Sep 302016
 

STOCKHOLM – Sebuah kontroversi telah muncul diantara para pengamat pertahanan di Swedia apakah masuk akal untuk membongkar sebagian besar armada Gripen Swedia saat ini untuk mengambil komponen yang dapat digunakan dalam produksi pesawat tempur Gripen E baru (Gripen NG), seperti yang diperintahkan oleh Kementerian Pertahanan dan juga Parlemen Swedia.

Swedia berencana untuk memproduksi total 60 unit Gripen E Baru dengan biaya US $4,2 miliar untuk menggantikan 96 unit Gripen C/D yang saat ini dioperasikan oleh Angkatan Udara Swedia.

Namun, banyak yang memprotes tentang rencana pembongkaran Gripen saat ini, yang baru saja secara ekstensif ditingkatkan – upgrade Gripen C terakhir dikirimkan 18 bulan lalu – dengan modernisasi sistem utama dan sekarang mampu meluncurkan rudal udara-ke-udara MBDA Meteor.

Banyak yang memandang tidak perlu dan merupakan pemborosan secara finansial apabila membongkar pesawat modern dan mampu hanya untuk memberikan komponen tersebut kepada pesawat penggantinya.

Para kritikus lebih memilih untuk terus mengoperasikan Gripen C/D tersebut, atau mungkin menjual mereka ke negara lain. Kritik juga ditujukan kepada perusahaan pertahanan Saab, yang memproduksi Gripen, mengingat pangsa pasar yang besar untuk Gripen C/D saat ini dan Gripen E/F masa depan.

Baru-baru ini, pemimpin Partai Liberal Jan Bjorklund menjarankan agar Angkatan Udara di masa depan mengoperasikan 100 pesawat tempur, dengan rencana mengakuisisi 60 init Gripen E yang dilengkapi dengan retensi 40 unit Gripen C/D.

Idealnya, ia ingin mempertahankan semua Gripen yang ada, dan meningkatkan armada tempur Angkatan Udara Swedia menjadi 160 unit pesawat tempur.

Tapi angka baru dari Angkatan Udara menunjukkan bahwa harga pesawat baru akan menjadi sangat mahal apabila mereka tidak mengambil sebagian komponen dari pesawat tempur yang ada saat ini, sambil mengingatkan bahwa ketika Gripen C/D dibangun, mereka juga menggunakan komponen yang diambil dari pesawat generasi pertama yaitu Gripen A/B.

Kali ini, ruang lingkup penggunaan kembali komponen yang ada akan relatif lebih kecil. Ukuran Gripen E baru lebih besar, memiliki sistem komputer baru, radar baru, mesin baru, sistem peperangan elektronik baru dan komponen yang lebih baru, begitu banyak bagian besar dan mahal yang harus dibeli baru.

Sejumlah komponen kunci masih dapat dipergunakan kembali, dan nilai estimasi komponen tersebut sekitar 1/5 dari biaya Gripen baru. Ini berarti bahwa biaya akan meningkat sebesar US $820 juta jika semua Gripen C/D tetap dipertahankan sambil membangun Gripen E menggunakan komponen baru semua.

Akan ada peningkatan biaya dalam hal ini dan saat ini tidak ada anggaran. Sebagai alternatifnya adalah dengan memanfaatkan komponen seperti rencana lama saat penggantian Griffin A/B. Maka tidak diperlukan untuk membeli segala sesuatu yang baru, dan anggaran tetap sebesar US $4,2 miliar.

“Ini adalah strategi cadangan yang kita miliki. Ada komponen bernilai tinggi yang dapat digunakan kembali”, kata Kolonel Lars Jaderblom, Direktur Strategi Gripen di Angkatan Udara Swedia.

Pesawat Gripen E baru pertama akan diserahkan pada 2019. Sejak saat itu, setiap tahun akan diproduksi 5 – 10 pesawat baru yang akan diserahkan kepada Angkatan Udara Swedia hingga pengiriman selesai tahun 2026.

