Mar 182017
 

Foto bersama di depan A400M. (Airbus/angkasa.co.id)


Satu unit pesawat angkut militer A400M ‘Atlas’ buatan Airbus Defence and Space telah tiba di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Senin (6/3) pekan lalu. Pesawat yang dioperasikan oleh Angkatan Udara Inggris itu datang ke Indonesia dalam rangka kunjungan sekaligus pengenalan bentuk aslinya secara langsung.

Namun terkait pembelian A400M oleh Indonesia, Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan kepada Angkasa bahwa semua keputusan ada di Kementerian Pertahanan.

“Kemarin ada demo, itu pun Kementerian Pertahanan belum memutuskan, tapi justru Kementerian BUMN yang ingin bisa mengoperasikan pesawat itu,” kata Kasau.

Untuk lebih jelasnya, Marsekal Hadi menyarankan untuk menanyakannya langsung kepada Menteri BUMN, Rini Soemarno. “Nanti bisa ditanyakan ke Menteri BUMN, yang saya dengar pada waktu itu adalah ingin membuat tol udara, nanti spesifik bisa ditanyakan ke Ibu Menteri,” kata Marsekal Hadi, seperti dilansir Angkasa pada Sabtu (18/3).

Marsekal Hadi menjelaskan bahwa keinginan Kementerian BUMN membeli pesawat angkut berat A400M itu nantinya akan diserahkan ke sipil, yakni Pelita dan sebagainya.

“Tapi saya tanya ke Bu Menteri, kalau begitu pilotnya dari saya (TNI AU) saja. Karena ketika nanti pemerintah sudah bisa beli pesawat itu (Kementerian Pertahanan yang berwenang), kebutuhan akan pilot, saya (TNI AU) sudah punya pengalaman,” jelas Kasau.

Airbus A400M Atlas di Pangkalan Udara Utama Halim Perdanakusuma, Jakarta, (5/3/2017). (ANTARA News/Ade P Marboen)


Kasau Tinjau Pesawat Airbus A-400 RAF

Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersama sejumlah pejabat terkait telah meninjau pesawat angkut berat A400M Atlas buatan Airbus milik Angkatan Udara Inggris di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (6/3/2017).

Kasau dan para pejabat yang meninjau pesawat angkut berat A400M milik Angkatan Udara Inggris itu mendapat menjelasan dari Komandan Skadron Udara 70 RAF (Royal Air Force), Wing Commander Simon Boyle tentang kelebihan pesawat A 400 M yaitu sebagai pesawat yang mempunyai misi taktis jarak rendah, misi strategis jarak jauh dan sebagai tanker.

“Sebagai misi taktis jarak pendek mampu membawa muatan logistik untuk bantuan kemanusiaan, mobilitas kendaraan militer dan pasukan. Dengan lebar dan tinggi 4 meter serta panjang 18 meter memungkinkan pesawat mampu membawa cargo seperti truk semi trailer sekitar 25 ton,” kata Simon Boyle.

Pada kesempatan itu, Kasau juga melihat cockpit yang telah menggunakan perangkat komputer seluruhnya dan glass cockpit. Dengan sistem yang telah komputerisasi tersebut, pengawaknya cukup tiga saja dalam keadaan normal yaitu satu pilot utama, pilot cadangan dan satu load master.

Berdasarkan kemampuannya yang dapat terbang dengan kecepatan rendah, menjadikan A400M ideal untuk menurunkan pasokan barang dari ketinggian rendah. Kemampuan terbang A400M adalah hingga 4.700 mil laut/8.700 km, dengan ketinggian jelajah 37.000 kaki dan kecepatan 0,72 Mach.

Kasau sempat menanyakan mengenai jangkauan bahan bakar (endurance) pesawat A400M dan dijawab Wing Comannder Simon Boyle selama 11 jam. Hal ini tentu baik apabila digunakan untuk perjalanan yang jauh dengan waktu yang lama.

