Oct 302016
 

image002

Halo warjager, saya mau ngobrol nih.

Coba sebutkan kriteria keandalan pesawat tempur lapis kedua (second layer) menurut khayalan anda !

Itu menurut anda, sekarang menurut imajinasi Tukang Ngitung, PhD. begini :

Bisa multiperan (mata-mata, patroli, serang darat, serang permukaan laut, sergap pesawat asing yang masuk, pertempuran di udara)

Harganya cukup murah.

Punya radar AESA dan rudal yang cukup nggilani sehingga bisa BVR.

Kecepatan lumayan untuk pesawat lapis kedua.

Irit ongkos terbang (BBM, biaya perawatan).

Area tempur cukup jauh, ya jarak tempur sekitar 500 km mendekati seperti F16.

Karena cukup banyak kebutuhan maka ada kemungkinan untuk TOT atau dapat lisensi untuk produksi untuk keperluan sendiri misal mesin (kalau bisa) ataupun rudal (kalau boleh), minimal spare partnya lah.

Untuk membahasnya, mari kita lihat dulu yang ini :

image003

Apa yang diganti ?

Uangnya dari mana ?

Tukang Ngitung hanya akan bahas tentang pesawat tempur saja.

Kita semua tahu bahwa yang pertama-tama mau diganti adalah pesawat F5, coba kita lihat ada berapa yang perlu diganti :

http://www.indomiliter.com/beratnya-tni-au-melepas-si-macan-f-5-ef-tiger-ii-tni-au/

image005

Dari 16 unit pesawat tempur F-5 E/F Tiger II yang dibeli Indonesia sejak tahun 1980an…

Jadi ada 16 unit F5E yang perlu diganti.

Namun selain pesawat F5, ada lagi yang lain yang harus diganti.

Pertama-tama, mari kita lihat yang ini :

http://www.indomiliter.com/hawk-mk-53-perjalanan-dari-jet-latih-penempur-taktis-hingga-andalan-tim-aerobatik-tni-au/

image007

Lewat kontrak yang ditandatangani oleh KSAU Marsekal TNI Ashadi Tjahjadi dan wakil pabrik British Aerospace pada 1978, Indonesia resmi memesan 20 unit jet latih lanjut Hawk MK.53 dari Inggris.

Jadi tadinya ada 20 unit Hawk MK.53, catat 20 unit.

Pesawat Hawk MK.53 ini sudah sangat tua, maka pada jaman Pak Ndut diganti dengan :

https://www.merdeka.com/peristiwa/ini-pesawat-tempur-t-50i-golden-eagle-yang-gantikan-hawk-mk-53.html

image009

20 unit harusnya juga diganti minimal 20 unit ya, syukur-syukur 24 unit.

Tetapi berapa unit digantinya ?

image011

TNI AU telah mempersiapkan pengganti Hawk MK-53. Pesawat yang dipilih adalah T-50i Golden Eagle. Sudah sejak akhir 2013 lalu 16 pesawat buatan Korea Aerospace Ind. Ltd ini secara bertahap tiba di Indonesia.

Oh hanya 16 unit, berarti kurang ya ? Lalu bagaimana ini ?

Pada periode Mr. Jo didatangkan :

image013

Loh kok malah hanya radarnya yang 20 unit ?

Bukankah Hawk MK.53 tadinya 20 unit, kok hanya 16 unit sih, tapi Tukang Ngitung kepinginnya malah tidak hanya 20 unit melainkan 24 unit.

Lalu apa lagi yang harus diganti ?

http://www.indomiliter.com/hawk-109-lead-in-fighter-trainer-dengan-peran-tempur-taktis/

image015

Formasi awal armada Hawk TNI AU terdiri dari 32 unit Hawk 209 dan 8 unit Hawk 109.

32 unit Hawk 209.

8 unit Hawk 109.

32 + 8 = 40 unit Hawk 109/209

Akan diganti apa 40 unit jenis Hawk 109/209 ini ?

Gantinya ini :

image017

Eh salah …. xixixixixi

http://jakartagreater.com/kai-fa-50-kandidat-kuat-pengganti-hawk-109209-tni-au/

image019

Diganti berapa unit ?

image021

Pemerintah RI mengalokasikan pengadaan 12 unit FA-50 buatan Korea Aerospace Industries (KAI) untuk memperkuat pertahanan wilayah udara Nusantara.

Wah kok bisa ya hanya 12 unit ? Tukang Ngitung kepinginnya 40 unit ya diganti 40 unit.

Jadi Tukang Ngitung, PhD., berdasar kebutuhan nasional, ingin gantinya Hawk family ini 24 + 40 = 64 unit keluarga TA/FA-50.

Dari 64 unit yang 16 unit sudah sampai di RI dan dikenal sebagai T50i golden eagle.

Jadi kurangnya adalah 64 – 14 = 48 unit.

Wah, jangan-jangan ada makelar nih.

http://porosberita.com/2016/07/20/menhan-jamin-tak-ada-makelar-alutsista/

image023

Tertulis : Dalam pembukaan rapat terbatas sore tadi, Presiden Joko Widodo (Jokowi memerintahkan Komite Kebijakan Industri Pertahanan memastikan pengadaan tidak melibatkan perantara atau broker.

Ternyata adanya makelar dicegah.

Ya sudah, jadi apa saja yang perlu diganti ?

Pengganti F5 ada 16 unit yang harus diganti.

Pengganti Hawk family yaitu TA/FA-50 ada 48 yang harus diadakan dan kalau bisa ditambah 1 lagi untuk ganti yang jatuh. Jadi 48 unit atau 49 unit FA-50.

Duitnya dari mana ?

Masih ingat yang ini ?

image025

Tertulis …Pinjaman Luar Negeri…

Untuk pengganti F5 ada berapa pinjamannya ?

Tertulis : Pesawat pengganti F5  … USD 1.140 juta.

Coba jika itu adalah pengadaan kredit, maka harus ada uang mukanya. Anggaplah uang mukanya sekitar 40 persen, maka yang 60 persen adalah USD 1.140 juta itu. Berapakah seluruh biaya pengadaan pesawat tempur ini ?

1140 / 0,6 = 1900

1.140 juta dibagi 60% jadi total USD 1.900 juta atau USD 1,9 milyar.

Mari kita bandingkan dengan besarnya biaya pengadaan pesawat tempur di MEF 1 sebagai berikut (dari analisis militer).

image027

Dana untuk pesawat tempurnya saja (dalam juta USD) :

470 + 260 + 400 + 750 + 63 = 1943

Jumlah ini harus ditambah dana senilai untuk beli grob yaitu usd 72 juta dikurangi dana pembelian grob pada MEF 2.

pembelian grob per unit usd 72 juta dibagi 18 UNIT = usd 4 juta per unit Grob.

Berapa unit Grob dibeli pada MEF 2 ?

http://defense-studies.blogspot.co.id/2015/06/tni-au-tambah-grob.html

image029

Enam pesawat Latih Dasar Grob G 120 TP-A menambah kekuatan Skadron Pendidikan 101 sehingga kini jumlah pesawat Grob yang dimiliki TNI AU menjadi 24 unit.

Jadi pembelian Grob pada MEF 2 adalah 6 unit.

18 unit  – 6 unit = 12 unit

12 unit x usd 4 juta per unit = usd 48 juta

Sehingga 470 + 260 + 400 + 750 + 63 = 1943 juta harus ditambah 48 juta = 1943 + 48 = USD 1991 juta.

Tetapi angka 1991 itu angka ganjil jadi akan saya tambahkan 1 = 1991 + 1 = 1992

Jadi anggaplah untuk pengadaan pesawat dananya ada USD 1900 – 1992 juta.

Apakah dana ini cukup ?

