Oct 272015
 
C-17 Globemaster III

C-17 Globemaster III

Pesawat pengangkut militer raksasa yang diproduksi Boing ini menjadi andalan militer Amerika Serikat untuk mengangkut kargo besar. Menggunakan empat mesin pesawat ini bisa menempuh rute jauh. Hebatnya, meski badannya tambun dia bisa mendarat di landasan yang pendek. Bahkan di landasan tanah yang kasar pun bisa dia gunakan untuk mendarat.

Hal inilah yang menjadikan Globelmaster III jadi andalan sejak 1990. Hampir di setiap operasi militer, pesawat ini tidak pernah absen

Pesawat ini bisa take off pada landasan sepanjang 7.600 kaki dengan membawa muatan 160.000 punds. Daya jelajahnya 2.400 mil . Dia mampu mendarat di landasan terbang tak beraspal atau beraspal kecil di siang atau malam hari .

Pesawat mampu mengusung kendaraan berat Angkatan Darat termasuk tank tempur utama Angkatan Darat AS , the- M 1 . Selain itu juga bisa sekaligus mengangkut hampir 100 personel.

Hingga saat ini sebanyak 216 pesawat jenis ini ada di Amerika, 8 di di Brize Norton (Inggris, 5 di Amberley (Australia), 4 di Trenton (Kanada), 3 NATO / SAC Nations (Papa AB, Hongaria), 2 di Qatar dan 5 di Uni Emirat Arab

Bagikan :

  28 Responses to “C-17 Globemaster III, Landasan Tanah pun Dilibas”

  1.  

    Saya mah ga minat beli pesawat kayak ginian…

  2.  

    test

  3.  

    buat jalan2 enak jg nih pesawat

  4.  

    mending buatan pt.di yak? Emang bs buat apa pt.di? Idung doank?

  5.  

    pesawat yang selalu bikin ngiler

    http://www.kitabisa.com/indonesiaf1
    minta dukungannya untuk mas rio haryanto ya hehe

    •  

      wah makasih bung MJ,,
      iya bung pembalap f1 asia pertama lho hehe . . .
      kayaknya msh 2 – 3 pekan kedepan bung pengumpulan dananya allhamdulillah, soalnya dr pihak team marussianya msh memberi rio kesempatan hehe doain aja bung

      •  

        Mungkin pembalap Indonesia pertama Bung@hehe ,,, sudah ada kok sebelum nya pembalap Asia asal Jepang – Kobayashi (Team Sauber ) ,,, bahkan di era 2000-an ada Alex Young asal Malaysia yg sudah berlaga di FI dan ada juga yg dari India an. Karthikeyan dan Karun Chandok walaupun mereka tidak mengikuti full series dalam 1 musim. IMHO

  6.  

    C-17 Globemaster III andalan tetangga selatan sekarang untuk pesawat angkut,tni au kalo mau beli wajar(terlalu lama tot juga tidak dikasih amrik)selain antonov dan super hercules tipe j.

    kalo ada uang patut lah beli tak usah banyak 4-6buah jd skadron angkut berat.

    salam damai selalu

  7.  

    Pesawat Super Tambun

  8.  

    menang super tucano di sergap dr belakang bung..hehehe just kidding bung th

  9.  

    sebagai pihak-user-bagaimana minat TNI ????

    •  

      Ada rencana untuk di akusisi juga selain Herc J..kalau ane sich,apapun yg terbaik untuk TNI dan bangsa ini ajalah..
      BRAVO

    •  

      @bung tr saya rasa kalo ditanya skadron angkut pasti semua setuju kalo jd akusisi(selain super herck j)user tni au

      kendala:1.uang
      2.politik
      3.faktor lain2

      globe master susah dicari lawan classnya,kalo khusus super herk tipe j masih ada lawannya antonov,copt paste buatan china,a400.(cm info saja)

      salam damai selalu met malam:)

  10.  

