Feb 082017
 

BEIJING – Kapal induk pertama buatan China kemungkinan akan ditugaskan di Laut China Selatan, mengutip laporan Daily Mail pada tanggal 1 Februari. (China Military)

Seorang pakar militer China mengatakan dalam sebuah wawancara dengan China Central Television (CCTV) bahwa China membutuhkan lebih banyak pangkalan untuk memberikan jaminan yang mendalam bagi kapal induk induknya, ia juga menekankan bahwa Laut China Selatan adalah laut lepas di mana kepentingan keamanan dan pembangunan China cukup terkonsentrasi, kapal induk China harus berpatroli diwilayah tersebut.

Menurut media asing, Washington berjanji untuk menantang klaim China atas kedaulatan di Laut China Selatan. Juru bicara Gedung Putih Sean Spicer mengatakan “Amerika Serikat akan memastikan bahwa kami dapat melindungi kepentingan kami di sana … membela kepentingan internasional dari kepemilikan oleh sebuah negara”.

Press Trust of India melaporkan bahwa China saat ini sedang membangun kapal induk kedua, yang diharapkan akan selesai pada semester pertama tahun 2017 dan secara resmi bergabung dengan PLA Navy di tahun 2019. Kapal induk ini mungkin akan dikerahkan di suatu tempat di Laut China Selatan untuk menangani “kompleksitas situasi” di sana.

Yin Zhuo, direktur Komite Konsultasi Ahli PLA Navy, menyatakan bahwa daerah yang meliputi 3,5 juta kilometer persegi, Laut China Selatan jauh lebih luas daripada Laut China Timur dan Laut Kuning serta memiliki kedalaman yang lebih besar dan lebih cocok untuk dilalui kapal-kapal besar.

Kehadiran militer China yang kuat di wilayah itu diragukan akan mempromosikan perdamaian dan stabilitas di sana, Yin menekankan.

Dalam kondisi yang bagaimana seharusnya pangkalan atau pelabuhan kapal induk harus dimiliki? Menurut Du Wenlong, seorang peneliti senior di Akademi Ilmu Militer Tentara Pembebasan Rakyat, sebagai dasar penting untuk pemeliharaan dan istirahat kapal induk, pangkalan tidak hanya sebagai fasilitasi berlabuh, tetapi juga untuk pemeliharaan dan jaminan.

Du menyatakan bahwa China telah memiliki sebuah pangkalan kapal induk di Qingdao, dan kapal induk baru dapat berbagi rumah dengan pendahulunya Liaoning saat pertama kali ditugaskan, sehingga dapat mengambil pengalaman dalam menggunakan pangkalan.

Akan tetapi sebuah pangkalan saja jelas tidak cukup dan PLA Navy akan membutuhkan lebih banyak pangkalan kapal induk untuk memberikan jaminan yang mendalam kepada kapal induknya.

Du Wenlong juga mengatakan bahwa pembangunan pangkalan kapal induk harus didasarkan pada kebutuhan aktual. Di mana ada banyak tekanan dan masalah, lebih banyak perhatian harus diberikan dan itu wajar untuk membangun pangkalan kapal induk sana.

JakartaGreater

  26 Responses to “China Butuh Pangkalan Baru Untuk Kapal Induk”

  1. Nah, klo ini baru beneran pangkalan 😀 hihihihi

  2. Buat aja yg banyak. Nanti jual murah ke RI.

    • jual ke Madura maksudnya @bank Ruskye? hihihi

      • Buat aja di kalimantan 😀
        Kerja sama oleh rusia dan indonesia…
        Untuk menandingi pangkalan US yang sudah mengepung RI 🙂
        Yang setuju angkat kaki nya :v

        • Klo niat sih sepertinya ada bung @Hanafi, tapi sayang, pasti banyak sekali alasan untuk bisa merealisasikannya, terutama masalah klasik 😛 yaitu anggaran… hehehehe

          • Ckckckcck tepat bung,anggaran yang slalu slalu dan slalu jd msalah di negara ini…
            Ane salut,,pdahal hasil bumi pertiwi kita melimpah,tpi kenapa uang negara tidak melimpah juga ya…
            Wkwkwkwkwkk

          • ya bung @Hanafi
            padahal bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya adalah milik negara, tapi sayang bukan dipergunakan utk sebesar-besar kemakmuran rakyat, melainkan utk kemakmuran segelintir “elite” politik/perorangan… miris banget

  3. prinsip cina ya gitu, bangun terus, untung datang belakangan.

