May 082016
 

Kapal selam Scorpene-1000, merupakan keturunan langsung dari Scorpene 2000, yang menggabungkan desain mutakhir tingkat tinggi siluman, manuver dan kecepatan. Ukurannya yang kecil memungkinkan untuk unggul di perairan pantai dan tetap menjadi lawan tangguh di perairan dalam. Scorpene-1000 bisa dibilang merupakan miniatur dari Scorpone 2000 secara keseluruhan.

Sistem tempur generasi terbaru dalam Scorpene-1000 dapat membawa torpedo berat, rudal anti pesawat dan rudal anti–kapal. Berkat senjata yang dibawanya, membuat kapal selam ini memiliki efek deteren yang tinggi dan mematikan.

Scorpene-1000 dapat digunakan untuk membawa pasukan khusus dan dapat membawa modul di kedua sisinya untuk perenang mengirim kendaraan atau peralatan lainnya. Kemampuan dan desain yang melekat dengan adanya penambahan bobot sekitar 10 ton memungkinkan DCNS untuk menawarkan pilihan A3SM Anti-Air Missile Sistem dan Survellance UUVs terpasang di kapal selam Scorpone-1000.

Misi S-1000
Misi kapal selam S-1000 meliputi peperangan anti-kapal selam, peperangan anti-permukaan, pengumpulan intelijen, operasi khusus, ofensif mooring tambang, pelacakan rahasia dari kegiatan ilegal, operasi kapal tunggal dan operasi kerja sama dengan kapal lain atau aset maritim. Scorpene-1000 dapat diintegrasikan untuk berkomunikasi dengan mudah dengan kapal lainnya dan pusat komando .

Desain Hull S-1000
Struktur double- hull memberikan bertahan hidup yang baik dan mampu menjaga karakteristik laut. Sebuah kemudi konfigurasi – X beroperasi secara indepedent untuk tingkat manuver yang tinggi termasuk dalam radius putar yang kecil. Lambungnya yang kecil membantu kapal selam ini memilki karakteristik siluman. Kapal selam Scorpene 1000 memiliki kedalaman menyelam hingga 200m dan daya tahan di dalam air selama 5 hari (tanpa AIP) dan 30 hari (dengan Fuel Cell AIP) sehingga memiliki akustik dan visual yang sangat rendah .

Komando dan Kontrol
Scorpene-1000 dilengkapi dengan sistem tempur DCNS SUBTICS kapal selam taktis yang terintegrasi. (Sistem SUBTICS ini salah satu yang ditawarkan pihak DCNS untuk mengoverhaull KS Cakra Indonesia).

Combat Management System CMS yang ditawarkan sudah terintegrasi dengan sonar dan sensor lainya (Optik, Optronic, Electronic Support Measures dan Radar), mencari lokasi dan mengidentifikasi kapal, pelacakan sasaran, analisis taktis, pengambilan keputusan, Manajemen aksi, pertukaran data taktis via data link, kontrol sistem senjata dan keterlibatan target.

Senjata
Scorpene-1000 dapat mengakomodasi generasi baru torpedo kelas berat seperti: Black Shark/F21 , rudal anti – kapal seperti Exocet SM–39, rudal anti pesawat A3SM dan Mine-Laying system.

Pasukan Khusus
Kapal selam Scorpene-1000, bisa membawa dua penumpang ditambah tim dari enam penyelam, dapat digunakan untuk misi pasukan khusus yang memberikan kemampuan serang sebanding dengan kapal selam yang lebih besar. Kapal selam ini dilengkapi dengan kunci luar / kunci dalam ruang untuk perenang bertempur .

Dari spesikasi kapal selam Scorpon 1000 di atas, bisa dibilang sudah cukup lengkap untuk sebuah kapal selam dengan bobotnya yang kecil. Bahkan sangat mengagumkan jika dilihat dari kemampuan senjata yang dibawa. Memang ada beberapa jenis kapal lain yang sejenis yang bisa dibandingkan seperti: U-210Mod dan Amur 950 (S-1000).

Dari kedua rivalnya yang ada, kapal selam mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing. kekurangan yang mencolok Scorpene-1000 jika dibandingkan U-210 Mod dan S-1000 (Rusia-Italia) adalah dari segi endurance. Kemampuan menyelamnya yang hanya 200 meter dan daya tahan menyelam di air yang hanya 5 hari.