Airbus A400M Atlas sejak beberapa tahun lalu ditawarkan kepada TNI AU. Satu unit A400M Atlas pernah mendarat dan dipertunjukkan kepada pers pada 2012 di tempat yang sama, namun saat itu penawaran resmi belum dilayangkan. Secara pengembangan, A400M Atlas telah tertunda, di antaranya penerbangan perdana dari seharusnya 2008 menjadi Januari 2009.

Sumber: Angkasa dan Antara

Artikel Terkait :

  35 Responses to “Dilirik Kementerian BUMN, Kementerian Pertahanan Indonesia Belum Putuskan Pembelian A400M”

  1. monggo dipertimbangkan saja dulu

  2. Tes

  3. Ini si pak Ryamizard ryacudu gimana sih.. cepatlah ganti hercules tua dgn sekelas Antonov An-70 atau Airbus A-400M …apa mau nunggu si kuburan terbang jatuh dulu…adeh paling sebel gua kalau denger Trick PHP pak Ryamizard Ryacudu…LIHAT..MINAT..DIKAJI..TAWAR MENAWAR…MINTA TOT…dan AKAN

    • Sabar. Kalo ada duitnya semua dibeli

      • Duitnya sdh ada mas, jaminannya malah dari Menkeu, berupa MOU. Tapi mungkin pak RR sudah sepuh jadi dalam berpikir taktis dan bergerak cepat sudah agak lambat. Ketinggalan banget geraknya sama bu Susi, bu Sri Mulyani, dan bu Rini. Perempuan yang bisa diimbangi sama pak RR barangkali hanya bu Puan Maharani.

  4. Lakukan forum kpd seluruh pemangku kepentingan terkait pembelian a400m ini, agar tak ada masalah kedepannya…

  5. di kaji lagi trus di pertimbangkan baru bisa memutuskan tertarik atau tidak
    kalau tertarik di kaji lagi berminat beli atau tidak
    kalau berminat di kaji lagi AKAN di akuisisi atau tidak sampai tejas jd pespur stealth 😀

  6. Airbus Military A400M Atlas Technical Specifications

    Service Year: 2013
    Type: Long Range Transport / In-Flight Refueler
    National Origin: France
    Manufacturer(s): Airbus Military / Airbus Group – France
    Production Total: 38

    Structural (Crew Space, Dimensions and Weights)

    Operating Crew: 4
    Length: 147.97 feet (45.1 meters)
    Width: 139.11 feet (42.40 meters)
    Height: 48.23 feet (14.70 meters)
    Weight (Empty): 154,324 lb (70,000 kg)
    Weight (MTOW): 310,852 lb (141,000 kg)

    Installed Power and Standard Day Performance

    Engine(s): 4 x Europrop TP400-D6 turboprop engines developing 11,060 horsepower each.
    Maximum Speed: 485 mph (780 kph; 421 knots)
    Maximum Range: 5,412 miles (8,710 km)
    Service Ceiling: 37,073 feet (11,300 meters; 7.02 miles)

    Armament / Mission Payload

    None.

    Global Operators / Customers

    Belgium; France; Germany; Luxembourg; Malaysia; Spain; Turkey; United Kingdom

    Model Variants (Including Prototypes)

    A440M “Atlas” – Base Series Production Designation; to be available in basic transport and aerial refueler variants.
    A400M “Grizzly” – Original Designation
    A400M-180 – Base Production Model Designation

    Antonov An-70 Technical Specifications

    Service Year: 2018
    Type: Medium-Lift Military Transport Aircraft
    National Origin: Ukraine
    Manufacturer(s): Antonov Design Bureau – Ukraine
    Production Total: 2

    Structural (Crew Space, Dimensions and Weights)

    Operating Crew: 3
    Length: 133.53 feet (40.7 meters)
    Width: 144.55 feet (44.06 meters)
    Height: 53.74 feet (16.38 meters)
    Weight (Empty): 146,012 lb (66,230 kg)
    Weight (MTOW): 319,670 lb (145,000 kg)

    Installed Power and Standard Day Performance

    Engine(s): 4 x Progress D-27 propfan engines developing 13,880 horsepower each.
    Maximum Speed: 485 mph (780 kph; 421 knots)
    Maximum Range: 4,971 miles (8,000 km)
    Service Ceiling: 39,370 feet (12,000 meters; 7.46 miles)
    Rate-of-Climb: 82 feet-per-minute (25 m/min)

    Armament / Mission Payload

    None.

