Mar 172017
 

Foto : Airbus helicopter

Setelah vakum sejak tahun 1970, kini Angkatan Laut Indonesia akan memiliki kembali skuadron helikopter anti kapal selam. Helikopter AS 565 Mba Panther yang terpilih, konon termasuk salah satu helikopter naval terbaik di dunia.

Kabar terbaru, helikopter AS 565 Mba Panther yang akan digarap PT Dirgantara Indonesia (PTDI) bekerjasama dengan Airbus akan memiliki kemampuan multiperan, mampu beroperasi dilautan atau didarat.

Selain memiliki kemampuan mutiperan, Helikopter AS-565 Panther juga dilengkapi perangkat multifungsi, yang selain mampu memburu kapal selam juga akan mampu ‘mengeksekusi target’ secara langsung.

Untuk peran berburu kapal selam, AS-565 Panther akan dilengkapi dipping sonar atau sonar yang dicelupkan yang bernama DS-100 Helicopter Long-Range Active Sonar (HELRAS) atau yang disebut AQS-18A.

Dipping sonar AQS-18A

Sonar celup DS-100 mampu beroperasi hingga kedalaman 500 meter dan dirancang untuk mendeteksi dan memantau suara dan getaran di bawah air. Menggunakan perangkat yang disebut High-resolution Doppler Processing dan Long Shaped Pulses sehingga dapat mendeteksi kapal selam yang mengeluarkan suara sangat rendah sekalipun (mendekati nol sinyal doppler). DS-100 juga cocok untuk mendeteksi dan mengendus lokasi kapal selam musuh yang beroperasi di perairan dalam dan periran dangkal.

Setelah mengetahui keberadaan dan lokasi kapal selam musuh, AS-565 Panther bisa langsung ‘mengeksekusi’ dan tidak perlu mengandalkan kapal korvet atau fregat untuk peran menenggelamkan kapal selam musuh karena sudah dilengkapi peluncur torpedo yang kemungkinan adalah torpedo ringan Mk 46 atau torpedo A.244 Whitehead.

Yang pasti selain beberapa kemampuan sekaligus, yakni peran di laut dan darat, kemampuan berburu dan menenggelamkan kapal selam, AS-565 Panther juga akan mendapat beberapa tambahan kemampuan yang disesuaikan dengan keinginan Angkatan laut Indonesia.

Menurut Defence Update, helikopter AS 565 Mba Panther akan ditempatkan diatas fregat ringan Bung Tomo class, korvet rudal SIGMA dan fregat PKR SIGMA 10514.

Author : Muhidin

Artikel Terkait :

  71 Responses to “Berkemampuan Ganda, Helikopter AS565 Panther Indonesia Layak Diwaspadai Negara Lain”

  1. Pertamax

  2. tambah jaya indonesia

  3. keren

  4. SIIIIIP……!

  5. Kalau fungsi Panther di AD sebagai apa? Pembunuh Tank, mobilisasi prajurit, ato yg lain?

    • hilikopter serang ringan mungkin bung , basic helinya panther tapi sistem diganti jadi serang darat. ( Mungkin loh )

    • emangnya AD punya heli panther ? setau saya yg punya panther sebatas POLRI dan BASARNAS saja .

    • @gedang goreng

      Kalo dicina, panther lisensian mereka bisa nembakin rudal AT, roket dan kanon kaliber besar(smp 30mm)

      • harbin z-9 bukan lisensi panther tapi versi sipil awalnya eorocopter s365 dauphin

        • Oooh gitu ya…

          Tapi cina kan ga kesulitan memperkuat struktur z-9 sesuai standar heli militer, lagipula mesin z-9 kapasitasnya lebih besar lho

          • versi varian akhir yg ditambah airframe dari bahan materi komposit dan menurunkan pancaran sinar petromak radar

            lagipula….

            In 2002, Harbin obtained Chinese certification for the new H410A variant of the Z-9, which featured more powerful Turbomeca Arriel 2C turboshaft engines; Eurocopter issued official objections to Harbin’s decision to continue production in spite of the license-production agreement having expired, leading to a period of highly sensitive international negotiations to resolve the dispute.

