Mar 072017
 


Direktorat Jenderal Pembelian Pertahanan (DGDP) Bangladesh merilis tender untuk 8 (delapan) unit pesawat tempur multi-peran baru untuk Angkatan Udara Bangladesh (BAF) dengan tambahan 4 (empat) unit – opsional.

Pada bulan Desember 2016, pemerintah Bangladesh berkomitmen untuk menyelesaikan pembelian pesawat tempur tersebut di tahun fiskal 2016 – 2017.

Jet tempur baru sedang dicari untuk memperkuat pertahanan Bangladesh melawan ancaman udara serta menyediakan platform untuk operasi anti permukaan, operasi kontra udara, operasi anti maritim dan operasi ofensif.

Sesuai kebutuhan BAF tersebut, jet tempur harus baru dibangun, dengan proses produksi tidak lebih awal dari tahun penandatanganan kontrak. Jet tempur tersebut haruslah bermesin ganda, dengan masing-masing powerplant setidaknya mampu memberikan daya dorong kering 5.500 kg dan daya dorong dengan afterburn lebih dari 8.000 kg. Pesawat tempur juga harus memiliki minimal 8 (delapan) cantelan serta muatan minimal 5.000 kg.

Pesawat tempur harus dilengkapi dengan radar AESA dengan jangkauan udara-ke-udara 150 kilometer dan jangkauan udara-ke-permukaan 50 kilometer. Dilengkapi dengan kemampuan pernika (peperangan elektronika) dan penanggulangan elektronika (ECCM).

Dilengkapi sistem pencari dan pelacak inframerah (IRST) dengan kemampuan melacak berbagai macam target pada jarak minimal 50 kilometer, helm dilengkapi sistem tampilan dan penglihatan (HMD/S), kokpit dengan kaca modern dan head-up display (HUD).

Angkatan Udara Bangladesh mencari paket lengkap yang terdiri dari pesawat, pemeliharaan dan paket pelatihan, serta lengkap dengan persenjataan udara-ke-udara dan udara-ke-permukaan.

Pesawat tempur tersebut yang akan disampaikan dalam 2 (dua) batch, dengan masing-masing terdiri dari 4 (empat) pesawat. Sementara batch kedua harus disampaikan 18 – 24 bulan setelah batch pertama diterima.

Merujuk pada spesifikasi yang diminta oleh Angkatan Udara Bangladesh diatas, Sukhoi Su-35 dan Su-30SM serta Mikoyan MiG-35 adalah pesaing terkemuka.

Sementara MiG-35 adalah satu-satunya platform tempur Rusia yang dilengkapi dengan radar AESA, meskipun iterasi terbaru dari Su-35 dan Su-30SM diharapkan mampu memenuhi permintaan BAF, yang membutuhkanarmada tempur untuk lingkungan dengan ancaman teknologi tinggi.

Tender ini juga menunjukkan bahwa BAF terbuka untuk penggabungan sub sistem Barat. Saat Mikoyan bersaing untuk tawaran jet tempur yang ditawarkan oleh Angkatan Udara India, MiG-35 telah dipertimbangkan untuk dilengkapi dengan helm HMD/S buatan Thales dan pod pernika Elettronica ELT/568 (v2) EW/ECM.

United Aircraft Corp (UAC) bisa memulai kembali hubungan tersebut dengan Thales dan Elettronica untuk memberikan panawaran kepada Angkatan Udara Bangladesh melalui MiG-35 atau Flanker E.

Sementara dalam hal desain mesin ganda, Su-35 dan Su-30SM jajaran pesawat tempur kelas berat dengan jangkauan lebih jauh dari MiG-35 yang merupakan platform kelas menengah.

UAC telah menyebut bahwa MiG-35 sebagai platform dengan teknologi tinggi yang memiliki harga terjangkau , kemungkinan harganya antara US $ 45 – 50 juta per unit atau setara dengan MiG-29M/M2. Harga tersebut sudah termasuk biaya pemeliharaan masing-masing dan biaya operasional serta persenjataan lengkap seperti yang diminta oleh Bangladesh.

Dalam program penerbangan lain, Angkatan Laut Bangladesh membutuhkan 2 (dua) unit helikopter anti kapal selam baru yang mengarah kepada Leonardo AW-159, sementara Angkatan Darat Bangladesh pesawat angkut utilitas & C295 dalam layanan.

Quwa

Peminat manga, anime, gadget, sains & teknologi, sosial-politik dan militer
Link medsos ada dibawah
– Facebook
– Google Plus
– Twitter

  40 Responses to “Bangladesh Merilis Tender Pesawat Tempur Multiperan Baru”

  1. mantaapp deh..!

    • Memang mantap sih..

