Aug 132016
 

NEW DELHI – Sumber dari Departemen Pertahanan India mengatakan bahwa teknologi AIPS yang diusulkan oleh DCNS Perancis mirip dengan apa yang sedang digunakan dalam kapal selam kelas Scorpene.

Apa yang menjadi kemunduran besar bagi perusahaan kapal perang Perancis, DCNS, adalah bahwa proposal untuk mendirikan anak perusahaan untuk pembuatan sistem propulsi udara-independen (AIPS) 100% India untuk kapal selam kemungkinan akan ditolak oleh pemerintah India.

Amit Cowshish, mantan penasihat keuangan Kementerian Pertahanan mengatakan, “Mereka (DCNS) menawarkan sesuatu yang sudah tersedia di India”. Organisasi Pengembangan Riset Pertahanan (DRDO) sudah mengembangkan AIPS bekerjasama dengan DCNS untuk kapal selam kelas Scorpene.

Dewan Promosi Investasi Asing (FIPB) telah meminta pandangan Kementerian Pertahanan mengenai teknologi yang diusulkan untuk pembuatan AIPS kapal selam. FIPB adalah sebuah badan antar-kementerian yang bertanggung jawab untuk memproses proposal FDI dan membuat rekomendasi untuk persetujuan pemerintah.

FIPB telah menangguhkan keputusan perihal dua usulan sebelumnya. “Keputusan telah ditangguhkan pada persetujuan untuk mendirikan sebuah anak perusahaan DCNS di India (IndiaCo) untuk tujuan melakukan bisnis melakukan studi desain dan industrialisasi, kegiatan penelitian dan pengembangan serta manufaktur dan pemeliharaan dalam kaitannya dengan sistem propulsi udara independen (AIPS) untuk kapal selam”, kata FIPB setelah pertemuan ke 236 yang diselenggarakan pada 10 Juni 2016, pertemuan berikutnya pada tanggal 12 Juli dan 3 Agustus tidak lagi menyebutkan usulan DCNS dalam agendanya.

Cowshish mengatakan, “Kementerian Pertahanan tidak mendukung ini (proposal DCNS) karena ini adalah sesuatu yang sudah dikembangkan oleh DRDO. Oleh karena itu, investor asing juga harus ingat. Sesuatu yang sudah tersedia atau sedang dikembangkan di India, bahkan di daerah dimana ada 100% investasi asing langsung (FDI), tidak akan berarti apa-apa. Jadi, (proposal) itu haruslah sesuatu yang dibutuhkan India”.

Sistem propulsi udara independen sangat mahal dan bisa untuk retrofit kapal tua guna meningkatkan kemampuan bertahan dari kapal selam. Menggunakan sejumlah terbatas gas cair yang tersimpan untuk digunakan mengisi baterai kapal selam. Karena ini, kapal selam dapat tetap berada di dalam air dalam waktu yang lebih lama. Jika tidak, kapal selam harus kembali ke permukaan untuk mengisi baterai mereka.

Pada bulan Juni tahun ini, India telah merevisi aturan FDI untuk sektor pertahanan. Menurut aturan baru, “investasi asing diatas 49% kini telah diizinkan melalui rute persetujuan pemerintah, dalam kasus-kasus yang mengakibatkan akses ke teknologi modern di negara ini atau karena alasan lainnya akan dicatat. Kondisi akses ke teknologi utama di negara ini telah disiapkan jauh sebelumnya”.

Cowshish mengatakan, “proposal FDI untuk 100% harus di daerah di mana India kurang memiliki kemampuan untuk itu atau bahkan sedang tidak mengembangkannya”.

Sumber: Sputniknews

(Vegassus/JakartaGreater)

  26 Responses to “DCNS Perancis Gagal Tawarkan Teknologi AIPS Ke India”

  1. Patas Jatim..wayae piket adzan shubuh nk masjid..hihihi

  2. subuh…. subuh…. Tangi..

  3. Subuh subuh hujan dirumah…..

    Minum kopi dulu campur sianida biar badan hangat dan pikiran damai selalu….

  4. @maduranet..hedhe dih‘ma ?..engko‘ setia seputaran suromadu.ojan.

  5. catat sesuatu yang sudah tersedia atau yang sedang dikembangkan walau ada 100% investasi asing tidak berarti apa apa.india benar benar mencari ilmu dan teknologi yang mereka belum kuasai.misalnya saja rudal setelah dapat TOT roket,mereka akan mengejar teknologi guidance Dan lainnya tak mau yang firmware membuat roket melulu.jangan kaya indonesia TOT itu melulu.PT PAL dan DI cuma merakit cuma beda bentuk.

  6. @sarip…sumenep yg hujan…

  7. Coba di tawarkan ke indonesia pasti akan di borong…indonesia akan bilang…km jual aku beli..km kasik TOT 100%…aku akan borong sampai bangrut…xixixi

    minum kopi dulu campur sianida biar hati damai selalu….

  8. @maduranet,sekelangkong.

  9. Coba ditawarin ke nkri.. Pasti dilirik..

  10. inilah hebatnya INdia (KONSISTEN) gk mudah termakan loby asing!!!!!! coba klo kita, pejabatnya di kasi apel washington uda kkejel kejel!

  11. Ane mau nanya aip jenis apa yg akan dipasang di kasel india terbaru jenis miasma ato full cell ?

  12. Makanya walau kemerdekaan India dibawah kita, tp dia lbh maju dari kita.

    Cara berpikirnya jg dia lbh maju dari kita. India sdh bisa bikin mesin, kita baru bs bikin mecin.

    India sdh bisa bikin mobil, kita baru bisa bikin pentil dan sedikit onderdil.

    Padahal kl kita cerdas kita bisa beli perusahaan mesin & otomotif yg sdg kembang kempis di eropa, kita suntik dana dan pasarkan hasil produksinya terutama ke dlm negeri sambil pelan2 mengalihkan pabriknya di dlm negeri, maka sukses deh.

    • hei…bung.spa bilang kita belum bisa bikin mesin.mesin toyota kijang innova 100%.dibuat dimari.blok mesin,silinder ampe seluruh body diassembling di mari.laen merakit loh yach.cman memang masih tertera logo toyota.klo ngomong pake fakta.salam bro

      • Mgkn krn chasingnya msh pke merek “Jepang” makanya dianggap itu semua dr Jepang. Coba klo namanya diganti dr Yamaha jd Yono atau Joko, dr Honda jd Hendra, dr Suzuki jd Susi atau Susanti atau Susilo mgkn orang2 baru “ngeh” klo itu “made in” Indonesia.

        • iya.bung…seluruh design mesin sepenuhnya dirancang dimari oleh putra-putri bangsa.kalo peralatan dan toolsnya memang harus di akui hampir sebagian besar impor dri japan sono.

  13. Itu lontongnya masih dibungkus….emang belon kering?

  14. Pow @ malon itu jaguh apaan bung,lihat nelayan cina tentaranya lari terbirit2 ke bilik haha…otak juga gk ada,mau buat seragam saja gak bisa apalagi mau buat AIP kasel haha…mau sewa Gripen aja mereka gk ada wang,apalagi mau beli scorpene bung

  15. mending tawarkan saja ke MALON..

 Leave a Reply