Coba kita cek https://en.wikipedia.org/wiki/KAI_T-50_Golden_Eagle

image031

Saya besarkan untuk harga FA-50 :

image033

Tertulis harganya FA-50 senilai USD 30 juta di tahun 2012 dengan spesifikasi sebagai berikut :

image035

Power plant (Mesin) General Electric F404.

Radarnya ?

image037

Avionics (radar) EL/M-2032 buatan Israel.

Jadi jika FA-50 ini harganya USD 30 juta (tidak seperti Filipina yang beli harganya 35 juta per unit, RI khan mau beli banyak yaitu 48 unit) maka :

30 x 48 = 1440

Jadi USD 30 juta x 48 unit FA-50 = USD 1440 Juta = USD 1,44 milyar.

Jadi untuk Su-35 bagaimana ?

Tadi dananya USD 1992 juta khan ?

1992 – 1440 = 552

Jadi tersisa USD 552 juta untuk Su-35.

Jika dibeli 8 unit menurut versi pemerintah maka harganya :

USD 552 juta / 8 unit = USD 69 juta per unit, jika dibeli pakai USD.

Jadi opsi A adalah pembelian 8 unit Su-35 dan 48 unit FA-50 versi biasa.

Jika dibeli PAKAI RUBEL maka 552 juta / 16 unit = 34,5 juta per unit

Pembelian memakai Rubel ini pernah dibahas di http://jakartagreater.com/ayo-mari-kita-berhitung-seri-24/ yang menyebutkan bahwa harga 1 unit Su-35 dalam Rubel adalah setara dengan USD 32 juta 125 ribu.

Jadi Opsi B adalah 16 unit Su-35 dan 48 unit FA-50 versi biasa.

Namun bagaimana jika harganya Su-35 memang dipatok USD 69 juta per unit alias tidak boleh pakai Rubel ? Dan inginnya beli 16 unit Su-35 ? Maka FA-50 versi biasa hanya dapat 24 unit saja.

Perhitungannya begini :

USD 69 juta  x 16 unit = USD 1104 juta.

1992 – 1104 = 888

Sisa USD 888 juta jika dibagi 24 unit FA-50 maka harganya USD 37 juta per unit FA-50 (lebih mahal per unitnya dari Filipina padahal belinya lebih banyak).

Jadi Opsi C adalah 16 unit Su-35 dan 24 unit FA-50.

Kalau FA-50  diganti mesin dan radar bagaimana ?

image039

The FA-50 is the most advanced version of the T-50, possessing more internal fuel capacity, enhanced avionics, a longer radome and a tactical datalink.[23][24] It is equipped with a modified Israeli EL/M-2032 pulse-Doppler radar with Korean-specific modifications by LIG Nex1.[25] The engine could be either Eurojet EJ200 or General Electric F414, upgraded to 20,000 lb or 22,000 lb thrust, roughly 12-25% higher than the F404’s thrust;[7][26] and are offered to prospective customers for the T-50. The radar of the FA-50 has a range two-thirds greater than the TA-50’s radar.[27] The EL/M-2032 was initially chosen over Lockheed Martin’s preferred AN/APG-67(V)4 and SELEX Vixen 500E active electronically scanned array (AESA) radars. Other AESA radars such as Raytheon Advanced Combat Radar and Northrop Grumman’s Scalable Agile Beam Radar are options for future production,[28][29] and may be shared with the radar chosen for USAF and ROKAF F-16 fighters.[5] Samsung Thales is also independently developing a domestic multi-mode AESA radar for the FA-50.[30]

Menurut wikipedia mesin FA-50 dari GE F404 bisa diganti memakai mesin GE F414.

Radarnya pun bisa dari EL/M-2032 pulse-Doppler diganti dengan AESA radar sepertiSelex Vixen AESA Radar, Raytheon Advanced Combat Radar (RACR) atau Northrop Grumman’s Scalable Agile Beam Radar (SABR)ataupun radar AESA hasil kerjasama Samsung Thales.

Apakah SABR itu ? Lihat video ini ya.

https://www.youtube.com/watch?v=vOwKKV-i-bg

Lihat juga http://jakartagreater.com/f-16-viper-menyalip-sukhoi-di-tikungan-siapa-menang/

image041

“Kami menawarkan kemampuan baru Scalable Agile Beam Radar (SABR),” ujar Director Business Development F-16 Lockheed Martin Randy Howard dalam temu media di Ballroom Grand Hyatt, Jakpus, Rabu (7/9/2015).

Coba bayangkan jika mesinnya diganti dengan GEF414 seperti mesin IFX dan radar AESA berjenis SABR seperti F16 Viper yang ditawarkan oleh Lockheed Martin di Jakarta beberapa bulan yang lalu.

Jika diganti mesinnya menjadi GE F414 dan Radar AESA SABR kira-kira harganya jadi berapa ya ?

USD 1992 juta / 48 unit FA-50 = 1992 / 48 = 41,5 = USD 41,5 juta prediksi harganya per unit.

Missile atau rudal FA-50 ini dari jenis mana ?

image043

Tertulis Missile Air to Air (udara ke udara) selain Sidewinder juga AIM 120 AMRAAM.

Coba bayangkan :

F16 kita pakai missile AIM 120 AMRAAM.

Rudal jarak menengah calon andalan adalah NASAMS pakai missile AIM 120 AMRAAM.

FA-50 pakai AIM 120 AMRAAM.

IFX juga pakai AIM 120 AMRAAM.

F16 kita ada 36 jika dikali 2 rudal untuk AMRAAM per unit F16 maka butuh 36 x 2 = 72 unit

FA-50 menurut bayangan Tukang Ngitung bakal ada 48 unit x 2 AMRAAM = 96 unit

IFX minimal 50 unit x 2 AMRAAM = 100 unit

NASAMS minimal 4 system x 9 launcher x 6 AMRAAM = 216 unit

72 + 96 + 100 + 216 = 484 unit dibulatkan 500 unit.

Mengingat begitu banyak rudal AIM 120 AMRAAM yang akan dibeli oleh RI, mungkinkah ada TOT atau lisensi pembuatan untuk AIM 120 AMRAAM ?

Ingat juga mesin IFX pakai GE F414 butuh 2 mesin untuk tiap IFX dan 1 mesin cadangan, total mesin GE F414 untuk IFX adalah 3 x 50 unit = 150 unit atau 3 x 80 unit = 240 unit.

Sedangkan FA-50 butuh 1 mesin ditambah 0,5 unit untuk cadangan sehingga 1,5 x 48 = 72 mesin.

240 + 72 = 312 unit mesin GE F414.

Ingat 312 unit lho, juga GE pun sudah bekerja sama dengan BUMN maskapai nasional Garuda Indonesia untuk perawatan mesin GE di Garuda Maintenance Facility, coba lihat video ini :

https://www.youtube.com/watch?v=1xny-8Vg6wE

Pertanyaan untuk kita renungkan, jika Garuda Indonesia sudah bekerja sama dengan GE untuk perawatan mesin, mungkinkah ada TOT atau lisensi untuk pembuatan mesin F414 ini untuk RI ?

Mengingat Mr. Jo pernah bilang, utamakan kebutuhan dan bukan keinginan.

Kebutuhan :

Pesawat tempur irit bahan bakar, irit dan mudah perawatan, radar AESA, bisa multi peran, jumlahnya bisa cukup untuk melindungi RI dan yang tidak kalah penting murah meriah serta sebanyak mungkin TOT.

Juga negosiasi Su-35 yang mbulet sampai saat ini, mungkin saja Su-35 ditunda.

Gantinya ?

48 unit FA-50 dengan kemampuan BVR, FA-50 khusus untuk Indonesia, pesawat kecil-kecil cabe rawit…

Minimum essential force berarti minimum untuk kebutuhan second layer terpenuhi.

Lho khan di Koran Kontan tertulis untuk pengganti F5 ?

