Sep 012016
 

China dan Ukraina telah menandatangani kesepakatan untuk memulai kembali produksi Airlifter Strategis Antonov An-225 “Cossack”, menurut laporan media dari kedua negara.

Perjanjian ditandatangani antara Aviation Industry Corporation of China (AVIC) dan Antonov pada tanggal 30 Agustus 2016 dengan memberikan akses China ke desain dan teknologi untuk keperluan produksi dalam negeri pesawat tersebut, menurut organisasi berita STCN China dan Ukraina Business Channel (UBR).

Didukung oleh enam mesin Progress D-18T dan mampu mengangkat payload sekitar 253,82 ton serta memecahkan rekor dunia, An-225 (bernama Mriya di Ukraina) adalah pesawat angkut terbesar yang pernah diterbangkan. Awalnya dibangun untuk membawa pengorbit Soviet Buran, pesawat melakukan penerbangan perdananya pada tahun 1988. Hanya satu pesawat yang pernah diselesaikan sesuai standar kelayakan terbang, dan sementara contoh kedua mulai dikerjakan pada pertengahan 2001 dan terkendala pada pendanaan yang tidak lagi tersedia hingga akhirnya proyek itu ditangguhkan. Satu-satunya pesawat yang selesai sekarang disewa oleh Antonov Airlines untuk mengangkut kargo di seluruh dunia.

Menurut laporan, China kini berencana untuk menerbangkan pesawat An-225 pertama pada tahun 2019 dengan jumlah yang belum ditentukan.

Sumber: IHS Jane

Artikel Terkait :

  20 Responses to “China dan Ukraina Sepakat Memulai Kembali Produksi An-225”

  1. Waaaooouuuwww…..

    • Nga abis pikir ini pesawat kargo buat apa sih..pasti angkut barang ke pulau buatan woody peker
      Naruh alat berat ato naruh boom.
      Makin hebat aja china ni negara komunis dan banyak musuhnya

    • cina gerak cepat…….. udah dapet desain dan teknologi……..

  2. Ukraina. Ini Ipteknya sekelas Rusia..semenjak konflik dengan Rusia banyak teknologinya ditawarkan ke luar negerl yg penting ada uang..kita harusnya menangkap peluang ini khususnya teknologi roketnya..

  3. Mumpung Pak Jokowi dan Ahok Akrab dengan China Kita Kerjasama saja, khan Hanya TOT bukaaan Politik…….:-)

  4. siap siap di contek!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! utk menyempurnakan pesawat angkut berat si negara mangkok pekok

  5. Ukraina emg penuh “harta karun” teknologi peninggalan soviet.. mulai dari Rudal R-36(SS18 Satan) Dneipr (Yuzhmash),, Industri Perkalapalan Nikolayev,, Pesawat Antonov dan Tank/Ranpur buatan Kharkov Industry (pabriknya BTR-4).. makanya ga heran klo cina selalu pingin kerjasama ama ini negara dibanding ama rusia yg setengah hati..

    • Indonesia juga..berupaya ke sana cuma gak greget kurang agresif seperti china..
      Duite sopo…ahahahhaaha..

      • saya setuju dengan pendapat bung diatas,kalo duit ada dan banyak bisa minta tot dengan ukraina minimal bisa mendapatkan ilmu,kekurangan ukraina adalah biaya riset dan biaya untuk perang aja sudah ngos2an(melawan fraksi didukung rusia ditimur ukraina)

        kalo produksi jalan artinya mobilitas au china khususnya angkut makin lebih cepat untuk proyeksi pasukan+logistik jarak jauh(y20 hampir setara dengan c17globemaster,ini kalo tidak salah sama dengan c5galaksi)

        salam damai selalu:)

    • itulah bro kenapa nato ngebet sama ukraina krn pengen tau teknologi R36

  6. Borong 20unit

  7. Yang punya uang lah yang berkuasa untuk apapun, noh contohnya adalah cina. Negara2 lain pada nunggu ngumpulin duit dan berfikir dulu buat beli antonov, cinak langsung maju.

  8. Gerak cepat rupanya bila proyeknya lancar maka China akan mampu memproduksi sendiri pesawat angkut dari berbagai kelas dari medium, heavy hingga super jumbo utk bisa bersaing dengan 3 negara produsen Pesawat terbesar yg selama ini mampu menguasai pasar produk pesawat angkut militer

  9. Milil siapa?

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)