  4. menurut saya kepulauan paracels adalah daerah operasi kapal induk ke 2.
    untuk menjepit kemampuan taiwan di laut dan udara.

    jika terjadi eskalasi di LCS spratly island adalah pilihan china untuk menempatkan kapal induknya…
    dan ASEAN bagian utara menjadi terbuka bagi militer china untuk di ekspansi…

    • Bung Bhisma, bagi Cina….Taiwan itu cuma sasaran antara. Sasaran pokok hingga 2020 ini adalah menancapkan hegemoninya di LCS berapapun itu biayanya. Kapal induk, kapal selam yang banyak, kapal perusak dan pespur yg punya efek penggetar lawan macam J-20 dan Su-35 itu sudah ada di gudang senjata Cina. Satu lagi, pangkalan AL dan AU Cina sudah tersedia di LCS. Jadi Cina sdh merasa siap biarpun AS menghadang di LCS.

      Selanjutnya setelah LCS di kuasai mudah ditebak yaitu sasaran pokok bakal meningkat, ingin eksis di Samudra Hindia dll yang notabene makin jauh dari daratan Cina. Itu semua bisa dilakukan Cina karena memang ekonomi negara ini sudah mampu untuk melakukan itu semua. Dan itu semua dilakukan untuk kepentingan ekonomi Cina yg ingin terus tumbuh.

      Salam

      • yup,,
        cuma bedanya untuk kasus front pasifik ini..
        Taiwan sasaran utama.. china ingin menyatukan kembali propinsi yg dianggap memberontak.

        dari segi geopolitik versus US
        left flank sudah paten dan stabil karena ada rusia disana..
        right flank yg sangat susah untuk menghadapi lawan, proxy US.. Aus.
        bukan karena AUS kuat tapi harus melewati negara besar innocent dan kopig yg bernama NKRI. Ijin lewat dengan pasukan penuh tak mungkin diberi oleh Indonesia… apalagi dijadikan battlefield… dan untuk mencapai kondisi itu.. perlu melakukan “penaklukan” viet, malay dan fili terlebih dulu yg ‘bau”nya mudah dicium Indonesia..

  5. Intinya, jika china ga berteman karib dgn russia, kemungkinan besar china sdh di hancurkan oleh as dr dolo, dlm hal merebutkan lcs aq lbh condong ke as, tp utk hal lainnya aq pilih russia!!,,

  6. Indonesia harus punya 10 kapal selam untuk menandingi satu kapal induk, jika china punya dua kapal induk maka Indonesia harus punya 20 kapal selam, borong rudal yakhon dan brahmos lalu instal di kapal permukaan, lalu jangan lupa ini sangat penting rampungkan kapal timaran dan produksi dengan segera, hehehe dengan alutsista di atas saya punya strategi untuk menumbangkan kapal induk

    • Cukup hadapi dengan 8 unit CBG dengan persenjataan Torpedo BSA dan Rudal UGM-84A, atau 5 unit Kilo 636 dengan persenjataan 3M54K dan Torpedo Skhval-E atu sekalian Di instal torpedo BSA (Kalo bisa). Cukuplah untuk membuat Armada kapal induk Chinok Klepek2

    • Bung @Kentang Kansas, lebih cepat mana membangun kapal induk China atau kapal selam Indonesia? 😀 hehehe… yang khawatir menurut saya adalah rudal balistik antar benua berkekuatan nuklir milik china 😀 sekali pencet tombol pasti langsung sampe Jakarta tuh 😛 hahahah

      Jadi kangen sama @mbah bowo

  7. Amiin @bung Lingkar, semoga kesibukan @Pak Dhe cepat kelar,..Tiongkok terus agresif dan tambah Kapal Induk, bagaimana RI sering telat mikir untuk kebutuhan Kapal Induk, cukup dengan ketapel dan bambu runcing.

    • Klo utk kapal induk sptinya blm jadi prioritas RI, karena selain mahal, butuh sumber daya besar dan waktu untuk membangunnya, lebih baik membangun kapal perang murah, punya mobilitas tinggi dan dilengkapi persenjataan mumpuni utk melumpuhkan kapal induk musuh…

 Leave a Reply