Ini jawabannya :

https://www.flightglobal.com/news/articles/seoul-places-600m-order-for-20-fa-50s-366500/

image045

Tertulis :

KAI said that under the deal it will deliver the aircraft from 2013 to 2014. Seoul could acquire a total of 60 to 150 FA-50s to replace its fleet of more than 150 Northrop F-5s.

Tuh khan Korea Selatan saja mau ganti F5 dengan FA-50 tuh.

Kesimpulan :

Dibungkus sebagai pengganti F5 ada beberapa opsi :

Opsi A pembelian 8 unit Su-35 dan 48 unit FA-50 versi biasa.

Opsi B adalah 16 unit Su-35 dan 48 unit FA-50 versi biasa.

Opsi C adalah 16 unit Su-35 dan 24 unit FA-50 dengan perubahan mesin ke GE F414 atau perubahan radar ke AESA (SABR).

Opsi D adalah Su-35 dibatalkan dan dana dibelikan 48 unit FA-50 semua dengan perubahan mesin ke GE F414 dan perubahan radar ke AESA (SABR) dengan kemungkinan TOT AIM 120 AMRAAM dan kemungkinan TOT mesin GE F414. FA-50 kecil-kecil, irit biaya tapi nggilani…

Itu menurut imajinasi saya lho, menurut imajinasimu bagaimana ?

Sebentar Bung Tukang Ngitung, judulnya kok Tritsch Tratsch ?

Apakah sih artinya Tritsch Tratsch itu ?

Sebagai jawabannya coba lihat dulu video ini

https://www.youtube.com/watch?v=ssH0Zj7Zp9U

Masih nggak ngerti juga ?

Tritsch Tratsch itu artinya NGOBROL…

Oh gitu artinya, ngobrol dong …

Loh, dari tadi saya khan ngobrol malah saat saya ngobrol situ malah sibuk baca dan ngitung dan nonton video, ya khan ?

Satu lagi pertanyaan, katakanlah FA-50 jadi diambil, saat FA-50 datang nanti walaupun sebagian, katakanlah di tahun 2019-2020 ada 24 unit yang datang, Hawk kan masih ada umur, sebab diakuisi tahun 1996 + 30  tahun = tahun 2026 baru akan pensiun. Nah sisa 6 tahun itu 20-an unit Hawk 109/209 itu akan dikemanakan ?

Mungkin Hawk akan ditransfer ke Angkatan Laut sebab syarat World Class  Navy harus punya pesawat serang permukaan. Nah nanti tahun 2026 Hawk di AL sudah harus diganti. Gantinya harus berkriteria bisa menempuh jarak sangat jauh, bisa mendarat dan take-off di landasan sangat pendek sekitar 100-200 meter, calonnya apa ya ? Bisa sebutkan?

Xixixixixixixi

 

Dari : Tukang Ngitung, PhD.

Artikel Terkait :

  181 Responses to “AYO MARI KITA BERHITUNG ! TRITSCH TRATSCH (SERI 26)”

  1. Buatan israel radarnya? Aduh.

  2. Angel komen

  3. Terserah pemerintah.beli gk beli gk mikirin,aku mikirin duit,duit,duit. Bisa duduk enak di rumah.

  4. Wantap lab klau gitu

  5. Ambil opsi D lumayan juga tuhh..
    Punya kemampuan mandiri dalam otak atik pesawat tempur sendiri..
    Tak jadi sukro pun tak apalah.., yg penting kemampuan menciptakan kekuatan masa depan yang penting.., ntr insya Allah tahun 2030 udah gak kekurangan pespur lagi..
    Aminn..

  6. mantap lahh bang hitungan nya….

  7. Wah bung TN phD, opsi2nya kurang gahar tuh, 🙁 tapi salut buat analisisnya, salam

  8. spekulatif,imajinatif and hyprocrite…

    kalo tukang hitung harus pasti donk…

    gk cocok ama NN bung…rename aja

    • Lho hitungan saya khan menghasilkan prediksi dan di situ khan disediakan beberapa opsi (kemungkinan / prediksi).

      Ditambah lagi kata-kata menhan yg bilang konsentrasi ke modernisasi / penggantian alutsista yg sudah tua.

      Penggantian / modernisasi alutsista yg sdh tua yang dana terbesar untuk TNI AU sebesar 97 trilyun !

      Pespur yg mau diganti adalah F5 dan Hawk.

      Dana 97 trilyun itu tidak hanya untuk dibelikan pespur semua tetapi juga untuk dibelikan pesawat angkut juga.

  9. tuan phd.. lah tawaran Saad dengan Gripen nya dan typoon apa tidak di hitung pemerintah kan ada TOT NYA… MOHON PENCERAHANNYA

  10. Bung tukang ngitung phd ini pinter bgt, ulasannya lengkap padat dan berisi, cocok deh jadi menhan kita menggantikan pak rr…bung tn phd top bgt dah…

  11. Rencana D yg paling farah.. Masa su 35 diganti fa 50..hadeuuh

  12. Pertanyaa terakhir…mungkin si “fullback” sbg pespur maritime strike…!?

  13. Analisa yang super sekali…

  14. ..Tuh khan Korea Selatan saja mau ganti F5 dengan FA-50 tuh…

    jangan terjebak permainan kata2 “f-5 tni-au akan diganti dengan su-35”, klo dilihat posisi f-5 hanya lapis ketiga setelah su27/30 dan f-16, penggantinya ya pesawat lapis ketiga lagi aja (mungkin fa-50).

    tapi masalah sebenarnya kan tni-au butuh pespur yang mampu mengimbangi f-35 ?

    “Korea Selatan saja mau ganti F5 dengan FA-50” -iya, karena korsel juga akan beli f-15k dan f-35..

    • Jadi terkait berita pembentukan skuadron baru/tambahan dong bung, Untuk air superiority nya. Tapi kok diberita2 sebelumnya, Tender yg dibuka dan mungkin diikuti typhoon, rafalle dan Sukhoi adalah untuk pengganti F5 sebagai interseptor dan striker. Jadi bingung kepala berbie.

    • Dari awal pembentukan, skuadron udara 14 merupakan markas utama pesawat tempur buru sergap TNI AU….. mulai dari MIG21, F86 Sabre, F5 Tiger, insya Allah SU35.

      Memang semua bisa terjadi, tapi kecil sangat kemungkinan F5 Tiger II diganti dgn pespur menengah FA50.

      FA50 diarahkan untuk menggantikan peran Hawk, yg sudah memasuki masa pensiun.

      Bung TN memang mengajak kita untuk ngobrol, nah…mari kita ngobrol….. tapi maaf ane ga ngerokok, sieun batuk….. 😆

      • Ane setuju bung@colibri,, mungkin di korsel sama di indonesia beda doktrin dan fungsi… utk pengganti F5 harus sesuai doktrin dan fungsi di TNI tidak disamakan gitu aja sama punya korsel.. kalo melihat fungsi dan doktrin yg dianut FA-50 korsel ga cocok ganti F5..

        Bung@TN sepertinya lupa untuk menghitung biaya airframe, design dan waktu yg trbuang utk riset ulang FA-50.. dgn bnyaknya yg di oprek nih pesawat otomatis bakal lebih bongsor..

        Pemerintah sebelumnya udah siapin platformnya dgn membeli banyak pesawat latih.. dgn pesawat latih yg ada udah lebih dari cukup utk membuat calon pilot pespur TNI yg profesional ke pesawat yg lebih modern dgn teknologi tinggi.. pemerintah sekarang tinggal lanjutin beli pesawat yg lebih modern dan canggih sebagai tahap lanjutan utk menutupi gep kemampuan pilot TNI AU..

        • Khan sudah ada TX yang dari frame T50 golden eagle dan memang agak sedikit bongsor.

          • Ini TX yg kemarin di launching ikut tender pesawat Latih AS bung?

            Anda yakin bung pesawat intercept kita mau hanya sekelas pesawat latih bung@TN? Maaf bung,, Trlalu mengerikan buat ane sih..xixixiixi

      • @whelleh

        Saya setuju lagi bung…

        Korsel dan indonesia, beda doktrin, beda ancaman dan beda duiiiitnya.