        • up wichtige Produkt China KW.. hahaha

  6. kalau sonar ny d turunin d dkat grombolan paus,penampakan d radar gmana y ?…edisi numpg tanya

    • Bunyi enjin kapal selam dan bunyi paus pasti beda bos.

    • Nah Kalo umpan dikira umpan paus
      -terusDimanakan?Nasib Heli GMN ?
      -Umpan yg ditarik Bukanya mirip Teknik Mancing ^^

      • Hahaha trik baru mancing paus ..Sonobuoy di cempungin ke kawasan rame paus setelah itu aktifin radarnya habis itu kita tunggu si paus makan tuh sonobuoy sampai tuh heli jatuh tenggelam

        • bung jimmy@ bagus juga idenya…. tapi seandainya yg mancing itu 20 heli chinook bergambung jadi satu bagaimana hayo….

          • Chinook gk bisa di pasangi Sonobuoy..jadi gk bisa buat macing paus hahaha 😆

  7. kalo tejas di kasih baling2 segede sutet trus dikasi tugas kaya gini bisa gk ya,kan gendonganya lbh banyak bisa muat agni juga

  8. korvet sigma 4 unit
    bung tomo class 3 unit
    berarti PKR akan di buat 4 unit,, cos klo ga salah pesan helikopter nya 11 unit..

  9. emang beratnya ni heli brp jika dilengkapi dng terpedo kanan kiri. ? dek light frigate kita cuma utk kapasitas heli 10 ton menurut speknya.

  10. uda ada rudalnya gak ya
    uda ada torpedonya gak ya
    uda ada roketnya gak ya
    terus jangkauan sonarnya berapa kilo
    gak jelas,atau lupa nulisnya,atau belum dikasih tau
    kan jadi bingung,cuma jangkauan kedalamannya saja yg ada.
    terus beli berapa biji,ketengan,banyak atau akan……… borong.

    • biar dik Cintia senang
      mampu ‘mengeksekusi target’ secara langsung. yang berarti dilengkapi kemungkinan di bawah ini:

      rudalnya.
      Matra Mistral udara-ke-udara rudal.
      AS 15 TT rudal anti-permukaan.
      HOT rudal anti-tank.

      torpedonya.
      MK46 atau Whitehead A.244 / S peperangan anti-kapal selam torpedo.

      roketnya.
      68 mm (2,677 in) atau 70 mm (2,756 in) terarah

      jangkauan:
      The lightweight AQS-18A dipping sonar features long pulses, high source levels, FM capability, 16-beam signal processing, and a 20-nautical mile coverage range.

      berapa biji,, (3 delivered by November 2016, out of 11 total on order)

  11. baru tadi komentar tentang pengisian KRI Indonesia,,
    sudah ada beritanya,, ah bung diego tau saja,, xixixixi

    itu masih proses…

    MEF dulu di penuhi,,
    Pengisian 1 skuadron helikopter Penerbad di Kalimantan
    Pengisian 1 skuadron helikopter Penerbad di Papua
    Pengisian 1 skuadron helikopter Penerbad di Sumatera

  12. Semoga besok dah datang, bukan..AKAN2, karena sdh ada terong tetangga yg diam2 main masuk keperbatasan.

  13. akan??

  14. Sayangnya AS 15TT Sdh ga d produksi lg, mkn jg sdh tdk d pasarkan. Sedangkan AM 39 exo terlalu berat & besar utk d gotong panther. Kira2 para momod ada info rudal anti kapal yg akan d eksekusi?? Oh iyaa.. panther kita jg msh d terpa isu kabel sonar helras yg “terbatas’ jangkauanya karena dimensi heli tsb.

  15. Berarti heli bolkow yg jadul segera pensiun.

  16. Heli ini yg beberapa minggu lalu dicela sama si Beruang Kutub.

    Ini heli bagus dan baru, desain anti kapal selamnya buatan PTDI namun helinya sendiri dari Airbus.

    • @TN,Phd

      Emang nyelanya gimana bung?