Untuk daya tahan sendiri masih tertolong rendah dengan adanya penambahan Fuel Cell AIP. Tapi sebagai kapal selam yang disiapkan untuk dipesisir pantai, kemampuan Scorpone-1000 sudah cukup baik dan hanya selisih 50 meter untuk kemampuan menyelam dengan U-210 Mod. Kelebihan lain dari U-210 Mod adalah speed dalam berenang. U-210Mod sendiri mempunyai kelemahan, yaitu tidak adanya VLS Missile dan anti-ship missile. U-210 Mod sendiri merupakan hasil gado-gado teknologi yang ada di kapal selam jerman (automation level acoustic concept U-209, Propulsion System (Permasyn Motor) U-212A dan Automation Concept Hydroplane Hydrodynamic sall design U-214) yang saat ini teknologinya sudah ada di changbogo class.

image002

Kalo melihat dari kebutuhan TNI AL sebagai User, yang paling mendekati Scorpene-1000 dan Amur 950 / S-1000 (Rusia-Italia). Dimana “kapal selam Indonesia bisa menembakan rudal sejauh 300KM”. Seperti yang kita tahu, Rusia sangat pelit dalam memberikan TOT kepada negara lain. Kalaupun mau memberikan, harga yang harus dibayar sangatlah mahal.

Kita bisa lihat kasus India dalam mengadakan tender kapal selam dan pesawat tempur yang mengharuskan adanya Transfer of Technology (TOT), terlalu mahalnya harga yang dibayarkan dan kurang komitmennya Rusia berbagi teknologi (Program Pakfa) sampai India harus berpaling ke Prancis (tender Rafale dan Scorpene).

Mungkin penawaran Scorpone-1000 ada kaitannya yang seperti bung B. Stephanus bilang, Indonesia sedang negosiasi 4 buah kapal selam selain Kilo (Amur 950 / S-1000). Yang jika gagal hasil negosiasinya akan berpaling ke Scorpene-1000.

Ada yang menarik kenapa pemerintah Indonesia tertarik dengan Scorpene 1000 adalah penawaran ToT DCNS terhadap pemerintah Indonesia. Dimana DCNS 2 bulan sebelum menawarkan ke Indonesia, memberikan penawaran Paket ToT untuk peremajaan kapal selam Polandia di acara International Defence Industry Exhibition di Polandia pada tanggal 1-4 September 2015. DCNS menawarkan proposal untuk angkatan laut Polandia berupa, Highly performing acoustic discreation, meningkatkan kemampuan menyelam dengan teknologi generasi terbaru Air Iindpendent Propulsion ( AIP ) dan Scorpone memiliki kemampuan menggunakan MBDA Naval Cruise Missile (NCM).

image004

Xavier Mesnet, (Surface Ship and Submarines Marketing Director at DCNS) menjelaskan bahwa akan ada Transfer of Technolgy (TOT) untuk pembangunan kapal selam di Polandia. “Kami ingin memberikan Polandia otonomi penuh dan kedaulatan penuh pada kapal selam ini (Scorpene) yang dicover oleh dua aspek : Yang pertama adalah Naval Cruise Missile yang akan memberikan kemampuan pencegahan, dan aspek kedua adalah propulsi otonom dengan AIP sel bahan bakar yang dirancang oleh DCNS”.

Angkatan Laut Polandia rencananya akan menonaktifkan empat kapal selam Kobben Class (Type 207) pada akhir 2016 dan ORP Orzel (kelas Kilo) tahun 2022, DCNS memiliki solusi untuk mempertahankan keterampilan pelaut Angkatan Laut Polandia sampai kapal selam pesanannya beroperasional.

Kalau dilihat dari penawaran yang diberikan ke Polandia, kemungkinan bisa juga ditawarkan kepada Indonesia. Jika tidak adanya ToT, tidak mungkin pemerintah Indonesia tertarik dengan kapal selam ini. Jika memang dibalik penawaran 6 unit Scorpene-1000 ini yang membuat pemerintah Indonesia tertarik, ini merupakan batu lompatan yang besar dengan adanya kerjasama dengan DCNS.