        RI dg ketiga perbedaan tsb tidak perlu tipe pesawat yang berbeda-beda untuk fungsi2 khusus…cukup tipe pesawat multirole yang bisa mengerjakan berbagai tugas (air superiority, serang maritim krn kita negara maritim, pengintai, serang taktis)

    • FA-50 mungkin saja benar pengganti F5 Tiger, tapi untuk skadud yang baru, tetap akan ada gen 4++ yang di beli.

  15. Kalo aku pilih Opsi C

  16. Trus, mana yang dipilih jika dikaitkan dgn kebijakan Panglima “Membeli masa depan”?..

    • Masa depan ?

      Kemandirian alutsista.

      IFX sudah untuk kemandirian pespur medium.

      Yang kurang untuk kemandirian alutsista :
      Radar AESA, Rudal udara ke udara, mesin jet tempur.

      • Menurut bung@TN,, produsen/negara mane yg bisa mendukung kemandirian Alutsista seperti radar AESA, rudal udara ke udara dan meain jet tempur?

        Jawabnya pake logika ya bung jng pake hati..xixixixi

        Monggo dihitung..

    • @whelleh

      Yang sudah jelas memberikan tawaran….sayangnya cuma saab je !!

      Saab memberi tawaran kpd india utk mengembangkan radar aesa dg material GaN dg syarat joint production gripen…seandainya RI beli gripen dan mau urunan trilateral dg india dan swedia, tentunya akan memiliki akses utk mendapatkan teknologi aesa.

      Radar aesa bermaterial GaN sebenarnya sdh digunakan oleh saab pd radar Giraffe 4A dan Globaleye…jadi tidak akan makan waktu lama utk mengaplikasikan pd radar pesawta tempur (trigernya ya pesawat tempurnya itu….jadi sudah seperti satu paket)

      Kalo radar udara ke udara tampaknya masih tanda tanya besar krn diluar amramm….meteor adl joint production.

      Tapi saab kan menawari TOT rudal anti kapal dan v-shorad….lumayan untuk basis teknologi perudalan

      • @Biji……

        Ente sales saab ya bung..xixixixixi

        dgn adanya trilateral biaya pengembangan pasti lebih murah pastinya..

        Kalo berbicara itung2annya bung@TN dgn 2 opsi pespur,, gripen masih masuk akal ditandemin sama su-35 dibanding FA-50..

        • @whelleh

          Dari kemarin saya sudah curiga…..kitaa ini sebenarnya satu kantor cuma beda divisi, xixixixi

        • @Biji……..

          Ane kagak mau dibilang sales Saab,, selama petinggi saab belom ada yg confirm transfer ke rekening ane..xixixixi

          Ini bung@TN Phd knp kagak ngebahas R-27 Vympel.. malah ngarepin ngeborong FA-50 & AIM 120 AMRAAM.. si korsel aja susah bngt dpt licensinya.. mau ngeborong segambreng juga kagak bakal dikasih selama ga ada kontrak politik sama ASU..

      • @whelleh

        Lah saya lebih ruwet lagi…

        Kalo bilang bukan sales, pd ga percaya…giliran mo klaim komisi ke saab, kagak digubris ?!!!

  17. Sepakat dg Bung Ubed, Korsel jelas sdh inden f35. Indonesia tetap butuh heavy fighter karena luas wilayahnya.

  18. Saya jujur males baca yg ginian bung . Maaf ya soalnya gimana ya . Di baca pusing2 juga gak ada barang nya sama kaya artikel su 35 yg di bolak balik doank

  19. Kalau menurut saya ga bisa disamakan antara korsel dengan indonesia. Mereka mengganti f-5 dengan fa-50 karena mereka punya heavy fighter seperti F-15 dan rencana F-35. Kalau kita gimana? Disaat tetangga akan mengakuisisi F-35, tidak mungkin kita berdiam diri hanya menggunakan pesawat heavy fighter gen-4, su-27/30, atau medium fighter gen-4 f-16. Kita juga memiliki kebutuhan untuk mengimbangi negara tetangga, ya minimal heavy fighter atau medium fighter gen 4,5/4++ seperti SU-35, typhoon, atau gripen E/F.

  20. bingung…………………

  21. sudah 25 seri berhitung yg ane baca …
    cuman seri ke 26 ini yg ane ga setuju full.
    tidak boleh ada istilah pesawat tempur “lapis kedua”, dalam pertahanan udara kepemilikan pswt tempur mutlak kudu gahar sesuai perkembangan jaman, heavy & medium fighter musti punya kemampuan tempur se level, pembeda nya hanya dalam jangkauan jarak tempur, pilihan FA50 terlalu prematur karena pswt baru blm jelas track record nya, sayang duit ! … sdh ada elbot buat patroli rutin … kalo mau beli maka beli yg lebih baik dan sdh proven.

    lebih baik tunggu IFX …

  22. FA-50 adl light fighter yg combat radius nya kecil, cocok dipakai Korsel sesuai dgn luas wilayahnya. RI jauh lebih luas, jadi baiknya min pakai medium fighter spt Gripen E/F (diatas C/D) atau F16 Viper (+CFT), sama2 single engine (low opr cost) tapi combat radius & teknologi nya diatas FA-50. Kalau bisa RI jangan menambah armada T-50/FA-50 lagi, hrs ada keseimbangan dgn negara2 sekitar.

    • Sori mas keseimbangan kawasan baru seimbang jika indonesia lebih kuat dari tetangga..kalo gak malon akan cari gara gara, kanguru juga cari gara gara, china makin berani merampok..

      Kalo indonesia lebih kuat dari negara tetangga maka akan adem ayem..krn setan setan itu gak akan macam macam..

    • Suatu saat nanti akan ada 64 unit pespur ringan sekelas FA-50 ini. Sebagai advance jet trainer dan sebagai pespur lapis kedua untuk mempertahankan wilayah teritorial RI.

      Pespur medium multirole seperti Gripen, F16 dan EF Typhoon akan menjadi pespur lapis pertama untuk mempertahankan wilayah ZEE dan landas kontinen RI.

      Pespur heavy Su-35, F15SE dan bomber akan jadi air striker sebagai kekuatan pre-emptive strike di luar ZEE dan landas kontinen RI.

      Total akan ada 500an unit fighter pada tahun 2034 (tidak termasuk bomber).

  23. Terus nasib gripen saab bagaimana ya apa jadi diakuisisi ??

    Begitu banyak duitnya sehingga semua produsen ngiming ngimingi macem macem..

    Mungkin memang benar agar ifx goal akan ambil pengganti hawk dg fa50..

    Gripen gripen piye nasibe bung ??

  24. analisa dan estimasi perhitungan yang bagus, tapi masalah pertahanan negara tidak semata berdasarkan perhitungan spt itu mustinya berdasar hal yg bersifat lebih strategis karena perkembangan kondisi yg cepat sekali berubah dan tidak berdasarkan empiris saja, opini tergiring ke D karena itu yg paling mungkin, tapi sangat konyol menurut saya kalau pespur kita banyak tapi tidak ada deteren efeknya, Su-35 sudah diuji coba di Suriah hasilnya bagus, FA-50 belum pernah maju perang, pada jarak 200 km sudah di lock sama Su-35 Cina sementara FA-50 kita masih bingung dimana posisi pesawat musuh, kita tetap butuh petempur kelas berat

  25. Gppa.tmbh aj FA-50 yg bnyk biar dpt ToT
    Su-35 ttep jadi
    Duitee sopo…

  26. Fungsi FA-50 sebagai lapis kedua dan sebagai advance jet trainer.

    Yang kita mau itu untuk lapis kedua bisa multi fungsi :
    1. Bisa cetak penerbang handal.
    2. Pesawat yg ada radar AESA.
    3. Irit biaya.
    4. Bisa BVR jika mungkin.