Untuk mengatasi jadwal pengiriman, Saab harus membawa komponen dari pesawat tempur yang ada mulai tahun depan, yang pada gilirannya mensyaratkan bahwa Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata dan pemerintah harus memutuskan paling lambat akhir tahun ini apakah akan mengikuti rencana awal, dan membongkar seluruh pesawat yang beroperasi saat ini, ataukah menambah anggaran untuk membeli komponen baru.

“Jika rencana harus diubah, maka beresiko menyebabkan peningkatan anggaran, yang jauh melampaui kesepakatan pertahanan lima partai yang menandatangani”, kata Menteri Pertahanan Swedia Peter Hultqvist.

Ada juga tantangan lain jika Swedia memilih untuk mempertahankan Gripen C/D yang ada dan membangun Gripen E yang baru. Gripen E telah pasti mewarisi beberapa bagian pendahulunya dan komponen, tetapi sebagian besar desain pesawat baru, dan biaya untuk mengoperasikan dua sistem secara bersamaan akan menjadi lebih mahal.

Departemen Pertahanan dapat membayar industri untuk mempertahankan kemampuan sistem yang ada atau mengembangkan keterampilan baru yang diperlukan.

Permasalahan lainnya adalah bahwa dengan lebih banyak pesawat maka diperlukan juga lebih banyak pilot, pangkalan baru, penambahan komandan tempur dan dukungan fitur untuk menjaga mereka beroperasi, tentunya akan menambah biaya operasional.

 

Vegassus © JakartaGreater.com

  27 Responses to “Dilema Swedia, “Batalkan Bongkar Gripen C/D Atau Terima Tagihan Miliaran Dollar””

  1. Tes

  2. Yg blm bisa bikin pespur pingin sekali bisa bikin.
    Yg sdh bisa bikin masih jg blm ideal harapan dan kenyataan..

  3. Tp tetap saja NKRI tdk akan beli Gripen..kalo dikasih hibah mau banget…

  4. NKRI wajib borong 32 unit Gripen c/d untuk kuantitas dan untuk menghajar pesawat kw Tiongkok..tempatkan di Natuna..

  5. NKRI wajib borong 32 unit Gripen c/d untuk kuantitas dan untuk menghajar pesawat kw Tiongkok..tempatkan di Natuna..

  6. “Swedia berencana untuk memproduksi total 60 unit Gripen E Baru dengan biaya US $4,2 miliar “..

    Per unitnya $70jt utk Gripen E baru?

    $820jt utk upgrade 96 gripen C/D brarti perunitnya $ 8,55jt..

    Kalo buatan sendiri emang lebih murah.. mudah2an IFX cepet kelar..

  7. ngr produsenya aja bingun apalagi yg beli iyo to bro?

  8. Pelajaran baru lagi yang sangat berharga bagi indonesia dalam proyek ifx. Bicara harga pesawat memang ternyata sangat sensitif. Apalagi jika kita belum memproduksi sendiri komponennya, sedangkan dari segi jumlah yang mungkin diakuisisi belum banyak dan yang pasti akan meningkatkan ongkos produksi pesawat.hmmmmm…

    • tar jualnya kemana..?? istrael..gagal,canada gagal,afsel gagal….belum lagi produk USA,RUSU CHINA, prancis,inggris,..juga banyak yang gagal…alias ngak laku di pasaran….
      pokoke bisa bikin gitu loh…
      ha ha ha

  9. KFX sudah uji lorong angin..sabar aja nanti juga seliweran di perempatan..

  10. ngr aca aca bingung peganganya kalo ngr switi bingung burungnya

  11. lelaki kardus@
    perempatan mana bro?
    perempatan jalan raya ape sempit yo?
    hakhakhakhakhak

  12. gripen C/D nya dihibahkan saja….xixixixi

  13. andai hoax…
    indonesia tahun 2015 dapet gripen c/d pinjeman dibawah 5 unit untuk trial dan trial sebelum beli yang bekas….wkwkwkwkwk

