Dec 312016
 

Unit Penjinak Ranjau Rusia yang bekerja di Aleppo, membersihkan sisa amunisi yang tercecer/tertanam (Foto : Ministry of Defence of the Russian Federation)

New York – Rusia mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa untuk mendukung gencatan senjata yang rapuh di Suriah, yaitu kesepakatan ketiga yang dicapai tahun ini untuk mengakhiri perang hampir enam tahun di Suriah, 30/12/2016.

Dewan Keamanan melakukan pertemuan tertutup selama satu jam untuk mempertimbangkan rancangan resolusi untuk mendukung gencatan senjata, yang kesepakatannya diumumkan Rusia dan Turki pada Kamis.

Pemungutan suara kemungkinan baru dapat dilaksanakan sehari kemudian. Sementara itu, para anggota Dewan Keamanan menganjurkan perubahan terhadap rancangan, yang kemungkinan akan direvisi, ujar Duta Besar Rusia Vitaly Churkin, kepada para wartawan setelah pertemuan.

Belum jelas apakah resolusi itu akan mendapat dukungan luas.

Rancangan itu bisa dipelajari dalam satu malam, kata seorang diplomat negara Barat.

Bentrokan, pengeboman serta serangan udara di Suriah barat yang muncul pada Jumat merusak gencatan senjata, tak lama setelah kesepakatan itu diberlakukan pada Kamis pukul 22.00 GMT (Jumat, pukul 05.00 WIB) dan kekerasan tampaknya akan meningkat.

Presiden Rusia Vladimir Putih mengatakan pihak-pihak terkait sedang mempersiapkan diri untuk perundingan perdamaian yang direncanakan berlangsung di Astana, ibu kota negara Kazakhstan.

Media pemerintah Suriah mengatakan bahwa pembicaran perdamaian itu akan dilakukan “segera.” Ketika ditanya oleh seorang wartawan soal apakah perundingan Astana tersebut bersaing dengan pembicaraan yang akan diperantarai utusan PBB untuk Suriah Staffan de Mistura pada 8 Februari, Churkin mengatakan kegiatan itu tidak akan bertentangan.

“Jika pembicaraan-pembicaraan itu berhasil, yang saya ketahui (perundingan) akan dilanjutkan ke Jenewa,” kata Churkin.

Churkin mengatakan bahwa tujuh kelompok pemberontak yang terlibat dalam perundingan sejauh ini mewakili 60.000 petempur, dan lebih banyak lagi akan disambut baik.

“Semua pihak yang benar-benar ingin mengikuti perundingan secara serius dengan pemerintah, yang menganggap mereka sendiri sebagai oposisi namun siap memasuki perundingan dengan pemerintah, mereka dipersilakan datang di Istana, jadi kita lihat nanti,” ujar Churkin.

Antara/Reuters

https://web.facebook.com/JakartaGreater

Artikel Terkait :

  3 Responses to “DK PBB Diminta Dukung Gencatan Senjata Suriah”

  1. om pertamax om

  2. Alhamdulilah Syria segera damai

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)