    TOT pembuatan pesawat tempur sudah kita proses melalui IFX.

    Namun selain itu juga kita mengincar :
    TOT rudal andalan untuk udara ke udara.
    TOT mesin paling tidak lisensi pembuatan di RI.

    FA-50 rudal andalannya apa selain side winder ? AIM 120 AMRAAM.

    FA-50 bisa diinstall mesin apa ? GE F414 seperti IFX dan Gripen NG.

    Poin artikel ini adalah bagaimana memanfaatkan pengadaan jenis pesawat yang bisa menunjang IFX untuk mendapatkan teknologi rudal udara ke udara dan juga jika mungkin teknologi mesinnya.

    • Maaf bung@TN,, AIM 120 AMRAAM bakal sulit utk bisa TOT nih rudal..

      Kalo maksud tujuan by masente begitu bung,, Ane pilih Opsi :

      8-10 unit su-35 dan 12 -16 unit Gripen NG + 100-200 unit rudal R-27 Ukraina..

      Itu masih realistis menurut ane kalo dari itung2an ente bung@TN..

      • @Welleeehh : SAYA PILIH OPSI 100 PESEN SUKHOI SU-35.
        KARENA MAU DI UPGRADE SEPERTI APAPUN F-50 TETAP BUKAN HEAVY FIGHTER DAN KEMUNGKINAN TERBESARNYA ADALAH DI PECUNDANGI OLEH F-35…

        SAYANG UANG ATAU SAYANG NYAWA PILOT DAN NKRI?

        • Bung@WK,, ente knp bung?? Cuci muka dulu dah.. ane kagak ngebahas FA-50.. ane jg kagak setuju sama FA-50 sbg pengganti F-5..

          Kan bung@TN lg ngebahas ke mandirian alusista.. hadeeuuhh..xixixixi

          • @Welleeehh : Saya paham dan sepakat dengan item F-50 yang anda tolak.
            Di komentar tersebut saya hanya mengungkapkan penolakan F-50 @Tukang Ngitung, PhD.
            Dengan alasan yang lebih manusiawi dan rasional.
            Mengenai ToT untuk kemandirian alutista kan belum ada sebutkan.
            Btw menurut saaya pribadi untuk ToT kemandirian alutista TNI, negara Indonesia lebih membutuhkan ToT rudal berpandu yang kualitasnya teruji dengan baik serta botol pulpen.
            Karena dari zaman perang hingga sekarang, Indonesia selalu stagnan dalam hal rudal berpandu.
            Sekalinya dqpat ToT rudal berpandu, rudal tersebut di pertanyakan kualitas dan botol pulpennya.

            Oia…
            Saya sudah cuci muka, yang belum cumq mandy karena nunggu live motoGp…

            😛

          • @WK
            Bicara kemandirian semuanya perlu,, apalg kita udah mulai merancang pembangunan pespur dlm negeri.. rudal jg perlu,, sebisa mungkin dijalin bersamaan..

            GP lg di break.. selamet nungguin ujan yee bung..xixixixi

  27. Tes

  28. Tidak setuju KALO SU 35DIGANTI FA50 WALAU sudah radar aesa, bvr, mesin ge 414..heavy fighter su 35tdk bisa diganti dgn fa50walau jumlahnya bnyk. Fa 50 Tetep sj seperti keledai kalo berhadapan dgn f35 atau f15sg..

    • F35 radarnya APG 81.

      SABR adalah APG 83.

      Jika FA-50 radarnya SABR maka F35 sudah kalah. 83 kan lebih banyak dari 81.

    • @tukang ngitung

      Heeeee….apg-83 kan radar aesa generasi pertama utk f-16 yang pengembangannya dimodali bersama antara northrop-grumman dan pemerintah UAE, yang khusus dipasang pd pesawat f-16 block 60.

      Radar apg-81 biarpun nomernya lebih kecil, tapi radar ini teknologinya lebih uptodate dibanding apg-83 dan penggunanyapun jauh lebih banyak (au as, korsel, taiwan) yang artinya masa depan radar apg-81 lebih cerah krn semakin banyak penggunanya maka peluang utk mengupgrade radar ini dimasa depan lebih pasti krn lebih banyak yang mengongkosi

      • @Biji-bijian : Ingin di up grade seperti apapun, F-50 tetaplah bukan heavy fighter dan kemungkinan hanya dipecundangi F-35.
        Buang-buang waktu dan biaya.

    • @Weka

      Weh…weh…weh….salah sasaran pakde

      Wong saya tidak komen soal T-50 kok dikomplen….saya cuma menimpali bung Phd, soal radar apg-83 vs apg-81

      Makan siang dulu…biar bening, xixixixi

      Tempe mendoannya jangan dihabisi ya…

      • Iya secara logika saja gak mungkin pesawat mahal seperti F-35 dengan apg-81 performanya lebih jelek dari apg-83 yg dipakai F-16. Ya pasti radar yg digunakan F-35 adalah yg terbaik.

      • @sigma lover

        Apamungkin radar apg-83 lebih baik dari apg-81 bung?

        Itukan hanya pengklasifikasian saja, sbg pembeda dg radar aesa yang digunakan au as.

        Mana mungkin au as (yang menggunakan apg-81 pd f-16nya) mau memakai radar yang inferior dari yang dipake UAE….

        • Xixixi di artikel ini banyak bngt yg ga nyambung. Ane jawab singkat: apg-81 (f-35) pasti lebih baik dari apg-83 (f-16). Pesawat mahal gitu lhoohh

          • @Sigma Lover : Kebanyakan mabuk janda…

            xixixixixi… 😀

            Salah satu alat tolak ukur pespur adalah radarnya, jika pespurnya harganya murmer, jangan harap dapat radar yang berteknology terbaik.
            Jika hanya berpatokan kepada jumlah user, hal tersebut di sebabkan banyak faktor, misalnya budged, perawatan, up grade dan suku cadang.
            Intinya hargalah yang berbicara, bukan jumlah user ataupun kode seri radar…

            Semoga mabuk jandanya jadi mabuk gadis…

            Masih ga conect juga?

        • @sigma lover

          Oooohhh…maksudnya sama to???

          Ya udah, saya makan siang dulu deh, xixixixixi

      • @Biji-bijian : Saya paham mas broo…
        Saya hanya mengaris bawahi bahwa “Up Grade” dalam hal ini “Radar” yang di muat di artikel ini adalah buang waktu dan biaya.

        Hadeuuhhh…
        Ga conect ihh… 😀

        Jika perkembangan radarnya itu sendiri garis besarnya biasanya teknologi terkini menentukan harga dan mengenai jumlah user, itu terkadang lebih di sebabkan dengan fungsi pespur itu sendiri.
        Contoh : Ya seperti yang sampean tulis di atas…

        xixixixixi… 😀

      • Radar SABR APG 83 ini juga akan dipasang di F16 block A/B Taiwan lho.

  29. Bung Megakarti mana ya… Ditunggu infonya

  30. LUMAYAN JUGA ANGGARANYA, KENAPA GK PAKE OPSI RENCANA E SAJA,, SELURUH ANGGARAN KITA FOKUSKAN BELI SU 35 SAJA KAN BISA DAPAT BANYAK JUGA TOT NYA,, MULUSKAN GK RIBET,, GAK USAH BELI PESPUR CUPU MESIN TUNGGAL NGIRIT LO SEKALI TIMPUK ANCUR SAMA SAJA,, HHAAAA..
    POKOE FOKUS SU 35+TOT DIL….

    • Ya semua pespur alo ditimpuk pasti hancurlah.

      Ditimpuk burung aja Sukhoi kita (Su27 atau Su30 saya lupa) pernah langsung hancur mesinnya.

