Mar 072016
 

Washington – Kandidat calon presiden Partai Republik, Donald Trump menyarankan agar undang-undang Amerika Serikat diubah demi melegalkan penyiksaan terhadap tersangka terorisme. Usulan perubahan UU ini juga termasuk melegalkan pembunuhan keluarga tersangka terorisme.

“Sungguh konyol ketika kita punya undang-undang dan ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) tidak. ISIS sama sekali tidak punya undang-undang. Kita memiliki aturan, regulasi dan undang-undang, dan saya mematuhinya, tapi saya tidak senang dengannya,” ujar Trump, Senin (7/3/2016).

“Saya ingin terbuka soal undang-undang itu, kita tidak bermain pada isu yang sama. Saya tidak plin-plan sama sekali. Saya mematuhi hukum, tapi saya juga mengatakan saya ingin undang-undang itu diperluas,” ujarnya.

Trump memberikan pernyataan soal isu ini setelah dia dituding tidak konsisten dan berusaha mengubah hal-hal yang diserukannya sebelumya. Dalam sejumlah kampanyenya, Trump menyatakan dukungannya pada praktik waterboarding dan teknik-teknik keji interogasi lainnya yang jauh lebih buruk. Dia juga mengaku mendukung pelegalan pembunuhan anggota keluarga teroris.

Pernyataan Trump ini menuai kecaman banyak pihak. Selang sehari setelahnya, Trump menyatakan dirinya tidak akan memerintahkan siapapun untuk melanggar hukum internasional. “Menggunakan wewenang hukum yang ada untuk menghentikan musuh-musuh teroris,” ucap Trump.

“Saya tidak akan memerintahkan personel militer untuk tidak mematuhi hukum. Jelas bahwa sebagai presiden, saya akan terikat pada undang-undang, sama seperti rakyat Amerika lainnya dan saya akan memenuhi kewajiban itu,” imbuh Trump.

Pernyataan terbaru itulah yang membuat Trump disebut tidak konsisten dan berubah-ubah. Kongres AS sendiri telah melarang praktik waterboarding, suatu teknik interogasi dengan menenggelamkan tersangka ke dalam air, untuk mendapat pengakuannya.

Dikritik soal perubahan posisinya, Trump menyebut hal itu sebagai wujud karakternya yang fleksibel. “Saya memiliki karakter kuat, tapi saya tidak pernah melihat orang sukses yang tidak fleksibel,” sebut Trump.

Detik.com

Bagikan :

  17 Responses to “Donald Trump Ingin Ubah Hukum AS, Legalkan Penyiksaan Teroris”

  1.  

    LGBT..LGBT
    itu di Donald lagi mau bilang F**K ya? bibirnya mau mengeluarkan bunyi huruf F

  2.  

    donald trump menang, kroninya di indonesia pasti jaya, setyo novanto, fadli zon dan dedengkotnya si hary tanu…..

  3.  

    Donal kwek kwek…..psyko šŸ˜›

    •  

      Semoga kemenangan Donald trump ..menjadi awal kehancuran USA ….
      Karena kelakuannya yang melampaui Batas …dan tidak Wajar ….
      Yang rugi USA sendiri …
      Tidak percaya? Kita lihat saja nanti …segera …

  4.  

    hahaha. Donald Trump itu pakar komunikasi yg lucu. Dia menjelek-jelekkan dirinya buat menyindir sekte amerika. Smoga sukses ni presiden kampret. Btw, klw di Korea bilang Presiden Kampret langsung dipancung. Hahaha.

  5.  

    wkwkwk. Mantaplah. Investasi Donald Trump di Indonesia jadi 700Trilyun.

  6.  

    Krazyman..bener.2gila yg milih ni..orang..maju donalbebek..AS akan hancur jika presiden.y..kau..

  7.  

    wihh balane Setnop karo Fadeli Zonk ki! Podo2 Kenthire muehehehe. Ehh koyone yo balane HT mbarang wong iki.

  8.  

    koment tak berakal kok masih nongol ja di jkgr min

  9.  

    Moga2 diberi Hidayah oleh Allah. . cinta damai dan kasih sayang terhadap sesama manusia

  10.  

    Ssssttt, ………. Antek antek donald trump Detected, min, …… !!!

  11.  

    LGBT Legal….
    Trumpp for president……
    Marijuana Legal…..
    Free gun ownership……
    Saya kira US mulai meruntuhkan pondasi negaranya secara perlahan…..

  12.  

    ayo pilih Trump sebagai presiden Amerika, agar kehancuran amerika semakin cepat terealisasi.
    hre-hore

 Leave a Reply