Dec 312016
 

Dok. Pertemuan Menlu Retno Marsudi dengan Konselor Negara Myanmar Aung San Suu Kyi

Yogyakarta – Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mengemukakan, Pemerintah Indonesia menempuh upaya diplomasi dengan pendekatan konstruktif serta menghindari kegaduhan dalam membantu menyelesaikan krisis Rohingnya di Negara Bagian Rakhine, Myanmar.

“Diplomasi dilakukan secara hati-hati dan tidak menimbulkan kegaduhan,” ujar Menteri Retno dalam orasinya sebagai penerima Anugerah Hamengku Buwono IX dalam Dies Natalis ke-67 UGM di Bangsal Srimanganti Keraton Yogyakarta, 30/12/2016.

Menurut Retno, diplomasi dengan pendekatan yang konstruktif dan iklusif terbukti lebih efektif dalam upaya membantu penyelesaian konflik di Myanmar. Apalagi isu itu sangat sensitif serta menyangkut kedaulatan Myanmar dalam menentukan kebijakan negaranya.

“Kami tidak menggunakan ‘microphone diplomacy’ dalam membantu menangani isu di Negara Bagian Rakhine,” ujarnya.

Oleh sebab itu, pada saat negara-negara lain banyak memilih menghujat secara keras terhadap setiap perkembangan isu di Rohingnya, maka Indonesia lebih memilih menempuh upaya diplomasi melalui komunikasi secara langsung dengan Konselor Negara Myanmar Aung San Suu Kyi di Naypidaw, Myanmar sesuai instruksi Presiden Joko Widodo.

“Saya adalah menteri luar negeri pertama yang diterima Aung San Suu Kyi. Kami duduk bersama empat mata. Saya mengumpamakan pertemuan kami sebagai pertemuan ‘knee to knee’ karena saking dekatnya tanpa meja penghalang,” kata Retno.

Berkat pertemuan yang dekat itu, Retno merasa lebih mudah melakukan diplomasi dengan memberikan berbagai masukan dan usulan kepada Aung San Suu Kyi untuk segera memperbaiki situasi krisis Rohingnya di Negara Bagian Rakhine, Myanmar. “Kami banyak berbicara mengenai situasi yang dihadapi Myanmar saat ini,” kata dia.

Selain menyetujui masukan-masukan dari Pemerintah Indonesia yang disampaikan secara langsung, menurut dia, Pemerintah Myanmar bahkan mengapresiasi upaya yang ditempuh Indonesia melalui komunikasi intens dalam membantu memecahkan persoalan di negaranya.

Masukan yang disetujui Pemerintah Myamar di antaranya terkait usulan penyelenggaraan ASEAN Foreign Ministers Retreat yang akhirnya terselenggara pada 19 Desember di Yangon. Dalam pertemuan para menteri luar negeri itu, Indonesia mengusulkan segera dibuka akses bantuan kemanusiaan serta akses media secara bertahap dan terbatas di Myanmar.

“Kami juga meminta Myanmar memberikan ‘update’ informasi mengenai penanganan isu Rohingnya kepada wartawan dan usulan itu ditanggapi positif,” ujarnya.

Retno mengatakan misi yang ditempuh Pemerintah Indonesia untuk ikut memecahkan masalah konflik di Rohingnya, tidak lain merupakan amanat konstitusi bahwa Indonesia harus berkontribusi dalam menjaga perdamaian dunia.

“Kami juga ingin memberikan contoh bahwa umat Buddha hidup secara damai dengan umat Islam di Indonesia,” ujar Retno.

https://web.facebook.com/JakartaGreater

  33 Responses to “Diplomasi Knee to Knee Indonesia-Myanmar, Masalah Rohingnya”

  1. Naahhh..sy apresiasi bgt…baek2 caranya…kek gini kan bagus

  2. Good strategy… good diplomacy.. bravo for Mrs. Retno !!

  3. Nice info bung Diego.. thanks Bung Diego

  4. begitu mudah INDONESIA tercinta ini memberi jalan kedamaian di dunia internasional dan mereka” mempercayai tanpa rasa curiga tapi kenapa di negeri ini sendiri…..