      • @tukang ngittung

        Gak usah ditimpuk batu….malahan udah kena timpuk duluan sama makelar ya bung

        Setiap pembelian alutsista rusia harus berurusan dg makelar (rosoborot)….padahal AU ternyata beli sparepart lewat tangan ketiga (DMG holding)….ini juga masih harus melibatkan pt. triomacan rekatama.

        Klo ada istilah “bunga-berbunga” ya seperti ini kejadiannya….tapi kita yang nombok, heeee

    • Boleh juga klo di beli sukro 35 semua..,
      Tpi sukro pesawat pling boros bro, bisa bisa TNI gak gajian, gara2 buat operasional sukro semua.., pengennya semua negara beli su-35 semua, tpi biaya operasional n perawatan yang mahal,apakah anggaran militernya cukup?? Klo anggaran militer indonesia 300 T wahh, borong jha su-35 n T50 pak fa

  31. hi…hi..hi.. maaf yaa bung TN, phd.@ aku hanya tertarik yg itu tutu agak terbuka dikit itu hakhakhakhakhakhakhak

  32. hi…hi..hi.. maaf yaa bung TN, phd.@ aku hanya tertarik yg itu tutu agak terbuka dikit itu hakhakhakhakhakhakhak.

  33. @bung Tukang ngutang eh ngitung, phd.
    ini tadi artikel tentang apa yaa, nggk moco babar blas mumet bro, hanya pelototin yg itu hakhakhakhak

  34. Jadi apa imajinasimu ?

    • @tukang ngitung

      Artikel selanjutnya pake gambar yang bisa bergerak doooong….

      Sekalian kalo ada adegan yang handuknya bisa mlorot sendiri…..tapi yang make bukan nenek-nenek lho, xixixi

    • Sayang bngt bung@TN,, imajinasi ane ga masuk di semua Opsi.. trutama Opsi D kagak bisa diterima..xixiixixix

      Ane pilih ajuin :

      Opsi E :
      8 – 12 unit Su-35 dan 12 unit Gripen NG + 1 unit GlobayEye.. atau

      Opsi F :
      8-12 unit Su-35 dan 24 unit Mig-35 + 100 unit rudal R-27/R77 ( pembelian rudal dari ukraina )..

  35. Bung @phd, memang benar… Clue utama nya dr mr.presiden, kebutuhan bukan keinginan…. Jadi kita memang mengejar jumlah…u cover wilyh kita..

    Saya setuju dengan bung phd…hehehhhe

    Eeehhh tp saya lupa…presiden saya ini very…very AMBISIUS… Jd apakah hanya kuantitas ato kualitas….hmmmmm saya yakin dua2 nya di kejar beliau

    • @Jer basuki : Itulah perbedaan yang menjadi polemik di Indonesia hingga sekarang.
      Karena sang user (TNI AU) dan Panglima TNI serta MENHAN sudah menyatakan Sukhoi SU-35 adalah salah satu jawaban untuk anti dot pespur negara tetangga, sedangkan para birokrat berkata lain dengan dalih keuangan, ToT dan sebagainya.
      Apakah ruang udara Indonesia harus terus di susupi pesawat asing?
      Dan apakah di kemudian waktu Indonesia tidak akan berperang atau minimalnya mengusir pesawat asing dari angkasa kita?
      Kalau mau kejar irit, patrolinya pakai Super Tucano saja.
      Jika ingin lebih cendrung karena ada ToT, pihak SAAB Gripen sudah menyanggupinya, meskipun hampir semua WARJAG mengetahui apakah pespur Gripen dapat melayani superioritas dari F-35 yang akan di miliki negara tetangga.

      Jngan karena mengejar murah, irit, ToT ataupun yang lainnya jika harus mengorbankan NYAWA PILOT dan COPILOT TNI AU.
      KARENA NYAWA TIDAK DAPAT TERGANTIKAN OLEH UANG DAN NKRI HARGA MATI.

  36. @Tukang Ngitung, PhD. :
    Jika sisa anggaran untuk pembelian Sukhoi SU-35 hanya 552 Juta US$ bagai mana caranya Indonesia membeli minimalnya 8 -16 unit Sukhoi SU-35?

    http://googleweblight.com/?lite_url=http://m.republika.co.id/berita/internasional/global/15/12/02/nypjns334-kesepakatan-besar-abad-ini-rusia-jual-24-sukhoi-su35-ke-cina&ei=iPK-CAYn&lc=id-ID&s=1&m=35&host=www.google.co.id&ts=1477496921&sig=AF9NedktxKmGhZARJa7F2Ldy-XrJmziokA

    Link di atas adalah harga pembelian 24 unit Sukhoi SU-35 negara China / Tiongkok, sebesar -+ 2 Miliar US$.

    Jika Indonesia mengakusisi Sukhoi SU-35 sebanyak :
    8 unit = 666.666.666 US$
    10 unit = 833.333.333 US$
    12 unit = 999.999.999 US$
    14 unit = 1.166.666.666 US$
    16 unit = 1.333.333.333 US$

    Artinya harga pesawat tempur Sukhoi SU-35 yang di beli oleh China per unitnya seharga : 83.333.333 US$
    Sedangkan harga FA-50 perunitnya 30 Juta US$.
    Rationya hampir 1 : 3 (Sukhoi SU-35 : FA-50)

    Pertanyaan saya adalah :
    1. Apakah superioritas F-50 dapat menandingi Sukhoi SU-35?
    2. Dalam artikel anda disebutkan mengenai paket up grade F-50, apakah jika sudah di up grade (mesin, radar dan rudalnya) sudah dapat di klasifikasikan menjadi pesawat tempur kelas heavy fighter?
    3. Lebih baik manakah menurut anda, jika dananya dipergunakan untuk Up Grade F-50 atau membeli Rudal / bomb untuk di cantelkan di Sukhoi SU-35?
    4. Apakah pespur F-50 standart ataupun yang sudah di up grade dapat mengimbangi F-35?
    5. Jika keadaan memaksa, contoh : perang, apakah pesawat tempur F-50 yang anda katakan kecil-kecil cabe rawit tidak akan kalah dari F-35 (secara logika).

    Menurut saya, fungsi utama pesawat tempur adalah pesawat yang lebih memiliki kemampuan bertempur dengan didukung teknologi “extreme counter strike.”
    Jangan samakan hitungan di atas kertas dengan harus mengorbankan nyawa pilot.
    Itulah sebabnya mengapa Jendra negara Inggris mundur dari jabatannya dan memilih pensiun lebih dini.
    Jika hanya mengejar irit, lebih baik patrolinya pakai pesawat Super Tucano.

    • Maaf bung WK mungkin saja kita beli bisa murah…tapi biasanya paketan…jadi sekali transaksi dilihat total uangnya…tp dapatnya macam2…menurut saya lho…

      • @INDO ELITE : Benar bung, paket kosong dan paket isi.
        Isi pun ada paket hemat, medium dan extreme.
        Biasanya Indonesia membeli paket kosong / standart tanpa cantelan.
        Untuk cantelannya biasanya di beli menyusul di kemudian waktu.

        Btw asal jangan ambil paker via CALO dan mengambil paket PHP…

        WARJAG bisa namuk…

        xixixixi… 😀

    • Bung WK,

      Saya di artikel ini nggak ngomongin heavy fighter lho.

      Tapi saya bicara tentang kemungkinan FA-50 menjadi pesawat pengganti F5 dengan modifikasi pada radar dan mesin.

      Pengganti F5 tidak mutlak heavy fighter, buktinya Gripen yang mesin satu saja dapat jadi opsi pengganti F5.

      Daripada Gripen yang lebih mahal, mengapa tidak FA-50 saja, mengingat pespur jet lapis kedua juga harus dipenuhi jumlahnya.

      Selain itu saya juga bicara di artikel tentang kemungkinan TOT untuk rudal BVR seperti AIM 120 AMRAAM dan kemungkinan dapat TOT atau lisensi mesin GE F414.

