Jan 022017
 

Yonif Mekanis 413/Bremoro (pr1v4t33r/ Defence.pk)

Batalyon Infanteri Mekanis Raider 413/Bremoro atau Yonif Mekanis 413/Bremoro merupakan Batalyon Infanteri Mekanis yang berkualifikasi Raider dan berada di bawah organik Brigif 6/Trisakti Baladaya, Kostrad yang bermarkas di Jalan Raya Solo – Tawangmangu, Desa Palur, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo, Jawa Tengah. Yonif 413/Bremoro berdiri 1 Agustus 1965.

Yonif Mekanis 413/Bremoro kini diperkuat oleh IFV Marder dan APC M113 untuk menjalankan operasi mereka.

Batalyon infanteri mekanis dapat membangun taktik serangan yang cepat dan juga memiliki daya gempur yang lebih kuat dan beragam. Kelebihan lainnya, batalyon mekanis bergerak terlindungi dari senjata soft power. Medan perang batalyon mekanis lebih ke perang kota atau urban warfare. Peperangan di areal ini lebih kompleks, karena adanya kehadiran penduduk sipil.

Batalyon mekanis juga bisa melakukan peperangan di wilayah yang terkena kontaminasi nuklir biologi dan kimia (nubika), karena IFV Marder didesain anti Nubika.

IFV Marder 1A3, Yonif Mekanis 413/Bremoro, Kostrad (PenKostard)

Dalam pergerakannya batalyon mekanis biasanya memadukan antara light tank atau IFV dengan APC, serta sejumlah kendaraan tempur pendukung. Pasukan ini biasanya dipersenjatai dengan : Senjata mesin, Kanon otomatis, howitzer kecil dan juga anti-tank guided missiles, yang biasa diangkut ke dalam kendaraan mereka. Pindad juga telah menciptakan Panser Anoa pembawa mortir ukuran besar, yang tentunya bisa digunakan oleh batalyon mekanis ini.

Untuk melakukan peperangan yang berkelanjutan, batalyon mekanis membutuhkan suplai amunisi dan bahan bakar yang lebih banyak dan juga membutuhkan kru yang lebih banyak, terkait untuk pemeliharaan kendaraan tempur mereka, sehingga batalyon ini bisanya merekrut spesialis di bidang pemeliharaan dan perbaikan kendaraan tempur.

Artikel Terkait :

  19 Responses to “Daya Gempur Batalyon Mekanis 413/Bremoro”

  1. Mantab

  2. Nice…cm sayang tni au nya jarang dpt pembaharuan..kalaupun ada jumlahnya sedikit sekali di bandingkan angkatan lainnya…ada apakah ini???

  3. Perbanyak latihan untuk menutupi kemampuan alutsista yang lemah

  4. Memaximalkan yang ada…sebenarnya kita butuh banyak mardernya..sukur2 dipwrsenjatai 30 mm..pas banget..kita butuh cassingnya…

  5. Batalion mekanis lebih mengarah ke spesialis perang kota/urban warfare ? Lha terus musuh nya siapa & kapan mau ditugasi perang nya ? Sedangkan yg saat ini dihadapi adalah sparatis yg perangnya di hutan2 & gunung2. Kita justru butuh pasukan ekspedisi yg mampu bertahan hidup lama di hutan/gunung untuk memburu sparatis. Disitulah keunggulan TNI selama ini dibanding negara2 asean lainnya. Kalau lihat sejarah penumpasan pemberontakan RMS, PRRI/Permesta, DI/TII, Kahar Muzakar, PKI, dll. semuanya tuntas selesai, pdhal dgn senjata yg tidak semodern sekarang. Apakah ini justru terjadi kemunduran ?

    • ane cuma bisa geleng2 baca komen ini
      kayak mau sampoan pake sabun mandi

    • Coba lihat di kalimat selanjutnya, peperangan di areal ini lebih kompleks karena adanya penduduk sipil.

      Batalyon mekanis sangat diperlukan mengingat adanya ancaman terorisme di kota-kota.

    • Terlebih lagi, batalyon mekanis bisa digerakkan ke mana saja dan juga menjadi efek gentar bagi negara mana pun yg mau coba2 ganggu Indonesia.

      Jadi kekuatan infantry striking force RI :

      Yon Linud Kostrad, Paskashau, dan Marinir untuk diterjunkan dari udara.

      Marinir serbuan dari laut.

      Sesudah pantai dikuasai barulah Batalyon Mekanis bergerak masuk kota.

  6. Mimpinya segera dibentuk 3 divisi infanteri mekanis baru (barat, tengah, timur – total 21 brigade) dibawah KOSTRAD, selain existing divisi infanteri khusus dan Linud yang sudah ada (KOSTRAD). 1 Brigade Infanteri Mekanis dibekali 6 MBT, 12 Medium tank Pindad FNSS, 12 AFV anti pesawat udara, 4 AFV amphibious + kurganets 25, 6 APC Anoa Utility + radar & UAV, 8 SPH, 8 AFV anti tank+anti pswt, 2 APC Anoa ambulans, 2 APC anoa khusus radar, 4 APC anoa transporting (weaponry, etc.), 4 MLRS 300km range, 2 Komodo scout, 2 Komodo command post, 3 cargo truck Pindad, 5 Utility Truck Pindad, 6 Jeep pindad, 1 MBT recovery vehicle crane -dozer, 1 MBT rec. vehicle bridge, 1 MBT rec vhc. mine clearing, 1 MBT amphibious ferry, 3 attack helicopter,2 utility heli.

    • 1 brigade= 4 peleton senapan (beberapa fire squad)+ scout+ mortar section,1 HQ battalion, peleton support (maintenance, engineering). Fire squad dibekali ATGM anti tank (FGM-148 or eq.) dan Manpads anti pswt (FIM-92 Stinger)

      • Kingpin, bung terbalik2.

        1 brigade = 3 – 5 batalyon

        1 batalyon = 3 kompi senapan, 1 kompi bantuan, 1 kompi markas.

        1 kompi = 3-4 peleton
        1 peleton = 3 regu.
        1 regu = 2 rifle squad.

        Untuk lebih jelasnya lihat artikel Ayo Mari kita berhitung seri 14 : The Strikers.

      • Total 21 Brigade Infantri Mekanis KOSTRAD disebar ke penjuru Tanah air–>
        1. Komando barat:
        -Pulau Sumatra=2 brigade; -P. Bangka=1 brigade; -P.Natuna=1 brigade;
        -P. Kalimantan= 3 brigade;
        2. Komando tengah:
        -P. Jawa = 2 brigade;
        -P. Madura= 1 brigade;
        -P. Sumba=1 brigade;
        -P. Sumbawa=1 brigade;
        -P. Timor=1 brigade;
        -P. Wetar=1 brigade;
        3. Komando Timur:
        -P. Sulawesi = 2 brigade;
        -P. Halmahera= 1 brigade;
        -P. Maluku=1 brigade;
        -Papua= 3 brigade;

    • Ngawur huh,batalyon infanteri mekanis mana pernah pake MBT bung,MBT untuk.kesatuan kavaleri

  7. Kaveleri saja yg punya MBT dan semua senjata berat, sedangkan batalion mekanis hanya tank sedang dan ranpur yg cepat saat di gerakkan di medan perang ke jantung kota/lawan, sangat cepat bergerak di kala kondisi genting dan darurat…senyap dan mematikan