dr departemen lain yg pengeluarannya tetap menjadi beban anggaran Kemenhan, demikian jg dng LAPAN jika membutuhkan SDM dr TNI bisa direkrut dng catatan segala pengeluaran akibat perekrutan tersebut menjadi beban pengeluaran LAPAN.

        Contoh Lembaga/Kementrian yg menggunakan SDM lembaga/kementrian lain spt Basarnas yg kebanyak pilotnya dr TNI AU, DKP jg demikian, BNN.
        Begitu kira2 penjelasannya bung

      • Termasuk, sebab pengadaan IFX (termasuk riset di dalamnya) adalah termasuk belanja modal.

  29. Itu alokasi untuk riset dan pengembangan berapa persennya ya?lalu selama ini pemerintah ketika akan melakukan upgrade alutsista selalu mensyaratkan TOT, apakah TOT termasuk ke dalam scheme pembiayaan tersebut diatas?Jika iya output dan outcame nya seperti apa ya?bukannya setiap penggunaan dana dari instansi dalam pertanggung jawabannya selalu disyaratkan ada output dan outcome?

    Mohon pencerahannya Mr Phd… 🙂
    Salam….

    • TOT masuk di situ bung.

      Offset / imbal beli 85%.

      TKDN dalam negeri minimal 35%.

      Jika alutsista belum bisa dibuat di dalam negeri, maka pembeliannya pasti banyak namun bertahap, contoh :

      Sigma beli 4 korvet dulu. Full di negara asal diproduksi.
      Lalu beli 6 light fregat PKR Sigma dengan sistem modular, beberapa modul dibikin di sini.
      Lalu ada lisensi light fregat 20 PKR sigma.

      Total Sigma 30 unit, bertahap.

      Contoh lainnya lagi :
      KT1B Wong Bee sebagian dirakit di sini. Lalu diperbolehkan upgrade sendiri.

  30. Jika anggarannya terbatas alias meefeet, bikin kapal detroyer dan fregat yg banyak2…pesan sama PT. PAL saja (pake rupiah)…lalu untuk peluru kendali, beli juga banyak, made in Rusia…iskander (baru pake USD), saya belum tahu harganya, tapi lebih baik pesan juga….plus penambahan 1 skuadron tempur SU35 (pake USD). Di tambah pengembangan jumlah personnel dan markas baru Kopassus di Jatim beserta ranpurnya. Sisa uangnya di tabung, untuk tahun anggaran baru.

    • Kapal destroyer kayak nya belum perlu, lebih baik fokus dipengembangan rudal, radar, data link satelite dan beli 1 skuadron pesawat SU 35, serta beberapa frigat, PKR 60 aja dulu

  31. Sy senang mengikuti MARI BERHITUNG dan sekarang sdh SERI yg ke 32.

    Mau tanya sj sm @ Bung TN Phd sampai seri ke 32 apa tdk ada evaluasi dari seri 1 sampai seri 32 ini ??

    Hasil evaluasi pasti ada REVISI MARI BERHITUNG ??
    Kalaupun tidak ada revisi tentu kita semua bangga sebagai warga NKRI.

    Salam kenal buat Bung TN Phd .

    • Serial ini hanya menghitung kebutuhan RI akan jenis alutsista tertentu dan prediksi apa dan berapa yg mungkin dapat dibeli secara bertahap dengan dana yang ada.

      Jadi ini hanya prediksi saya saja, soal merek apa yang jadi dibeli itu urusan kemenhan.

    • betul bung, siapa tau dari hasil evaluasi data & sumber terus dicocokan dengan apa saja yang sudah direalisasikan dari estimasi biaya, waktu dan plan bisa dapat petunjuk baru..

  32. Bung @Tukang Ngitung PHD, rencana pandur nya kira-kira mau di beli berapa yah, dan nasib 8×8 dari India gimana tuh?

    • Pandur memang akan dibeli, pertama-tama 4 unit dulu untuk percobaan, kalau user puas, mungkin sekitar 30-40an unit untuk periode ini.

      8×8 kerjasama India dan Pindad sedang akan dibuat prototype nya.

      Kebutuhan 8×8 sekitar 300-400an unit dengan tidak mengesampingkan anoa 3×3 dan turunannya yg sudah ada terlebih dulu.

      Jadi baik 3×3 maupun 4×4 sama-sama akan dibuat.

  33. Boleh tanya gak? Klu pembelian alutsista dari USA ada TOT gak, kok kayaknya lancar2 aja proses pembeliannya tanpa banyak persyaratan TOT2an, klu dr Eropa terutama Rusia kok kayaknya ngotot banget negosiasinya krn menyangkut TOT. Mohon pencerahannya!

    • USA umumnya setuju sistem pembelian secara offset, artinya RI beli, USA beri offset dalam bentuk lainnya.

      Coba baca lagi artikel saya yg lalu tentang offset, saya lupa seri berapa.

  34. saya lebih suka prediksi seperti ini daripada harus bakar kemenyan..ixixix
    Bung Tn PHd memang jagonya itung2an

  35. Hiiiks … Kok log-in nya jadi gak ada ya?

  36. Hebat hitunganya percaya dehhh, cuma penyakit yg harus selalu diwaspadai ; anggaran suka telat turun, bila ada pemotongan/penghematan anggaran tiap kementrian, ada krisis yg mungkin ada membayangi sehingga mempengaruhi belanja bahkan kebijakan sebelumnya.

  37. Program Modernisasi Alutsista dan Non Alutsista/Sarana dan Prasarana Matra Darat Rp. 3.355.693.963.000 ($ 258.130.304,8461538) – Rp. 1.600.000.000.000 = Rp. 1.755.693.963.000
    Program Modernisasi Alutsista (Alat Utama Sistem Pertahanan) dan Non Alutsista Serta Pengembangan Fasilitas dan Sarana Prasarana Matra Laut Rp. 2.050.939.920.000 ($157.764.609,2307692) alutsista Rp. 1.600.000.000.000 ($ 119,965,932)
    Program Modernisasi Alutsista Dan Non Alutsista Serta Pengembangan Fasilitas Dan Sarpras Matra Udara Rp. 2.416.045.453.000 ($ 185.849.650,2307692 )
    Program Modernisasi Alutsista/Non Alutsista/Sarpras Integratif Rp. 613.904.567.000

  38. mantap hitungannya bung TN Phd

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)