Kalaupun tidak diberikan ijin menggunakan MBDA Naval Cruise Missile (SCALP air-launched cruise missile), setidaknya bisa memberikan ToT untuk sistem VLS rudal lain dan Fuel Cell AIP seperti yang didapat India untuk dipasang di kapal selam Indonesia dan mengintegrasikan antara sistem barat dan timur (Rusia) yang ada di Angkatan Laut Indonesia. Ada kemungkinan juga Korea Selatan tidak mampu / memberikan ToT untuk Fuel Cell AIP yang ada di Chang Bogo. Karena AIP merupakan teknologi terbaru dan baru beberapa negara saja yang mampu membuat Sistem AIP. Di Asia sendiri baru Jepang (hasil kerjasama Swedia), India (hasil ToT DCNS) dan China (sedang mengembangkan sendiri).

Untuk menerima penawaran ini, pemerintah Indonesia harus berani mengocek uang lebih dari hasil ToT ini. Kalau melihat dari pengalaman india, mereka sampai harus mengeluarkan USD 8,1 Milyar untuk pengadaan 6 unit Scorpene 2000 beserta ToT nya. Yang pasti jika penawaran ini diterima, akan mempengaruhi pengadaan kapal selam kilo. Karena biaya yang cukup besar untuk menerima penawaran DCNS ini.

Dengan adanya penawaran baru dari DCNS mudah-mudahan tidak mempengaruhi proses Transfer of Technology yang sedang berjalan dengan Korea Selatan. Dengan adanya penawaran baru dengan DCNS nantinya berharap mampu meningkatkan kapal selam Indonesia yang sedang dibangun sekarang dan sesuai dengan doktrin, kondisi geografis dan geopolitik Indonesia bahkan mampu bersaing dengan negara yang sudah lebih maju dalam industri militer minimal dikawasan.

oleh: AL

  61 Responses to “Di Balik Penawaran Kapal Selam Scorpene-1000 Indonesia”

  1. Tes

  2. senjata gado gado,.,barat timur komplit,tp downgrade semua hmmm

  3. Hem…semakin banyak yang menawarkan tot..baik sekali asal sesuai kemampuan dan tujuan…juga keuangan…dan hasil akhir bisa membuat kapal selam sendiri dengan teknologi terkini

  4. mantap… lanjutkan

  5. Nah lo. Sedang menawar 4 kapal selam selain kilo, amur /s1000,,?

  6. Su 35 sj blm dikontrak2, jd ga usah aj dl nawarin apa2 ke tni, rencana beli thn ini, thn 2025 br kontrak dikirim br thun 2035, ya sdh dilibas donk sm amur dan lada class rusia, la wong apache guardian yg hrsny dtg thn ini, baru 2018 dtg brtahap, hadeeeh, teknologi 2018 sdh berubah, dan apache akan tidak trpakai alias usang…kebanyakan pikir2nya, masyarakat jd capek nungguinnya. Nunggu su 35 dr tahun 2013 akhir, mpe skr blm nongol2…birokrasi yg ribet. Salam.

    • Belum dikontrak karena ini lho bro..
      TNI AU kita ngotot meminta Su-35 dgn avionik barat terutama bikinan Thales ke Rusia yg menjadi salah satu poin ruwetnx deal Su35 jg dgn Sukhoi kita yg kini eksis (Su27SKM & Su30MK2) jg dibawa ke Belarusia tdk hanya overhaul mesin & airframe ttp jg mengkustom avioniknya memakai teknologi aviomik Barat… begitulah kira2…

  7. Sumber nyal AL al itu siapa ya….? Anak nya ahmat dani itu ka

  8. Baru wacana doang…su 35,kilo,scorpene 1000 ,s300..hanya dongeng pelipur lara..

  9. Nkri hrs beli 30 unit scorpene 1000..dan 20 unit kilo amur..dgn ribuan rudal s club dan ribuan torpedo blackshark..

  10. Tetep ga bikin gentar lawan..

  11. https://www.youtube.com/channel/UCZKArz4smPN9LKw4WWkQdqA
    coy buka tuh link ada anak malonsial belagu

  12. ter’kesan lamban & tdk berani tegas dlm nego…
    kebiasaan, ha ha hi hi 3x…

    Harus’x ngomong apa yg kita mau…
    bukan menunggu apa yg di’tawar’kan penjual….