  14. Jual murah aja ke Indonesia, beli 5 bonus 1

  15. mohon warjager bantu vote Indonesia jadi The Best Place to Dive In The World 2017

    http://divemagazine.co.uk/go/7467-vote-for-top-dive-destinations-2017

  16. bahagia NKRI membeli dngn harga murah & ditaruh Papua,kupang,aceh irit biaya

  17. Fokus ke ifx. beli gripen bekas c/d buat patroli laut biar irit..nggk usah ngebut2

  18. Kesempatan nih Swedia butuh duit tuk buat Gripen NG,beli dan ambil TOT nya yg Kalo bisa versi NG. 2 skadron (24-32 unit cukuplah) utk variasi Alutsista TNI. Asal jgn pake logistik nighmare ntar ga jadi2. Bisa digunakan sbg pendamping F16 Versi KWan blok 52 real. Atau kasih ke kohanudnas sbg sarana intersepsi dan air superior itu kelas medium kan ngirit biaya operasionalnya.

    • Gripen ga jelek2 amat, cuma pertanyaannya produksi saab swedia buat versi NG cuma bisa 5-10 unit per tahun, pesenan dlm negeri buat AU SWEDISH aja baru kelar taun 2026. Kalo RI mau akuisisi apalagi dlm jumlah yg signifikan nah bisa anda pikir sendiri dikirimnya mulai taun kapan? Kesuwen bro…sementara pespur gen 5 sdh seliweran.
      Seandainya pun RI beli terus dapet TOT dr saab plus assembling di fasilitas milik RI (PT.DI) ini juga gak bisa dilakuin sebab program IFX mulai running. Ga mungkin PT. DI punya 2 projek sekaligus apalagi ini pertama kali bagi RI, pembuatan pespur harus benar2 fokus. Tawaran saab kemarin yg menjanjikan RI akan mendapatkan Gripen dalam waktu cuma SATU TAHUN setelah tanda tangan kontrak pembelian patut dipertanyakan, jgn2 cuma janji2 palsu alias php…hehe
      Jadi roadmap RI (TNI) sudah benar2 tepat on the track untuk kemandirian (alutsista pespur) dg lbh memilih fokus untuk projek IFX (gen 4,5) ketimbang akuisisi Gripen (gen 4). Kalau masih maksa juga ingin punya Gripen pilihannya cuma eks AU Swedish yg ready stok itu pun kalo mau dilepas oleh pihak sweden dan berharap kondisinya tidak dipreteli untuk diambil komponen pentingnya untuk pembuatan Gripen NG Sweden….hihihi.
      Mudah2an kita doakan saja kalo IFX sudah roll out hasilnya bisa lbh mumpuni dr Gripen, jikalau tdk lbh bagus pun kita patut bersyukur dan berbangga dengan kehadiran IFX. Spt kasus chang bogo class RI ketika diakuisisi banyak yg mencemooh tetapi sekarang ketika sdh melihat penampakannya banyak yg puja2 juga…hihi…
      Jd intinya kita rakyat harus sabar…percayakan saja kpd pemerintah, jika seorang gadis muda nan cantik bernama Nara Masista Rakhmatia saja bisa membungkam mulut2 busuk para cecunguk2 di sidang umum PBB kemarin bagaimana dgn kemampuan para pemikir para teknokrat para petinggi negeri ini, apakah anda masih ragu?? hehehe…
      Mengejar kemandirian memang sulit dan penuh perjuangan tidak ada yg instan.
      Fokus….jalani apa yg sudah diyakini bersama, jgn terbuai oleh janji janji manis yg dpt merusak cita cita.
      Salam NKRI

  19. Negara-negara Eropa sedang krisis finansial dan untuk tetap melanjutkan pengembangan alutiatanya, mereka (negara-negara di Eropa) pasti dengan berbagai cara akan memikat calon pembeli ataupun penyewa alutista mereka.
    Semoga TNI AU kita tidak silau dengan tawaran apapun dari mereka, karena menurut saya lebih baik kita tetap fokus dengan KFX / IFX ataupun pesawat yang sekiranya di atas gen KFX / IFX seperti Sukhoi SU-35 ataupun Sukhoi PAK FA-50 lengkap dengan amunisinya…

  20. MALON BODOH TAK DE WANG NAK SEWA GRIPHEN HIHIIHIHIHIHII

  21. swedia hibahkan saja pesawat yang kalian ganti ke indonesia

 Leave a Reply