Jan 032017
 


Dalam sebuah wawancara dengan Sputnik, pakar militer Rusia, Vasily Kashin memberikan gambaran rinci dari upaya militer Beijing, termasuk proyek yang sedang berlangsung dan paling rumit.

“Pada tahun 2016, jet tempur generasi kelima pertama J-20 jet tempur ditransfer ke Angkatan Udara China” katanya. “Ini adalah saat yang paling berisiko dan proyek yang paling rumit secara teknis bagi industri Cina seperti yang dibuktikan oleh pengalaman Amerika dalam pengujian dan pentahapan jet tempur generasi kelima”.

Chengdu J-20 dengan kemampuan siluman, mesin ganda, adalah pesawat tempur generasi kelima yang dikembangkan oleh Chengdu Aerospace Corporation China untuk Angkatan Udara China. Pesawat ini sudah dalam pelayanan sejak 2016.

Analis menambahkan bahwa sulit untuk mengatakan terdapat pesawat J-20 yang akan siap tempur, tetapi program J-20 tampaknya berjalan seperti yang direncanakan.

“Angkatan Udara China cenderung mengadopsi pesawat siluman J-20 lebih cepat dari Angkatan Udara Rusia dengan PAK-FA-nya. Pada saat yang sama kita harus memahami bahwa pesawat tempur generasi 4++ akan menjadi tulang punggung Angkatan Udara China dan Rusia sebagai kekuatan serang selama bertahun-tahun yang akan datang”, katanya.

Kashin menyebutkan bahwa proyek J-31 dianggap kurang berisiko daripada J-20, namun perkembangannya melambat pada tahun 2016. Sementara itu, China terus memproduksi secara massal Chengdu J-10, pesawat tempur ringan multirole, dan sukses melakukan ujicoba jet tempur Shenyang J-11D. Yang terakhir disebutkan analis disebut sebagai pesawat terbaik Cina yang dibangun berdasarkan platform Sukhoi Su-27, dan pesawat ini sudah mendekati tahap produksi massal.

“Transportasi udara militer menerima 2 jenis pesawat baru, pesawat angkut besar Xian Y-20 dan pesawat angkut medium Shaanxi Y-9. Fakta bahwa China memproduksi pesawat amgkut berat pertama merupakan terobosan yang sangat signifikan bagi negaranya. China telah menjadi negara ketiga di dunia bersama Rusia dan Amerika Serikat yang mampu menghasilkan jenis pesawat ini”, jelas analis.

Pada tahun 2016, China terus memproduksi massal Kapal Perusak (Destroyer) Tipe 052D. China diharapkan memiliki setidaknya 14 unit destroyer Tipe 052D di gudangnya. Beijing juga sedang mengerjakan 2 kapal induk dan memiliki 1 yang aktif dalam pelayanan Angkatan Laut China. Salah satu dari dua kapal induk baru ini diharapkan akan ditugaskan “dalam waktu dekat”, kata analis.

Tahun lalu China juga terus mengembangkan persenjataan strategis. Beijing pun melakukan ujicoba rudal balistik antarbenua, termasuk generasi berikut rudal berbahan bakar padat, Dongfeng-41 (DF-41). insinyur Cina juga memodifikasi Dongfeng-31 (DF-31) dan meningkatkan kemampuan Dongfeng-5 (DF-5). Pada tahun 2016, muncul gambar pertama dari kapal selam bertenaga nuklir Proyek 09-IVA.

Sumber: Sputniknews

Artikel Terkait :

  20 Responses to “Chengdu J-20 Adalah Program Pertahanan Aktif Paling Beresiko dan Rumit Bagi China”

  1. siluman

  2. china memang makyus……

  3. Pesawat prototipe yg masih diuji terbang ini belum terbukti kemampuannya. Bukti ketangguhannya nanti jika operasional sesungguhnya.

  4. Masalahnya . . apakah kita(indonesia) sudah segigih cina. . .ingat !!!! cina itu ancaman !!!.

  5. kemampuan teknis dan non teknis didukung komitmen pemerintah menjadikan china melesat secara teknologi maupun industri. untuk hal ini seharusnya indonesia menyontek china.

  6. belum battle proven

  7. Biar ada cap battle provinsi, mari kita akuisisi 2 skadron dan ditaruh di Lanud EL Tari dan Lanud Parangtritis sambil minta tot pembuatan ifx.

  8. Kalo di suruh memilih,nikita lebih memilih produk buatan rusia ato amrik dari pada buatan cina,kualitasnya itu bow meragukan

  9. Ini yang disuka dari China, meskipun dihujat sana sini dan dituduh mencontek mereka tetap berkembang ilmu pengetahuannya dan cukup pesat di Asia, mari kita ikut belajar dan jangan hanya iri dan memaki.

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)