    • dinegeri kita sangat besar dan majemuk, hingga cara penanganannya juga jauh lebih komplek ………….
      I LOVE INDONESIA … PUOLLLLLLL

  5. malay (najib) yg awalnya hendak mengambil hati rakyatnya pun justru malah tertampar,,,
    pang… pung… pang… pung…

    • blunder takde quality

    • Goblok indon… malaysia mengkritik keras itu tanda kegagalan negara besar indon memanfaatkan kekuatan sendiri di asean..satu2 nya negara besar di asean tapi hanya jadi penonton…lebih baik bubar saja indon itu..biar jadi negara kecil2 seperti negara asean lain…

      • lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya..

        beda negara, beda cara dalam diplomasinya …….

        I LOVE INDONESIA….

      • Itu namanya bukan kritik…… tapi reaksi spontan beruk malingsia, karena terlalu rendahnya IQ…. !!..

      • wkwkwk kami bangsa berdaulat
        politik kami tak bisa main serong kanan serong kiri karena sodokan pentulnya saudi dan china
        tapi kita juga maklum ada yg lagi mabuk 1 milyar dolar

      • kasian najib telolet…wkwkkwk…udah marah besar tp gak di dengar sama sekali :mrgreen:

      • berati anda kurang cerdas..bergas.. dg kekerasan tdk akan membuat perdamaian.. yg ada cm perang berkepanjangan spt suriah dan iraq.. apa anda tdk bisa mengambil hikmah dg apa yg terjadi di sana bung abu.. telunjuk anda menuding kami bodoh tp empat jari secara langsung menuding ke muka anda.. apa karena di negara anda kurang informasi dan perkembangan bagaimana negara besar ingin memecah belah negara2 kecil spt negara anda.. kami di sini sudah paham betul akan adanya .. dan itu sudah terbukti membuat negara anda dan myanmar bermusuhan secara tdk langsung.. dan itu yg mereka harapkan agar asean pecah.. tp maaf kami tak sebodoh yg mereka kira.. karena bangsa kami bangsa besar dan pandai memilih mana yg baik dan buruk .. bahkan kami menyarankan untuk negara anda belajar lagi arti dr kebersamaan mencapai kedilan dan kemajuan bersama untuk mencapai perdamaian dunia.. tp maaf kalau otak anda tdk mampu berfikir maju jauh kedepan kami maklum.. karena memang hanya sebegitu saja daya pikir anda. terimakasih

      • Walaupun kritik dan amarah dari negara tak de maruah seperti malon,myanmar tak takut kah kah kah

      • ngga pemimpinnya ngga jongosnya… sama2 bodohnya..

  6. Bukti Indonesia adalah pemain kunci yang masih dihormati negara negara sahabat yang pintar dan bijak, nggak kayak negara haibat tetangga…

  7. Keren bu menlu yg satu ini. Patut diapresiasi

  8. Good job bu retno n pak jokowi,selain dgn cara diplomasi,indonesia adalah negara pertama di dunia yg mengirimkan bantuan ke pengungsi rohingya….indonesia do something real not like malon yg cuma banyak cakap sahaje kah kah kah

  9. Strategi jitu kakak tertua ASEAN.

  10. semoga didapat pemecahan persoalannya..
    bravo bu Retno

  11. Mending Bu Retno di dgr, drpd Najib koar2 gak di dgr

  12. Alhamdulillah

  13. Itulah hebatnya RI, membantu secara tulus krn pernah merasai bgmn kondisinya diobok obok negara lain sdg negara terdekat yg dianggap sahabat ternyata tak berbeda jauh dg yg lain

