Mar 102017
 

Bell Helicopter telah meluncurkan sebuah konsep helikopter baru untuk membantu mengembangkan solusi pesawat rotor masa depan yang ‘lebih aman, lebih cerdas dan lebih efisien’.

Tayangan Render 3D dari FCX-001, yang diketahui sebagai konsep pesawat masa depan, terungkap pada acara HAI HELI-EXPO yang berlangsung di Dallas pada awal Maret 2017.

Menurut perusahaan, Bell mendirikan sebuah tim pada bulan September 2016 dengan tujuan untuk berfokus pada teknologi yang muncul dan masuk ke dalam portofolio platform perusahaan. FCX-001 adalah hasil dari penelitian tersebut.

Sebagaimana dicatat oleh Bell, teknologi dalam konsep baru termasuk sistem anti torsi baru di boom ekor yang dirancang untuk mengubah keselamatan, kebisingan dan parameter kinerja.

Sistem penggerak hybrid, struktur badan pesawat (airframe) canggih dan berkelanjutan, geometri roda pendarat (landing gear) baru, morphing baling-baling utama untuk mengoptimalkan kinerja selama dalampenerbangan yang berbeda.

Sebuah dek penerbangan dengan “augmented reality” dan bantuan kecerdasan buatan, serta kabin penumpang modular yang mampu menampilkan augmented reality.

“Konsep FCX-001 adalah jalan bagi masa depan kita, fokus baru pada solusi inovatif dan teknologi”, kata CEO Bell Mitch Snyder dalam sebuah pernyataan mengenai konsep helikopter tersebut. “Ketika waktunya tepat kami berharap dapat berbagi lebih dari apa yang kita lakukan di balik pintu tertutup”.

IHS Jane

Artikel Terkait :

  23 Responses to “Bell Ungkap Konsep Helikopter Masa Depan”

  1. Pertamax

    • Posted by Dedi Andika at 12:00 am

      Tukang Ngitung, PhD – Mod says:
      March 10, 2017 at 12:01 am

      wah curang nih mas bro momod phd…… udah janjian .. wkwkwk

      • Sudah ada jarak satu menit lho… Kupikir udah pada tidur… Xixixixi

        Nanti jam 1 tepat ada artikel yg keluar

  2. Yah keduluan.. momod curang pasti ngintip dulu sebelum artikel di post hehehe

    • Lah sudah saya kasih kesempatan 1 menit nggak ada yg pertamax ya sudah saya aja.

      Nanti jam 1 tepat ada artikel yg keluar, silakan pertamax

  3. waduh

  4. konsep film2 hollywood…
    selamat datang di dunia alien ha ha ha

  5. Coba PTDI yang bikin designnya

    • Pasti bisa bung, lha wong cuma desain 😀 anak” desain grafis aja sanggup koq… hahahaha

    • Saat ini PT DI lagi stress bung, keterlambatan mengirim pesawat pesanan Thailand bakal kena denda lebih besar dari biaya perakitannya 😀 begitu juga dengan keterlambatan mengirim pesanan helikopter TNI, PT DI malah terancam kena denda lebih dari 8 milyar.

      Ngomong sih gampang, PT DI harus bisa buat ini buat itu, klo sebatas “AKAN” semua bisa, tinggal ngomong aja, tapi realitanya berbeda, ada banyak faktor penghambatnya. pertama dan yang paling utama karena ONDERDIL alias Suku Cadang sebagian besar bukan diproduksi di dalam negeri.

      Selama tidak ada “kemandirian” di dalam negeri, semua hanya “akan” tinggal rencana. Kemandirian disini bukan cuma merancang, mengembangkan dan merakit, tapi juga harus mampu mengamankan jalur produksi.

      • harusnya kalo mau nerima ato nyari pelanggan ya disesuaikan dg kapasitas produksinya, pengen cepet ya lini produksi dan pekerja ditambah. dites sebulan kuat bikin berapa biji, gtu, baru nerima order bnyak biar gak kena denda.

        • Saat kesepakatan pembelian dengan pelanggan semua sudah dihitung dan diperkirakan oleh PT DI bung, tapi karena sebagian suku cadang masih di impor 😀 berarti kita tidak mampu mengamankan jadwal produksi dari supplier dong bung 😀 sehingga mengganggu pekerjaan PTDI

  6. GANDIWA = janGAN jaDI WAcana
    Xixixixixixi…..

  7. Bikin Puma dulu….di tuntaskan…

  8. Mantap designnya! Klu negara byk duit enak gampang R&D, dikita dana cekak tapi harus menghasilkan produk bermutu ya sulit jadinya!

  9. secanggih apa pun tanpa TOT wat indonesia kurang keren ah,, hhaaaa

  10. IPTN=Industri Pesawat Teu Ngapung-ngapung

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)