    Jd bisa beres….
    Utk kepentingan negara & bangsa pakai jurus klemet-klemut…

    • @air’manisi, lebih baik terkesan lamban tapi pasti. dari pada terburu” ujungnya malah jelek jadinya .. pelan dan hati” , musti sabar enggak grusa grusu ..

  13. *baca aj udh cukup. asal tau aj..!!
    g ush d pikirin cmn bkin pusing ap lg smpai d khayati…
    khusus untuk kpl selam dn su 35 aplgi SAM…

  14. Nyimak..

  15. yg pada komen akuisisi “lambat, lemot,lelet, klemat klemut, gak tegas, plin plan”, coba abda buka berita berita tahun 2005an, 2007an, 2010 an begitu alot dan hati hatinya proses tot sigma, ifx, cbg,su 30/27, dan semua butuh proses. sekarang bisa dilihat. setelah 5 tahun berikutnya.Su35 dari 2013??? su35 baru produksi bung, selepas terjun di suriah barulah mantap dan yakin kita akuisisi, itupun paket tot dan upgradelah yg bikin alot ttd kontraknya sampe sekarang,

    • maksud terlambat kepenting politik atau free(uud) hehehehe,kalo mau dilhat akusisi kita paling telat dibanding negara2 asean yg membeli(dulu malay,vietnam tidak ada kasel sekarang ada)

      skrg aussie ada kekuatan 12kasel baru(ini termasuk tot),dan singapore minimal ada 2kasel baru+6kasel lama,sedangkan thailand lagi menimbang2 karena pernah mengalamin begitu tinggi biaya kapal induk ringan heheheheeh

      kalo kamu mengamatin jgn dipertengahan,harusnya diawal 2000an amatin sesudah 1998 keatas nah itu dilihat dinamika bagaimana kepentingan2 diatas yg memperlambat,kalo mau itung hampir 20tahun baru dtang cbg itu belum operasional.(sudah ganti ada 7-8kasal perencanaan kita termasuk paling lama)

      kita membandingkan ahmad yani class frigate yg hampir memasukin usia 50tahun dibandingan dengan anzac class buatan tahun 1996 mau diganti 9buah dengan usia pakai 20tahun(bukan meremehkan alusista tni al)

      nah disitu seperti ada tidak beres dalam proses peremajaan alussita baikpun dibilang mef.

      anda yakin perang tidak timbul sekarang(lihat kawasan semua lagi memperkuat alussita),sedangkan kita sudah sangat2 telat dalam akusisi alussita.bukankan semakin cepat semakin bagus kalo emang demi namanya kedaulatan berbangsa?

      bilang perang sudah pecah,tidak akan ada namanya akusisi persenjataan canggih(lihet arhanud s300 iran,pespur suriah,pespur iraq begitu lama hampir rata2 10tahun itu dtg ketengan)

      opini pribadi saja bung:)

      salam damai selalu met siang:)

      • maaf bung…
        sekarang kita ingin bisa mandiri dan membuat sendiri.. beda dgn mereka yg hanya ingin punya.. kalau anda ingin punya sepatu bisa langsung datang kasih uang dan pulang bawa barang.. tp kalau anda ingin bisa buat sepatu apa yg anda lakukan.. amati.. cari info.. buat konsep.. cari tempat .. tenaga ahli.. minta bantuan teman.. nabung buat modal.. dll..
        jgn di samakan dg negara yg punya ekonomi sangat kuat.. mereka anak orang kaya mau apa di kasih.. kita anak orang biasa yg biasa mandiri dg usaha dr bawah.. jadi yang sabar ya bung.. kita semua ingin indonesia kuat.. selagi ada niat dan usaha sungguh2 pasti ada hasilnya.. kalau pun kurang memuaskan hasilnya perbaiki lagi jgn menyerah.. suatu saat mereka yg akan memesan pada kita.. minta doanya saja bung.. terima kasih