      • @Tukang Ngitung, PhD. : Anda benar bung…
        Hanya saja saya ingin meluruskan ucapan user (TNI AU) yang di sampaikan oleh KASAU, Panglima dan MENHAN, yaitu lebih memperioritaskan pespur dengan nilai detergen tinggi.
        Dalam artikel anda saya melihat sekema budged tidak berimbang antara lapis kedua dengan lapis ke satu.
        Dalam hal ini jika anda mengumpamakan sekema Up Grade FA-50 lebih murah dari SAAB Gripen, apakah FA-50 reabilitynya akan lebih baik atau lebih buruk?
        Karena sejauh ini mesin GE F414 sesuai dengan body dan kerangka KFX/IFX.
        Intinya KFX/IFX dalam hal mesin dapat menandingi SAAB Gripen.
        Untuk sekema IFX Block 2 saya lebih cendrung doble enggine.
        Karena biar bagaimanapun IFX Block 2 harus lebih baik dari IFX Block 1.
        Begitu juga untuk jumlah dan pilihan cantelannya serta sistem radar dan avioniknya.
        Anyway saya sih tidak ingin muluk-muluk untuk ToT dari pespur kita nanti apapun yang akan dipilih oleh Indonesia, saya hanya berharap ToT “pemandu rudal.”

        Oia…
        Nice artikel… 🙂

      • Bung WK,

        Lapis ke 1 itu nanti untuk penambahan skuadron.

        Sedang prioritas sekarang adalah untuk mengganti pesawat yang sudah tua seperti F5 dan Hawk.

        Maka ada beberapa opsi disediakan di atas.

        Opsi B 16 unit su-35 dan 48 unit FA-50 versi biasa adalah opsi paling optimal dari dana USD 1992 juta ini.

        Siapa tahu ternyata dana yang disediakan ternyata 2x lipatnya, sehingga bisa dapat tambahan 32- 36 unit gripen sekalian, who knows ?

        Xixixixixi

        • @Tukang Ngitung, PhD. : Amin…

          Btw untuk 1st striker dan 2nd striker saya lebih cendrung SU-35 dan menunggu IFX…
          Karena anggaran tersebut dapat di manfaatkan untuk IFX block 2 atau dananya untuk renvana payung udara range jauh.
          Sanggup tidak sanggup Indonesia harus bertahan hingga 2024 dengan hanya ada penambahan pespur SU-35.
          Jadi pengawasan angkasa kita tidak hanya bergantung terhadap pespur, melainkanradar dan payung udara rang jauh.

          Apapun itu semoga saja program anti dot pespur TNI AU untuk F-35 negara tetangga dapat lebih efesien dan efektif.

  37. Heeee,, gpp bro su35 boros juga yg penting sangar, dr pda yg ngirit tambah buncrit ntar negara,

    • @satria sendakala : Saya juga heran broo, hari gini ada yang masih punya pemikiran pespur ngejar irit…
      Tolong sampaikan kepada WARJAG, kalau mau irit mesinnya ganti mesin jahit…!
      Saya jamin irit…!

      Sukhoi SU-35 sanggup membawa jumlah berat total rudal / bomb seberat -+ 8 ton.
      Pespur lain?
      Jangkauan luas.
      Pespur lain?
      Dapat bermanufer extreme.
      Pespur lain?
      Saya jamin “stall / lost off power.”
      Yang lucunya akhir-akhir ini banyak artikel yang menyudutkan Sukhoi SU-35 dari persoalan harga, ToT dan keborosan bahan bakarnya.

      Saya rasa itu orang “GILA”
      Karena pespur lain suruh bawa 8 ton rudal / bomb belum tentu bisa take off…!
      Wajar saja jika boros, karena range mobile lebih jauh, kecepatannya lebih cepat dan barang bawaan yang lebih berat.
      Lalu untuk ToT, Filipina sudah membeli 2 unit kapal SSV apakah akan deberi ToT oleh PT PAL / Indonesia?

      Sepertinya ada yang berniat memancing di air keruh…!!!

  38. Test

  39. saya dukung su-35 dibandingkan T-50 korea , sebab indonesia perlu memerlukan su-35 untuk menghadapi AU Australia di Selatan belum lagi kisruh tentang PAPUA memanas , mau diadu T-50 kita dengan F-35 tau lah yang menang mana ?

  40. Menurut saya yg efektif sekarang memang penggantinya hawk adalah FA 50..kita sudah punya 1 SKA..kemungkinan penambahan MAX 2 SKA lagi..hanya saja 1 ska berapa ane kurang tahu…minim 24 unit,utk 2nd range fighter anggap saja sekarang ada 16 sukhoi pendampinya 32 F16, berarti kalo ada 16 unit sukhoi lagi minim 24 unit pendampingnya..saya yakin nanti fungsinya beda sebagai fighter,kalo untuk penggantinya hawk..kalo menurut saya kemungkinan besar sangat2 multirole dan mungkin dimaksimalkan kemampuan dengan penggabungan sejenis global eye..(ntah merk-nya apa?)…nah untuk pendamping sukhoi yg baru yg masih “????”…kalo FA 50 kayaknya tidak dech..soalnya pas IFX jadi F16 pensiun…unit ini menggantikan F16,sedangkan “dia” diganti IFX sebagai pendamping sukhoi…ini menurut saya…mari kita ngobrol…hahahah

  41. bung Tukang ngitung, phd.MII.@
    ya kl kita ngejar kuatitas sebaiknya opsi A/B
    tapi kl kita ngejar kualitas sebaiknya opsi C
    krn bagaimanapun juga kita harus melihat sikon d kawasan barat lcs dn timur papua, opsi C sementara waktu kita dah bisa mengcover barat dn timur sambil nunggu kedatangan pespur ifx th. 2021 ( prototipe ).
    di koment kemarin bung Tn, phd. pernah bilang utk pembelian su 35 sebanyak 24 sama dgn tiongkok ( 2000 us$ ) laa piye toiki sekarang beda lagi.
    wah kl begini begitu bung Tn, phd. mabuk kecubung dong. ha…ha…ha…
    mumet tenan aku ngrasake sukri dan sukro.

  42. Imajinasinya tertutup gara gara DUA BOM supersonik yang diangkutnya itu lho warna putih bening yang mulus…. pasti warjag semua lagi pelototin dua BOM yang terbungkus itu, kapan jatuhnya…… kwakwakwakwakwak

  43. kak tkg ngitung,
    boleh tuker pikiran gk?

    hi…hi…hi

  44. Wahh…rame bgt komenny..pasti nanti indo defense 2016 banyak yg tanda tangan kontrak nh…warga disini pada ngikut ga saat indo-defense??

  45. Saya kurang setuju Justru yang komentar, kalau FA50 gak bisa nyaingi SU35, ya jelas beda kelas, sistem pertahanan Pasti akan berlapis, lapis satu, lapis dua, lapis tiga, ring satu, ring dua, ring tiga, pertahanan udara aja paling gak, ada 3: Dekat menengah, jauh, kapal perang permukaan aja CIWS sebagai pertahanan terakhir, orang aja pake pakaian minimal ada dua lapis, celana dalem dan kutang sebagai pertahanan terakhir wakak wakak, jadi pesawat tempur juga ada berlapis lapis sesuai fungsinya, kalau semua maunya SU35 ya, bukan strategi itu namanya. Yang perlu di upgrade dari pesawat tempur dari setiap pengadaan adalah teknologinya yang terus meningkat dari waktu ke waktu. Sehinggap setiap lapis diharapkan akan naik level.

    Bukan begitu ya, kalau salah ya tolong dibenarkan 😀

    • Ya itu maksud saya.

      Contoh saja : rudal darat ke udara dipenuhi dulu kebutuhannya yang untuk jarak pendek sebab itu adalah kekuatan minimum.

