Sep 302016
 

Analis militer Barat telah menyatakan kekhawatiran terhadap fakta bahwa China dan Rusia telah meningkatkan kekuatan udara mereka termasuk sistem pertahanan anti-pesawat yang lebih canggih.

“Selama lebih dari dua dekade, pesawat tempur yang diterbangkan oleh AS dan sekutunya di Eropa telah cukup banyak bertebaran di angkasa. Sekarang, China dan Rusia telah menghabiskan banyak dana pada persenjataan baru yang dapat menantang superioritas itu, dan memicu perlombaan senjata baru”, menurut Robert Dinding , editor senior penerbangan dan kedirgantaraan Wall Street Journal (WSJ).

WSJ mengutip penyataan Kepala Staf Angkatan Udara AS, Jenderal David Goldfein yang menanggapi pertanyaan anggota parlemen AS pada bulan Juni. Ketika itu dia ditanya apa saja kemungkinan tantangan utama Angkatan Udara AS saat ini.

“Tantangan yang paling mendesak untuk Angkatan Udara AS saat ini adalah meningkatnya kemampuan militer para rival dengan peralatan canggih untuk menyaingi kita. Kemajuan mereka telah menantang kendali kita di udara”.

F-35A

Jet tempur siluman F-35A Angkatan Udara Amerika Serikat

 

Saat ditanya tentang rencananya untuk mengatasi tantangan tersebut, Goldfein menekankan bahwa ia akan mendorong sejumlah program modernisasi termasuk “platform baru seperti F-35 dan B-21, yang akan memastikan keunggulan kualitatif Angkatan Udara AS terhadap musuh-musuhnya”.

rusia-sukhoi-t-50-pak-fa

Rusia bersiap produksi Sukhoi T-50 PAK-FA dan diharapkan pada tahun 2017 telah tersedia minimal 1 skuadron jet tempur siluman tersebut.

 

Namun, tampaknya kesenjangan teknologi antara AS dan lawan-lawannya – Rusia dan China – telah semakin rapat. WSJ menunjukkan bahwa pada tahun 2017 Rusia berencana untuk menyediakan jet tempur siluman pertamanya Sukhoi T-50 PAK-FA.

“Pesawat bermesin ganda ini dirancang untuk memiki keunggulan manuver dan dilengkapi dengan elektronik canggih yang mampu mendeteksi pesawat musuh dari jauh”, tegasnya.

Sementara bomber Rusia Su-34 dan jet tempur Su-35 telah menerima banyak komentar positif dari para analis militer setelah beraksi di Suriah beberapa waktu ini.

China juga telah melakukan segala upaya untuk menutup kesenjangan Angkatan Udaranya dengan Barat. Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) juga telah melakukan berbagai upaya untuk modernisasi Angkatan Udaranga dengan memfasilitasi akuisisi sistem senjata dan teknologi canggih, meningkatkan pengalaman operasional di dalam dan diluar negeri tidak hanya di Asia saja.

china-j-20-launch-missile

Jet tempur siluman Chengdu J-20 China, dikembangkan berdasarkan desain jet tempur siluman F-22 Amerika Serikat

 

Angkatan Udara China juga telah memiliki Chendu J-20, “yang menyerupai F-22 AS”, demikian menurut WSJ. Selanjutnya, saat ini Beijing sedang mengembangkan pesawat tempur generasi kelima yang baru, yang disebut FC-31, pesawat ini dirancang untuk digunakan pada kapal induk sama seperti F-35C AS.

Berdasarkan analisa National Interest, pesawat tempur FC-31 ini kemungkinan akan mulai beroperasi pada awal 2022. Tapi itu semua baru sebagian dari kesulitan yang akan dihadapi Pentagon.