    • apa yang bung MOD maksud MANTAP,.. pesawat MIG 35 atau tender pesawat tempurnya ? atau hanya sekedar pertamax…. xixixxiii

      jika harus memilih sebuah pesawat perang modern dengan jenis perang menggunkan istilah pesawat tempur harus dilengkapi dengan :

      1. Radar AESA jangkauan udara-ke-udara 150 kilometer dan jangkauan udara-ke-permukaan 50 kilometer.
      2. Kemampuan pernika (peperangan elektronika) dan penanggulangan elektronika (ECCM).
      3. Sistem pencari dan pelacak inframerah (IRST) jarak minimal 50 kilometer
      4. Helm dilengkapi sistem tampilan dan penglihatan (HMD/S),
      5. Kokpit dengan kaca modern dan head-up display (HUD)

      Semua itu ada pada SU.35 dan MIG35 sudah takde lawang jo…. jika itu lawang dihadapinya FPDA (Kumpulan para haibitat hewan purba) kalo situasinya LCS chinos tak ayal TNI butuh F.35 dan F.16 Jo……..

      Sampai jumpa Jo…. xixixxixiii

      • kemenhan Bangladesh membaca spec SU-35 dan Mig-35 dulu ….baru ngeluarkan procurement…. yaaa…pasti cuman 2 pesawat itu yang dijadikan target dan menang…

    • Apakah Indonesia tidak akan kalah dalam hal pengadaan pesawat tempur canggih oleh bangladesh, …………….. ???

      • Indonesia jangan AKAN2 aja ayo dong masa kita mau kalah soal pengadaan pespur sama bangladesh yg masuk kategori negara termiskin di dunia ?

      • Spec yang di minta Bangla sangat tinggi ,kalau yang terpilih SU35 maka artinya yang terlengkap dan tercanggih karena dilengkapi helm HMD/S buatan Thales dan pod pernika Elettronica ELT/568 (v2) EW/ECM.

  2. Tampilan lama lagi ya bung

  3. ah bangladesh banyak gaya beli barang mahal, pengungsi rohingya ditolak, padahal ras mereka sendiri

  4. Ini cocok….pencegat

  5. .
    Mantap , banglades langsung tender 8 unit secara terbuka ,
    Gx pake Ba bi bu langsung ke inti dgn spex Yg di cari dan tanggal tahun pengiriman Yg jelas

    Gx ada kata ” AKAN “‘di beli
    Hahahahaaa

  6. Kalo harga 45-50 juta dollar..Sudah all in seperti itu..Gak mahal lho Kalo utk MIG 35…(Kalo speknya utuh gak ada pengurangan)..Biasanya bung Senopati yg suka bahas MIG 35..xixiix

    • Bagaimanapun juga peranan MIG di tanah kelahiran kita ini jangan pernah dilupakan…
      ingatlah bagaimana perjuangan MIG indionesia doeloe berupa MiG-17, MiG-19, MiG-21, pembom ringan Tupolev Tu-2, dan pemburu Lavochkin La-11. Pesawat-pesawat ini mengambil peran dalam Operasi Trikora dan Dwikora. entah apajadinya jika penumpasan Trikora dan Dwikora tidak berhasil saat itu, sudah pasti indonesia pastinya di miliki banyak negara salah satunya IRIAN BARAT atau PAPUA. itulah hebatnya MIG Jo….

      Indonesia butuh pesawat varian MIG lebih banyak lagi Jo….
      bukan tejas Jo….
      jangan kalah dengan banglades Jo….
      Cukup MIg 35 dan SU. 35 indonesia jadi macan asia lagi

  7. Speknya mantap, minta mercy kemampuan bajai, oh bangladesh..

  8. baru pengumuman lelang..

  9. Banglades dan Indonesia gak beda jauh..Sama sama beli pespur 8 biji..

    • masalah kuantitas sih sama ๐Ÿ˜€ tapi Indonesia menang di perencanaan bung @Rhoma… dan hebatnya lagi semua itu masih “akan” ๐Ÿ˜›

      Bangladesh baru Des 2016 buat rencana ๐Ÿ˜‰

  10. Masih mending Bangladesh drpd kita gak pakai tender alias penunjukan langsung tp menunjuknya mletot ke mana2 sampai lama.

  11. Mantap nih Bangladesh, berencana gabungkan teknologi Rusia dan Barat ๐Ÿ˜€ apakah ini ada hubungannya dengan mulai cairnya hub Rusia-NATO? ๐Ÿ˜€

    ntahlah… hehehe

  12. Masaiya sih harus kalah sma banglades, ampuun seh kasian TNI klo harus pake pesawat jadul mulu

  13. Lah Bangladesh mah negara kere tapi ngaku…

    Tapi nun di jauh sana – di timbuktu ada negara yang masih menggunakan meriam peninggalan perang dunia ke 2 berumur 67 tahun sbg arhanudnya tetapi gayanya mempunyai S-500

  14. Lomba lah siapa yg duluan masuk finish pesanannya. Bangla MIG-35 atau RI dengan SU 35 semoga pengambil kebijakan insaf dengan sifat leletnya.

  15. belum butuh pesawat Multidimensi ternyata.

    Ribuan kilo….sayap delta menempuh
    lewati NASAM
    untuk kamu
    pelangganku

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)