Sep 232016
 

Pemerintah Indonesia telah secara resmi menawarkan untuk menjual alutsista, termasuk pesawat angkut dan kendaraan lapis baja, ke Pakistan.

Pada hari Selasa, Panglima Angkatan Bersenjata Pakistan, Jenderal Rashad Mahmood bertemu dengan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Urusan (Menko Polhukam) Wiranto di Jakarta, untuk membahas kerjasama pertahanan, termasuk pertukaran informasi dan peralatan pertahanan.

“Kita telah menawarkan peralatan pertahanan kita kepada mereka, termasuk kendaraan lapis baja beroda Anoa, senapan serbu dan pesawat CN-235”, kata Wiranto dikantornya, seperti dilansir Antara (20/09/2016).

Kerjasama antara Indonesia dan Pakistan telah berlangsung selama bertahun-tahun, ditandai dengan pertukaran siswa Sesko dari tiga matra – Sesko AD, Sesko AL dan Sesko AU – serta anggota staf Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas).

id-ss2-serie

Senapan serbu SS2 Pindad merupakan senapan standar Tentara Nasional Indonesia (TNI). SS2 diperkenalkan pada tahun 2005, menggunakan amunisi 5.56x45mm standar NATO. Pindad memberikan pilihan beragam terhadap pasar senjata kecil kepada Pakistan, yang meliputi persenjataan militer, paramiliter, dan untuk penegak hukum.

Sayangnya, persenjataan kaliber 5,56 NATO jarang digunakan di Pakistan, senjata seperti itu hanya dipakai oleh pasukan khusus dan lembaga penegak hukum. Pesanan dalam jumlah besar kemungkinan belum bisa diharapkan, namun kalau hanya dalam skala kecil (terbatas) mungkin bisa.

Panser Anoa buatan Pindad adalah kendaran lapis baja beroda pengangkut personil (APC) dengan platform 6×6. APC Anoa berpotensi menarik perhatian Kementerian Dalam Negeri Pakistan, yang bisa memanfaatkan kendaraan lapis baja ringan untuk mengangkut personel. Meski demikian, Anoa kemungkinan akan berkompetisi secara langsung dengan APC Dragoon 4×4, yang diproduksi di bawah lisensi oleh Heavy Industries Taxila (HIT) Pakistan.

Angkatan Udara Pakistan (PAF) saat ini mengoperasikan 4 (empat) CN-235-220 yang berperan sebagai transportasi utilitas ringan, terutama di daerah yang membutuhkan kemampuan take-off dan landing jarak pendek (STOL), seperti wilayah di sebelah utara Pakistan.

CN-235-220 Pakistan Air Force

Pesawat CN-235-220 Angkatan Udara Pakistan

Pesawat CN-235 merupakan platform yang sangat banyak diadopsi oleh Angkatan Bersenjata serta sipil, PAF saat ini puas dan bergantung pada CN-235, dan kemungkin akan menambah armada tersebut.

Produk CN-235 inilah yang memiliki kemungkinan paling besar akan dipesan oleh Pakistan dari Indonesia, setidaknya untuk jangka pendek. Terlebih lagi yang menjadi perhatian Pakistan bahwa PTDI juga merupakan produsen yang memiliki lisensi dari helikopter Airbus H215 Super Puma dan helikopter utilitas Bell 412EP.

Sumber: Antara dan Quwa

Peminat manga, anime, gadget, sains & teknologi, sosial-politik dan militer
Link medsos ada dibawah
– Facebook
– Google Plus
– Twitter

  18 Responses to “Bagaimana Peluang Alutsista Indonesia di Pakistan?”

  1. sangat bagus sekali,..sebagai negara yang mayoritas penduduknya muslim…

    • segera kirim ke indonesia
      Shaheen-III – Medium-range ballistic missile

      • Besoknya Pakistan & Indonesia langsung kena embargo hahaha…
        Mending ilmu & bantuan konsultasi + penyeliaan. Rudalnya kita bikin sendiri, Shaheen I,II,III, Babur, Ra’ad, Zarb, Ghaznavi, Abdali sd Taymoor & Tipu ICBM, dgn catatan prosesnya dilakukan secara siluman bin Ghoib ya hehehehe.
        Sebagai timbalannya Indonesia harus tanam modal 46 milyar dollar di Pakistan kayak Tiongkok.
        Maaf, Khayalan tingkat tinggi xixixixixixixxi

  2. tapi indo anti ahmadiyah 🙁

    • ahhh….cuek saja ..,
      arab saudi (wahabi) dan iran (shiah) saja cium tangan sama PAKISTAN..
      lah pakistan hutang budi sama indonesia…,dan itu tertera di sejarah pakistan,…kalau ngak ada indonesia ..habis itu pakistan oleh india..

  3. Wah jualannya nggak laku ke Pakistan, anoa nya nggak ada yg 4×4

  4. kalo beruk malon ada gak ya produknya yang mahu beli seumur hidup ????hihihhiihihi

  5. betul betul betul harusnya begitu, ngemeng2 tuh mbah bowo kok nggk pernah nongol kmn ya jeng carin?

  6. ayo pak. istan borong semua produk alutsista RI.

  7. Klo menurut saya APC Anoa 6×6 lebih memiliki peluang digunakan dari pada APC Dragon 4×4 produksi mereka, yang penting lengkapi APC Anoa dengan persenjataan yang bagus

  8. Sayangnya, persenjataan kaliber 5,56 NATO jarang digunakan di Pakistan, senjata seperti itu hanya dipakai oleh pasukan khusus dan lembaga penegak hukum

    pakenya kaliber berapa ?

    • pakenya AK 47 gan.

    • klo tentaranya biasa pake 7.62 X 51mm, cuman anehnya kenapa SS3 ngak di tawarin ke pakistan ya,,,, apakah barang gagal kah SS3 itu ? bahkan di website pindad sendiri SS3 belom nongol

    • klo tentaranya pake 7.62 X 51 mm, tapi kenapa SS3 nggak di tawarin ke pakistan ya apakah SS3 adalah produk gagal PINDAD, bahkan di website nya sendiri belom nongol tuh SS3 di pindad.com

      tanya kenapa??

      • Karna blum teruji gan… dan militer kita aja blum make sepenuhnya…. beda dgn ss2 yg udah dijamin kualitasnya secara internasional..jdi blum bisa bicara banyak tuh marketing ss3…ahahahah

  9. Eksport sebanyak2nya, bilperlu ke negara2 amerika latin dan afrika…anoa dan badak mungkin bisa laris manis nantinya…semoga bs terus transaksi dgn negara lain agar pindad bs memproduksi alutsista yg lbh banyak dan lbh inovatif lg…bravo pindad..!!,

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)