Menurut WSJ, “Baik China maupun Rusia juga memiliki sistem pertahanan anti-pesawat yang lebih canggih. Moskow mengklaim bahwa sistem pertahanan rudal S-400 Triumph saat ini dapat menembak jatuh pesawat pada jarak 400 km, atau hampir dua kali dari kemampuan sebelumnya”.

rusia-s-400-triumf-baterai

Sistem pertahanan rudal S-400 Triumph memiliki jangkauan lebih dari 400 km

 

Untuk mengatasi meningkatkan kemampuan militer Moskow dan Beijing, militer AS berusaha mendorong rencana untuk memperkenalkan rudal jarak jauh untuk pesawat tempur AS, yang memungkinkan rudal tersebut mengenai sasarannya, serta memiliki armada udara yang kebal terhadap sistem pertahanan udara musuh.

Pentagon, bersama dengan Kementerian Pertahanan Eropa, berusaha untuk merancang pesawat baru untuk memastikan kelangsungan dominasi udara oleh NATO. Pada bulan Juli 2015 National Interest menyebutkan “lima pesawat tempur paling berbahaya” dari Rusia. Yaitu Sukhoi Su-27 Flanker, Mikoyan MiG-29 Fulcrum, Sukhoi Su-35 Flanker-E, Sukhoi T-50 PAK-FA, dan bomber strategis Soviet-era Tupolev Tu-160 Blackjack.

Sumber: Wall Street Journal, National Interest

 

Vegassus © JakartaGreater.com

Artikel Terkait :

  16 Responses to “China dan Rusia Tantang Supremasi Udara Barat”

  1. mantap. su 35 pake pertamax

  2. Terus NKRI hanya menonton saja melihat negara lain semakin maju..dan kekuatan angkatan udara NKRI dari dulu selalu tertinggal Dr negara lain..

  3. indon tak da daya kah kah kah kah

  4. TEPAT, HUKUM KESEIMBANGAN AKAN SLALU ADA DIMANA KEDIKJAYAAN BUKANLAH SUATU KEABADIAN, MUNGKIN KEHADIRAN SU-35 DAN T-50 PAKFA AKAN SEGERA MENJAWAB KESOMBONGAN AS YG SUDAH MERASA MENGUASAI BELAHAN DUNIA, TANPA DISADARI KEDIKJAYAANYA AKAN SEGERA BERAHIR…

  5. Mudah2 ri cpt nyusul

  6. Sayangnya amrik enggak sadar kalo dia punya senjata canggih yang jauh lebih dasyat dari rudal2 nuklirnya. Senjata itu adalah congornya Trump, Capersnya sendiri.

  7. Nah lo mau lari kemana pespur barat,,, siap siap di tepuk generasi muda pespur blok timur,, hhaaaaaaaa… Lanjut ah ngopinya.

  8. Supremasi udara??? Kapan Indonesia bisa spt mereka yah…
    Kalo memiliki 50 % aja kuantitas dari mereka( cina n rusia) tp dg kualitas yg real mumpuni,dijamin payung udara bagi wilayah NKRI yg Segede Eropa nih mantap. Selain tuh bisa sbg payung udara utk TNI Al dan AD,Marinir,AU sendiri.

  9. Dari pada bikin pespur dan rudal baru , strategi yg paling bagus adalah meratakan cina dan rusia

  10. Si agan Vegassus kok lupa mencover bahwa beritanya tidak hanya dari WSJ? Karena text aslinya lebih sedikit. Dan bagi yang paham bahasa Inggris, kelihatannya inti penyampaian agak di plesetkan oleh bung Vegassus. 🙂

    Tabik.

  11. Lupa menambahkan, secara SIPRI dan Janes Military Aircraft, ternyata:

    1. Kekuatan jumlah pesawat tempur USAF hampir menyerupai kekuatan jumlah fighter plane Russia+China+North Korea.

    2. Jangan lupa kekuatan supremasi udara nomor 2 justru dimiliki bukan oleh negara lain tetapi dari jumlah pesawat tempur milik US NAVY.

    3. Yang terkecil dan mendekati jumlah pesawat tempur Korea Selatan (ranking 6) adalah US Marine Corps.

    4. Bayangkan kalau fighter dari militer amerika dijumlahkan. Berapa negara yang sanggup menyaingi jumlahnya? 🙂

    5. Jangan dimasukkan ke hati, saya cuma mengajak berpikir secara kontekstual.

    Tabik.

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)