Sep 222016
 

NEW JERSEY – Para insinyur di Picatinny Arsenal sedang mengerjakan granat tangan baru yang mematikan untuk pertama kalinya setelah selama lebih dari 40 tahun, dirancang untuk memberikan fleksibilitas yang lebih besar untuk pertempuran.

Desain granat tangan multi-fungsi akan memberikan kemampuan ledakan fragmentasi dan ledakan overpressure secara lebih efektif dan aman daripada granat pendahulunya. Setelah diterjunkan, parjurit akan dapat memilih dan menggunakan granat tangan dengan efek yang berbeda hanya dengan membalik saklar.

Selama lima tahun terakhir, para insinyur Picatinny telah bekerja sama dengan perwakilan Sekolah Infanteri, kader granat tangan, para tentara dan marinir yang aktif bertugas, untuk menentukan kebutuhan kemampuan tempur sebuah granat tangan.

us-evaluasi-picatiny-granat

Marinir dan insinyur berkumpul untuk mengevaluasi dan memilih berbagai bentuk granat dan desain. (Photo Credit: Herbert Wortmann)

Para prajurit kami kehilangan kemampuan menggunakan pilihan granat tangan mematikan ketika granat gegar otak MK3A2 dibawa keluar dari layanan pada tahun 1975 karena bahaya debu asbes, sehingga hanya meninggalkan granat fragmentasi M67.

Pengembangan granat di Picatinny sedang dilakukan oleh para insinyur dengan Pusat Riset, Pengembangan dan Rekayasa Militer atau ARDEC.

Pendanaan ilmu pengetahuan dan teknologi telah memungkinkan ARDEC untuk menjadi ujung tombak dalam merancang dan mengembangkan granat tangan Enhanced Tactical Multi-Purpose (ET-MP), generasi berikutnya granat tangan mematikan Angkatan Darat AS. Granat yang dirancang untuk memenuhi persyaratan kinerja yang diperlukan untuk keterlibatan pertempuran jarak dekat di mana harus memiliki efek mematikan.

ARDEC sedang bekerja sama dengan Manuver Center of Excellence di Fort Benning, dan Manajer Program untuk Sistem Pertempuran Tertutup, untuk memasukkan teknologi kritis dengan desain Soldier-Centric guna meningkatkan keamanan dan kemudahan penggunaan.

Seorang tentara di Fort Benning melempar prototipe, granat inert dari posisi berlutut. (Photo Credit: Herbert Wortmann)

Seorang tentara di Fort Benning melempar prototipe, granat inert dari posisi berlutut. (Photo Credit: Herbert Wortmann)

Menurut Jessica Perciballi, staf proyek ARDEC untuk ET-MP, Divisi Granat & Penghancur, Angkatan Darat AS, ET-MP merupakan granat tangan pertama yang dapat disesuaikan dengan misi. Tentara tidak akan perlu membawa banyak jenis granat tangan.

“Mereka saat ini membawa satu granat M67 yang menyediakan efek fragmentasi mematikan. Dengan granat multi-fungsi baru, mereka dapat membawa satu granat ET-MP dan memiliki kemampuan untuk memilih salah efek, yaitu efek fragmentasi atau efek concussive situasi yang sedang dihadapi”, kata Perciballi.Fitur lainnya adalah bahwa granat tersebut dirancang ambidextrous, yang berarti bahwa mereka dapat dilemparkan dengan tangan kanan maupun tangan kiri. Saat ini granat memerlukan prosedur pengaktifan berbeda apabila ingin digunakan pengguna tangan kidal.

“ET-MP tidak hanya akan memberikan kemampuan tambahan dan mematikan untuk para prajurit, juga akan menjadi yang pertama bagi Badan Review Keselamatan Militer dan Amunisi Non-Sensitif memiliki granat berkualitas dan mematikan dalam portofolio Angkatan Darat”, tambah Perciballi.

Menurut Matthew Hall, Kepala Pengembangan Basis Teknologi Granat, permintaan untuk sebuah granat multi-fungsi datang dari para prajurit pada tahun 2010, dan penelitian segera dimulai. Pendanaan ilmu pengetahuan dan teknologi telah bergerak maju dengan proyek ini pada tahun fiskal 2013.

“Kami menerima masukan langsung dari Angkatan Darat dan Korps Marinir, yang pada awalnya sangat penting dalam memastikan persenjataan baru dan desain fuzing yang lebih user friendly”, kata Hall.

“Dengan semua upgrade ini pada ET-MP, tidak hanya sumbu waktu sepenuhnya elektronik, tetapi latihan pemicu ledakan juga juga keluar jalur”, tambah Hall. “Pemicu waktu sekarang dapat dipersempit dalam milidetik, dan sebelum diaktifkan, granat tangan tidak akan dapat meledak”.

Menurut Hall, rencana saat ini bagi ET-MP adalah transisi granat baru sebagai Project Manager Sistem Tempur Tertutup di tahun fiskal 2020.

Sumber: US Army

Peminat manga, anime, gadget, sains & teknologi, sosial-politik dan militer
Link medsos ada dibawah
– Facebook
– Google Plus
– Twitter

  9 Responses to “Cara Modern Untuk Berkata “Boom” Dengan ET-MP”

  1. PERTAMAX RACING

  2. Ahhhh……gitu yah……

  3. Bahasanya artikelnya kaya mbak2 bersuara robot di yutub..”saya sebagai membaca karena berat dimengerti” …)@##$$?¥+£€×78(*&$

  4. size nya masih terlalu besar, cb diperkecil seurukan permen atau ping pong..

    • sebenarnya untuk 2 granat (fungsi) yang dijadikan 1 wujud, udah bagus untuk saat ini… mungkin hasil akhir pada 2020 akan seperti yang bung @Kasamago harapkan 😀 semoga hal itu bisa diwujudkan Pindad.

  5. wah digital yah, anti air nggak… jangan-jangan ndak bisa dipakai saat hujan…? wkwkwk.
    .

    • hahaha…. berarti ada 3 versi dong, untuk derah gurun recommended yang non water-proof, sedang untuk daerah tropis recommended yang water-proof nah untuk kawasan kutub menggunakan freeze-proof 😀 😛

  6. Granedos

  7. Granatnya koq mirip manggis ya? cuma beda warna aja (biru)

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)