  14. kasian.penakut.padahal cuma negara setara myanmar.
    masih mau knee to knee lah padahal itu negara udah kurang ajar bangat membunuh warga muslim rohingya.
    kalau sama israel ya jarak trlalu jauh untuk perang konvensional.
    ini musuh udah depan mata.masih mau knee to knee.hebat indonesia.
    malaysia udah bilang amat tegas kasus israel.malaysia berdiri teguh bersama palestin.walau di dewan pbb sekutu israel itu semua tapi malaysia tetap bersama palestin.
    seperti itu juga masalah muslim rohingya di myanmar.malaysia benar benar tegas pendiriannya.kalau masih myanmar degil lihat aja tindakan malaysia selepas ini.tindakan ketenteraan paling akhir namun yg pasti myanmar udah dapat mesej jelas dari malaysia.
    indonesia yg ngaku2 negara umat islam terbesar sedunia mana?masih knee to knee ama musuh ini.liat muka suu kyi aja udah sakit hati.masih semangat asean.tai kucing asean.jika myanmar bersikap begini ia udah melanggar asean.

    • Beruk malon masih belum nyadar juga kalo Najib melakukan pengalihan isu rasuah….. xixi….

    • Hahahah
      ini myanmar negara berdaulat bung.
      contoh kecil nya aja nih.
      jika anda mengetahui bahwa pembantu nya tetangga sebelah sering dipukulin apakah ygvanda lakukan.
      A. Menggerebek rumah tetangga.
      B. Lapor ke pihak berwajib.
      C. Dian sahaja.

      Indonesia sebagai negara nonblok bisa saja berbuat apapun keinginan kami jika mereka mencoba merusak kami. Bahkan menyerang ke kandang mereka bukan hal yg susah kami lakukan.
      tapi hal ini berbeda bung.
      myanmar negara berdaulat.
      bahkan seluruh asean mengakui yg namanya negara myanmar.
      saya setuju langkah pemerintah.
      pertama diplomasi halus.
      menteri ke menteri.
      presiden ke presiden.
      jika sudah tidak mempan maka bikin sebuah draff dan di masukkan ke PBB.
      suka tidak suka PBB tetap jd perkumpulan semua bangsa2.
      perlu sebuah pengesahan untuk apa yg akan kita lakukan kedepannya.
      seperti yg anda bilang tadi.
      myanmar negara kecil kok.
      indonesia kirim para jihadis aja udah pasti keok.
      gag perlu ketentaraan sperti yg anda bilang.
      kami berani maju berperang bukan karena kami dibeking FPDA atau ASU ato RUSIA ato CHINA.
      kami berani maju karena kami percaya bahwa kami membela yg benar.
      Itu sebabnya kenapa INDONESIA gag akan bisa dikalahkan dengan kekuatan otot dr FPDA ato ASU ato RUSIA ato CHINA.

    • inilah perbedaan antara otak yg di pakai dan otak yg kurang di pakai kapasitasnya ketika tidak mampu berpikir kritis membedakan unsur2 sarat politik dari media2 asing yg sengaja menggunakan dogma agama.
      bangsa kami sudah matang dalam politik divide et empera warisan zaman belanda dgn mengecek berita langsung ke sumbernya bukan dari pihak ketiga mendengarkan langsung permasalahan sambil membaca bahasa tubuh mereka bukannya berkoar2 memanfaatkan pembenaran utk menarik dukungan2 tertentu.
      dunia tidak cuma berwarna hitam dan putih…tidak sesimpel mencap yg baik dan yg jahat.
      budayakan tabayyun

    • … malyasia berdiri teguh bersama palestin.. sementara malayshit ini membuka hub diplomatik dengan israel… dasar koplak..

  15. SI Asu MALING
    MALING SI Asu

  16. abu cara berpolitik pemimpin kami berbeda sama pemimpin ente yang cari muka dasarnya juga tidak peduli si najub,,, gonlok

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)