      Persamaannya di artikel ini juga bicara tentang dipenuhinya dulu kebutuhan pesawat tempur ringan untuk lapis kedua.

  46. Andai Pak RR atau Mr. Jo baca artikel dan obrolan teman-teman di sini pasti senyum-senyum deh mereka.

  47. Pertamax kah ??

    Absen dulu baru nyimak .. hahaha

  48. Ujung2x malah su 35 mw d singkirin..

  49. ruwet juga ya hahahahhaa. jgn2 pengganti si macan terbang malah yg selama ini ga pernah disebut-sebut. ( apa yaa ? )

  50. Akhirnya muncul juga ” MARI BERHITUNG dan BERHITUNG TERUS BERHITUNG ” Si abang yg satu ini kerja nya ngitung mulu .he he he…..!! Kapan jadi di belinya bang …? Dah ga sabar nih . Takut nya kalau di itung mulu ntar jadi salah hitung dan pada akhirnya ga jadi beli.

  51. Tulisan bagus…

    Jarang jarang ada org indonesia bisa py pemikiran yg bgus Spti ini… Ha ha ha

    Kl ingin berada di jalur yg benar indonesia harus mengutamakan alusista yg bisa mengonrol wilayahnya dg baik dan mempercepat penguasaan teknologi strategis….dan meningkatkan hub baik terutama dg negara negara besar…. itu dlu.
    Jgn paranoid dg F35 singapura dan australia…. Ha ha ha
    Mereka bisa apa mdkpun tlh memilikinya.
    Jgn mudah terhanyut oleh irama yg di lantukan negara2 produsen utama alusista utama dunia kl kondisi kantong kembang kempis… ha ha ha

  52. Imajinasiq se saab gripen yg dipilih..

  53. Selamat sore warjager..happy week end

  54. Test

  55. Hayalan tingkat tinggi, bung.. Cukup tajam n rumit utk d bantah..

  56. Semoga jadi kenyataan semua

  57. Auk ah.

  58. Lanjut ke Mari Berhitung Seri 27.

  59. Nice discussion..jkgr resurrection..lama kangen discuss kayak gini

  60. WE O WE OR WOW

  61. ngobrol-ngobrol,,sy
    pilih:
    8 su35, jd sukhoi family
    24 biji
    32 fa50, ta/fa jd 48 biji
    f16 msh ttp 36 biji
    heavy medium light
    1:1,5:2
    bs buat 6 skadron
    gado2,msg2 ska ada 18
    pespur: 4 sukhoi-6
    f16-8 fa/ta.
    ehh,,pswt yg kmrn
    jatuh&terbakar diganti
    jg,

  62. salam semua,masalah su 35 ya dek,biar saya jelaskan.su 35 adalah pesawat bagus walau katanya boros bbm,mahal sparepart,mesin umur pendek dll tapi su 35 memang pesawat sakti.tapi ada tapinya? ingat kfx ? nkri join sama korsel jelas korsel pasti dikasih teknologi inti sama usa,,bagaimana nkri?disini pemerintah simalakama? beli su35 sulit tot kecuali beli borongan,kalau tidak beli su 35 tidak ada epek deteren,beli rafale makin tambah repott,beli typon rawan embargo,fran and ingglis nato.takutnya kok dipaksa beli su 35 usa nganbek terus ngomong gini ,pak nkri beli su 35 bilang lah 1skuadron,usa merajuk jangan kasi teknologi kfx sama nkri,ini yg diwaspadai jokowi,karna saya tau dek,kita butuh inti teknologi usa kita juga butuh su 35 kata jokowi,jadi bagaimana solusinya?yakin lah dek bukan karna uang tidak ada beli su 35,pemerintah bilang tidak ada uang karna alasa itu yg masuk akal diterima rakya,asal rakyat tau pemerintah pun sedih karna rakyatnya sangat menginginkan su 35,tpi demi proyek kfx pemetintah jadi serba salah.saya tau dek saya tau,jadi bukan gak ada uang beli su 35_tapi demi negara bisa buat,merancang pesawat dan tidak beli terus walaupun kfx tidak 100% persen buatan negri tapi kitakita bisa merubah pesawat sesuka kita.jadi bukan karna uang ataupun tekanan asing tapi demi kemandirian nkri.disinilah letak keragu raguan jokowi.dek jangan pernah lelah mencintai nkri,sekali lagi saya tau dek permasalahan su 35,buk,s400.

  63. Calonnya mungkin dari saab..

  64. Calon mungkin dari saab

  65. Semoga penggantinya hawk untuk AL nanti adalah si bebek Su-34

  66. duete. duet mati gak digwo….

  67. Klo f50 upgread + s400….gpp ga ada shukoi jg……doktrin milier kita itu defence…..menurut saya dari pada menghalau pesawat musuh head to head. Mending pake s400 ….klo ga sanggup beli s400 rusia beli aja s400 mercedes benz, lumayan buat mejeng….haa

  68. Harusnya gipen kalau bicara second layer, lagian katakanlah kita beli banyak, saya tetap ga yakin usa ngasi kita ToT mesin f414 apalagi amraam

  69. FA-50… Wow… Bung Tn.phd gak pusing ngali2 yg kaya gini ?? Hehehe.. Kalau liat budget segitu secara logika memang betul sepertinya begini.. Opsi B bagus

  70. ternyata seri nya sudah sampai yg ke 26…tapi sayang artikel yg pertama barang nya masih jauuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuh banget ( mistral ) wkwkwkwkwk…

  71. Mantap boss

  72. Alutsista * Utopia * TNI masa depan (versi ane)
    #INCOMMING ASSETS HAHA

    TNI AL
    Gripen C/D : 24
    typhoon : 18
    LHD Mistral : 2
    Kilo class : 12
    Lada class 950 : 6
    Lada class 1650 : 6
    iver huitfeldt class ; 20
    PKR 105 : 20
    Corvette Buyan M : 20
    Radar Posdnulkh : 6
    BTR 4: 200
    BMP 3F : 250
    Yahknot : 150
    Brahmos : 150
    MH60 R Seahawk : 120
    Bastion P : 120
    Exocet MM40 Block 3 version : 250
    BT 3R : 250

    TNI AU
    SU 35 : 32
    SUKHOI PAK FA :18
    IFX/KFX : 100
    Gripen NG : 24
    MIG 35 : 24
    Rudal S 500 : 100
    Starstreak : 500
    Oerlikeon skyshield : 500
    Pantsir : 100
    A330 300 MRTT : 8
    C295 AEW : 16
    SAAB Global Eye : 16
    P – 8 Poseidon : 8
    Boeing AEW&C: 8
    NASAMS : 50
    Radar Posdnulkh : 6
    MASTER T Radar : 16
    An 70 : 24
    Airbus A400M : 16
    ilyushin IL-76MD-90A : 24

    TNI AD
    Leopard 3/revolution : 500
    lynx IFV : 100
    Marder 1 canon IFV : 500
    Marder upgrade : 500
    BUK 3M : 120
    Igla M : 1000
    Panser Badak : 500
    BUK M3 : 100
    BTR 3U : 250
    BMD 4 : 500
    Biber Brigdelayers : 250
    Vicent 1 AEV : 250
    Kodiak AEV : 250
    RPO A Scmel : 1000
    AK 120 series : 10000
    Mi 171sH : 32
    Mi 35E : 32
    Mi 28 : 32
    Mi 8 : 32
    Mi 8AMTsH : 32
    UH 60 black hawk : 32
    Chinook 47 upgrade : 32
    Starstreak : 120
    Komodo rantis 4X4 : 500
    Bumerang : 150

    *JANGAN TERLALU SERIUS

    ( bangsa yang kuat didalanya ada jiwa yang kuat pula
    “ir . Soekarno” )

    NKRI Harga Mati
    jalesveva jayamahe !

    Share & comment

  73. Ngliyeng …….

  74. Joss Ngbrolnya bung Phd
    Mumet :p