      • Bung Bukek Siansu,
        Jika kita lihat akuisisi alutsista kita berubah 180′ sejak embargo USA tahun 2000an. Kesadarad ini dimulai oleh Pak SBY disamping juga keterbatasan dana. Perubahan itu dikenal sebagai TOT
        Alasan tahun 2005 ke atas mengenai pembelian alutsista mempunya dasar antara lain sebagai berikut :
        1. Sudah mulai menua alutsista yg dibeli oleh orde baru, yg di dominasi produk Barat SECON GRADE, perlu diganti.
        2. Penggantian ini disadari mempunyai 2 RISIKO besar , jika kita tidak segera mawas diri (saat itu) yaitu : Embargo dari Luar dan Kemandirian Industri dalam negeri dan sebagai tambahan : keterbatasan dana harus dimaksimalkan dimasa depan kita dapat memproduksi sendiri dengan harga murah dan effect domino industri militer ini sendiri.
        3. Faktor nomor dua menyebabkan muncul istilah TOT yg sangat populer sampai saat ini
        4. Faktor TOT ini gampang-gampang susah, dimana selain faktor uang juga meyakinkan negara “donor” terhadap kestabilan politik luar negeri kita.

        Untuk itu jika Bung bilang kita terlambat dari negara regional maka dapat diliat lagi perdebatan sengit pemilihan SIGMA vs GOWIND vs Lafayete . Kita juga harus ingat saat SIGMA class hampir buyar sama sekali karena Parlemen Belandan menolaknya.
        TOT IFX juga penuh dengan intrix , ketika Turki menelikung saat Korea sdh deal dengan Indonesia. Tawaran 50-50 dana Turki ternyata tidak membuyarkan niat Korea menggandeng kawan strategisnya di kawasan-Indonesia.
        Jika bicara CBG lebih gila lagi prosesnya begitu alot dan nego yg ketat. Imbal balik pembelian T50 dan skandal hilangnya komputer dan koper delegasi Indonesia di hotel Seoul oleh agen asing menjadi bumbunya.

        Belum sejarah akuisis SS1 , Anoa dll, semua kelihatannya LAMBAT, tetapi menurut saya LANGKAH KANAN dan BENAR drpd tergesa-tergesa menghamburkan Uang secara Instant tanpa kemandirian.

        Dibilang bahaya perang mengancam IYA , tetapi sampai saat ini, management politik luar negeri kita masih sanggup me-manage konflik dengan diplomasi dan damai. Kita juga boleh mengingat persiapan Trikora tahun 60an , dimana hanya dalam waktu 2 tahun (jika diperlukan) pembelian massal alutsista paling gahar di dunia selatan kita dapatkan. Apalagi sekarang, jika kondisi mendesak saya yakin kita dapat akuisisi alutsista paling canggih sekalipun. Tapi sekali lagi BUAT APA jika hanya BELI.

        Singkat kata , akuisisi alutsista saat ini, jangan dipandang “CEPAT-INSTANT” , banyak proses dibalik itu yg menjadi “investasi masa depan” kita yaitu TOT.

        Kita cermati “cerita dibalik” beralihkan Kilo ke s1000 , atau berkurangnya porsi SU35 dari 18 ke 8. Ada TOT dibalik jadi batu sandungan maju mundurnya akuisisi ini.

        Satu lagi selain alutsista, bahan dasar dan industri pendukung TOT inipun menjadi pertimbangan kita Bung. Pabrik baja mutu tinggi Posco, Pabrik propelan Dahana,

  16. Indonesia itu minimal hrus punya 200 ks…dan seribu kapal perang,,,,.dan berbagai macam rudal jarak jauh juga seribu empat ratus jet tempur.

  17. Lebih suka beli kasel DCNS dg paket ToT dr pd beli KILO tanpa ToT.

    Bagaimana pun juga, alutsista buatan sendiri jauh lbh berbahaya dr pd buatan negara adidaya sekalipun. Krn klo buatan sendiri yg tau “pencegahannya” yaa cuma kita. Contohnya Korut. Alutsista nya susah di intip. Makanya Amerika dn sekarang, China. Rame2 keroyok biar gak ngembangin alutsista yg lbh gahar lg. Krn Korut akn lbh sulit dikontrol negara lain.

