Sep 062016
 

Dari tahun 2002 hingga awal tahun lalu, Pentagon melakukan 11 uji penerbangan dari sistem pertahanan rudal tanah air.

Dalam prosedur pengujian, pencegat dari sistem Pertahanan Jarak Menengag Berbasis Darat, atau GMD, yang diluncurkan dari silo bawah tanah untuk mengejar tiruan hulu ledak musuh yang meluncur tinggi di atas Pasifik.

Pencegat gagal untuk menghancurkan seluruh target mereka dimana dari 11 tes yang dilakukan hanya 5 yang mengenai sasaran sementara 6 lainnya luput – berdasarkan catatan tersebut telah mendorong para ahli independen untuk menyimpulkan bahwa sistem tidak dapat diandalkan untuk menggagalkan serangan nuklir dari Korea Utara atau Iran.

Namun lebih dari itu dalam rentang waktu yang sama, Boeing Co., kontraktor utama Pentagon untuk GMD, telah berhasil mengumpulkan hampir US $ 2 milyar pada bonus kinerja untuk pekerjaan yang telah dilakukan dengan baik, menurut studi Los Angeles Times.

Pentagon membayar Boeing dengan total lebih dari US $ 21 milyar untuk mengelola sistem selama periode tersebut.

Sebuah penyelidikan yang dilakukan LA Times juga menemukan bahwa kriteria untuk bonus tahunan berubah di beberapa titik untuk menekankan pentingnya hasil tes yang menunjukkan kemampuan sistem untuk mencegat dan menghancurkan hulu ledak yang masuk.

Awalnya, kontrak Boeing ditentukan bahwa bonus akan didasarkan terutama pada kemampuan “berhasil mengenai sasaran” dalam uji peluncuran. Namun kemudian, kata-kata “berhasil mengenai sasaran” telah dihapus untuk mendukung benchmark yang lebih umum diutarakan, sesuai yang terlampir dalam dokumen kontrak.

L. David Montague, Wakil Kepala panel National Academy of Sciences yang mendokumentasikan kekurangan dari program GMD, menyebutkan bahwa pemberian bonus senilai US $ 2 milyar sangat “mencengangkan,” mengingat kinerja dari sistem yang ada.

Montague adalah mantan presiden sistem rudal untuk Lockheed Corp, mengatakan bahwa bonus yang diusulkan Badan Pertahanan Rudal, badan Pentagon yang mengawasi program GMD, adalah “organisasi nakal” yang membutuhkan pengawasan ketat.

Total kumulatif bonus yang dibayarkan kepada Boeing belum dipublikasikan sebelumnya. LA Times memperoleh rincian tentang pembayaran melalui gugatan yang diajukan terhadap Departemen Pertahanan di bawah Freedom of Information Act.

Seorang juru bicara badan Badan Pertahanan Rudal, Chris Johnson, mengatakan bahwa meskipun catatan sistem GMD dalam tes peluncuran, Boeing telah menerima bonus “berdasarkan kriteria yang ditentukan dalam kontrak”. Dia juga mengatakan pembayaran telah “memenuhi semua peraturan akuisisi yang tepat”.

“Jenis-jenis kontrak memungkinkan evaluasi berkala dan konsisten oleh pemerintah, dan biaya dibayar hanya bila perusahaan memenuhi target yang jelas”, kata Johnson dalam sebuah pernyataan.

Seorang juru bicara Boeing, Dexter Q. Henson, menyebutkan pertanyaan tentang bonus kepada Badan Pertahanan Rudal saat membela perusahaan yang mengerjakan program GMD tersebut.

Boeing “telah memenuhi persyaratan kontrak dan berbagai insentif di berbagai tujuan program”, kata Henson.

“Sebagai kontraktor utama, kami telah bermitra dengan Badan Pertahanan Rudal dalam pengembangan dan pengoperasian satu-satunya sistem pertahanan rudal tanah air yang dapat mengalahkan serangan rudal jarak jauh”, katanya.

Sumber: Defense Aerospace

  11 Responses to “Boeing Mendapatkan Bonus US$ 2 Milyar Dolar Meskipun Gagal Dalam Tes?”

  1. Yah..Pertamax

  2. Gile bonusnya gede bener

  3. Mukidi 3

  4. Muka carin somplak seperti Boeing (pertamax) kah.?

  5. Mengerikan, dari 11 test peluncuran rudal, hanya 5 yg berhasil dicegat sementara 6 lainnya gagal total. Keberhasilan anti rudal buatan Boeing tdk mencapai 99%, boro-boro, malah msh dibawah 50%. Bagaimana nanti jika Kim Jong Un iseng mengirim rudal berkepala NUBIKA terhadap kota-kota dipesisir pantai barat USA, apa yg mau dipakai sebagai tolak balanya oleh PENTAGON? Cukupkah berdo’a? Namun banyak warga USA mlh anti agama…

    Belum lagi bila china, Papua Nugini, Vanuatu juga mengirim rudal terhadap wilayah USA, mengerikan. Namun begitu pun, Boeing sbg kontraktor senjata anti rudal yg jauh dari sukses tetap mendapat bonus gila-gilaan. USA memang negara boros…

  6. denger2 F 22 raptor yg di kerjakan oleh lockhead martin juga sebagian di kerjakan oleh boeing

    diantaranya
    Struktur sayap utama,
    unit pembangkit listrik,
    sistem proteksi kebakaran, dan
    berbagai bagian lain, sebagian besar ditemukan di pesawat utama.
    Boeing juga mengelola banyak subsistemberurusan dengan bahan bakar, komponen listrik, dan operasi mesin.

  7. Itu namanya korupsi kerah putih

  8. Artikel ini paling di tunggu c Carin….

    Carin oh Carin kluar kau!!!!

  9. Boeing klo gagal tes lebih baik kirim ahlinya ke ptdi biar bisa belajar lg ilmu pesawat..

 Leave a Reply