Jan 032017
 

Indonesia mempertimbangkan kembali rencana untuk membeli lebih banyak lagi amfibi BTR-4M 8×8 setelah ditemukannya beberapa kekurangan pada APC amfibi buatan Ukraina.

Setelah menyelesaikan pelatihan awal pada amfibi BTR-4M, Korps Marinir Indonesia melaporkan beberapa masalah, salah satunya yang paling serius adalah bagian hidung kendaraan yang lebih terendam saat beroperasi di air pada kecepatan penuh.

Kekurangan pada amfibi BTR-4M buatan Ukraina bisa berakibat sangat fatal, beberapa waktu lalu beberapa taruna Marinir AS tewas saat melakukan latihan pendaratan di AAV (Assault Amphibian Vehicle) school house saat kendaraan yang ditumpanginya tenggelam akibat hidung kendaraannya yang lebih terendam.

Membangun amfibi APC atau IFV adalah sesuatu hal yang sulit, bahkan lebih sulit jika yang menggunakannya adalah Korps Marinir Indonesia yang rutin menggunakan APC /AFV amfibi beroperasi melakukan pendaratan dari laut ke pantai. APC amfibi tidak hanya berenang menyeberangi sungai kecil atau danau yang tenang, tetapi juga harus mengarungi ombak besar dilaut, yang lazim dilakukan kendaraan AAV (Assault Amphibian Vehicle) yang berdesain seperti perahu.

JakartaGreater

Artikel Terkait :

  68 Responses to “BTR-4M Ukraina Tidak Sanggup ‘Meladeni’ Marinir Indonesia”

  1. yoi ambil punya rusia aja yg baru

  2. Emang kurang bagus…..
    Setuju diganti aja….

  3. Kira kira gantinya apa ya ..marinir kan harus eropa timur mulu…

  4. Gagal deh beli 50 biji…lebih baik dipertimbangkan lagi…apalagi skr lagi galak2 nya anggota dewan ama lembaga lain mengkritisi pembelian bersifat import…heehehe

  5. jgn sampai tentara kita gagal menjalankan tugas karna alutsista yg tidak berkualitas, usahakan pilih yg terbaik, kami rakyat selalu menginginkan yg terbaik untuk TNI.

  6. Coba pandur ato produk rusia

  7. min bikin poling pengganti btr-4m utk marinir dong???

  8. Itu hanya pengen diperbanyak BMP3Fnya…tidak mau kalo cuman diganti dengan 8X8 fungsinya…kecuali sebagai pendamping…berarti masih bagus BTR 80…soalnya itu KW juga…ahhaha

  9. Batal…batal…

    Eh…. muncul pake camo MARINIR 😀

  10. Berpaling ke punya pindad. Propelernya bikin anoa jalan sampe 120knot. Bangga pada buatan dalam negeri

  11. produk dalam negeri aja lah….lebih murah dan sesuai dengan kebutuhan..karena orang lokal yang tahu kondisi lokal

  12. apa kabar anoa amfibi…??

  13. Udah dibilangin beli produk2 rusia, sdh pasti bagus, aman dan kuat…jika rakyat kasih ide atau saran didengrin bukan dicuekin…skr buktinya 4 u it btr 4m sdh pasri rugi total…beli alutsista kok ga pilih, asal beli aja…menhan harus di reshuffel nie…ga becus kerjanya!!!, kebijakan yg payah

  14. Btr 80 lbh bagus

    • Teknologinya masih jadul sama ga ada TOT,, makanya minta ke ukraina.. itu BTR 4 di modif custom sesuai kebutuhan marinir makanya di pesen 5 dulu utk melihat kemampuannya.. dari desain aja banyak yg berubah,, masih butuh pengembangan lebih lanjut sebelom dikirim.. yg jd pertanyaan justru tim yg udah meninjau kemampuan btr 4M sebelom dikirim.. kalo emang ada yg ga puas knp tetep di approve utk dikirim..

  15. kasihan beli barang reject dari dua negara lagi rusak..

    sumber dari wiki
    BTR-4s that are actually being used by Ukrainian armed forces in the ATO operations come from the rejected batch for the Iraqi army. They were found with rust and damaged hulls and thus never accepted by Iraq. Likewise, Azerbaijan refused to purchase the BTR-4 over welding flaws and difficulty in transporting them. Their original desert camo as seen on Iraqi BTR-4s can be noticed in pictures and videos from ATO operations.

  16. Makanya lain Kali kalau Mau beli harus dikaji lebih dulu, macam pembelian su-35 yang harus dikaji dulu dikaji lagi dikaji lagi dan lagi muehehe…

  17. lagian knapa dulu gak dicoba dulu sblom beli,…kirim tim k sono buat pengujian,…kaya’ gini kan buang2 duit aja. spt beli kucing dlm karung. kalo d TNI AU kasus aw 101 yg skrg lg rame…lagi2 mmperlihatkan manajemen TNI yg amburadul.

    • Dulu dicobanya di danau.

      Danau lain dengan laut.

      Apalagi samudera Hindia yg terkenal dengan arus deras dan ombak besar.

      • Emang ukraina gak punya laut ya…?

        Atau emang ranpur ini gak didesain utk nyebur dilaut…..piufhhhh kok makin aneh saja tentaraku ini?

