Jan 212017
 

Sistem anti serangan udara taktis PGZ-07 35 mm yang saat ini dalam pelayanan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China telah ditingkatkan dengan penambahan pod sensor baru, demikian diberitakan IHS Jane.

Penempatan pod sensor yang diposisikan di atas radar pelacak, dipasang di bagian depan turret, termasuk pengintai laser untuk memastikan bahwa target berada dalam jangkauan efektif kanon 35 mm. Tambahan sensor pod juga dipasang di sebelah kanan radar pelacak.

Sistem anti serangan udara taktis PGZ-07 Kanon Kembar 35 mm telah di upgrade dengan pemasangan pod sensor baru. (Foto: Christopher F. Foss)

Pod sensor mengandung sejumlah sistem, termasuk perangkat kamera CCD dan pencitraan panas, yang memungkinkan kanon kembar 35 mm untuk digunakan di hampir semua kondisi cuaca.

Selanjutnya, pod dapat digunakan jika penanggulangan elektronik lawan melakukan jamming terhadap radar pengawasan dan pelacak, atau jika lawan menggunakan rudal anti-radiasi (ARM).

Kanon 35 mm yang digunakan dalam PGZ-07 adalah versi Oerlikon Swiss yang diproduksi China, dan juga sejenis dengan yang digunakan Jerman yaitu Krauss-Maffei Wegmann Gepard kanon kembar 35 mm SPAAG (self-propelled anti-aircraft gun).

North Industries Corporation (NORINCO) China telah mengkonfirmasi bahwa sekarang sedang memproduksi amunisi lengkap 35 mm, termasuk amunisi pembakar berdaya ledak tinggi (HEI), amunisi pelacak pembakar berdaya ledak tinggi (HEI-T) dan amunisi pelacak pembakar semi lapis baja berdaya ledak tinggi (SAPHEI-T), semua amunisi tersebut memiliki kecepatan 4230 km/jam.

Amunisi terbaru NORINCO 35 mm menggunakan Programmable Time Fuze Pre-fragmented (PTFP), yang memiliki kecepatan 3780 km/detik, namun saat ini masih belum bisa digunakan oleh PGZ-07. PTFP mirip dalam konsep Air Defence Advanced Hit Efficiency and Destruction (AHEAD) 35 mm dari Rheinmetall, yang telah dijual ke sejumlah pelanggan ekspor untuk digunakan pada sistem senjata anti pesawat GDF kembar 35 mm upgrade.

Proyektil PTFP 35 mm terdiri dari lebih 100 sup proyektil tungsten yang distabilkan dan memiliki sumbu waktu yang diprogram saat proyektil melewati ulir pucuk senjata, menurut kecepatan dan parameter sasaran yang tepat.

JakartaGreater

Artikel Terkait :

  9 Responses to “China Tingkatkan Kemampuan PGZ-07”

  1. .. musuuuhhh

  2. wah…

  3. Amunisi mirip AHEADnya Skyshield? Dapat darimana teknologinya? Atau buat sendiri

  4. Ploduk ploduk mata cipit semakin mengelikan…
    Semua ploduk bisa di copy..

    Haya.. olang-olang indonesia mesti blajar ama tu mata cipit haa…

  5. mmmm

  6. ayo pak menhan SPAAG ato artileri udara swagerak mulai populer lagi utk nembak drone pengintai seiring sangat strategisnya drone sebagai pengintai posisi sasaran utk tembakan meriam dan mlrs di ukraina dan suriah

  7. Jgn borong. Kitakan sudah ada kerjasama Swedia bikin aja sendiri. Indonesia pasti bisa bila ada kemauan. Barang China canggih tapi kualitas kurang. Tar banyak memakan biaya perawatan dan usia pakai pasti lebih pendek daripada buatan negara2 lain yg telah maju teknologi militernya.

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)