Jan 272017
 

Institut Sains dan Teknologi Nasional, Chung-Shan Taiwan (NCSIST) merilis sebuah animasi video yang menunjukkan proyek kapal perusak (DDG – Destroyer) masa depan dipandu-rudal untuk Angkatan Laut Taiwan, sebagaimana dilansir dari Navy Recognition.

Proyek DDG baru untuk Angkatan Laut Taiwan. Tampak memiliki beberapa kemiripan dengan DDG 51 AS dan Akizuki-Class Jepang. (Foto: NCSIST)

Berdasarkan video yang baru dirilis, salah satu fitur kunci dari kelas perusak baru adalah empat buah radar AESA yang mungkin digunakan sebagai sistem pertahanan udara dan rudal.

Dibandingkan dengan render komputer awal dan skala model yang diluncurkan tahun lalu, desain tiang terpadu (tampak agak mirip dengan tiang kelas LPD 17) yang lebih tradisional sekarang dipasang di atas deckhouse (terlihat pada detik ke 12 dalam video).

Sepertinya terdapat radar AESA sekunder, dengan tiang kecil yang terletak di belakang, di atas hanggar helikopter (terlihat dalam detik ke 15) kemungkinan sebuah radar X-band. Hanggar tersebut memiliki dua pintu untuk helikopter ukuran sedang dan UAV VTOL.

Kapal perusak yang dilengkapi dengan sistem senjata Sea Oryx RAM yang dirancang oleh Taiwan, di atas hanggar helikopter (yang mana pada tahun lalu render menunjukkan Phalanx CIWS ada di lokasi tersebut) (terlihat pada detik ke 22 dalam video).

Untuk perang anti-permukaan, kapal perusak masa depan dilengkapi dengan 16 rudal anti-kapal Hsiung Feng III.

Untuk pertahanan udara, selain 16 SAM jarak pendek dari sistem Sea Oryx, ada 4 modul VLS yang terdiri dari 8 sel dengan jumlah total 32 rudal (terlihat pada detik ke 50 dalam video). Berbeda dengan desain awal tahun lalu.

Peluru kendali permukaan-ke-udara dalam video bisa jadi varian merupakan rudal baru berbasis kapal dari Tien Kung III yang telah diuji untuk pertama kalinya pada tahun 2016 oleh NCSIST.

Akhirnya, kapal perusak tampak dilengkapi dengan sistem senjata BAE 5 Inch Mk 45 Mod 4.

Video animasi dari Institut Sains dan Teknologi Nasional, Chung-Shan Taiwan (NCSIST)

Kapal perusak ini berbobot antara 6.000 – 8.000 ton (sedikit lebih ringan bila dibandingkan dengan rencana akuisisi angkatan laut tahun lalu untuk kapal berbobot 10.000 ton).

Pendanaan tahap awal sebesar USD 600 juta diharapkan pada tahun 2017. Menurut dokumen, kapal perdana seharusnya diserahkan pada tahun 2019. Hal ini kemungkinan akan sulit tercapai karena ini adalah desain baru dan kompleks bagi industri galangan kapal Taiwan.

JakartaGreater

Artikel Terkait :

  8 Responses to “Destroyer Masa Depan Angkatan Laut Taiwan Terungkap”

  1. tes

  2. Seru banget nih diskusinya di artikel yang ini. Warjag saling adu argumen cerdas. Ada yang komen dengan banyolan juga. ada pula saling bantah dan saling banting. Seru banget deh JkGr sekarang. Komennya juga amat sangat banyak sekali.
    Ya, sekali.
    Ha Ha Ha Haa…

  3. pesenin 1 unit lah buat indonesia tercinta.

  4. semua desainnya mengacu ke destroyer kelas arleigh burkenya usa
    gak korea,jepang,korsel
    ndak papalah yg penting gotongannya

  5. yang bisa komen darurat,..darurat pada kemana yah..?

  6. Indonesia kok belum bs design sendiri ya. Masih kerjasama Denmark dan belanda jg Swedia Kaprangnya, klu tdk salah.

  7. test

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)