        Ato jangan2 tim yang dikirim utk melakukan evakuasi malah kesasar ke “uzbekistan”….xixixixi

  18. itu salah pembeli dimana2 penjual mah omongannya manis tapi memble…kenyataaan ..gampang sma orang…jelas russia no 1

  19. BMP 3F genepin 100,btr4M/btr 80/btr 82 genepin 90,lvt7atau m113nya genepin 120 unit..nah itu baru cukup….cari 8×8 yg ceper kayak punya russia..lebih stabil manuvernya jika dalam posisi memburu target atau waktu..seken dari btr 80 rusia juga gak papa,ntar diganti mesin baru,

    • emoh ora btr 80 dismounting pada sisi badan apc hanya membahayakan prajurit coba baca pertempuran di checnya bnyak tentara rusia mati kebakar lantaran kesulitan dismounting

  20. Agar bisa ” meladeni ” marinir kita, makanya jangan tanggung2 belikan alutsista yg gahar abis !!!

  21. kasus amx 10 terulang kembali dah? muter lagunya raisa- kali kedua dulu sebagai soundtrack artikel ini

    memang kualitas produksi ukraine anjlok setelah kudeta dan kasus crimea ditambah lagi korupsi yg merajalela ditubuh industri pertahanan ukraina dari dulu sudah sya bilang apa wong di irak ajak btr4 ditolak karena mengalami retak armor
    btw penggantinya apa kira2 yg cocok 8×8 dgn kemampuan teruji amfibi laut bukan sungai namun berpintu belakang biar memudahkan dismounting kyak anoa?

    • @anu

      Aduuuuh susah bingit bahasanya…”dismounting”

      Mbok pake kata yang sederhana saja : “susah keluar” gitu lho….jadi yang lain paham…Ohhh mungkin udah kecapekan

  22. Weleh

  23. jangan malu2 kalau mau buat pesanan ke negara tetangga malaysia. produksi 8×8 gempita masih berjalan. tp maaf saja… amunisinya hanya tinggal buah pisang…

  24. Yaa memang da resiko klou beli barang.untung cuma 5.gni tni bisa komplain ke pabrikan sana.antara uji coba di ukraina.beda sama yang di sini.pasti itu.kok….tergantung pada tingkat perjanjian saja…..kasus2 seperti ini da biasa dlm pembelian alutsista,….bahkan rudal.canggih aja.bisa macet atw delay.

  25. Test

  26. Kalau mau mencontoh desain panser amfibi, sebaiknya lihat Iveco SuperAV Italia atau Terrex Singapura. Kalau panser 6×6 yg amfibinya bagus, bisa lihat Guarani Brazil. Moncong depannya bagian atasnya memiliki kemiringan yg landai. Jadi, dapat disimpulkan hull Anoa IFV 20mm yg baru prototipe lebih bagus kemampuan amfibinya daripada hull Badak, karena moncong depan atas Badak lebih curam daripada prototipe Anoa IFV 20mm.

  27. entahlah

  28. perlu dipikirkan kembali SOP pengadaan alutsista impor jenis lethal yg berlaku utk semua matra, setelah tender dibuka baiknya dipilih tiga terbaik kemudian dilakukan uji lapangan utk kemampuan beroperasi di NKRI, dari tiga terbaik pasti ada satu yg cocok dg kondisi geogafis di negeri kita.
    kalaupun mau pesen langsung tanpa tender … prosedur uji lapangan wajib dilakukan disini dg standar ketat.
    lakukan jg uji kemamampuan senjata, engine dll., semua harus teliti dg standar tertinggi … sertakan jg supervisi jenius anak bangsa non militer, bisa dari perguruan tinggi dan supervisi dari industri lokal.

    • @den bdg

      Ketahuan sekarang yang demen beli tanpa tender…

      Itu tuh yang jauh2 hari (tanpa tender dan proses evaluasi) udah kampanye “alutsista penggentar”….kayak gini neh ciri2nya biawak loreng

      Ada lagi modus yang lain….ngidam barang “ekor putih”, yang harganya patgulipat

  29. kok mirip analisanya bung nakedangel ya di indomiliter

  30. Daripada BTR-4Mnya Ukraina mending pilih punyanya Pakdhe Putin.Anti Embargo dan daya gedornya Joss

  31. Ya sudah …..
    Sekarang ini konsentrasi ke tank Panser made in Russia saja . .
    BTR 80/82 Dan BMP saja …..
    Tidak usah paksa diri untuk Beli …

  32. wah bakal masuk meja rapat lagi “DIKAJI”

  33. terendam itu? coba uji tambahkan plat lebih panjang pemisah ombak/arus di moncongnya. saya dengar ada torpedo rusia sangat canggih dilengkapi supercavitating, bisa melaju sehingga 200 knot. kalau tank2, rantis amphibi, rudal, roket, kapal, torpedo buatan lokal coba diterapkan supercavitating. kecepatan bisa berkali lipat lebih jauh lagi.. tank2/rantis amphibi dipasang beberapa payung di sepanjang di lebar moncong. ehehehehe andai2 aja tapi tidak salah dikembangkan. rusia udah selangkah maju dalam mekalilipat kecepatamn rudal dan torpedo aja..

  34. Beli perahu aja

  35. Bodoh!!!!!…. kenapa tdk di uji memang sebelum dibeli……..kan sebelum di beli spek yg di mau kan sudah di siapkan….. Walau sedikit tapi tetap z membebani di pake salah tdk dipake tambah rugi…..

  36. Tidak usah gengsi kalo minat terrex beli z…….

  37. Di modif bisa kan..kadung kebeli..
    Untuk pilihan lain mungkin bisa ke turki..

  38. siapa tw Yg beli lht modelx bkn kualitasx kali, tp yg namax nasib sial ya sial, tdk ada yg bs memprediksix, jdi ambil hikmahx aja, jdikan sbg plajaran ( fisika n matematika).

  39. Prtmax

  40. udah buat yang modifikasi Indonesia. Bikin lebih sempurna lagi dengan ukraina. Jadi BTR 4 made in Indonesia.

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)