    • Betul bung ,Ini yang namanya innovasi ,kita beli flatform nya saja kemudian di modiv di Dirgantara Indonesia(DI) .Nantinya jika ada negara lain yang minat maka bisa dibikin DI ,kita dapat upah untuk karyawan sekalian keuntungan . Jadi jika ada yang masih mencela DI hanya agen AIRBUS atau cuma seperti tukang jahit ,berarti tak tahu apa-apa.
      Ini yang diharapkan BJ Habibie added value atau nilai tambah . Tapi masih banyak yang belum digarap Indonesia dengan serius seperti penggolahan CPO ,karet alam padahal kita penghasil utama dua untuk kedua komoditas itu .
      Seharusnya kita mampu menggolah di dalam negri CPO jadi produk jadi maupun setengah jadi seperti dijadikan sabun,shampo,produk kecantikan ,minyak pelumas dan custumers produk lainnya . Atau produk antara untuk industri . Selama ini kita export cpo ke India,China dan dan negara lainnya .Di negara tersebut di olah lagi jadi produk jadi dan setengah jadi kemudian di export keseluruh dunai ,bahkan balik lagi ke Indonesia sebagai produk jadi .Karet alam juga demikian .Mereka dapat added value yang tinggi sementara kita hanya dapat sedikit .Padahal bahan bakunya berasal dari kita .

  17. AS nya ditambahin dong. ah.
    Cocok bgt heli ini utk pengganti BO.
    Klo apache udah datang heli AS akan bisa menjadi pengitai garis depan.

  18. Hanya merakit AS 565 Mba Panther, kapan dan bagaimana kabar pengembangan Helikopter Gandiwa design asli PT.DI? Klu dah bs produksi sendiri dalam negri baru bs benar2 bangga!

  19. Halah..ribet..pakai gotong alat segitu gedenya pake dicelupin lagi..gak efisien nurut ane..keburu di detec n dilock ama lontong lawan.

  20. Gini baru jempol. Masak klo beli eceran terus. Sekali2 langsung satu set gitu.
    Sekarang tinggal AU nya. AL nya sdh lumayan.

  21. Kombinasi yg sempurna.. sebuah ASW terbang dan Fregate

  22. Beli, bongkar, pelajari, sempurnakan lalu produksi sendiri.

  23. Betulkan..Faktor pendukung2nya..Mantaap..Emang kapal tua2 tapi..Temennya belia2..

  24. Harusnya 3 skudron. Setiap armada dilengkapi 1 skuadron. Jadi bisa beroperasi secara independen.

  25. nah kalau yg ini jgn ada yg bilang hasil jahitan ya…
    krn utk versi AKS nya cuma PT. DI yg rancang desainnya, eurocopter cuma sediakan platform heli saja.
    bravo dirgantara….

    • @jakatarub

      Sebenarnya ga begitu juga…cina lebih dulu pake heli ini (lisensi dr airbus) yang dilengkapi dg sonar dan torpedo, disusul chile dan mexico.

      Jadi perhitungan struktur dan sistemnya sudah ada lebih dulu…punya kita seperti itu juga tapi perlengkapan lainnya dicustom sesuai kebutuhan AL

  26. Rambo lihat jidat mas limbad aja dah kencing di celana bung, santai. wkwkkkk…

  27. pertanyaannya KAPAN SAMPE di Indonesia,

  28. Ya sudah Ayo ….kapan datang nya? Senjata nya sudah ada?

  29. Sip
    Kembangkan terusnpertahanan negara

  30. Ya sudah Ayo ….kapan datang nya? Senjata nya sudah ada? ..semoga bisa diproduksi secara Lisensi & dapat TOT…

    • Saya sebagai sales Rosoboronexport No Comment…Untuk penjelasan lebih lanjut silahkan tanya ke Sales Airbus yaitu Bung TNP..

  31. kayaknya untuk heli ini porsi pengerjaan Pt DI sangat kecil…heli langsung dari Airbus sedangkan suit dan ASW dari Rotorcraft Services Group….seharusnya ini tidak membuat membuat molor pengerjaan karena porsi PT DI pasti tidak akan merakit suit dan ASW dari heli pertama..

  32. Sebelum nyelupkan anu nya, uda kedetec duluan…

  33. Test

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)