    Global Operators / Customers

    Ukraine (probable)

    Model Variants (Including Prototypes)

    An-70 – Base Series DesignationAn-70T – Basic Transport ModelAn-70KC – Proposed inflight refueler; twin-engine design with applicable refueling equipment installed.
    An-188 – Announced in 2015; 4 x jet engine powered variant for medium-to-heavy-lift transport market.

  7. A400M nya Tasco diraba saja dulu.
    Tunggu yg tot ja bulan depan.

  8. Cuma negara yang kaya aja mampu beli nih pesawat

  9. sudah putuskan tidak jadi beli
    kok susah banget ngomongnya
    pesawat mahal gitu kok dibeli
    mending duitnya buat beli rudal tot full
    gak apa2 rudal kecil
    kalau buat sampai ratusan ribu kan seram efecnya
    ha tinggal disebar deh
    disumatra taruh 100 unit
    jakarta 50 unit
    papaua 1000 unit
    ntt 5000 unit
    sisanya taruh dikalimantan
    kok banyak kali dikalimantan
    ya iyalah banyak malengnya

  10. gak butuh2 amat pswt yg beginian. Ntar Hercules yg ada malah jd nganggur

  11. Ngelirik melulu gak beli, kalaupun beli pasti ketengan dan persyaratannya jelimet toh pada akhirnya nggak jadi

  12. Kemenhan sudah didemo A400 kok belum juga tergerak memenuhi tuntutan si pendemo malah kemen BUMN yg tergerak menenuhi tuntutan si pendemo A400.

  13. Beliau pasti akan tidak terpilih jadi menteri lagi…karena sukses menyusutkan alutsista tni dan sukses dalam program PHP

  14. admin, nick name dan email nyangkut lagi, ni nickname vantura emailnya V—–_–2@ nyagkut di tempat saya

  15. Mending mentri pertahanannya ganti aja deh yg ada dari dulu minat mulu sama akan

    Kapal Selam Kilo minat
    Sukhoi Su-35 akan
    A400 Atlas minat

    Yang sangat disayangkan frigat Iver, Denmark sudah menawarkan ToT gak diambil juga, nanti yg ada Denmark berubah fikiran

  16. Salut dengan kegigihan Airbus dan bisa melihat celah…ngak hanya nawarkan ke kemenhan..juga ke kemen BUMN
    Mungkin Indonesia “Akan” membeli inii

    • Disitukan sdh dijelaskan, yg beli Kementrian BUMN, pilotnya dr TNI. Kenapa bukan pilot garuda.? Karena Kementrian Pertahanan numpang minta belikan melalui anggaran Kementrian BUMN. Itu sudah sering terjadi. Pembangunan Skuadron baru malah dibantu dari Pemda utk anggaran pengadaan tanahnya.
      Dibantu melalui tangan2 dr kementrian lain aja sudah diributkan peringkat 15, apalagi jika anggarannya di plot semua ke Kemenhan.
      Sudah on track dah pokoknya.

  17. Berharap dua kementrian ini bertukar kepemimpinan

  18. JANGAN LAGI ADA ANKARA…..
    DEMI DAMAI TOT…

  19. Saya pribadi sih mending perbanyak C 295…beli 20 langsung..

  20. Belum ada duit nggak usah macem2

  21. Mantap jg Air Bus A400 jd bisa terkoordinasi dgn PT.DI untuk pengadaan spare parts atau TOTnya!

  22. Kementrian Laen..Mau ikutan makelaran ya?…Aneh ini…Difoto itu..Kog pak RR…Gak ada ya?..

  23. test

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)