    Saya msh ingat saat pertama kali melihat lgsg pesawat tambun ini, saat itu hari Jumat awal Juni 2006 seminggu Pasca Gempa besar, saat melihat langit Jogja kok ada suara pesawat yg aneh saya perhatikan lg ini bkn Hercules (saat itu blom tw ttg pesawat ini), sirip2 dan ekor pesawat sangat terlihat jelas pdhl rumah saya sekitar 25km dr Bandara Adisucipto, dan salutnya pesawat ini sanggup mendarat di Bandara Adisucipto pdhl landasannya pendek hanya pesawat Boeing 737 atw Airbus A-320 yg bs mendarat
    Saat parkir pun memakan 2 tempat parkir pesawat biasa. Pihak ATC pun mengakui kehandalan dan ketangguhan pesawat dan pilot USA ini. Ini adalah pesawat asing pertama yg mendarat di Jogja setelah gempa. Baiknya Indonesia jg pesawat spt ini.klo pesawat tempur dr Rusia saja

  11.  

    Menang tukang hoax sebagai dalangnya…

  12.  

    Kira2 nasibnya sama g y kya MH17 bila kena rudal buk rusia…,bsa di byangkan…!

  13.  

    Bukannya lini produksi C-17 sudah ditutup ole Boeing jangan2 kita ditawarin hibah C-17 nih..kalo sama2 produk AS mending kita beli 4 unit C-130 seri J baru

    •  

      benar bung ryan, untuk mid 2015 c17 globe master III A mereka telah menyerahkan pesanan terakhir ke australia (?). Tapi boeing sudah merencanakan mengerjakan pesanan tambahan dari singapura, india, australia,uea dan negara baru yang tertarik. Beritanya ada pada majalah airforce daily (?) maret tahun ini..(cmiiw).. kalau ada wacana indonesia memesan mungkin saja. Justru wacana a 400m yang tertunda. Jika perannya untuk pergeseran mbt atau beban sampai 80 ton, c 17 lebih paten.
      salam tabik bung ryan..

  14.  

    Wah 7600 feet itu sekitar 2300-an meter lebih lho. Banyak landasan2 kita yang lebih pendek dari itu, termasuk bandara2 yang lumayan besar. Sebagai contoh: Bandara Abdul Rachman Saleh di Malang itu landasannya cuma 2300 meter. Ya bisa sih take-off dengan mengurangi muatan angkut, tapi kan jadi mubazir pesawatnya kalo gitu. Bandara Adisucipto di Jogja malah cuma 2200 meter. Di Kalimantan bandara Supadio, Pontianak juga cuma 2,250 meter. Itu aja bandara2 di kota besar. Nah gimana di pelosok?

    •  

      C-17 Globemaster III, Landasan Tanah pun Dilibas…untuk sekelas Pesawat ini rasanya belum pas untuk negara kita..Herkules saja dengan seri terbaru kalo dikasih…ini lebih baik…irit, handal dan tidak membutuhkan landasan hingga 2300 m….alamat gusur lagi deh …bandara kita yang minim panjangnya…mungkin Heli Chinook lebih cocok untuk yang landasannya tidak maksimal..moga2 aja dapat minimal 4 lah

      •  

        Ya itu tadi salah satu pertimbangan saya juga bung. Memang bisa saja “dipaksakan” landing seperti di Jogja waktu itu, toh panjang landasan di Jogja yang 2200 meter bedanya ga banyak dengan persyaratan si Globemaster. Ditambah lagi dengan kapasitas bahan bakar yang sudah banyak berkurang, otomatis bobot pesawat juga lumayan berkurang jadinya memungkinkan untuk mendarat di jogja walaupun agak2 “mepet”. Jadi selama daya angkutnya dikurangi, bisa aja sih memang untuk landing maupun take off. Tapi ini kan ga ideal. Lagipula kita bicara Jogja lho ini. Lha gimana kalo misalnya kita butuh ke pedalaman Kalimantan, Sulawesi, Maluku, atau Papua? Berarti kan harus didrop lagi dengan helikopter atau pesawat yang lebih kecil misalnya….

        Sebenernya yang lebih cocok untuk kita saat ini ya pesawat kargo yang bisa take off dan landing di landasan kurang dari 1000 meter, entah itu Super Herkie, A-400, atau An-70.

  15.  

    Tu komen yg diatas ada yg bilang ni pesawat pernah mendarat di adisucipto saat gempa yogya, untk ngangkut bantuan..

  16.  

    mesinnya 4 yh waja bisa di jalur pendek

 Leave a Reply