    Nah, kalo Indonesia mau jadi negara Besar. Maka harus mandiri bikin alutsistanya. Biar berkurang ketergantungan dg negara lain. Dan biar negara2 tetangga SULIT menyiapkan penangkal alutsista kita. Sehingga efek deteren nya jauh lebih menakutkan buat negara lain.

    NKRI harga mati.

  18. cuma berkoar aja kayak kilo hingga skrg gak muncul

  19. @ greyhound
    Thanks bgt infonya. Salam.

  20. bung greyhound@, Belum dikontrak karena ini lho bro..
    TNI AU kita ngotot meminta Su-35 dgn avionik barat terutama bikinan Thales ke Rusia yg menjadi salah satu poin ruwetnx deal Su35 jg dgn Sukhoi kita yg kini eksis (Su27SKM & Su30MK2) jg dibawa ke Belarusia tdk hanya overhaul mesin & airframe ttp jg mengkustom avioniknya memakai teknologi aviomik Barat… begitulah kira2…

    Loh kok ngono? nanti berpengaruh sama radar Irbis-E nya ga tuh??, kok su27skm & su30mk2 bro??
    bukanya yg udh mangkrak yg su27sk & su30mk??

  21. @ senopati pamungkas

    Thanks bgt infonya. Tolong di ralat jika ada salah lg. Namanya manusia ingatannya trkadang kuat dn trkadang cenderung lemah. Mari kita sama2 saling koreksi yg tujuannya tiada lain utk kemajuan tni kita jg. Salam.

  22. ARTIKEL TERAKHIR DARI SKORPENE NANTI “ADA CHEVRON DI BALIK S1000”.

    • itu yg saya paling tdk suka dgn negosiator lemah, tapi kepedean dan menutup diri dari masukan rakyatnya. emang negri ini hanya milik kamu…. ??

  23. Kpl selam dbhs tdk ad hbiax

  24. Datalink di TNI AL memang tdk ada kejelasan tp antara TNI AL & TNI AU mengambil langkah serupa dgn mengintegrasikan perangkat komunikasi & navigasi serta IFF bikinan Thales yg kemudian dikustom PT. LEN yg dipasarkan dgn nama LENLink.
    Pd TNI AU terpasang pd F16 b52id, Hawk 100/200, Tucano, Skyshield serta direncanakan pd Su27/30 serta Su35. Untuk TNI AL sndr baru diintegrasikan pd FPB57, Sigma, Rigel, NR, VS & LPD serta direncanakan pd LST Teluk Bintuni class. Entah dgn yg lain krn KCR 40/60 pake platform bikinan Tiongkok. Yg jelas TNI AL memang paling gado-gado diantara tiga angkatan

  25. Panglima TNI Jenderal Moeldoko (OKT 2013) :

    “seandainya kita punya Su-35 6 buah saja sudah bisa bikin geger kawasan”

    cuma sotoy mode on … kikikikikih …

  26. Terus Australia tetangga kita Beli yang mana?

  27. Dibaliknya ada sebuah plan bisnis yg menggiurkan..

    andai kita udah mahir bkin AIP, proses ToT kemngkinan lbh progesif..

  28. teknologi aip yang terkenal

    1. sterling engine –>swedia–>jepang dan china
    2. mesma engine –>perancis–>india
    3. fuel cell —> pem –>jerman
    —>voltaice cell –>italia–>rusia (kemungkinan)

  29. Saya masih bingung dgn statement ”penggabungan teknologi barat dan timur” dalam produksi kasel NKRI oleh PAL (kedepannya). Jika menggunakan hasil TOT dari Korsel dan Perancis (rencana), lantas bagian mananya yg merupakan teknologi timur (Russia)???
    Jikapun jadi membeli kasel dari timur (Amur ataupun Kilo) dan TNI AL menginginkan spesifikasi tertentu, bukankah hal tersebut bisa menggunakan opsi ”kostumisasi pembelian produk” dan bukan ”modifikasi” setelah barang dibeli. Heran…….xixixixixixi

    • menurut saya kita tak akan mendapatkan teknologi timur?bukannya pesimis tp lihatlah india. pelit tidak nya rusia memberikan teknologi krn ada faktor tentunya yaitu seberapa komitnya negara itu dgn rusia minimal jd loyalisnya blok timur spt cina atau korut. sesungguhnya dunia ini masih terselimuti perang dingin walaupun samar samar.

      • Daya tarik dan posisi politik tiap negara berbeda…jd, proses TOT itu adl langkah yg rumit dan poin strategis untuk kartu as sebuah negara…

      • berarti lebih banyak petinggi Indonesia yg berat ke kapitalis, meski harus menego kedaulatan yg dibalut dgn kerjasama maupun kontrak tambang. Apakah ini sesuai uud45 dan pancasila yg dibuat oleh para pendiri bangsa kita?
        bila sesuai beritau yg mana, dan bila tak sesuai mengapa petinggi itu masih duduk manis di atas?
        apakah, para mantan petinggi dan pejabat setuju atau pura2 tutup mata hanya krn ingin jadi the next pahlawan?

  30. terimakasih untuk artikel-berita dan ulasannya, ini baru artikel yg bagus Bung Diego, semoga banyak artikel artikel kembali sptt ini. Dan terimakasi Infonya Bung AL di tunggu ulasan selanjutnya.

    menurut saya ini adalah berita baik untuk TNI AL, jika alot pengadaan submarine dgn rusia tak ada salahnya mengangkut scorpene 1000 ini. karena banyaknya paket yg ditawarkan dan tot tentunya. ditambah sudah lamanya kita bekerja sama dalam industri militer dgn pihak perancis.

    mengenai polandia yg mendapatkan perlakuan khusus dari perancis sepertinya itu adalah cara loby untuk mengikat kemesraan antara pihak blok barat dgn sempalan blok timur. satu satu sempalan masuk kedalam pelukan hangat blok barat.

    • mengapa india menjadi maniak dalam pengadaan alutsista krn india memiliki negara yg mereka takuti yaitu pakistan dan berlaku sebaliknya. mungkin dlm moto mereka lebih baik miskin rakyat saya tapi kuat militer saya,serigala berkeliaran di sekitar pagar perbatasan jd berjaga jaga itu perlu, dan hal ini mungkin berlaku sama oleh pakistan. india pakistan selalu bersaing memiliki alusista nomer satu bedanya india gado gado semua dibeli sementara pakistan condong ke rusia dan china saja. ke gado gadoan inilah yg membuat rusia enggan berbagi teknologi mungkin hal ini berlaku sama thd negara kita.

      teknologi adalah sebuah peradaban yg dpt merubah nasib negara, dari sebuah negara argraris berubah menjadi industri dan berubah menjadi negara adidaya ketika memegang kendali teknologi militer (itulah mengapa rusia pelit dan as juga pelit berbagi core technology), keparnoan USA ini terjadi krn pasar teknologi home appliance & gadget yg sudah dikuasai korsel mengalahkan raksasa japan dan bisa saja jika korsel dpt core technology pesawat peju.ang akan membuat pesawat f22 versi mereka seperti halnya samsung vs apple hahahhaha.

      syukurnya kita sudah sadar dan mulai membenahi alutsista kita di mulai tahun 2003 dan diteruskan hingga sekarang, negara ini harus waspada thd serigala serigala di pintu pagar perbatasan.
      semoga TNIAL memiliki scorpene / kilo, karena gado gado alutsista adalah jawaban/ antidot embargo, jika kita terkena embargo kita masih punya alutsista yg bisa di gunakan hehehehe hidup gado gado

      jangan sampai kita kecolongan lagi TEST IN THE WATER kapal tetangga yg memiliki gowind, jika kita kecolongan lagi angkat bu susi jadi panglima hehehehehe

      • setujuu….!! susi panglima, para beking maling ikan merana….hihihihi
        Gigit jari, jual gigi, cuman bisa makan gaji, gaya hidup udah tinggi, mana bisa dikurangi, solusinya ya korupsi, proyek2 disunati, KPK dikebiri, loe ompong ga punya gigi, elbot pun pada mati, patriot2 jadi pencuri, pencuri2 ngaku kiai, birokrat ngurusin gaji, legislatif apa lagi, yudikatif ga ada taji, entah nasib negri ini…. kuserahkan pada Illahi.

  31. Kalo konsisten terus bakal bisa bung, takutnya udah jago ngrakit udah sampe disitu saja, bukannya KS kek pesawat kek banyak sub systemnya, mulai dari bahan material sampe mikro elektronik, belum lagi senjata kan gak gampang. Pemerintah konsisten gak dana risetnya ?? Ganti pemerintahan ganti acara kan repot. Gak jelas united xixixi..

  32. @AL

    Butuh 2 hari utk membaca seluruh artikel sampe selesai,,,

    Kasel kelas 1000-an ton ditawarkan sbg alternatif kasel low cost jika dibandingkan dg Kasel diesel elektrik dg bobot&dimensi yang lebih besar.

    Unsur yang hendak dicapai kasel kelas ini adl harganya yang lebih terjangkau utk konsumen yang memiliki anggaran terbatas dan lebih mengedepankan fgs kasel sbg aspek pengumpulan data intelejen dibandingkan sbg unsur deteren.

    Desain “low cost” ini dicapai dg memanfaatkan desain yang sdh digunakan pd kasel generasi sebelumnya dibandingkan harus membuat desain yang baru sama sekali dan memanfaatkan sebanyak mungkin komponen yang tersedia pd industri kasel. Spesifikasi/perfoman yang dirancang dg mengutamakan aspek keekonomian dlm pengoperasian spt jangkauan, kesederhanaan fungsi, kecepatan, daya muat sensor&senjata turut menekan secara signifikan faktor biaya.

    Italia dan russia bahkan berkolaborasi merancang kasel kelas ini utk menekan biaya pengembangan dan memperluas akses pemasaran

    Bbrp produsen memiliki desain baru utk kasel kelas ini, mulai dr s-1000, andrasta, u-210 mod, amur-950.

    Jika diurutkan, kasel u-210mod adl desain yang paling konsisten dg konsep low cost,,,kasel ini sengaja didesain dr awal tidak menambahkan sistem aip dlm rancangannya utk mempertahankan cost tetap rendah dan harga yang terrjangkau, banyak menggunakan komponen yang sdh digunakan pd kasel HDW yang sdh beroperasi, namun memberikan kemampuan opsional utk bisa meluncurkan rudal multi guna IDAS(dg pengendalian mll kabel fiber optik, rudal ini bisa mendasar scr selektif anjungan kapal, menara radar, menghancurkan lokasi rudal anti kapal, atau menyerang heli aks dan pesawat patmar. Desain s-1000 (rubin/fincantierri) berada pd papan tengah dg menawarkan spek serupa tapi bisa menawarkan sistem aip scr opsional. Sedangkan andrasta/scp-1000 dan amur-950 berada pd kelas high end pd kelas kasel low cost ini.

    Scp-1000 menawarkan aplikasi tambahan utk menekan emisi suara yang ditimbulkan kasel&memberikan efek kamuflase pd kulit kasel dg memberi “kulit tambahan” yang bisa disesuaikan dg lingkungan tempat operasinya shg menyulitkan pantauan scr visual ketika kasel ini menyelam pd perairan dangkal. Baik scp-1000 maupun amur-950 ditawarkan dg kemampuan opsional utk meluncurkan rudal jelajah dan penambahan sistem aip,,,,namun sampai saaat ini terbukti rusia belum mampu menghasilkan sisten aip yang sdh teruji.

    Seandainya Indonesia jadi mengakuisis kasel kelas ini, tujuan utama yang akan dicapai adl mengejar aspek kuantits utk menutup kekukaraangan kebutuhan armada kasel dg cepat krn harga dan biaya operasional yang terjangkau.

    Mengenai aspek TOT yang akan diraih saya rasa tidak akan sebanyak/sekompleks TOT yang diperoleh dr pembangunan kasel Imp.CBG krn pd dasarnya kasel tipe low cost didesain dg menekankan aspek kesederhanaan utk mengendalikan biaya tetap terjangkau. Jadi jangan berharap mendapat TOT VLS (dari dcns),,,tidak relevan !!, sementara perkembangan kasel amur/lada (satu2nya yang menawarkan kemampuan peluncuran rudal scr VLS) sampai saat ini masih mengalami kendala

 Leave a Reply